7 Tips Simpan Telur agar Tidak Cepat Busuk dan Bau, Bisa Tahan Lebih Lama

3 weeks ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Telur merupakan salah satu bahan makanan pokok yang hampir selalu tersedia di setiap rumah tangga, menjadi sumber protein penting yang serbaguna. Namun, tidak semua orang memahami cara penyimpanan telur yang tepat untuk menjaga kesegaran dan keamanannya. Kesalahan dalam menyimpan telur bukan hanya dapat mempercepat pembusukan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella.

Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan telur mengalami penurunan kualitas secara signifikan, bahkan dalam waktu singkat, sehingga tidak layak konsumsi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui metode penyimpanan yang benar agar telur di rumah Anda tetap awet dan aman. Dengan menerapkan tips penyimpanan yang tepat, Anda dapat memastikan telur tetap segar, bebas bakteri, dan siap diolah menjadi hidangan lezat kapan saja. 

Lantas apa saja tips simpan telur agar tidak cepat busuk dan bau sehingga bisa tahan lebih lama? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (27/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Simpan Telur di Dalam Kulkas

Menyimpan telur di dalam kulkas adalah cara paling efektif untuk memperpanjang masa simpannya dan mencegah pembusukan. Suhu ruangan yang panas dan lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat telur cepat rusak. Telur yang disimpan di kulkas, pada suhu yang lebih dingin, mencegah bakteri hidup dan berkembang biak.

Suhu ideal untuk penyimpanan telur adalah 4°C atau kurang. Pada suhu ini, telur dapat bertahan 3-5 minggu, jauh lebih lama dibandingkan di suhu ruang yang hanya sekitar 7-10 hari. Pendinginan membantu memperlambat pertumbuhan bakteri seperti Salmonella, menjaga telur tetap segar lebih lama.

Penting untuk selalu mendinginkan telur segera setelah pembelian untuk memaksimalkan masa simpannya. Penempatan telur di kulkas akan menjaga kualitasnya dan mengurangi risiko kerusakan.

2. Jangan Mencuci Telur Sebelum Disimpan

Mencuci telur sebelum disimpan justru dapat memperpendek masa simpannya dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Telur memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula atau bloom pada cangkangnya. Lapisan ini berfungsi melindungi isi telur dari bakteri dan menjaga kelembapan di dalamnya.

Mencuci telur, terutama dengan air yang lebih dingin dari suhu telur, dapat merusak lapisan pelindung alami ini. Kerusakan lapisan pelindung membuat telur lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri karena pori-pori cangkang menjadi terbuka dan memungkinkan mikroorganisme masuk.

Sebaiknya cuci telur hanya saat hendak dimasak atau diolah. Jika telur terlihat kotor, bersihkan dengan lembut menggunakan kain kering atau sikat kecil tanpa air. Cara ini akan menjaga integritas lapisan pelindung alami telur.

3. Simpan dalam Karton Asli atau Wadah Tertutup

Menggunakan wadah yang tepat sangat penting untuk melindungi telur dari kontaminasi dan menjaga kualitasnya. Cangkang telur memiliki ribuan pori-pori kecil yang dapat menyerap bau dari makanan lain di kulkas, memengaruhi rasa telur. Karton asli atau wadah tertutup mencegah hal ini terjadi, menjaga rasa dan kualitas telur tetap optimal.

Karton atau wadah tertutup juga membantu menjaga kelembapan telur, mencegahnya mengering dan kehilangan kualitas. Penyimpanan dalam karton asli juga melindungi telur dari retak atau pecah akibat benturan di dalam kulkas. Dengan demikian, telur bisa tahan lebih lama, bahkan hingga 4-5 minggu jika disimpan dengan benar.

Pastikan wadah yang digunakan bersih dan tidak berbau. Hindari menyimpan telur di dekat bahan makanan berbau tajam seperti bawang atau ikan, meskipun sudah dalam wadah tertutup, untuk mencegah penyerapan bau yang tidak diinginkan.

4. Hindari Menyimpan Telur di Pintu Kulkas

Meskipun banyak kulkas memiliki rak khusus telur di pintu, ini bukanlah tempat ideal untuk penyimpanannya. Pintu kulkas sering dibuka dan ditutup, menyebabkan suhu di area tersebut tidak stabil. Fluktuasi suhu yang drastis ini dapat mengurangi ketahanan telur, mempercepat pembusukan, dan mendorong pertumbuhan bakteri.

Suhu di rak bagian dalam kulkas lebih stabil dan konsisten dibandingkan suhu di dekat pintu. Oleh karena itu, idealnya, telur disimpan di rak bagian dalam kulkas untuk menjaga kesegaran dan keamanannya. Penempatan yang tepat akan membantu mempertahankan kualitas telur lebih lama.

Perubahan suhu yang sering terjadi di pintu kulkas juga dapat merusak membran pelindung telur, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan. Selalu prioritaskan bagian kulkas yang suhunya paling stabil untuk penyimpanan telur.

