- Mengapa cuka putih efektif untuk membersihkan jendela kaca?
- Alat pembersih apa yang paling direkomendasikan untuk membersihkan jendela dengan cuka?
- Kapan waktu terbaik untuk membersihkan jendela agar tidak bercak?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kejernihan jendela rumah seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika upaya pembersihan justru meninggalkan noda atau goresan yang mengganggu pandangan. Banyak pemilik rumah merasa bingung karena jendela tak kunjung bersih sempurna. Padahal, ada trik membersihkan jendela rumah agar tidak buram yang cukup mudah jika Anda memahami teknik dan peralatan yang tepat.
Penggunaan bahan pembersih alami menjadi pilihan cerdas untuk hasil optimal tanpa residu kimia berbahaya. Cuka putih mengandung asam asetat yang sangat efektif dalam mengurai endapan mineral serta lapisan lemak yang kerap menempel pada permukaan kaca jendela. Asam dalam cuka putih bekerja melarutkan kotoran membandel yang sulit dihilangkan hanya dengan air biasa. Selain itu, cuka juga memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu membunuh bakteri dan jamur, menjadikan jendela tidak hanya bersih tetapi juga lebih higienis.
Kunci utama untuk mendapatkan jendela yang bening dan berkilau terletak pada pemahaman penyebab noda serta cara mengatasinya dengan benar. Lantas bagaimana tips membersihkan jendela kaca pakai cuka agar tidak bercak dan bebas kusam? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (22/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Siapkan Larutan Cuka yang Tepat
Untuk mendapatkan hasil pembersihan yang optimal dan bebas bercak, penting untuk menyiapkan larutan cuka dengan perbandingan yang benar. Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang efektif untuk membersihkan berbagai permukaan, termasuk jendela, karena kandungan asam asetatnya mampu meluruhkan kotoran, minyak, dan noda air tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Untuk membuat bahan pembersih kaca jendela dengan cuka, Anda membutuhkan delapan cangkir air hangat dan dua sendok makan cuka yang dimasukkan ke dalam botol semprot ukuran 32 ons. Sedangkan untuk botol semprot ukuran 16 ons, Anda memerlukan dua gelas air hangat dan satu sendok makan cuka suling putih. Campurkan cuka putih dan air hangat dengan perbandingan 1:1, lalu kocok hingga tercampur rata.
Penting untuk diingat agar tidak menambahkan pemutih klorin ke dalam cuka karena dapat menghasilkan gas klorin yang beracun. Cuka putih adalah bahan alami yang mampu membersihkan kaca sekaligus membunuh kuman, sehingga dengan mencampurkan cuka dengan air hangat, Anda dapat menciptakan larutan yang efektif untuk menjaga permukaan kaca tetap jernih.
2. Gunakan Alat Pembersih yang Tepat
Pemilihan alat pembersih sangat memengaruhi hasil akhir, terutama untuk menghindari bercak dan goresan pada jendela kaca. Untuk hasil terbaik, gunakan kain mikrofiber atau spons yang lembut karena kain mikrofiber mampu menarik kotoran dan debu dengan lebih efektif tanpa meninggalkan bekas atau goresan pada kaca.
Lap mikrofiber ini sangat efektif untuk mengeringkan kaca dan menghindari bekas atau noda yang mungkin muncul saat kaca mengering. Pastikan lap mikrofiber yang Anda gunakan bersih dan kering agar hasilnya optimal. Jika Anda ingin membersihkan kaca dalam jumlah banyak, alat pembersih kaca seperti squeegee (penyeka kaca) bisa menjadi pilihan terbaik karena akan membantu Anda membersihkan kaca lebih cepat dan merata.
Meskipun menjadi metode lama, membersihkan kaca dengan koran sudah tidak disarankan karena tintanya bisa meninggalkan noda dan koran mudah robek. Tisu kertas juga akan rusak jika terkena air sehingga bisa meninggalkan kotoran di kaca, sedangkan mengelap kaca menggunakan lap biasa akan meninggalkan serabut-serabut halus. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan kertas filter kopi yang memiliki daya serap air tinggi tanpa meninggalkan bekas.
3. Bersihkan Jendela pada Waktu yang Tepat
Waktu pembersihan sangat krusial untuk mencegah larutan pembersih mengering terlalu cepat dan meninggalkan bercak pada jendela. Hindari membersihkan kaca jendela saat cuaca terlalu panas atau terik, karena cairan pembersih bisa cepat mengering dan meninggalkan noda atau streak.
Sinar matahari yang terik dapat mengeringkan larutan pembersih dengan cepat, sehingga menimbulkan munculnya bercak-bercak pada jendela yang membuat hasil pembersihannya tidak maksimal. Panas berlebihan menyebabkan larutan pembersih menguap dengan cepat sebelum sempat dibersihkan secara menyeluruh, sehingga meninggalkan bercak-bercak kering yang sulit dihilangkan.
Waktu terbaik untuk membersihkan kaca adalah saat cuaca mendung atau pagi hari sebelum sinar matahari terik. Pagi-pagi sekali atau sore hari adalah waktu terbaik, terutama untuk jendela eksterior. Waktu terbaik untuk membersihkan jendela adalah saat cuaca teduh, seperti di pagi hari atau sore menjelang malam, ketika sinar matahari tidak terlalu menyengat.
