7 Tips Membersihkan Porselen agar Tetap Halus dan Tidak Tergores

1 month ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Porselen dikenal sebagai peralatan rumah tangga yang cantik, halus, dan memberi kesan elegan, baik untuk peralatan makan maupun dekorasi. Namun, permukaannya yang licin dan mengilap juga tergolong sensitif terhadap goresan jika dibersihkan dengan cara yang kurang tepat. Kesalahan kecil seperti penggunaan spons kasar atau cairan pembersih yang terlalu kuat justru dapat membuat permukaan porselen kusam dan kehilangan keindahan aslinya.

Oleh karena itu, membersihkan porselen tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan teknik, alat, dan bahan yang tepat agar noda dapat terangkat tanpa merusak lapisan halus di permukaannya. Dengan perawatan yang benar dan rutin, porselen tidak hanya tetap bersih, tetapi juga awet, mengilap, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Lantas bagaimana tips membersihkan porselen agar tetap halus dan tidak tergores yang wajib dicoba? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (20/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Gunakan Spons atau Kain yang Lembut

Memilih alat pembersih yang tepat adalah langkah paling dasar namun sangat menentukan kondisi porselen dalam jangka panjang. Spons kasar, sabut kawat, atau sikat berbulu keras dapat menyebabkan goresan mikro pada lapisan glasir porselen. Goresan ini mungkin tidak langsung terlihat, tetapi lama-kelamaan akan membuat permukaan terlihat kusam dan terasa tidak lagi halus saat disentuh.

Sebaiknya gunakan spons berbahan lembut, kain microfiber, atau lap katun bersih untuk membersihkan porselen. Alat-alat ini mampu mengangkat kotoran tanpa merusak permukaan. Jika noda belum terangkat, jangan langsung mengganti dengan alat yang lebih kasar, tetapi kombinasikan dengan teknik perendaman agar kotoran melunak terlebih dahulu sebelum dibersihkan.

2. Rendam Terlebih Dahulu untuk Noda yang Membandel

Merendam porselen dalam air hangat sebelum mencucinya sangat membantu melunakkan sisa makanan, saus, atau noda minuman yang sudah mengering. Proses ini membuat kotoran lebih mudah terangkat tanpa perlu digosok dengan tenaga besar. Air hangat juga membantu melarutkan lemak yang menempel di permukaan piring atau mangkuk porselen.

Tambahkan sedikit sabun cuci piring cair ke dalam air rendaman untuk hasil yang lebih maksimal. Waktu perendaman sekitar 10–20 menit biasanya sudah cukup untuk melonggarkan noda. Dengan cara ini, risiko goresan akibat gesekan keras dapat diminimalkan, sekaligus membuat proses mencuci menjadi lebih cepat dan efisien.

3. Gunakan Sabun Pembersih yang Lembut dan Aman

Tidak semua cairan pembersih cocok untuk porselen. Beberapa produk mengandung bahan abrasif atau zat kimia kuat yang dapat merusak lapisan pelindung pada permukaan porselen. Jika digunakan terus-menerus, bahan ini bisa membuat porselen menjadi lebih cepat kusam dan lebih mudah menyerap noda.

Pilihlah sabun cuci piring dengan formula lembut dan bebas butiran kasar. Sabun jenis ini tetap efektif mengangkat minyak dan sisa makanan, tetapi tidak mengikis lapisan glasir. Selain itu, pastikan untuk membilas porselen hingga benar-benar bersih agar tidak ada residu sabun yang menempel dan meninggalkan bercak setelah kering.

4. Bersihkan dengan Tekanan Ringan dan Gerakan Teratur

Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan porselen adalah menggosok terlalu keras, terutama ketika menghadapi noda yang sulit hilang. Tekanan berlebihan justru memperbesar risiko timbulnya goresan halus pada permukaan, meskipun menggunakan spons yang terlihat lembut. Goresan kecil ini akan menumpuk seiring waktu dan mengurangi kilap alami porselen.

Gunakan gerakan memutar atau searah dengan tekanan ringan namun konsisten. Jika noda belum hilang, ulangi proses perendaman atau tambahkan sedikit sabun, bukan dengan meningkatkan tenaga gosokan. Teknik membersihkan yang sabar dan terkontrol jauh lebih aman untuk menjaga keindahan porselen dalam jangka panjang.