5. Letakkan Telur dengan Posisi Ujung Runcing di Bawah

Cara meletakkan telur juga memengaruhi kesegarannya dan masa simpannya. Bagian tumpul telur berisi kantong udara. Jika telur diletakkan dengan ujung runcing di bawah, kantong udara akan berada di atas dan tidak tertekan. Kantong udara ini secara bertahap akan membesar saat telur semakin tua dan kehilangan kelembapan.

Posisi ujung runcing di bawah membantu menjaga kuning telur tetap berada di tengah dan tidak terlalu dekat dengan membran, mengurangi risiko pembusukan. Teknik ini juga mencegah membran dalam telur dari kerusakan akibat kontak langsung dengan udara, menjaga isi telur tetap stabil dan terlindungi.

Dengan menjaga kuning telur tetap di tengah dan melindungi membran, kualitas telur akan terjaga lebih lama. Teknik penyimpanan ini efektif untuk memperpanjang umur simpan telur, terutama ketika disimpan dalam kulkas.

6. Periksa Kesegaran Telur Sebelum Disimpan dan Digunakan

Memeriksa kesegaran telur adalah langkah penting untuk memastikan kualitas dan keamanan konsumsi. Salah satu cara mudah untuk mengetesnya adalah dengan memasukkan telur ke dalam wadah berisi air. Telur segar akan tenggelam dan berbaring di dasar, sementara telur yang sedikit tua akan berdiri tegak di dasar. Telur yang busuk akan mengapung karena kantong udaranya membesar.

Selain tes apung, cium aroma telur. Telur busuk akan mengeluarkan bau menyengat yang tidak sedap. Periksa juga cangkang; hindari telur dengan retakan, karena bakteri dapat masuk melalui retakan tersebut. Perhatikan jika ada permukaan yang berlendir atau bertepung.

Setelah dipecahkan, telur segar memiliki kuning telur yang bulat dan kokoh, serta putih telur yang kental. Jika putihnya sudah keruh kehijauan atau kuningnya pucat keabu-abuan, itu tanda telur sudah mengalami proses pembusukan, biasanya karena oksidasi dan pertumbuhan mikroba. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan sebagai panduan awal.

7. Jaga Suhu Kulkas Tetap Stabil dan Optimal

Stabilitas suhu adalah kunci untuk menjaga kesegaran telur dalam jangka panjang. Suhu kulkas yang ideal untuk menyimpan telur adalah antara 4 hingga 5 derajat Celcius atau bahkan lebih rendah. Suhu dingin ini secara efektif memperlambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan telur cepat busuk.

Pentingnya stabilitas suhu tidak bisa diabaikan. Food Standards Agency (FSA) menyarankan penyimpanan telur pada suhu yang stabil. Perubahan suhu yang terlalu sering dapat menimbulkan embun pada cangkang telur, yang berpotensi memudahkan bakteri seperti Salmonella masuk ke dalam telur.

Tempatkan telur di rak bagian tengah kulkas, bukan di pintu, untuk memastikan suhu yang paling stabil. Suhu yang konsisten akan membantu menjaga kualitas telur dan memperpanjang masa simpannya secara signifikan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Simpan Telur agar Tidak Cepat Busuk dan Bau

1. Mengapa telur sebaiknya disimpan di dalam kulkas?

Jawaban: Telur sebaiknya disimpan di dalam kulkas pada suhu 4°C atau kurang karena suhu dingin dapat memperlambat pertumbuhan bakteri seperti Salmonella, sehingga memperpanjang masa simpannya hingga 3-5 minggu dibandingkan di suhu ruang yang hanya 7-10 hari.

2. Apakah telur perlu dicuci sebelum disimpan?

Jawaban: Tidak, telur tidak perlu dicuci sebelum disimpan. Mencuci telur dapat menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula atau bloom) pada cangkang, yang berfungsi melindungi isi telur dari bakteri dan menjaga kelembapan. Kerusakan lapisan ini akan membuat telur lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri.

3. Bagaimana posisi terbaik menyimpan telur di kulkas?

Jawaban: Posisi terbaik adalah meletakkan telur dengan ujung runcing di bawah. Posisi ini menjaga kantong udara di bagian tumpul tetap di atas dan tidak tertekan, membantu kuning telur tetap di tengah, serta mencegah kerusakan membran dalam telur, sehingga kualitasnya terjaga lebih lama.

4. Mengapa tidak disarankan menyimpan telur di pintu kulkas?

Jawaban: Pintu kulkas sering dibuka dan ditutup, menyebabkan fluktuasi suhu yang tidak stabil. Perubahan suhu drastis ini dapat mengurangi ketahanan telur, mempercepat pembusukan, dan mendorong pertumbuhan bakteri. Lebih baik simpan telur di rak bagian dalam kulkas yang suhunya lebih konsisten.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |