7 Cara Menyimpan Ikan Segar Supaya Tidak Cepat Bau Tanpa Mengurangi Kualitas

3 weeks ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang belum memahami cara menyimpan ikan segar dengan benar, padahal ikan merupakan sumber protein hewani yang digemari namun sangat mudah menurun kualitasnya. Jika tidak ditangani dengan tepat, ikan cepat berbau tidak sedap dan teksturnya berubah. Oleh karena itu, menjaga kesegaran ikan memerlukan perhatian khusus dan tidak sekadar menyimpannya di lemari es.

Dengan teknik penyimpanan yang tepat, ikan dapat tetap segar, aman dikonsumsi, dan bernutrisi lebih lama. Prosesnya mencakup pembersihan yang benar, penggunaan wadah kedap udara, serta pengaturan suhu yang sesuai. Memahami setiap tahapan ini penting untuk mencegah pemborosan dan memastikan hidangan ikan tetap lezat bagi keluarga.

Lantas bagaimana cara menyimpan ikan segar supaya tidak cepat bau tanpa mengurangi kualitas? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (29/1), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Pembersihan dan Penyiangan Segera

Langkah pertama dan paling krusial dalam menjaga kesegaran ikan adalah melakukan pembersihan dan penyiangan segera setelah ikan diperoleh. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan bagian-bagian ikan yang merupakan sumber utama bakteri pembusuk, seperti organ dalam, insang, dan sisik. Dengan membuang bagian-bagian ini secepat mungkin, Anda dapat secara signifikan memperlambat proses degradasi kualitas ikan.

Organ dalam dan insang ikan mengandung enzim serta bakteri yang sangat aktif dalam mempercepat pembusukan, sehingga memicu timbulnya bau tidak sedap. 

Setelah proses penyiangan selesai, ikan perlu dicuci bersih di bawah air mengalir. Pastikan tidak ada sisa darah atau kotoran yang menempel, serta tidak ada bagian organ dalam yang tertinggal. Pencucian yang menyeluruh ini akan membantu menghilangkan bakteri permukaan dan mempersiapkan ikan untuk tahap penyimpanan selanjutnya, memastikan ikan tetap segar dan tidak cepat bau.

2. Penggunaan Es yang Tepat

Es merupakan metode yang sangat efektif untuk menjaga kesegaran ikan dalam jangka pendek, karena kemampuannya menurunkan suhu ikan secara cepat dan mempertahankannya pada titik beku air (0°C). Suhu rendah ini krusial untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan aktivitas enzim yang menjadi penyebab utama pembusukan ikan. Penerapan es yang benar adalah kunci untuk menjaga kualitas ikan tetap optimal.

Untuk memaksimalkan efektivitasnya, gunakan es serut atau es balok kecil yang dapat menutupi seluruh permukaan ikan. Pastikan ikan benar-benar terendam atau tertutup es untuk menjaga suhu tetap stabil dan mencegah kontak langsung dengan udara.

Penting juga untuk memastikan air lelehan es dapat mengalir keluar dengan baik, agar ikan tidak terendam dalam air kotor yang justru dapat mempercepat proses pembusukan. Ganti es secara berkala jika sudah banyak yang mencair, sehingga suhu dingin tetap terjaga konsisten. 

3. Penyimpanan dalam Kulkas (Refrigerasi)

Untuk kebutuhan penyimpanan ikan dalam jangka pendek, yakni sekitar 1 hingga 2 hari, kulkas menjadi pilihan yang praktis setelah ikan melalui proses pembersihan dan penyiangan. Suhu dingin di dalam kulkas, yang umumnya berkisar antara 0-4°C, berperan penting dalam memperlambat laju pertumbuhan bakteri. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa suhu ini tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas bakteri, melainkan hanya menghambatnya.

Pastikan ikan diletakkan dalam wadah kedap udara atau dibungkus rapat dengan plastik wrap untuk mencegah kontaminasi silang dan bau menyebar ke makanan lain. Penempatan ikan juga memegang peranan penting. Letakkan ikan di bagian paling dingin dari kulkas, biasanya di rak paling bawah atau di laci khusus daging/ikan. Ini membantu menjaga suhu ikan tetap stabil dan optimal.

Sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, ada baiknya ikan dilap kering menggunakan tisu dapur bersih. Mengurangi kelembaban pada permukaan ikan akan meminimalkan risiko pertumbuhan bakteri lebih lanjut. 

4. Pembekuan (Freezing)

Pembekuan adalah metode yang paling efektif untuk penyimpanan ikan dalam jangka panjang, memungkinkan ikan untuk mempertahankan kualitasnya hingga beberapa bulan. Pada suhu beku, yaitu -18°C atau lebih rendah, pertumbuhan bakteri dan aktivitas enzim sepenuhnya terhenti, sehingga secara efektif mencegah pembusukan dan timbulnya bau. Ini adalah solusi ideal bagi Anda yang ingin menyimpan stok ikan untuk waktu yang lebih lama.

Ikan yang dibekukan dengan benar dapat bertahan hingga 3-6 bulan tanpa penurunan kualitas yang signifikan. Sebelum proses pembekuan, ikan harus melalui tahap pembersihan, penyiangan, dan pencucian hingga bersih. Keringkan ikan dengan tisu dapur, lalu bungkus rapat dengan plastik wrap atau masukkan ke dalam kantong kedap udara khusus freezer untuk mencegah freezer burn.

Sangat penting untuk membekukan ikan secepat mungkin setelah proses pembersihan selesai, guna memastikan kualitas terbaiknya tetap terjaga. Hindari membekukan ikan yang sudah menunjukkan tanda-tanda awal pembusukan, karena pembekuan tidak akan mengembalikan kesegarannya. 

5. Penggunaan Wadah Kedap Udara

Penggunaan wadah kedap udara merupakan aspek krusial dalam menjaga kesegaran ikan, baik saat disimpan di kulkas maupun di freezer. Fungsi utama wadah ini adalah untuk mencegah kontak langsung antara ikan dengan udara luar. Udara dapat menyebabkan oksidasi, memicu freezer burn pada ikan beku, dan memungkinkan penyerapan bau dari makanan lain yang tersimpan di sekitarnya.

Selain itu, wadah kedap udara juga berperan sebagai pelindung. Wadah kedap udara mampu melindungi ikan dari kontaminasi bakteri dari makanan lain di dalam lemari es dan mencegah ikan mengering akibat paparan udara dingin.

Pastikan wadah yang dipilih dalam kondisi bersih dan kering sempurna sebelum digunakan. Apabila Anda memilih menggunakan kantong plastik, pastikan untuk mengeluarkan sebanyak mungkin udara di dalamnya sebelum menyegelnya rapat.

6. Pembungkusan yang Tepat

Teknik pembungkusan yang benar adalah elemen vital untuk mempertahankan kualitas ikan, terutama saat akan dibekukan. Pembungkusan yang kurang optimal dapat berujung pada fenomena freezer burn, yaitu kondisi di mana permukaan ikan menjadi kering, mengalami perubahan warna, dan teksturnya menjadi keras akibat dehidrasi. Ini tentu akan mengurangi kenikmatan saat ikan diolah.

Bungkus ikan dengan rapat menggunakan plastik wrap atau aluminium foil sebelum dimasukkan ke dalam wadah kedap udara atau kantong freezer. Pembungkusan ganda ini memberikan perlindungan ekstra terhadap udara dan kelembaban. Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan metode pembungkusan vakum jika memungkinkan. Pembungkusan vakum menghilangkan hampir semua udara di sekitar ikan, secara signifikan memperpanjang masa simpannya dan mencegah freezer burn.

Pastikan tidak ada celah udara yang tersisa dalam pembungkus untuk memaksimalkan perlindungan ikan dari paparan udara. Jangan lupa untuk memberi label pada bungkusan dengan tanggal pembekuan. 

7. Pencucian dengan Air Dingin dan Pengeringan

Setelah ikan selesai dibersihkan dan disiangi, langkah pencucian dengan air dingin yang mengalir menjadi sangat penting. Proses ini berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa darah, lendir, dan bakteri permukaan yang mungkin masih menempel pada ikan. Penggunaan air dingin juga membantu menjaga suhu ikan tetap rendah selama proses pencucian, sehingga mencegah pertumbuhan bakteri lebih lanjut.

Setelah dicuci bersih, ikan harus dikeringkan secara menyeluruh. Gunakan tisu dapur bersih untuk menyerap seluruh kelembaban pada permukaan ikan. Kelembaban berlebih adalah pemicu utama pertumbuhan bakteri dan dapat menyebabkan pembentukan kristal es yang merusak tekstur saat ikan dibekukan.

Keringkan ikan dengan tisu dapur bersih hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembaban adalah musuh utama kesegaran ikan karena memicu pertumbuhan mikroorganisme. Proses pengeringan yang cermat ini tidak hanya membantu mencegah freezer burn, tetapi juga menjaga tekstur ikan tetap baik setelah dicairkan. 

Pertanyaan & Jawaban

1. Mengapa penting membersihkan ikan segera setelah dibeli?

Jawaban: Membersihkan ikan segera menghilangkan organ dalam, insang, dan sisik yang merupakan sumber utama bakteri pembusuk, mencegah bau dan penurunan kualitas.

2. Berapa lama ikan dapat disimpan di kulkas dan freezer?

Jawaban: Ikan dapat disimpan di kulkas (0-4°C) selama 1-2 hari, dan di freezer (-18°C atau lebih rendah) hingga 3-6 bulan.

3. Apa fungsi utama penggunaan es saat menyimpan ikan segar?

Jawaban: Es menurunkan suhu ikan dengan cepat hingga 0°C, menghambat pertumbuhan bakteri dan aktivitas enzim penyebab pembusukan.

4. Bagaimana cara mencegah freezer burn pada ikan beku?

Jawaban: Mencegah freezer burn dilakukan dengan mengeringkan ikan, membungkus rapat dengan plastik wrap/aluminium foil, atau menggunakan pembungkus vakum, lalu simpan di wadah kedap udara.

5. Mengapa ikan harus dikeringkan sebelum disimpan?

Jawaban: Mengeringkan ikan dengan tisu dapur menghilangkan kelembaban berlebih yang memicu pertumbuhan bakteri dan pembentukan kristal es, menjaga tekstur ikan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |