7 Trik Menyetrika Supaya Sablon di Kaus Tidak Rusak, Kaus Awet Seperti Baru

3 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Trik menyetrika supaya sablon di kaus tidak rusak menjadi hal yang krusial bagi pemilik kaus. Kesalahan dalam menyetrika, seperti suhu yang terlalu tinggi atau teknik yang tidak tepat, dapat menyebabkan sablon pada kaus mengelupas, retak, atau bahkan pudar.

Untuk memastikan kaus sablon Anda tetap awet dan tampil prima, penting untuk mengetahui cara menyetrika yang benar. Artikel ini akan membahas tujuh trik efektif yang bisa Anda terapkan di rumah. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat melindungi sablon dari kerusakan dan memperpanjang usia pakai kaus kesayangan Anda.

Mulai dari persiapan hingga proses menyetrika, setiap langkah memiliki peran penting dalam menjaga keindahan sablon. Mari kita selami lebih dalam tips-tips praktis ini agar kaus sablon Anda selalu terlihat seperti baru. Berikut Liputan6.com memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Kamis (29/1/2026).

1. Balik Kaus Sebelum Menyetrika

Salah satu trik paling sederhana namun sangat efektif untuk melindungi sablon adalah dengan membalik kaus sebelum menyetrikanya. Teknik ini memastikan bahwa sablon tidak bersentuhan langsung dengan permukaan setrika yang panas. Dengan demikian, risiko kerusakan akibat panas dan gesekan dapat diminimalisir secara signifikan.

Ketika kaus dibalik, bagian dalam kaus yang tidak memiliki sablonlah yang akan disetrika. Ini melindungi sablon dari kontak langsung dengan panas setrika yang bisa merusak kualitasnya. Sisi luar pakaian yang terdapat sablon kini berada di sisi dalam, sehingga tidak akan bersentuhan langsung dengan setrika.

Langkah ini sangat krusial untuk menjaga integritas sablon, mencegahnya meleleh, retak, atau menempel pada alas setrika. Jadi, selalu ingat untuk membalik kaus Anda sebelum mulai menyetrika.

2. Atur Suhu Setrika pada Tingkat Rendah

Suhu setrika yang terlalu tinggi adalah penyebab umum kerusakan pada sablon kaus. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengatur setrika pada suhu rendah atau menengah.

Pengaturan suhu yang tepat, sekitar 110°C hingga 150°C, akan mencegah sablon rusak akibat panas berlebih. Suhu yang terlalu panas dapat membuat sablon retak, meleleh, atau bahkan mengelupas dari permukaan kaus.

Pilihlah pengaturan suhu rendah atau 'cool' agar permukaan sablon tidak terlalu panas. Dengan suhu yang terkontrol, Anda dapat menjaga kualitas sablon dan menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.

3. Gunakan Lapisan Kain Pelindung

Untuk memberikan perlindungan ekstra pada sablon, letakkan kain tipis di atas area sablon sebelum menyetrika. Kain katun atau sapu tangan bersih bisa menjadi pilihan yang tepat untuk tujuan ini.

Lapisan kain ini berfungsi sebagai penghalang antara setrika dan sablon, sehingga panas tidak langsung mengenai sablon. Lapisan ini akan membantu mengurangi panas langsung yang dapat menyebabkan sablon meleleh atau retak.

Dengan menggunakan kain pelindung, Anda dapat menyetrika dengan lebih aman dan mengurangi risiko kerusakan pada sablon kaus kesayangan Anda.

4. Hindari Cairan Pewangi atau Pelicin pada Sablon

Cairan pewangi atau pelicin pakaian seringkali mengandung bahan kimia yang dapat bereaksi negatif dengan panas setrika dan merusak sablon. Reaksi ini bisa menyebabkan warna sablon pudar atau teksturnya rusak.

Jika Anda ingin menggunakan pewangi atau pelicin, sebaiknya aplikasikan hanya pada bagian kaus yang tidak bersablon. Alternatif lainnya adalah membiarkan kaus sedikit lembap sebelum disetrika jika Anda ingin menggunakan pelicin, namun tetap hindari kontak langsung dengan area sablon.

Kandungan kimia pada pelicin dapat merusak sablon dan membuat warnanya pudar. Dengan menghindari penggunaan cairan ini pada sablon, Anda dapat menjaga kualitas dan keawetan desain kaus Anda.

5. Setrika dengan Gerakan Perlahan dan Searah

Menyetrika kaus sablon dengan gerakan yang halus, perlahan, dan searah sangat penting untuk menjaga integritas sablon. Gerakan ini membantu menjaga struktur kain tetap rapi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sablon.

Hindari gerakan menyetrika bolak-balik yang terlalu cepat atau kasar. Gerakan semacam itu dapat menyebabkan sablon mengelupas atau pecah.

Menyetrika dengan gerakan pelan dan searah juga penting agar sablon tidak mudah rusak. Dengan menerapkan teknik ini, Anda dapat memastikan sablon tetap menempel dengan baik dan tidak mengalami kerusakan.

6. Pastikan Kaus dalam Keadaan Kering Sempurna

Sebelum menyetrika, pastikan kaus sablon sudah dalam keadaan kering sempurna. Menyetrika pakaian yang masih lembap atau setengah kering dapat menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Jika pakaian dalam keadaan setengah kering atau masih basah, hal itu akan memengaruhi tingkat efektivitas saat menyetrika. Menyetrika kaus yang masih lembap dapat menyebabkan sablon melar atau bahkan lengket pada permukaan setrika.

Pakaian berbahan cetak sablon biasanya cenderung cepat melar jika disetrika dalam keadaan setengah kering. Oleh karena itu, pastikan kaus benar-benar kering sebelum proses menyetrika dimulai untuk menghindari kerusakan sablon.

7. Jangan Menekan Setrika Terlalu Keras pada Area Sablon

Hindari memberikan tekanan berlebihan saat menyetrika area kaus yang bersablon. Tekanan yang terlalu kuat, terutama jika dikombinasikan dengan suhu tinggi, dapat merusak tekstur sablon atau membuatnya menempel pada alas setrika. Meskipun Anda telah membalik kaus atau menggunakan kain pelindung, tekanan berlebihan tetap dapat memengaruhi daya tahan sablon.

Fokuslah untuk merapikan kain di sekitar sablon dan gunakan tekanan ringan saat melewati area sablon. Jika pakaian Anda tidak tahan terhadap suhu tinggi setrika, sebaiknya atur panas setrika pada suhu rendah ke menengah agar hasil setrikaan tidak mengkilap. Hindari menyetrika langsung pada bagian yang memiliki hiasan atau bordir, balikkan pakaian dan setrika dari bagian dalam untuk melindungi detail tersebut.

People Also Ask

1. Mengapa penting membalik kaus sebelum menyetrika area sablon?

Jawaban: Membalik kaus sebelum menyetrika area sablon sangat penting karena melindungi sablon dari kontak langsung dengan panas dan gesekan setrika, sehingga mencegah kerusakan seperti meleleh, retak, atau mengelupas.

2. Berapa suhu setrika yang ideal untuk kaus sablon?

Jawaban: Suhu setrika yang ideal untuk kaus sablon adalah rendah atau menengah, sekitar 110°C hingga 150°C, untuk menghindari sablon rusak akibat panas berlebih yang bisa menyebabkan retak atau meleleh.

3. Apakah boleh menggunakan cairan pewangi atau pelicin pada sablon kaus?

Jawaban: Sebaiknya hindari penggunaan cairan pewangi atau pelicin langsung pada sablon kaus karena kandungan kimianya dapat bereaksi dengan panas dan merusak sablon, menyebabkan warna pudar atau tekstur rusak.

4. Bagaimana gerakan menyetrika yang benar untuk kaus sablon?

Jawaban: Gerakan menyetrika yang benar untuk kaus sablon adalah perlahan dan searah, bukan bolak-balik atau kasar, untuk menjaga integritas sablon dan mencegahnya mengelupas atau pecah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |