7 Cara Mengatasi Kolam Ikan di Rumah yang Sering Hijau Tanpa Bahan Kimia, Jernih Alami

2 days ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kolam ikan yang sering berwarna hijau merupakan pemandangan umum yang kerap dihadapi para pemilik, baik di halaman depan maupun belakang rumah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pertumbuhan alga yang berlebihan, atau dikenal sebagai blooming alga. Alga membutuhkan paparan sinar matahari serta nutrisi seperti nitrogen dan fosfor untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.

Penumpukan nutrisi ini bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk sisa pakan ikan yang tidak termakan, kotoran ikan, daun-daun yang jatuh ke dalam kolam, atau bahkan pupuk dari area sekitar kolam yang terbawa air hujan. Air kolam yang keruh dan berwarna hijau tidak hanya mengurangi keindahan visual, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan ikan karena mengurangi ketersediaan oksigen terlarut dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat.

Untuk menjaga kolam ikan tetap jernih dan sehat tanpa perlu menggunakan bahan kimia berbahaya, terdapat beberapa metode alami yang efektif.  Melansir dari berbagai sumber, Senin (5/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Mengurangi Paparan Sinar Matahari

Alga sangat bergantung pada sinar matahari untuk melakukan fotosintesis, sehingga paparan sinar matahari langsung yang berlebihan dapat mempercepat pertumbuhannya. Kolam yang terpapar sinar matahari langsung tanpa bayangan atau penutup akan mendukung pertumbuhan alga yang cepat. Mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke kolam merupakan langkah efektif untuk menghambat perkembangbiakan alga.

Sinar matahari langsung yang berlebihan tidak hanya memicu pertumbuhan alga, tetapi juga dapat meningkatkan suhu air kolam secara drastis, terkadang hingga melebihi 30°C. Suhu tinggi ini mengurangi oksigen terlarut, membuat ikan stres, dan mempercepat reaksi kimia yang mengganggu keseimbangan pH dan oksigen air.

Anda dapat mengurangi paparan sinar matahari dengan beberapa cara. Penambahan peneduh alami berupa tanaman air yang mengambang (floating plants) atau pemasangan penutup parsial pada kolam, seperti paranet, sangat direkomendasikan. Tanaman seperti teratai atau eceng gondok efektif menutupi permukaan air dan menghalangi sinar matahari, sekaligus menambah estetika kolam.

2. Mengatur Pemberian Pakan Ikan

Pemberian pakan ikan yang berlebihan merupakan salah satu penyebab utama penumpukan nutrisi di kolam. Sisa pakan yang tidak termakan akan mengendap di dasar kolam dan terurai menjadi amonia, nitrit, dan nitrat, yang semuanya menjadi sumber nutrisi bagi alga. Nutrisi berlebih ini, terutama fosfor dan nitrogen, dapat memicu pertumbuhan alga yang subur.

Pakan yang berlebihan juga dapat membuat kolam menjadi kotor dan nutrisi dari makanan tersebut akan membantu alga berkembang, sehingga kolam akan cepat berubah warna menjadi hijau. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol jumlah pakan yang diberikan agar tidak ada sisa makanan yang membusuk dan mencemari air.

Untuk mengatasi hal ini, berikan pakan secukupnya sesuai dengan jumlah ikan dan pastikan pakan habis dalam waktu singkat, idealnya dalam 3-5 menit. Membersihkan sisa makanan dan kotoran ikan secara teratur juga penting untuk mencegah akumulasi nutrisi yang menjadi santapan alga.

3. Menambahkan Tanaman Air

Tanaman air memiliki peran ganda dalam menjaga kejernihan kolam. Pertama, mereka bersaing dengan alga untuk mendapatkan nutrisi yang ada di dalam air, seperti amonia, nitrogen, dan fosfor, sehingga mengurangi ketersediaan nutrisi bagi alga. Tanaman air yang sehat dapat mengurangi kadar nutrisi dalam air, sehingga menghambat pertumbuhan alga.

Kedua, tanaman air yang mengambang atau memiliki daun lebar dapat memberikan naungan pada permukaan kolam, mengurangi paparan sinar matahari yang dibutuhkan alga untuk fotosintesis. Selain itu, tanaman air juga dapat berfungsi sebagai filter alami, menyerap zat kimia berlebih, dan menyediakan oksigen bagi ikan.

Beberapa rekomendasi tanaman air yang efektif antara lain bambu air, teratai, eceng gondok, dan lili air. Tanaman seperti Lemna (mata lele) dan papyrus payung juga dikenal mampu membersihkan air kolam dan memberikan keteduhan.

4. Menggunakan Bakteri Baik (Probiotik)

Bakteri baik, atau probiotik, memainkan peran krusial dalam menjaga ekosistem kolam ikan yang sehat. Bakteri ini membantu memecah sisa pakan, kotoran ikan, dan bahan organik lainnya yang menumpuk di dasar kolam. Proses penguraian ini mengurangi akumulasi limbah dan mencegah pembentukan zat beracun seperti amonia dan nitrit, yang merupakan nutrisi bagi alga.

Bakteri nitrifikasi, salah satu jenis bakteri baik, mengubah amonia menjadi nitrit, lalu menjadi nitrat yang jauh lebih aman bagi ikan. Dengan mengurangi bahan organik dan zat beracun, bakteri baik membantu menjaga kualitas air tetap jernih dan sehat bagi ikan. Penggunaan bakteri starter juga dapat mempercepat tumbuhnya bakteri menguntungkan pada media filter kolam.

Probiotik menawarkan solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia, membantu menyeimbangkan ekosistem kolam ikan agar terhindar dari bau tidak sedap dan air keruh. Bakteri baik ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan dan merangsang nafsu makan.

5. Memasang Sistem Filtrasi yang Efektif

Sistem filtrasi yang baik sangat penting untuk menjaga kejernihan air kolam dan mencegah pertumbuhan alga. Filter bekerja dengan menyaring kotoran dan mikroorganisme berbahaya, serta mendukung keseimbangan biologis air. Sistem filtrasi yang kurang optimal tidak bisa menyaring kotoran dan nutrisi berlebih, sehingga alga lebih mudah tumbuh. Ada dua jenis filter utama yang bekerja sama dalam menjaga kualitas air:

  • Filter Mekanis: Berfungsi untuk menyaring partikel padat seperti sisa pakan, kotoran ikan, dan daun-daun yang jatuh. Media filter seperti kapas filter atau busa digunakan untuk tujuan ini.
  • Filter Biologis: Menyediakan lingkungan bagi bakteri baik untuk mengurai limbah organik menjadi senyawa yang tidak berbahaya bagi ikan. Media seperti bioring, bioball, atau batu apung sering digunakan sebagai media filter biologis.

Filter yang kotor akan membuat air cepat keruh, oleh karena itu filter harus dicuci dan diganti jika perlu. Pemasangan filter air harus dihidupkan setiap hari agar hasilnya maksimal.

6. Melakukan Aerasi Kolam

Aerasi adalah proses meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air kolam. Air kolam yang tidak memiliki aerasi yang cukup dapat memicu pertumbuhan alga. Aerasi yang baik memiliki beberapa manfaat dalam mengatasi kolam hijau:

  • Meningkatkan Oksigen Terlarut: Ikan membutuhkan oksigen terlarut untuk bertahan hidup, dan aerasi membantu menyediakan ini.
  • Mendukung Bakteri Baik: Bakteri baik yang berperan dalam biofiltrasi membutuhkan oksigen untuk mengurai limbah organik. Peningkatan oksigen akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan ini, sehingga mengurangi nutrisi bagi alga.
  • Mengurangi Pertumbuhan Alga: Penelitian menunjukkan bahwa aerasi yang baik dapat secara signifikan mengurangi pertumbuhan alga dengan meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut.
  • Mencegah Stratifikasi Air: Aerasi membantu sirkulasi air, mencegah terbentuknya lapisan air dengan suhu dan konsentrasi oksigen yang berbeda, yang dapat menyebabkan stres pada ikan.

Aerator dapat berupa air mancur terapung atau aerator yang diberi makan bawah seperti kompresor dan diffuser. Tujuan utama aerasi adalah menjaga keseimbangan kualitas air dan menunjang kehidupan organisme akuatik serta bakteri pengurai.

7. Menambahkan Ikan Pemakan Alga

Beberapa jenis ikan secara alami memakan alga, sehingga dapat membantu mengendalikan pertumbuhannya di kolam. Ini adalah metode biologis yang membantu menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Ikan pemakan alga dapat mengurangi jumlah alga yang ada di kolam, memakan makanan sisa, dan memakan daun kering yang jatuh ke kolam sebelum membusuk dan menghasilkan amonia. Contoh ikan pemakan alga yang direkomendasikan antara lain:

  • Ikan Sapu-sapu (Pleco): Dikenal suka menempel di sisi kolam dan memakan lumut yang menempel di sana.
  • Ikan Nilem atau Melem (Osteochilus vittatus): Efektif membersihkan lumut di kolam koi.
  • Ikan Otocinclus: Ikan kecil yang rajin membersihkan alga dan memiliki sifat bersahabat.
  • Chinese Algae Eater (CAE) dan Siamese Algae Eater (SAE): Keduanya adalah pemakan lumut yang populer.
  • Ikan Molly: Dapat memakan lumut yang menempel pada batu atau tanaman air.

Menambahkan ikan pemakan alga merupakan solusi alami yang efektif untuk menjaga kebersihan kolam dan mendukung ekosistem yang sehat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Kolam Ikan di Rumah Sering Hijau Tanpa Bahan Kimia

1. Mengapa kolam ikan sering berwarna hijau?

Jawaban: Kolam ikan sering berwarna hijau karena pertumbuhan alga yang berlebihan (blooming alga), yang dipicu oleh paparan sinar matahari langsung dan nutrisi berlebih dari sisa pakan atau kotoran ikan.

2. Bagaimana cara mengurangi paparan sinar matahari pada kolam ikan?

Jawaban: Paparan sinar matahari dapat dikurangi dengan menambahkan peneduh alami seperti tanaman air mengambang (teratai, eceng gondok) atau memasang penutup parsial seperti paranet.

3. Apa peran tanaman air dalam mengatasi kolam hijau?

Jawaban: Tanaman air bersaing dengan alga untuk nutrisi seperti nitrogen dan fosfor, serta memberikan naungan untuk mengurangi paparan sinar matahari, sehingga menghambat pertumbuhan alga.

4. Apakah bakteri baik dapat membantu mengatasi kolam ikan yang hijau?

Jawaban: Ya, bakteri baik (probiotik) membantu mengurai sisa pakan dan kotoran ikan, mengurangi akumulasi limbah dan zat beracun yang menjadi nutrisi bagi alga, sehingga menjaga kualitas air tetap jernih.

5. Ikan jenis apa yang dapat membantu membersihkan alga di kolam?

Jawaban: Beberapa ikan pemakan alga yang direkomendasikan antara lain Ikan Sapu-sapu (Pleco), Ikan Nilem, Ikan Otocinclus, Chinese Algae Eater (CAE), Siamese Algae Eater (SAE), dan Ikan Molly.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |