7 Rahasia Pakan Bebek Petelur agar Telur Besar dan Tebal, Cocok untuk Skala Rumahan

3 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Beternak bebek petelur menawarkan potensi keuntungan yang menjanjikan, terutama dengan tingginya permintaan pasar terhadap telur bebek di Indonesia. Telur bebek dikenal memiliki karakteristik unik, seperti ukuran yang lebih besar dan cangkang yang lebih tebal dibandingkan telur ayam, menjadikannya pilihan favorit bagi konsumen dan industri pangan.

Namun, salah satu tantangan utama yang kerap dihadapi peternak adalah biaya pakan yang dapat menyerap sebagian besar pengeluaran operasional. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan pakan alternatif dan formulasi yang tepat menjadi krusial untuk menekan biaya tanpa mengorbankan produktivitas. Lantas apa rahasia pakan bebek petelur agar telur besar dan tebal yang cocok untuk skala rumahan? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (28/1), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Kandungan Protein yang Optimal

Protein merupakan nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan oleh bebek petelur, baik untuk pertumbuhan maupun produksi telur berkualitas. Kekurangan protein dapat berdampak langsung pada ukuran telur yang menjadi kecil dan penurunan produktivitas secara keseluruhan. Nutrisi utama ini sangat vital dalam proses pembentukan telur.

Bebek petelur pada fase produksi, yaitu umur 18 minggu ke atas, membutuhkan pakan dengan kandungan protein sekitar 17-18%. Beberapa sumber bahkan menyarankan protein kasar sebanyak 19% untuk bebek petelur yang sudah berproduksi di atas 20 minggu. Sementara itu, anak bebek dara pada umur 9–20 minggu memerlukan protein kasar sekitar 18% untuk menunjang perkembangannya.

Berbagai bahan pakan dapat menjadi sumber protein yang baik, seperti bungkil kedelai, bungkil kelapa, limbah ikan, kerang, serta limbah kulit dan kepala udang. Daging bekicot dan keong sawah juga bisa dimanfaatkan. Selain itu, tepung ikan tidak hanya kaya protein tetapi juga merupakan sumber mineral penting yang dibutuhkan bebek. Pakan fermentasi juga terbukti dapat meningkatkan kandungan protein kasar pada bahan pakan, menjadikannya pilihan menarik bagi peternak rumahan.

2. Keseimbangan Kalsium dan Fosfor

Kalsium dan fosfor adalah mineral krusial yang berperan penting dalam pembentukan cangkang telur yang kuat dan tebal. Kekurangan salah satu atau kedua mineral ini dapat menyebabkan cangkang telur menjadi tipis, rapuh, dan mudah pecah, sehingga mengurangi kualitas telur yang dihasilkan.

Bebek petelur membutuhkan asupan kalsium yang tinggi, sekitar 3-4%, serta fosfor sekitar 0,47% hingga 0,6% untuk menjaga kesehatan tulang dan kualitas cangkang. Kebutuhan ini menjadi lebih vital karena sebagian kalsium dari kerangka tubuh bebek akan dialihkan untuk pembentukan cangkang telur.

Sumber mineral penting dapat diperoleh dari tepung ikan dan tulang. Cangkang keong juga merupakan alternatif yang murah dan kaya mineral, sangat cocok untuk peternak skala rumahan. Selain itu, Vitamin D3 memegang peranan penting dalam proses penyerapan kalsium, memastikan mineral ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembentukan tulang dan cangkang telur yang sempurna.

3. Sumber Energi yang Cukup

Energi yang memadai dalam pakan sangat penting untuk menunjang aktivitas harian bebek dan proses produksi telur yang berkelanjutan. Kekurangan energi dapat menyebabkan bebek menjadi lesu, kurang aktif, dan pada akhirnya menurunkan produksi telur secara signifikan.

Bebek petelur membutuhkan energi metabolisme sekitar 2.700 kkal/kg untuk menjaga performa optimalnya. Karbohidrat adalah salah satu nutrisi utama yang menyediakan energi ini. Jika asupan energi tidak mencukupi, bebek akan kesulitan untuk beraktivitas dan bertelur secara maksimal.

Beberapa bahan pakan yang kaya energi antara lain jagung, dedak, bekatul, onggok, gaplek, nasi aking (nasi yang dikeringkan), dan menir. Karbohidrat juga dapat berasal dari beras, gabah, atau sorghum. Formulasi pakan dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal. Misalnya, pada musim hujan, jagung dapat diberikan dalam jumlah lebih banyak untuk menambah asupan protein dan menjaga kehangatan tubuh itik.

4. Pemberian Vitamin dan Mineral Tambahan

Selain protein, kalsium, dan energi, vitamin dan mineral lain juga memiliki peran vital dalam berbagai fungsi tubuh bebek. Nutrisi mikro ini penting untuk menjaga kesehatan bebek secara keseluruhan dan mendukung kualitas telur yang optimal.

Suplemen vitamin dan mineral untuk bebek petelur umumnya mengandung kalsium, fosfor, besi, mangan, iodin, koper, zinc, vitamin B12, dan vitamin D3. Kandungan mineral yang tinggi, serta asam amino esensial dan non-esensial, sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak bebek dari serangan penyakit.

Pemberian vitamin dan mineral tambahan dapat secara signifikan meningkatkan produksi telur dan memperkuat sistem imun hewan. Selain itu, cincangan sayuran atau hijauan seperti kangkung, genjer, dan batang pohon pisang, juga dapat ditambahkan sebagai sumber nutrisi tambahan yang alami dan mudah didapat.

5. Pakan Fermentasi untuk Pencernaan Optimal

Pakan fermentasi merupakan inovasi yang semakin populer di kalangan peternak rumahan untuk meningkatkan produktivitas telur bebek. Proses fermentasi membantu memecah senyawa kompleks dalam pakan menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bebek.

Manfaat pakan fermentasi sangat beragam. Proses ini dapat memperbaiki sistem pencernaan bebek, memaksimalkan penyerapan nutrisi, dan menjaga kesehatan bebek secara keseluruhan. Dengan nutrisi yang tercukupi, potensi bebek untuk bertelur lebih banyak akan meningkat, mendukung ide pakan fermentasi bebek rumahan agar cepat bertelur.

Mikroorganisme baik atau probiotik yang dihasilkan selama fermentasi menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengurangi risiko penyakit, dan mendukung fungsi reproduksi. Pakan fermentasi juga dapat memperbaiki organ dan sistem reproduksi bebek, serta meningkatkan kualitas telur. Bahan yang bisa digunakan untuk fermentasi antara lain ampas kelapa, ampas tahu, dedak, hingga gedebok pisang. Fermentasi dedak dengan tetes tebu dan EM4 dapat menjadi solusi ekonomis untuk meminimalkan biaya pakan.

6. Jadwal dan Cara Pemberian Pakan yang Tepat

Pemberian pakan yang teratur dan sesuai kebutuhan sangat penting untuk menjaga produktivitas bebek petelur. Jadwal yang konsisten membantu menjaga metabolisme bebek tetap stabil dan mendukung produksi telur yang optimal.

Pakan dapat diberikan 2-3 kali sehari, biasanya pada pagi, siang, dan sore hari. Contoh jadwal yang umum adalah pukul 07.00 dan 16.00, atau 07.00, 12.00, dan 16.00. Jumlah pakan yang dibutuhkan bebek berkisar antara 88–120 gram per ekor per hari, tergantung pada umur bebek. Untuk 100 ekor itik dewasa, diperlukan rata-rata 2-4 kg pakan per ekor per hari, dengan konsumsi sekitar 175 gram per ekor per hari.

Ternak itik lokal dikenal mudah stres terhadap perubahan pakan yang mendadak. Oleh karena itu, jika ada perubahan formulasi pakan, harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, pada minggu pertama gunakan 75% pakan lama dan 25% pakan baru, lalu secara bertahap tingkatkan pakan baru hingga 100% pada minggu keempat. Selain pakan, pastikan bebek selalu mendapatkan asupan air minum yang cukup, karena air sangat penting untuk proses metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan.

7. Kualitas Indukan dan Lingkungan yang Mendukung

Selain pakan, kualitas indukan dan lingkungan pemeliharaan juga memiliki peran signifikan dalam menentukan ukuran dan ketebalan telur bebek. Faktor genetik dari indukan sangat memengaruhi potensi produksi telur yang berkualitas.

Indukan yang berkualitas buruk dapat menghasilkan telur yang kecil dan tidak optimal. Ciri-ciri indukan yang kurang bagus antara lain bulu kusam, mudah rontok, terlihat mengantuk, kurang aktif, serta mata kotor. Sebaliknya, indukan dengan bobot lebih berat, sekitar 1,6 kg – 2 kg, terbukti mampu menghasilkan telur berukuran lebih besar. Umur ternak juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kerabang telur.

Meskipun bebek dikenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat, lingkungan kandang yang hangat dan nyaman dapat membantu bebek berproduksi telur lebih lama. Kandang yang bersih dan sanitasi yang baik sangat penting untuk mencegah penyakit. Selain itu, manajemen stres juga krusial; kondisi lingkungan yang tenang dan stabil dapat mengurangi stres pada bebek, yang pada gilirannya mendukung produksi telur yang optimal.

Pertanyaan & Jawaban

1. Mengapa protein penting untuk bebek petelur?

Jawaban: Protein merupakan nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan bebek petelur untuk pertumbuhan dan produksi telur berkualitas. Kekurangan protein dapat menyebabkan ukuran telur kecil dan produktivitas menurun.

2. Apa saja sumber kalsium dan fosfor yang baik untuk bebek petelur?

Jawaban: Sumber kalsium dan fosfor yang baik untuk bebek petelur antara lain tepung ikan, tepung tulang, dan cangkang keong. Vitamin D3 juga penting untuk penyerapan kalsium.

3. Bagaimana pakan fermentasi dapat membantu produksi telur bebek?

Jawaban: Pakan fermentasi memperbaiki sistem pencernaan bebek, sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal dan bebek lebih sehat. Ini meningkatkan potensi bebek untuk bertelur lebih banyak dan menjaga kualitas telur.

4. Berapa kali sehari sebaiknya bebek petelur diberi pakan?

Jawaban: Pakan untuk bebek petelur dapat diberikan 2-3 kali sehari, biasanya pada pagi, siang, dan sore hari. Contoh jadwalnya adalah pukul 07.00 dan 16.00, atau 07.00, 12.00, dan 16.00.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |