7 Cara Simpan Biji Cabai yang Benar Buat Benih Supaya Tidak Jamuran

1 month ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Menyimpan biji cabai untuk dijadikan benih sebenarnya bisa menjadi solusi hemat bagi para pecinta berkebun di rumah. Namun, banyak orang mengalami masalah biji cabai berjamur atau membusuk karena proses penyimpanan yang kurang tepat. Padahal, kualitas penyimpanan sangat menentukan daya tumbuh benih saat disemai, sehingga penting untuk memahami langkah-langkah yang benar sejak awal.

Mulai dari pemilihan cabai yang sudah matang, proses pengeringan biji, hingga cara menyimpannya agar tetap kering dan aman dari kelembapan, semuanya berperan besar dalam menjaga kualitas benih. Dengan menerapkan cara simpan biji cabai yang benar, risiko jamur bisa diminimalkan dan benih tetap sehat hingga waktu tanam tiba.

Lantas bagaimana cara simpan biji cabai yang benar buat benih agar tidak jamuran? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (21/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pilih Cabai yang Benar-Benar Matang dan Sehat

Langkah pertama yang sangat menentukan kualitas benih adalah memilih buah cabai yang benar-benar matang di pohon. Cabai matang biasanya berwarna merah cerah, tidak ada bercak hitam, tidak keriput, dan tidak menunjukkan tanda-tanda busuk. Cabai yang matang sempurna memiliki biji yang sudah berkembang penuh sehingga daya tumbuhnya lebih tinggi.

Hindari menggunakan cabai dari buah yang masih setengah matang atau hasil panen yang sudah lama disimpan. Cabai yang sudah terlalu lama disimpan biasanya memiliki kadar air tinggi pada biji dan lebih rentan terhadap jamur. Selain itu, biji dari cabai yang kualitasnya kurang baik juga berisiko menghasilkan tanaman yang lemah.

Memilih buah yang sehat juga membantu mencegah penularan penyakit jamur atau bakteri ke benih. Jika biji sudah terkontaminasi sejak awal, maka meskipun disimpan dengan baik, risiko gagal tumbuh tetap tinggi saat disemai.

2. Keluarkan dan Pisahkan Biji dengan Cara yang Bersih

Setelah memilih cabai yang tepat, belah cabai dan keluarkan bijinya menggunakan sendok atau tangan yang bersih. Hindari memegang biji dengan tangan kotor karena kotoran dan mikroorganisme dapat memicu pertumbuhan jamur saat penyimpanan. Usahakan biji tidak tercampur dengan sisa daging buah yang masih basah.

Biji yang masih menempel pada daging cabai sebaiknya dibersihkan dengan cara dikerik perlahan, bukan dicuci dengan air. Jika memang perlu dibilas, pastikan hanya sebentar dan langsung dikeringkan dengan maksimal. Biji yang terlalu basah akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dan lebih rentan berjamur.

Pisahkan biji yang tampak rusak, berubah warna, atau terlalu kecil. Seleksi ini penting agar hanya benih berkualitas yang disimpan, sehingga tingkat keberhasilan semai menjadi lebih tinggi.

3. Keringkan Biji Secara Maksimal Sebelum Disimpan

Pengeringan adalah kunci utama agar biji cabai tidak jamuran saat disimpan. Biji harus benar-benar kering sebelum dimasukkan ke wadah penyimpanan. Cara paling aman adalah mengeringkan biji dengan diangin-anginkan di tempat teduh dan berventilasi baik selama beberapa hari.

Hindari menjemur biji langsung di bawah sinar matahari terik karena panas berlebih bisa merusak embrio biji dan menurunkan daya tumbuh. Suhu tinggi memang mempercepat kering, tetapi justru bisa membuat benih menjadi tidak optimal saat ditanam.

Biji dikatakan cukup kering jika terasa keras, tidak lengket saat disentuh, dan tidak menggumpal satu sama lain. Jika masih terasa lembap, sebaiknya lanjutkan proses pengeringan sebelum melanjutkan ke tahap penyimpanan.

4. Gunakan Wadah Penyimpanan yang Kedap Udara

Setelah biji benar-benar kering, simpan dalam wadah yang tertutup rapat seperti botol kaca kecil, toples plastik kedap udara, atau plastik ziplock. Wadah kedap udara membantu mencegah masuknya kelembapan dari udara yang bisa memicu jamur.

Jika memungkinkan, gunakan silica gel atau beras kering di dalam wadah sebagai penyerap kelembapan tambahan. Cara ini sangat efektif terutama jika lingkungan rumah cenderung lembap atau sering hujan. Kelembapan adalah musuh utama benih dalam penyimpanan jangka panjang.

Pastikan wadah dalam kondisi bersih dan kering sebelum digunakan. Wadah yang lembap atau kotor bisa menjadi sumber jamur meskipun bijinya sudah dikeringkan dengan baik.

5. Simpan di Tempat Sejuk, Kering, dan Gelap

Lokasi penyimpanan juga sangat berpengaruh pada ketahanan benih. Simpan biji cabai di tempat yang sejuk, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari sumber panas seperti kompor atau oven. Suhu yang stabil membantu menjaga kualitas benih lebih lama.

Paparan cahaya dan panas dapat mempercepat penurunan kualitas benih. Selain itu, suhu tinggi juga bisa memicu kondensasi di dalam wadah, yang akhirnya menyebabkan biji lembap dan berjamur. Oleh karena itu, lemari dapur bagian bawah atau laci tertutup sering menjadi pilihan yang lebih aman.

Untuk penyimpanan jangka panjang, sebagian orang menyimpan benih di dalam kulkas pada rak khusus. Namun, cara ini hanya efektif jika biji benar-benar kering dan disimpan dalam wadah kedap udara.

6. Beri Label Tanggal dan Jenis Cabai

Memberi label pada wadah penyimpanan sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Tuliskan tanggal penyimpanan dan jenis cabai agar Anda tahu berapa lama benih sudah disimpan dan kapan sebaiknya digunakan.

Benih cabai umumnya memiliki daya tumbuh terbaik dalam 6–12 bulan pertama setelah disimpan. Semakin lama disimpan, persentase tumbuh biasanya akan menurun, meskipun biji tidak terlihat rusak secara fisik.

Dengan adanya label, Anda juga bisa mengatur rotasi penggunaan benih, mendahulukan benih yang lebih lama disimpan agar tidak terbuang percuma.

7. Cek Kondisi Benih Secara Berkala

Meskipun sudah disimpan dengan baik, sebaiknya benih tetap dicek secara berkala, misalnya setiap satu atau dua bulan sekali. Tujuannya untuk memastikan tidak ada tanda-tanda jamur, bau apek, atau biji yang berubah warna.

Jika ditemukan biji yang mulai berjamur, segera pisahkan agar tidak menular ke biji lain. Jika jumlah yang berjamur cukup banyak, sebaiknya ganti wadah dan ulangi proses pengeringan pada biji yang masih bagus.

Pengecekan rutin membantu Anda memastikan benih tetap dalam kondisi optimal hingga waktu tanam tiba. Dengan begitu, risiko gagal semai bisa ditekan dan hasil tanam cabai lebih memuaskan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Simpan Biji Cabai

1. Apakah biji cabai dari dapur bisa dijadikan benih?

Jawaban: Bisa, asalkan biji berasal dari cabai yang sudah matang sempurna dan sehat. Cabai yang masih setengah matang atau mulai busuk sebaiknya tidak digunakan karena daya tumbuh bijinya rendah.

2. Apakah biji cabai perlu dicuci sebelum disimpan?

Jawaban: Sebaiknya tidak dicuci jika tidak terlalu kotor. Jika perlu dibersihkan, bilas cepat lalu keringkan hingga benar-benar kering. Biji yang lembap sangat mudah berjamur saat disimpan.

3. Berapa lama biji cabai bisa disimpan untuk benih?

Jawaban: Jika disimpan dengan benar di tempat kering dan sejuk, biji cabai bisa bertahan 6–12 bulan dengan daya tumbuh yang masih baik. Setelah itu, persentase tumbuh biasanya mulai menurun.

4. Apakah biji cabai boleh disimpan di kulkas?

Jawaban: Boleh, asalkan biji sudah benar-benar kering dan disimpan dalam wadah kedap udara. Penyimpanan di kulkas membantu menjaga kualitas benih untuk jangka waktu lebih lama.

5. Kenapa biji cabai bisa jamuran saat disimpan?

Jawaban: Penyebab utama adalah kelembapan, baik karena biji belum kering sempurna atau wadah tidak kedap udara. Lingkungan penyimpanan yang panas dan lembap juga mempercepat pertumbuhan jamur.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |