Liputan6.com, Jakarta - Kentang goreng adalah salah satu camilan favorit banyak orang, namun seringkali tantangan terbesar adalah menjaga kerenyahannya setelah dingin. Banyak yang mengeluh kentang goreng menjadi lembek dan kurang nikmat jika tidak langsung disantap. Padahal, ada beberapa trik jitu yang bisa diterapkan untuk mempertahankan tekstur renyah kentang goreng kesukaan Anda.
Menyimpan kentang goreng dengan benar bukan hanya soal menjaga kualitas rasa, tetapi juga menghindari pemborosan makanan. Dengan teknik yang tepat, Anda tidak perlu khawatir lagi kentang goreng sisa akan berakhir di tempat sampah. Melansir dari berbagai sumber, Senin (19/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Goreng Dua Kali (Double Frying) saat Memasak Awal
Teknik penggorengan dua kali atau double frying merupakan kunci utama untuk menghasilkan kentang goreng yang sangat renyah, serta memiliki potensi untuk tetap renyah lebih lama atau mudah dikembalikan kerenyahannya. Proses ini dimulai dengan menggoreng kentang pada suhu sedang hingga setengah matang dan berwarna pucat. Setelah itu, kentang diangkat dan didiamkan sejenak hingga uap panasnya menghilang.
Selanjutnya, kentang digoreng kembali dengan minyak panas pada api besar hingga berubah warna menjadi keemasan dan benar-benar crispy. Penggorengan pertama bertujuan untuk memasak bagian dalam kentang hingga matang dan lembut. Sementara itu, penggorengan kedua yang dilakukan pada suhu lebih tinggi berfungsi untuk menciptakan lapisan luar yang garing dan berwarna menarik.
Proses double frying ini sangat efektif karena membantu menghilangkan kelembapan berlebih dari permukaan kentang, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih garing dan tahan lama. Jika kentang hanya digoreng satu kali dengan api kecil, kerenyahan optimal tidak akan tercapai, dan kentang akan cenderung lebih cepat lembek.
2. Pilih Jenis Kentang yang Tepat dan Persiapan Awal
Pemilihan jenis kentang dan perlakuan sebelum proses penggorengan memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kerenyahan akhir kentang goreng. Disarankan untuk menggunakan jenis kentang dengan kadar pati tinggi, seperti kentang kuning atau kentang russet, karena karakteristiknya yang menghasilkan tekstur lebih kering dan garing saat digoreng.
Setelah dikupas dan dipotong sesuai selera, penting untuk merendam kentang dalam air dingin selama 15 hingga 30 menit. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan kelebihan pati yang dapat menyebabkan permukaan kentang cepat lembek saat digoreng. Beberapa sumber juga menyarankan penambahan perasan jeruk lemon saat merendam untuk menghambat oksidasi dan menambah potensi kerenyahan.
Setelah proses perendaman, kentang harus ditiriskan dan dikeringkan secara menyeluruh menggunakan tisu dapur hingga benar-benar kering. Permukaan kentang yang kering adalah faktor krusial untuk menghasilkan gorengan yang renyah maksimal. Kelembapan yang tersisa pada kentang akan menghambat proses penggorengan dan mengurangi kerenyahan yang diinginkan.
3. Dinginkan Sepenuhnya Sebelum Disimpan
Mendinginkan kentang goreng hingga benar-benar dingin sebelum disimpan merupakan langkah krusial untuk mencegah terjadinya kondensasi yang dapat merusak tekstur renyah. Setelah kentang selesai digoreng, biarkan mendingin secara alami di suhu ruangan. Hindari langsung memasukkannya ke dalam wadah tertutup atau kulkas saat masih panas.
Uap panas yang terperangkap dalam wadah tertutup akan berubah menjadi tetesan air atau kondensasi. Kondensasi inilah yang kemudian akan membuat kentang goreng menjadi lembek dan basah, sehingga kehilangan kerenyahannya. Oleh karena itu, kesabaran dalam proses pendinginan sangat diperlukan.
Pastikan kentang benar-benar dingin dan kering sebelum dipindahkan ke wadah penyimpanan. Jika disimpan dalam lemari es, disarankan untuk menggunakan penutup yang tidak terlalu rapat pada awalnya untuk memastikan sirkulasi udara dan mencegah pertumbuhan bakteri. Langkah ini akan menjaga tekstur kentang goreng tetap optimal.
4. Penyimpanan yang Tepat di Kulkas atau Freezer
Cara menyimpan kentang goreng yang sudah matang di kulkas atau freezer akan sangat memengaruhi kualitas dan kerenyahannya saat dipanaskan kembali. Untuk penyimpanan jangka pendek, kentang goreng yang sudah dingin dapat disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas hingga 3-5 hari. Pastikan wadah tersebut bersih dan tertutup rapat agar kentang tidak terkena udara lembap yang dapat membuatnya cepat rusak.
Apabila Anda membutuhkan penyimpanan yang lebih lama, kentang goreng dapat dibekukan di freezer. Gunakan wadah kedap udara atau plastik ziplock untuk melindungi kentang dari paparan udara lembap. Kentang frozen idealnya dikonsumsi dalam waktu 1 bulan untuk menjaga rasa dan tekstur terbaik, dan tidak disarankan lebih dari 6-12 bulan.
Penting untuk tidak mengonsumsi kentang frozen jika sudah menunjukkan perubahan warna, konsistensi, rasa, atau aroma. Ketika akan menggoreng kentang frozen, hindari mencairkannya terlebih dahulu; goreng langsung dari keadaan beku untuk mendapatkan hasil yang paling renyah dan optimal.
5. Hindari Microwave untuk Memanaskan Kembali
Microwave adalah alat yang sangat tidak disarankan untuk memanaskan kembali kentang goreng jika tujuan Anda adalah mengembalikan kerenyahannya. Banyak orang sering mencoba cara ini, namun hasilnya justru sebaliknya; kentang goreng yang dihangatkan dengan microwave akan semakin layu dan lembek.
Hal ini terjadi karena microwave memanaskan makanan dengan menggetarkan molekul air di dalamnya. Proses ini menghasilkan uap air yang terperangkap di dalam kentang goreng, sehingga tidak dapat keluar dan membuat teksturnya menjadi basah dan lembek. Oleh karena itu, jika Anda ingin kentang goreng kembali garing, hindari penggunaan microwave.
Untuk mengembalikan kerenyahan kentang goreng, metode pemanasan yang memungkinkan uap air menguap secara efektif dari permukaan kentang jauh lebih disarankan. Pemanasan yang tepat akan membantu menghilangkan kelembapan berlebih dan mengembalikan tekstur garing yang diinginkan.
6. Gunakan Air Fryer untuk Memanaskan Kembali
Air fryer merupakan salah satu metode paling efektif dan praktis untuk mengembalikan kerenyahan kentang goreng yang sudah dingin. Alat ini bekerja dengan mengalirkan udara panas di sekitar makanan, yang secara efisien membantu menguapkan kelembapan dan mengembalikan tekstur renyah tanpa perlu tambahan minyak.
Untuk hasil terbaik, panaskan air fryer terlebih dahulu (pre-heating) sekitar 3 menit atau hingga suhu 190-200 derajat Celcius (375-400 derajat Fahrenheit). Proses pemanasan awal ini memastikan panas merata dan menghasilkan kentang yang lebih renyah. Masukkan kentang goreng dalam satu lapisan pada wadah khusus air fryer, hindari menumpuknya agar panas dapat menjangkau seluruh permukaan.
Panaskan kentang selama 3 hingga 10 menit, tergantung pada ketebalan kentang dan tingkat kerenyahan yang diinginkan. Penting untuk sesekali menggoyangkan wadah air fryer agar kentang tidak menempel satu sama lain dan matang merata di semua sisi. Metode ini sangat direkomendasikan untuk mendapatkan kembali kerenyahan optimal.
7. Gunakan Oven atau Wajan untuk Memanaskan Kembali
Jika Anda tidak memiliki air fryer, oven atau wajan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengembalikan kerenyahan kentang goreng yang sudah dingin. Kedua metode ini memungkinkan uap air menguap dari permukaan kentang, mirip dengan cara kerja air fryer.
a. Menggunakan Oven
Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu sekitar 200-230 derajat Celcius (390-450 derajat Fahrenheit). Lapisi loyang pemanggang dengan kertas roti atau aluminium foil agar kentang goreng tidak menempel dan lebih mudah dibersihkan. Anda juga bisa menggunakan rak kawat di atas loyang untuk sirkulasi udara yang lebih baik.
Sebarkan kentang goreng dalam satu lapisan di atas loyang, pastikan tidak ada yang menumpuk agar panas dapat merata. Panggang selama 5 hingga 10 menit, atau hingga mencapai tingkat kerenyahan yang diinginkan. Jangan lupa untuk menggoyang-goyangkan atau membalik kentang sesekali agar panas merata di semua sisi dan hasilnya lebih garing.
b. Menggunakan Wajan (Tanpa/Sedikit Minyak)
Memanaskan kembali kentang goreng menggunakan wajan sangat cocok untuk porsi yang tidak terlalu banyak. Panaskan wajan, sebaiknya wajan besi cor yang dapat menahan panas dengan baik, di atas api sedang-tinggi selama beberapa menit hingga sangat panas. Anda bisa memanaskan tanpa minyak atau dengan sedikit minyak, sekitar 2 sendok makan minyak zaitun atau minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak sayur.
Masukkan kentang goreng dalam satu lapisan ke dalam wajan yang sudah panas. Masak selama sekitar 5 hingga 15 menit, bolak-balik sesekali hingga bagian luar kentang terlihat kering dan renyah. Setelah dipanaskan, tiriskan kentang di atas tisu dapur untuk menyerap kelebihan minyak dan memastikan kerenyahan maksimal.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa kentang goreng sering lembek setelah dingin?
Jawaban: Kentang goreng menjadi lembek setelah dingin karena uap air terperangkap, menyebabkan kondensasi yang membasahi permukaan kentang.
2. Apa metode terbaik untuk memanaskan kembali kentang goreng agar renyah?
Jawaban: Air fryer atau oven sangat disarankan untuk memanaskan kembali kentang goreng karena memungkinkan uap air menguap, mengembalikan tekstur renyah.
3. Bolehkah memanaskan kentang goreng di microwave?
Jawaban: Tidak disarankan memanaskan kentang goreng di microwave karena prosesnya akan membuat kentang semakin lembek dan layu akibat uap air yang terperangkap.
4. Berapa lama kentang goreng bisa disimpan di kulkas?
Jawaban: Kentang goreng yang sudah dingin dapat disimpan di kulkas hingga 3-5 hari dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