5. Manfaatkan Bahan Alami untuk Mengatasi Noda Tertentu

Untuk noda kekuningan, bekas teh, atau kopi, bahan alami seperti baking soda, air jeruk nipis, atau cuka bisa menjadi solusi yang lebih aman dibandingkan pembersih kimia keras. Baking soda, misalnya, dapat dibuat menjadi pasta lembut yang efektif mengangkat noda tanpa sifat abrasif berlebihan jika digunakan dengan benar.

Oleskan pasta baking soda secara tipis pada bagian bernoda, lalu gosok perlahan menggunakan kain lembut. Setelah itu, bilas hingga bersih. Selain lebih ramah untuk permukaan porselen, bahan alami juga lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan, terutama jika porselen digunakan sebagai peralatan makan sehari-hari.

6. Keringkan dengan Lap Lembut untuk Mencegah Bercak dan Goresan

Banyak orang membiarkan porselen mengering sendiri setelah dicuci, padahal sisa air dapat meninggalkan bercak mineral, terutama jika air di rumah mengandung kapur. Bercak ini bisa membuat porselen tampak kusam dan tidak bersih, meskipun sebenarnya sudah dicuci dengan baik.

Mengeringkan porselen dengan lap microfiber atau kain katun bersih membantu mencegah terbentuknya noda air sekaligus mengurangi risiko gesekan antarperalatan saat ditumpuk. Selain itu, lap yang lembut juga membantu mempertahankan kilap permukaan porselen dan membuat tampilannya tetap terlihat baru lebih lama.

7. Simpan Porselen dengan Pelindung agar Tidak Saling Bergesekan

Perawatan porselen tidak hanya soal cara mencuci, tetapi juga cara menyimpannya. Saat piring atau mangkuk porselen ditumpuk tanpa alas, gesekan kecil yang terjadi setiap kali diambil atau disusun kembali dapat menimbulkan goresan halus. Dalam jangka panjang, hal ini bisa merusak tampilan porselen secara permanen.

Gunakan alas seperti tisu, kain tipis, atau pelapis khusus di antara setiap lapisan porselen. Untuk cangkir dan teko, pastikan disimpan di posisi stabil dan tidak mudah tergeser. Penyimpanan yang baik akan membantu menjaga permukaan tetap halus, mencegah retak, serta memperpanjang usia pakai peralatan porselen di rumah.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik

1. Apakah porselen boleh dibersihkan dengan sabut kawat jika nodanya sangat membandel?

Jawaban: Tidak disarankan. Sabut kawat sangat berisiko menimbulkan goresan pada permukaan porselen, bahkan bisa merusak lapisan glasir pelindungnya. Untuk noda membandel, sebaiknya rendam terlebih dahulu dalam air hangat dan sabun, lalu bersihkan dengan spons lembut secara perlahan.

2. Apakah aman mencuci porselen menggunakan mesin pencuci piring (dishwasher)?

Jawaban: Sebagian porselen aman untuk dishwasher, tetapi sebaiknya periksa terlebih dahulu label atau petunjuk dari produsennya. Suhu tinggi dan gesekan antarperalatan di dalam mesin bisa meningkatkan risiko goresan, terutama untuk porselen bermotif atau yang memiliki lapisan emas dan dekorasi halus.

3. Bagaimana cara menghilangkan noda teh dan kopi tanpa menggores porselen?

Jawaban: Gunakan pasta baking soda atau perasan jeruk nipis yang dioleskan tipis pada area bernoda, lalu gosok perlahan dengan kain lembut. Metode ini cukup efektif mengangkat noda tanpa merusak permukaan porselen jika dilakukan dengan hati-hati.

4. Apakah boleh menggunakan cairan pembersih lantai atau pembersih serbaguna untuk porselen?

Jawaban: Tidak dianjurkan. Cairan pembersih serbaguna biasanya mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak lapisan porselen dan berbahaya jika tersisa pada peralatan makan. Gunakan hanya sabun cuci piring yang aman untuk peralatan dapur.

5. Mengapa porselen terlihat kusam meski sudah dicuci bersih?

Jawaban: Porselen bisa tampak kusam karena adanya residu sabun, noda air, atau goresan mikro akibat alat pembersih yang kasar. Mengeringkan dengan lap lembut dan menghindari spons kasar dapat membantu menjaga kilap alami porselen.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |