Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang menjanjikan di Indonesia. Namun, keberhasilan budidaya ini seringkali terancam oleh berbagai penyakit yang dapat menyerang ikan lele. Memahami jenis-jenis penyakit dan cara penanganannya menjadi kunci utama bagi para pembudidaya untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.
Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan kerugian akibat penyakit dapat diminimalisir, kualitas ikan lele tetap terjaga, dan produktivitas budidaya dapat terus meningkat. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, namun kesiapan dalam menghadapi penyakit adalah hal yang tak kalah penting.
Lantas apa saja penyakit ikan lele yang paling umum dan cara mengobatinya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Penyakit 1: Penyakit Bintik Putih (Ichthyophthiriasis)
Penyakit bintik putih, atau dikenal juga sebagai Ichthyophthiriasis, merupakan salah satu penyakit paling sering menyerang ikan lele, terutama dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Ichthyophthirius multifiliis, protozoa silia yang menyerang kulit, insang, dan sirip ikan. Stres pada ikan akibat perubahan suhu air drastis, kualitas air buruk, atau kepadatan tebar berlebihan seringkali memicu timbulnya penyakit ini.
Gejala khas dari penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik putih kecil menyerupai taburan garam di seluruh tubuh, sirip, dan insang ikan. Ikan yang terinfeksi sering menggosok-gosokkan tubuhnya ke dasar atau dinding kolam karena rasa gatal. Selain itu, nafsu makan ikan akan menurun, ikan menjadi lesu, dan sirip terlihat kuncup atau rusak. Pada kasus parah, kerusakan insang dapat terjadi, menyebabkan kesulitan bernapas dan berujung pada kematian.
Pengobatan penyakit bintik putih dapat dilakukan dengan beberapa metode. Perendaman garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 1-2 gram per liter air selama 24 jam atau lebih efektif mengurangi parasit. Metilen biru dengan dosis 1-2 ppm juga dapat digunakan untuk perendaman beberapa hari hingga gejala hilang. Peningkatan suhu air secara bertahap hingga 30-32°C dapat mempercepat siklus hidup parasit, sehingga lebih mudah dibasmi. Formalin dengan dosis 25 ppm untuk perendaman singkat atau 15 ppm untuk perendaman jangka panjang juga bisa menjadi pilihan, namun harus sangat hati-hati karena sifatnya yang toksik.
Pencegahan penyakit ini sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan lele. Pembudidaya disarankan untuk menjaga kualitas air kolam dengan rutin mengganti air dan membersihkan sisa pakan. Hindari perubahan suhu air yang mendadak serta lakukan karantina pada ikan baru sebelum dicampur dengan ikan lain. Pemberian pakan berkualitas juga akan meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap serangan penyakit.
Penyakit 2: Penyakit Aeromonas (Motile Aeromonad Septicemia / MAS)
Penyakit Aeromonas adalah infeksi bakteri yang umum menyerang ikan air tawar, termasuk lele, dan disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri gram negatif ini bersifat oportunistik, yang berarti ia menyerang ketika sistem kekebalan tubuh ikan melemah. Faktor pemicu utama meliputi kualitas air yang buruk, kepadatan tebar tinggi, penanganan ikan yang kasar, dan stres akibat perubahan lingkungan.
Gejala umum penyakit Aeromonas meliputi munculnya luka atau borok merah pada tubuh ikan, seringkali disertai pendarahan. Perut ikan bisa membengkak (dropsy) karena penumpukan cairan, dan sisik terlihat berdiri (pinecone appearance). Mata menonjol (exophthalmia) dan insang pucat atau rusak juga merupakan indikasi. Ikan menjadi lesu, berenang tidak teratur, sering berada di permukaan air, serta nafsu makannya menurun drastis.
Pengobatan yang paling efektif untuk penyakit Aeromonas adalah dengan pemberian antibiotik yang dicampur dalam pakan, seperti Oxytetracycline atau Enrofloxacin, sesuai dosis yang direkomendasikan ahli perikanan selama 5-7 hari. Selain itu, perbaikan kualitas air sangat krusial; segera ganti sebagian air kolam dan tingkatkan aerasi. Perendaman dengan larutan garam 0,5-1% juga dapat membantu mengurangi stres dan mencegah infeksi sekunder.
Untuk mencegah penyakit Aeromonas, jaga kualitas air kolam secara optimal melalui filterisasi dan penggantian air rutin. Hindari kepadatan tebar yang berlebihan dan berikan pakan berkualitas tinggi tanpa berlebihan. Lakukan sanitasi kolam secara teratur dan minimalkan stres pada ikan selama proses penanganan untuk menjaga daya tahan tubuh mereka.
Penyakit 3: Penyakit Jamur (Saprolegniasis)
Penyakit jamur, atau Saprolegniasis, seringkali disebabkan oleh genus Saprolegnia dan merupakan infeksi sekunder yang menyerang ikan lele yang terluka atau stres. Jamur air oportunistik ini umumnya menyerang bagian tubuh ikan yang sudah rusak, seperti luka pada kulit, sirip, atau insang. Kualitas air yang buruk, suhu air yang rendah, dan adanya bahan organik membusuk di kolam dapat memicu pertumbuhan jamur ini.
Gejala khas penyakit jamur adalah munculnya bercak-bercak putih menyerupai kapas atau bulu halus pada kulit, sirip, insang, atau mata ikan. Bercak jamur ini dapat meluas dan menutupi sebagian besar tubuh ikan. Ikan yang terinfeksi akan menjadi lesu, nafsu makannya menurun, dan sering berenang di permukaan air. Pada kasus parah, jamur dapat merusak jaringan tubuh ikan secara signifikan dan menyebabkan kematian.
Pengobatan penyakit jamur dapat dilakukan dengan perendaman garam dapur 1-2 gram per liter air untuk jangka panjang, yang membantu mengeringkan jamur dan mencegah penyebaran. Metilen biru 1-2 ppm juga efektif untuk perendaman beberapa hari. Malachite green adalah fungisida yang sangat efektif dengan dosis 0,1-0,2 ppm, namun penggunaannya harus hati-hati karena bersifat karsinogenik. Peningkatan suhu air secara bertahap juga dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur.
Pencegahan penyakit jamur melibatkan beberapa langkah penting. Jaga kebersihan kolam dan kualitas air secara optimal. Hindari terjadinya luka pada ikan saat penanganan dan pastikan suhu air stabil, tidak terlalu rendah. Pemberian pakan yang cukup nutrisi juga krusial untuk menjaga daya tahan tubuh ikan agar tidak mudah terserang jamur.
Penyakit 4: Penyakit Cacing Insang (Dactylogyrosis)
Penyakit cacing insang disebabkan oleh parasit cacing pipih monogenea dari genus Dactylogyrus. Cacing ini menempel pada insang ikan dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada jaringan insang, mengganggu proses pernapasan ikan. Parasit Dactylogyrus berkembang biak dengan cepat, terutama pada kondisi kepadatan tebar tinggi dan kualitas air yang buruk, membuat ikan yang stres rentan terhadap infeksi.
Gejala yang terlihat pada ikan yang terinfeksi cacing insang meliputi ikan yang sering menggosok-gosokkan insangnya ke dasar atau dinding kolam. Insang akan terlihat pucat, bengkak, atau bahkan rusak. Ikan juga sering megap-megap di permukaan air karena kesulitan bernapas. Nafsu makan menurun drastis, dan pertumbuhan ikan dapat terhambat. Pada kasus parah, insang bisa mengalami pendarahan dan nekrosis.
Pengobatan untuk penyakit cacing insang dapat menggunakan perendaman garam dapur 1-2 gram per liter air untuk jangka panjang. Formalin dengan dosis 25 ppm selama 1 jam atau 15 ppm selama 24 jam juga efektif membunuh cacing insang, namun harus digunakan dengan sangat hati-hati. Praziquantel, obat anti-cacing yang efektif, dapat diberikan melalui pakan atau perendaman sesuai dosis yang direkomendasikan oleh ahli.
Pencegahan penyakit cacing insang berfokus pada pengelolaan lingkungan budidaya yang baik. Jaga kualitas air kolam secara optimal dan hindari kepadatan tebar yang berlebihan. Lakukan karantina pada ikan baru sebelum dicampur dengan ikan lain di kolam utama. Selain itu, bersihkan kolam secara teratur untuk mengurangi keberadaan parasit dan menjaga kebersihan lingkungan ikan.
Penyakit 5: Penyakit Cacing Kulit (Gyrodactylosis)
Penyakit cacing kulit disebabkan oleh parasit cacing pipih monogenea dari genus Gyrodactylus. Cacing ini menempel pada kulit dan sirip ikan, menyebabkan iritasi dan kerusakan pada lapisan lendir ikan. Seperti cacing insang, parasit Gyrodactylus juga berkembang biak dengan cepat pada kondisi kepadatan tebar tinggi dan kualitas air yang buruk, sehingga ikan yang stres atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan.
Gejala utama penyakit cacing kulit adalah ikan yang sering menggosok-gosokkan tubuhnya ke dasar atau dinding kolam karena gatal. Produksi lendir berlebihan pada kulit ikan juga akan terlihat, membuat kulit tampak kusam atau kemerahan. Sirip ikan bisa terlihat kuncup atau rusak. Ikan yang terinfeksi akan kehilangan nafsu makan dan menjadi lesu, menunjukkan perilaku yang tidak normal.
Pengobatan penyakit cacing kulit dapat dilakukan dengan perendaman garam dapur 1-2 gram per liter air untuk jangka panjang. Formalin dengan dosis 25 ppm selama 1 jam atau 15 ppm selama 24 jam juga efektif membunuh cacing kulit, namun penggunaannya memerlukan kehati-hatian ekstra. Praziquantel, sebagai obat anti-cacing, dapat diberikan melalui pakan atau perendaman sesuai dosis yang direkomendasikan untuk membasmi parasit ini.
Pencegahan penyakit cacing kulit serupa dengan cacing insang, yaitu dengan menjaga kualitas air kolam dan menghindari kepadatan tebar yang berlebihan. Lakukan karantina pada ikan baru sebelum dimasukkan ke kolam utama untuk mencegah penyebaran parasit. Selain itu, bersihkan kolam secara teratur untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mengurangi risiko infeksi cacing kulit.
Penyakit 6: Penyakit Perut Kembung (Bloat Disease)
Penyakit perut kembung pada ikan lele seringkali bukan disebabkan oleh satu patogen spesifik, melainkan merupakan sindrom yang erat kaitannya dengan masalah pencernaan dan kualitas pakan atau air. Pemberian pakan yang berlebihan atau pakan berkualitas rendah yang sulit dicerna dapat menyebabkan penumpukan gas di saluran pencernaan. Kualitas air yang buruk dengan kadar amonia atau nitrit tinggi juga dapat menyebabkan stres pada ikan dan mengganggu sistem pencernaan mereka.
Gejala utama dari penyakit perut kembung adalah perut ikan yang terlihat membesar atau kembung. Ikan akan kehilangan nafsu makan dan menjadi lesu, seringkali berdiam diri di dasar kolam. Feses ikan juga dapat terlihat putih atau berlendir, menandakan adanya masalah pencernaan. Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan kematian ikan jika tidak segera ditangani.
Pengobatan penyakit perut kembung meliputi puasa pakan selama 1-2 hari untuk memberi kesempatan sistem pencernaan ikan pulih. Segera perbaiki kualitas air kolam dengan mengganti sebagian air dan memastikan aerasi yang cukup. Pemberian pakan tambahan yang dicampur dengan probiotik atau vitamin C dapat membantu pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Jika dicurigai ada infeksi bakteri sekunder, antibiotik yang dicampur pakan dapat diberikan sesuai anjuran.
Pencegahan penyakit perut kembung sangat penting untuk kesehatan ikan lele. Berikan pakan sesuai dosis dan jadwal yang tepat, serta hindari pemberian pakan berlebihan. Pastikan untuk selalu menggunakan pakan berkualitas tinggi dan menyimpannya dengan benar agar tidak mudah rusak. Terakhir, jaga kualitas air kolam secara optimal untuk mengurangi stres pada ikan dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Penyakit 7: Penyakit Luka (Ulcer Disease)
Penyakit luka atau borok pada ikan lele seringkali merupakan infeksi sekunder yang timbul akibat luka fisik atau infeksi bakteri primer yang tidak diobati. Penanganan ikan yang kasar, gesekan dengan dinding kolam, atau serangan predator dapat menyebabkan luka pada kulit ikan. Luka terbuka ini kemudian rentan diinfeksi oleh bakteri oportunistik seperti Aeromonas hydrophila atau Pseudomonas fluorescens, yang menyebabkan terbentuknya borok.
Gejala utama penyakit luka adalah munculnya luka terbuka atau borok pada tubuh ikan, seringkali berwarna merah atau keputihan. Luka ini dapat meluas dan menjadi lebih dalam seiring waktu. Sirip dan ekor ikan juga dapat terkikis atau rusak. Ikan yang terinfeksi akan menjadi lesu, nafsu makannya menurun, dan sering berenang tidak teratur. Pada kasus parah, infeksi dapat menyebar ke organ internal dan menyebabkan kematian.
Pengobatan penyakit luka dimulai dengan mengisolasi ikan yang sakit ke kolam karantina untuk mencegah penyebaran infeksi. Segera perbaiki kualitas air di kolam utama dan kolam karantina. Pemberian antibiotik yang dicampur pakan, seperti Oxytetracycline, atau perendaman dengan antibiotik dapat efektif mengobati infeksi bakteri. Perendaman dengan larutan garam 0,5-1% juga membantu mengurangi stres dan mempercepat penyembuhan luka. Untuk luka parah, pengolesan antiseptik seperti povidone-iodine dapat dilakukan setelah ikan diangkat sementara dari air.
Pencegahan penyakit luka melibatkan penanganan ikan dengan hati-hati untuk menghindari cedera fisik. Jaga kualitas air kolam secara optimal dan hindari kepadatan tebar yang berlebihan yang dapat menyebabkan gesekan antar ikan. Lakukan sanitasi kolam secara teratur untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan mengurangi risiko infeksi bakteri yang dapat menyebabkan luka.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa penyebab utama penyakit bintik putih pada ikan lele?
Jawaban: Penyakit bintik putih disebabkan oleh parasit Ichthyophthirius multifiliis, sering dipicu oleh stres akibat perubahan suhu air drastis atau kualitas air buruk.
2. Bagaimana cara mengobati penyakit Aeromonas pada ikan lele?
Jawaban: Pengobatan penyakit Aeromonas paling efektif dengan antibiotik yang dicampur pakan, seperti Oxytetracycline, disertai perbaikan kualitas air kolam.
3. Apa saja gejala ikan lele yang terkena penyakit jamur?
Jawaban: Gejala penyakit jamur meliputi munculnya bercak putih seperti kapas pada kulit, sirip, atau insang, ikan lesu, dan nafsu makan menurun.
4. Bagaimana mencegah penyakit perut kembung pada ikan lele?
Jawaban: Pencegahan perut kembung dilakukan dengan memberi pakan sesuai dosis, menghindari pakan berlebihan, menggunakan pakan berkualitas, dan menjaga kualitas air kolam.
5. Apa yang harus dilakukan jika ikan lele mengalami penyakit luka atau borok?
Jawaban: Isolasi ikan sakit, perbaiki kualitas air, berikan antibiotik melalui pakan, dan gunakan perendaman garam atau antiseptik topikal pada luka.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)