4. Bersihkan Debu dan Kotoran Kasar Terlebih Dahulu
Sebelum mengaplikasikan larutan cuka, penting untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel di permukaan kaca. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan debu dan kotoran kasar yang menempel pada permukaan kaca.
Bersihkan kaca dari debu dan kotoran kering menggunakan lap mikrofiber atau kain lap setengah basah. Ini akan mencegah kotoran tergores ke permukaan kaca saat proses pembersihan utama.
Lakukan cuci kilat pada jendela sebelum menggunakan campuran cuka, terutama jika terdapat banyak noda pada jendela. Jendela yang sangat kotor mungkin perlu dibersihkan dengan sabun terlebih dahulu sebelum memberikan larutan cuka.
5. Teknik Mengelap yang Benar
Teknik mengelap yang tepat akan memastikan larutan cuka bekerja maksimal dan tidak meninggalkan jejak pada jendela kaca. Semprotkan larutan cuka ke seluruh permukaan jendela, fokus pada bagian yang terdapat noda atau kotoran membandel. Semprotkan larutan botol yang sudah disiapkan secara merata pada jendela kaca, disarankan dari atas ke bawah.
Gosok kaca dengan kain mikrofiber atau spons lembut hingga bersih. Gunakan lap mikrofiber untuk menggosok permukaan kaca dengan gerakan melingkar agar noda hilang sempurna dan tidak meninggalkan bekas goresan.
Lap kaca secara horizontal atau vertikal. Bersihkan kaca dengan cara menggosok dua arah yang saling tegak lurus untuk mencegah bekas kotoran tersisa pada setiap ujung arah gosokan.
6. Keringkan Segera dan Sempurna
Pengeringan yang tepat adalah kunci untuk mencegah noda air dan bercak setelah pembersihan jendela. Bilas kaca dengan air bersih dan keringkan dengan lap bersih. Setelah itu, gunakan sisi kering kain untuk menghilangkan sisa air dan memberikan hasil kaca yang bersih.
Keringkan kaca dengan kain mikrofiber. Pastikan kaca benar-benar kering dengan mengelapnya kembali menggunakan kain bersih atau keringkan secara alami.
Gunakan air distilasi untuk membersihkan kaca karena bebas mineral, sehingga tidak meninggalkan bercak. Akhiri dengan membilas gelas menggunakan air bersih hingga tidak ada sisa cuka dan bau cuka menghilang, lalu segera keringkan dengan kain bersih atau mikrofiber untuk mencegah noda air baru.
7. Jangan Lupakan Bingkai Jendela dan Perawatan Rutin
Pembersihan menyeluruh tidak hanya pada kaca, tetapi juga pada bingkai, serta perawatan rutin akan menjaga jendela tetap bersih lebih lama. Membersihkan kaca tanpa memperhatikan bingkai jendela akan menghasilkan tampilan yang setengah hati. Bersihkan bingkai dan karet jendela karena bagian sudut dan karet jendela sering luput.
Gunakan sikat gigi bekas atau kain kecil untuk menjangkau sudut-sudut sempit pada bingkai. Setelah hujan atau saat ada embun, segera keringkan area sekitar jendela, termasuk bingkai dan relnya, karena air yang tertinggal bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur jika tidak segera dibersihkan.
Lakukan pembersihan jendela secara rutin, minimal dua minggu sekali. Lap kaca secara rutin minimal seminggu sekali untuk mencegah penumpukan debu dan uap air yang bisa memicu pertumbuhan jamur. Jendela bagian luar rumah perlu dibersihkan dua kali dalam setahun, artinya kaca dan bingkai jendela dapat dibersihkan setiap enam bulan sekali. Disarankan untuk membersihkan jendela bagian dalam setiap sebulan sekali, atau lebih sering minimal dua minggu sekali apabila tak sampai sebulan kacanya sudah kotor dan berdebu.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Membersihkan Jendela Kaca Pakai Cuka
1. Mengapa cuka putih efektif untuk membersihkan jendela kaca?
Jawaban: Cuka putih mengandung asam asetat yang melarutkan kotoran, minyak, dan noda air tanpa meninggalkan residu, serta memiliki sifat antiseptik.
2. Alat pembersih apa yang paling direkomendasikan untuk membersihkan jendela dengan cuka?
Jawaban: Kain mikrofiber bersih dan kering sangat direkomendasikan karena efektif menarik kotoran dan mengeringkan tanpa meninggalkan goresan atau serat.
3. Kapan waktu terbaik untuk membersihkan jendela agar tidak bercak?
Jawaban: Waktu terbaik adalah saat cuaca mendung, pagi hari, atau sore menjelang malam, menghindari sinar matahari langsung yang dapat mengeringkan larutan terlalu cepat.
4. Seberapa sering jendela kaca sebaiknya dibersihkan secara rutin?
Jawaban: Jendela bagian dalam disarankan dibersihkan minimal sebulan sekali atau dua minggu sekali jika cepat kotor, sementara jendela luar dua kali setahun.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
