Liputan6.com, Jakarta - Budidaya lele telah lama menjadi pilihan menarik bagi banyak pembudidaya karena potensi keuntungannya yang menjanjikan. Namun, tingginya biaya pakan seringkali menjadi tantangan utama yang dapat menggerus profitabilitas. Untuk mengatasi hal ini, meracik pakan lele sendiri menjadi solusi cerdas yang tidak hanya menekan pengeluaran, tetapi juga dapat mempercepat masa panen.
Strategi ini memungkinkan pembudidaya untuk mengontrol kualitas nutrisi pakan sesuai kebutuhan lele pada setiap fase pertumbuhannya. Dengan pakan yang tepat, lele akan tumbuh lebih optimal, sehat, dan mencapai bobot panen lebih cepat. Lantas apa saja tips meracik pakan lele sendiri agar panen lebih cepat dan untung besar? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (31/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Pahami Kebutuhan Nutrisi Esensial Lele
Memahami kebutuhan nutrisi lele merupakan fondasi utama dalam meracik pakan sendiri yang efektif. Pakan berfungsi sebagai sumber energi, protein, dan nutrisi penting lainnya untuk menunjang pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas ikan. Lele, sebagai jenis ikan karnivora, memiliki kebutuhan protein yang tinggi dalam pakannya, idealnya mencapai 35 persen untuk lele dewasa.
Kebutuhan nutrisi ini bervariasi sesuai fase pertumbuhan lele. Bibit lele, misalnya, memerlukan kadar protein lebih tinggi, sekitar 50%, dengan lemak dan karbohidrat masing-masing di atas 15%, demi mendukung pertumbuhan awal yang pesat. Sementara itu, lele pada fase pembesaran membutuhkan protein antara 25-35%, lemak 4-18%, dan karbohidrat 10-20%.
Selain protein, asupan lemak sekitar 4-5% juga penting sebagai energi cadangan, meskipun kadar berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak pada hati dan mengurangi nafsu makan. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama dan perekat pakan, memastikan pakan tidak mudah hancur dalam air.
2. Pilih Bahan Baku Alternatif yang Berkualitas dan Ekonomis
Penggunaan pakan alternatif menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi yang tinggi, yang kerap mencapai 60-70% dari total pengeluaran operasional budidaya lele. Berbagai bahan baku lokal dapat dimanfaatkan untuk meracik pakan lele sendiri, menawarkan pilihan yang ekonomis namun tetap berkualitas.
Beberapa bahan baku yang kaya nutrisi meliputi tepung ikan dengan protein sekitar 62,99%, tepung kedelai sekitar 36,6%, bungkil kelapa 18,46%, tepung jagung 10,4%, dedak halus 15,58%, dan tepung tapioka 2,6%. Kombinasi bahan-bahan ini dapat diformulasikan untuk mencapai profil nutrisi yang diinginkan.
Selain itu, terdapat pakan alternatif lain yang sangat menjanjikan seperti ikan rucah dengan kandungan protein 50-60% serta asam amino esensial, bekicot yang kaya protein dan gizi, maggot (larva Black Soldier Fly/BSF), ampas tahu, dan limbah dapur. Pemanfaatan bahan-bahan ini tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga mendukung keberlanjutan budidaya.
3. Perhatikan Rasio Protein yang Tepat
Kandungan protein merupakan faktor penentu utama dalam pertumbuhan lele yang optimal. Untuk lele dewasa, pakan racikan sendiri harus memiliki rasio protein lebih dari 35 persen. Angka ini penting untuk memastikan lele mendapatkan asupan yang cukup untuk pembentukan otot dan jaringan tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa untuk pertumbuhan yang optimal, lele membutuhkan formulasi pakan dengan kandungan protein antara 28% hingga 32%. Fokus juga perlu diberikan pada asam amino esensial seperti lisin dan metionin, yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh lele dan harus didapatkan dari pakan.
Mengatur rasio protein yang tepat berarti menyeimbangkan antara kebutuhan nutrisi lele dan ketersediaan bahan baku. Kelebihan protein dapat menyebabkan pemborosan dan pencemaran air, sementara kekurangan protein akan menghambat pertumbuhan lele secara signifikan.
4. Manfaatkan Fermentasi Pakan
Fermentasi pakan adalah teknik yang sangat efektif untuk meningkatkan kualitas pakan, khususnya pakan alternatif yang seringkali memiliki kandungan serat kasar tinggi atau nutrisi yang sulit dicerna. Proses fermentasi mampu mengurai senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap dan digunakan oleh ikan.
Selain itu, sejumlah mikroorganisme yang terlibat dalam fermentasi juga mampu mensintesis vitamin dan asam amino yang esensial bagi larva hewan akuatik. Fermentasi tidak hanya meningkatkan kandungan nutrisi, tetapi juga secara signifikan mengurangi kadar serat kasar yang sulit dicerna lele.
Pakan yang difermentasi, seperti pelet dari dedak padi, akan lebih mudah diterima dan dicerna oleh ikan, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan yang lebih cepat dan efisien. Contoh fermentasi pakan dapat dilakukan pada ampas tahu atau dedak dengan menambahkan probiotik atau EM4 perikanan.
5. Sesuaikan Ukuran Pakan dengan Tahap Pertumbuhan Lele
Pemberian pakan yang tepat tidak hanya soal nutrisi, tetapi juga ukuran. Ukuran pakan yang diberikan harus disesuaikan secara cermat dengan ukuran bukaan mulut ikan lele pada setiap tahap pertumbuhannya. Hal ini krusial untuk memastikan pakan dapat dikonsumsi dengan mudah oleh lele.
Pakan yang terlalu besar akan sulit ditelan oleh lele kecil, sementara pakan yang terlalu kecil untuk lele besar dapat menyebabkan lele kurang kenyang dan membutuhkan jumlah pakan yang lebih banyak. Pemberian pakan yang tidak sesuai ukuran dapat mengakibatkan pakan tidak termakan atau sulit dicerna, yang pada akhirnya mengurangi efisiensi pakan.
Selain itu, pakan yang tidak termakan akan mengendap di dasar kolam dan membusuk, menyebabkan penurunan kualitas air dan berpotensi memicu penyakit pada lele. Oleh karena itu, pemilihan ukuran pakan yang tepat adalah langkah sederhana namun berdampak besar pada kesehatan dan pertumbuhan lele.
6. Terapkan Manajemen Pemberian Pakan yang Tepat
Manajemen pakan yang efisien adalah pilar utama dalam budidaya lele untuk menghemat biaya dan memaksimalkan pertumbuhan ikan. Penerapan jadwal dan kuantitas pakan yang tepat akan sangat berpengaruh pada keberhasilan panen.
Pakan sebaiknya diberikan secara terjadwal, yaitu 2-3 kali sehari, agar ikan terbiasa dan tidak ada pakan yang terbuang sia-sia. Mengingat lele adalah hewan nokturnal, sebagian pakan sebaiknya diberikan pada sore atau malam hari karena nafsu makan lele cenderung tinggi pada waktu tersebut.
Penting untuk selalu menghindari pemberian pakan berlebihan, karena sisa pakan yang tidak termakan dapat merusak kualitas air dan memicu berbagai penyakit pada lele. Pakan dapat ditambahkan sedikit demi sedikit sambil memperhatikan respons makan ikan, dan hentikan pemberian pakan jika ikan sudah tidak merespons lagi.
7. Hitung Rasio Konversi Pakan (FCR) untuk Efisiensi
Rasio Konversi Pakan (Feed Conversion Ratio/FCR) adalah indikator vital untuk mengukur seberapa efisien pakan yang diberikan dalam budidaya lele. FCR menunjukkan berapa kilogram pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging ikan.
Pakan lele yang baik harus menghasilkan FCR kurang dari satu, artinya setiap 1 kg pakan dapat menambah bobot tubuh lele sebanyak 1 kg. Semakin kecil nilai FCR, semakin efisien pakan yang digunakan, yang secara langsung berarti biaya produksi lebih rendah dan potensi keuntungan yang lebih besar bagi pembudidaya.
Penggunaan pakan yang mengandung probiotik, seperti Bacillus sp., terbukti dapat meningkatkan efisiensi pencernaan lele dan menurunkan nilai FCR. Hal ini tidak hanya mempercepat pertumbuhan lele, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi dari pakan, baik pada sistem kolam terpal maupun kolam tanah.
Pertanyaan & Jawaban
1. Mengapa penting memahami kebutuhan nutrisi lele dalam meracik pakan sendiri?
Jawaban: Memahami kebutuhan nutrisi lele adalah fundamental karena pakan menyediakan energi, protein, dan nutrisi esensial untuk pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas ikan. Lele karnivora membutuhkan protein tinggi, dan kebutuhan ini bervariasi sesuai fase pertumbuhan.
2. Bahan baku alternatif apa saja yang bisa digunakan untuk meracik pakan lele yang ekonomis?
Jawaban: Bahan baku alternatif meliputi tepung ikan, tepung kedelai, bungkil kelapa, tepung jagung, dedak halus, dan tepung tapioka. Pakan alternatif lain yang kaya protein dan murah termasuk ikan rucah, bekicot, maggot, ampas tahu, dan limbah dapur.
3. Bagaimana fermentasi pakan dapat meningkatkan kualitas pakan lele?
Jawaban: Fermentasi pakan efektif meningkatkan kualitas karena mampu mengurai senyawa kompleks menjadi lebih sederhana, sehingga mudah dicerna ikan. Proses ini juga dapat meningkatkan kandungan nutrisi, mengurangi serat kasar, dan membuat pakan lebih mudah diterima lele.
4. Berapa rasio protein yang ideal untuk pakan lele agar pertumbuhannya optimal?
Jawaban: Untuk lele dewasa, pakan racikan sendiri idealnya memiliki rasio protein lebih dari 35%. Namun, untuk pertumbuhan optimal secara keseluruhan, formulasi pakan dengan kandungan protein 28%-32% dengan fokus pada asam amino esensial seperti lisin dan metionin sangat dianjurkan.
5. Apa itu Rasio Konversi Pakan (FCR) dan mengapa penting dalam budidaya lele?
Jawaban: Rasio Konversi Pakan (FCR) adalah indikator efisiensi pakan yang menunjukkan berapa kilogram pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging ikan. FCR yang semakin kecil menunjukkan pakan semakin efisien, yang berarti biaya produksi lebih rendah dan keuntungan budidaya lebih besar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
