Liputan6.com, Jakarta - Keran wastafel dapur menetes terus-menerus tidak hanya mengganggu, tetapi juga dapat menyebabkan pemborosan air serta peningkatan tagihan bulanan. Masalah umum ini seringkali membuat pemilik rumah berpikir untuk segera mengganti keran baru, padahal ada banyak solusi hemat biaya yang bisa dicoba terlebih dahulu. Sebelum memulai perbaikan apa pun, sangat penting untuk memastikan pasokan air ke keran yang bocor telah dimatikan sepenuhnya.
Langkah awal ini dapat dilakukan dengan memutar katup air utama di dalam rumah atau menutup katup penutup yang terletak di bawah wastafel. Setelah pasokan air terhenti, buka keran sebentar agar sisa air yang masih ada di dalam pipa dapat keluar seluruhnya.
Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat mengatasi keran wastafel dapur menetes tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk penggantian. Lantas apa saja cara mengatasi keras wastafel dapur menetes tanpa ganti baru? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Mengganti Washer yang Aus atau Rusak
Washer adalah komponen karet kecil yang berfungsi sebagai segel di dalam keran, mencegah kebocoran air. Seiring waktu dan penggunaan rutin, washer dapat mengeras, retak, atau aus, yang menjadi penyebab umum keran menetes.
Untuk memperbaikinya, matikan pasokan air utama, lalu bongkar kepala keran untuk mengakses washer yang rusak. Identifikasi washer karet yang rusak dan ganti dengan yang baru, yang biasanya mudah ditemukan di toko perangkat keras.
Pastikan untuk menggunakan ukuran washer yang tepat dan terpasang rapat serta benar untuk mengembalikan fungsi segel yang optimal. Penggantian washer yang aus adalah langkah pertama yang seringkali efektif untuk mengatasi keran menetes.
2. Mengganti O-ring yang Rusak atau Aus
O-ring adalah cincin karet kecil yang berperan sebagai segel antara bagian-bagian keran, seperti pegangan dan tubuh keran. Fungsi utamanya adalah untuk mencegah aliran air keluar dari area yang tidak diinginkan.
Namun, seiring waktu, O-ring dapat mengalami keausan akibat paparan air, suhu, dan gesekan saat mengoperasikan keran. Kerusakan pada O-ring ini seringkali menyebabkan kebocoran di sekitar pegangan atau moncong keran.
Setelah membongkar keran, periksa O-ring yang ada; jika terlihat aus, retak, atau mengeras, potong O-ring lama menggunakan pisau serbaguna. Ganti dengan yang baru dan lumasi sedikit minyak pipa sebelum dipasang untuk memastikan segel yang baik dan mencegah kebocoran.
3. Membersihkan atau Mengganti Cartridge
Banyak keran modern menggunakan cartridge untuk mengontrol aliran air, dan kebocoran pada jenis keran ini sering disebabkan oleh kotoran atau kerusakan pada cartridge itu sendiri. Cartridge yang kotor atau tersumbat endapan mineral dapat menghambat aliran air dan menyebabkan keran menetes.
Setelah mematikan air dan membongkar keran, keluarkan cartridge dengan hati-hati. Periksa apakah ada kotoran, endapan mineral, atau kerak yang menghambat fungsinya, lalu bersihkan dengan air bersih dan sikat lembut.
Untuk endapan mineral yang membandel, rendam cartridge dalam larutan cuka putih selama 15-30 menit. Jika cartridge mengalami kerusakan fisik seperti retak atau patah, sebaiknya ganti dengan cartridge baru yang sesuai dengan merek dan model keran Anda.
4. Menggunakan Teflon Tape pada Sambungan Berulir
Teflon tape, atau seal tape, adalah pita tipis tahan air yang digunakan untuk menyegel sambungan berulir pada pipa dan keran. Ini merupakan solusi sederhana namun efektif untuk mencegah kebocoran pada sambungan pipa di sekitar keran.
Jika kebocoran berasal dari sambungan pipa di sekitar keran atau jika knob keran terasa longgar dan goyang, penggunaan teflon tape dapat menjadi solusi efektif. Knob yang kocak akibat sering digunakan (on-off) bisa diatasi dengan menambahkan seal tape pada bagian dratnya.
Lepaskan bagian yang bocor, lilitkan teflon tape searah jarum jam pada ulir pipa atau drat knob, lalu pasang kembali komponen tersebut. Ini akan menciptakan segel yang lebih rapat, mencegah air merembes keluar, dan membuat knob keran menjadi presisi kembali.
5. Membersihkan Endapan Mineral dan Kerak
Penumpukan endapan mineral atau kerak air sadah dapat terjadi di dalam komponen keran, menghambat aliran air dan menyebabkan masalah pada keran. Kerak ini dapat mengganggu pergerakan bagian-bagian internal dan mencegah segel berfungsi dengan baik, yang pada akhirnya menyebabkan kebocoran.
Untuk membersihkannya, bongkar keran dan periksa komponen internal. Bersihkan kotoran atau kerak dengan hati-hati menggunakan sikat lembut dan bahan pembersih yang aman.
Untuk kerak yang membandel, rendam komponen dalam larutan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1 selama beberapa jam atau semalaman. Setelah direndam, gosok residu kerak dengan kain atau sikat gigi untuk mengembalikan fungsi keran.
6. Mengencangkan Sambungan dan Mur yang Longgar
Terkadang, penyebab keran menetes adalah sambungan atau mur yang longgar pada bodi keran atau di tempat keran terhubung ke pipa pasokan air. Sambungan yang tidak rapat dapat menyebabkan rembesan air dan tetesan yang tidak diinginkan.
Periksa semua mur dan sambungan yang terlihat pada keran dan di bawah wastafel. Gunakan kunci pas yang sesuai untuk mengencangkan mur atau sambungan yang terasa longgar.
Pastikan untuk mengencangkan sambungan dengan baik, namun hindari mengencangkan terlalu kuat agar tidak merusak ulir atau komponen lainnya. Langkah ini dapat memperkuat sambungan dan menghentikan kebocoran.
7. Memeriksa dan Mengganti Seal Klep
Seal klep, atau yang juga dikenal sebagai seal keran, merupakan bagian yang penting dalam mengontrol aliran air di dalam keran. Jika seal klep mengalami keausan atau kerusakan, maka dapat menyebabkan air bocor di sekitar kepala keran atau bagian bawah pegangan.
Kerusakan pada seal karet dan washer ini adalah penyebab umum kebocoran, terutama pada keran besi yang sering terpapar suhu tinggi. Komponen ini akan mengalami keausan seiring waktu pemakaian, seperti mengeras atau retak.
Setelah membongkar keran, identifikasi lokasi seal klep dan periksa kondisinya; jika terlihat mengeras, retak, atau aus, ganti dengan seal klep yang baru. Pastikan untuk mendapatkan seal klep yang sesuai dengan jenis dan model keran Anda untuk memastikan perbaikan yang efektif.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Seberapa sering wastafel dapur harus dibersihkan?
Jawaban: Wastafel dapur sebaiknya dibersihkan setiap hari setelah digunakan dengan air bersih untuk mencegah kerak, dan pembersihan menyeluruh bisa dilakukan seminggu sekali.
2. Bolehkah membersihkan wastafel dengan air panas?
Jawaban: Hindari penggunaan air panas karena dapat merusak saluran pembuangan wastafel; cukup gunakan air hangat suam-suam kuku.
3. Apakah boleh membersihkan kerak wastafel menggunakan porstex?
Jawaban: Boleh, namun perlu berhati-hati karena porstex mengandung bahan kimia keras (HCl) yang efektif melarutkan kerak tetapi berisiko merusak bahan wastafel tertentu dan kesehatan jika tidak digunakan dengan benar.
4. Apakah wastafel dapur perlu diganti?
Jawaban: Tidak ada aturan pasti, tetapi pertimbangkan penggantian jika ada bagian yang bolong atau kerak menahun yang tidak dapat dibersihkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549233/original/030944900_1775610919-Potong_Daun_dan_Ranting_yang_Rusak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459390/original/030288100_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556734/original/059334600_1776301591-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482977/original/074055700_1769311752-Mangosteen_fruit_on_the_tree.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478912/original/070816200_1768960225-sepatuu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519330/original/072421700_1772546934-IMG-20260303-WA0014_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555604/original/093057600_1776167944-Kandang_Baterai_Bertingkat_____Hemat_Lahan__Kapasitas_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550950/original/022476300_1775712848-Alamanda__Allamanda_cathartica_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556933/original/006271400_1776312096-Contoh_Rumah_Tumbuh_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548950/original/079762800_1775557037-LG_InstaView_Door_in_Door_GC_Q247CSBV__Premium_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623965/original/002411600_1636099377-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556878/original/095480600_1776310388-desain_edible_garden_outdoor_yang_tahan_panas_dan_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556767/original/080104300_1776305403-ide_kebun_sayur_di_balai_desa_untuk_kebutuhan_warga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521683/original/098936100_1772697358-Gemini_Generated_Image_4m1ee14m1ee14m1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550405/original/049421600_1775692284-unnamed__85_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542587/original/068266800_1774947132-Gemini_Generated_Image_lqa1h8lqa1h8lqa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551101/original/011637500_1775718005-Gemini_Generated_Image_j9j7vpj9j7vpj9j7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)