Liputan6.com, Jakarta - Masalah pakaian yang luntur sering kali membuat kesal karena dapat merusak baju lain, sehingga penting mengetahui cara mengatasi baju luntur agar tidak menular ke pakaian lain sejak awal. Ya, kelunturan dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kualitas pewarna yang kurang baik, proses perendaman yang terlalu lama, suhu air yang tidak tepat, penggunaan deterjen yang keliru, atau jenis kain yang mudah luntur. Pakaian baru, terutama yang berwarna gelap atau cerah, seringkali masih melepaskan pewarna saat pertama kali dicuci.
Jika tidak ditangani dengan benar, warna yang luntur dapat menodai pakaian lain, terutama pakaian putih atau berwarna terang, sehingga menyebabkan perubahan warna yang tidak diinginkan dan merusak penampilan busana favorit Anda. Noda luntur ini bisa timbul ketika Anda lupa memisahkan baju yang mudah luntur dengan baju lainnya, sehingga pewarna dari baju dapat dengan mudah menyebar.
Untuk menghindari kerusakan dan menjaga pakaian tetap awet dengan warna yang terjaga, penting untuk menerapkan teknik pencucian yang tepat. Lantas bagaimana saja cara mengatasi baju luntur agar tidak menular ke pakaian lain? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (30/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Pisahkan Pakaian Berdasarkan Warna
Memisahkan pakaian sebelum dicuci adalah langkah fundamental dan paling awal yang sangat penting untuk mencegah kelunturan dan memperpanjang masa pakai pakaian. Praktik ini membantu menjaga warnanya tetap cerah dan mencegah transfer warna yang tidak diinginkan. Pakaian berwarna terang atau baru seringkali masih menyisakan pewarna yang bisa luntur saat dicuci.
Jika dicampur dengan pakaian putih, pewarna ini bisa menyerap ke kain lain dan menyebabkan noda permanen. Pakaian sebaiknya dipisahkan menjadi tiga kategori utama: putih, warna terang (kuning, pink, biru muda), dan warna gelap (hitam, navy, merah tua).
Pakaian baru harus dicuci secara terpisah, setidaknya untuk beberapa kali pencucian pertama, karena cenderung melepaskan pewarna lebih banyak. Pemisahan ini mencegah warna gelap atau kuat menular ke pakaian berwarna lebih terang atau putih, serta melindungi pakaian putih agar tidak berubah warna menjadi kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan.
2. Gunakan Air Dingin
Mencuci pakaian dengan air dingin adalah metode yang sangat efektif untuk mencegah kelunturan warna dan melindungi serat kain. Air dingin membantu menjaga warna pakaian tetap awet dan tidak mudah pudar, serta aman untuk bahan halus seperti sutra atau wol.
Sebaliknya, air panas dapat membuka pori-pori serat kain, sehingga memudahkan pigmen warna menempel dan menyebabkan kelunturan, bahkan dapat membuat warna pakaian cepat pudar dan serat kain menjadi lebih rapuh. Meskipun air dingin efektif, untuk pakaian yang sangat kotor atau untuk membunuh kuman, air panas mungkin lebih efektif, namun perlu diingat risiko kelunturan warna.
Beberapa jenis noda seperti darah, keringat, atau protein justru lebih mudah hilang dengan air dingin, karena panas dapat membuatnya semakin menempel di serat kain. Selain mencegah kelunturan, mencuci dengan air dingin juga dapat membantu mencegah pakaian melar dan menyusut.
3. Manfaatkan Cuka Putih
Cuka putih dikenal memiliki sifat asam yang dapat membantu meluruhkan noda luntur dan mengunci warna pada pakaian. Kandungan asam pada cuka putih dapat membantu mengurangi noda luntur pada pakaian. Untuk menggunakan metode ini, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Rendam pakaian yang luntur dalam larutan ini selama 30 menit hingga 1 jam, lalu cuci seperti biasa dengan deterjen.
Menambahkan cuka putih ke dalam air bilasan terakhir juga dapat membantu menghilangkan sisa noda dan memberikan kesegaran pada pakaian. Untuk hasil yang lebih maksimal, cuka putih dapat dikombinasikan dengan garam.
Rendam pakaian dalam air yang dicampur 1/2 cangkir cuka putih dan 3 sendok makan garam selama 30 menit. Namun, jangan gunakan cuka terlalu sering pada pakaian yang elastis atau dicampur dengan pemutih, karena dapat merusak selang karet dan segel mesin cuci seiring waktu.
4. Gunakan Garam Dapur
Garam dapur dapat berfungsi sebagai penstabil warna dan membantu mengangkat noda luntur dari pakaian. Garam memiliki sifat menyerap air dan dapat membantu menjaga warna asli pakaian agar tidak cepat pudar. Garam dapur bisa dipakai sebagai pertolongan pertama memudarkan noda luntur.
Metode penggunaannya cukup mudah: basahi pakaian yang terkena noda luntur, taburkan garam pada bagian yang bernoda, dan diamkan sekitar 15 menit. Setelah itu, gosok pakaian secara perlahan dan cuci dengan deterjen hingga bersih.
Garam juga efektif bila digunakan bersama cuka putih untuk menetralisir sisa warna yang menempel. Untuk pakaian baru dengan warna cerah, merendamnya dalam air garam sebelum dicuci dapat membantu mengunci warna agar tidak mudah luntur.
5. Cuci dengan Tangan untuk Pakaian Sensitif
Mencuci pakaian dengan tangan adalah solusi terbaik untuk pakaian berbahan sensitif atau yang rentan luntur, karena memungkinkan kontrol yang lebih baik dan perlakuan yang lebih lembut. Proses ini juga lebih hemat air dan energi, serta lebih hati-hati terhadap pakaian berbahan lembut.
Saat mencuci dengan tangan, tetap pisahkan pakaian berdasarkan warna, terutama pakaian putih dan berwarna, untuk mencegah kelunturan. Siapkan larutan air bersih (sebaiknya air dingin untuk pakaian berwarna) dan deterjen secukupnya, aduk hingga berbusa.
Rendam pakaian kotor selama 15-30 menit untuk melunakkan kotoran dan noda, namun jangan merendam terlalu lama, terutama untuk pakaian yang disablon atau bahan rajut, spandex, dan sutra. Setelah itu, kucek pakaian secara perlahan, lalu bilas hingga bersih dari busa.
6. Balik Pakaian Sebelum Dicuci
Membalik pakaian (bagian dalam di luar) sebelum dicuci adalah tips sederhana namun efektif untuk mencegah kelunturan dan menjaga warna pakaian tetap cerah. Bagian luar pakaian yang sering terpapar gesekan selama pencucian dan sinar matahari saat penjemuran lebih rentan pudar.
Dengan membalik pakaian, bagian dalam yang tidak terlihat akan menerima dampak tersebut, sehingga warna asli bagian luar tetap terjaga. Membalik pakaian juga dapat mengurangi pilling (serat kain yang menggumpal), yang dapat menumpulkan tampilan kain.
Bahkan lebih penting untuk membalikkan pakaian saat menjemur pakaian di luar, karena sinar matahari langsung dapat menghilangkan warna dari pakaian. Ini merupakan cara ampuh untuk menjaga kualitas pakaian agar tidak mudah aus.
7. Gunakan Lembar Penangkap Warna (Color Catcher)
Lembar penangkap warna atau color catcher adalah produk yang dirancang khusus untuk menyerap pewarna yang luntur selama proses pencucian, sehingga mencegahnya menempel pada pakaian lain. Produk ini adalah solusi praktis untuk menjaga warna pakaian tetap cerah dan bebas luntur.
Lembar ini mengandung bahan khusus yang menarik dan menjebak molekul pewarna yang terlepas dari pakaian, mencegahnya mengendap pada kain lain. Penggunaannya sangat mudah: cukup masukkan satu atau beberapa lembar color catcher ke dalam mesin cuci bersama pakaian yang akan dicuci, lalu lakukan pencucian seperti biasa.
Setelah pencucian selesai, buang lembar kertas yang telah menyerap warna. Produk ini sangat berguna saat mencuci pakaian berwarna campuran atau saat Anda tidak yakin apakah suatu pakaian akan luntur, memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap kelunturan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa pakaian baru cenderung mudah luntur?
Jawaban: Pakaian baru, terutama yang berwarna gelap atau cerah, seringkali masih melepaskan pewarna saat pertama kali dicuci karena kualitas pewarna yang kurang baik atau sisa pewarna yang belum terikat sempurna pada serat kain.
2. Apakah mencuci dengan air dingin benar-benar efektif mencegah kelunturan?
Jawaban: Ya, mencuci dengan air dingin sangat efektif mencegah kelunturan karena air dingin tidak membuka pori-pori serat kain seperti air panas, sehingga pigmen warna tidak mudah lepas dan menempel pada pakaian lain. Selain itu, air dingin juga membantu menjaga serat kain tetap awet dan mencegah penyusutan.
3. Bagaimana cara menggunakan cuka putih untuk mengatasi baju luntur?
Jawaban: Anda dapat merendam pakaian yang luntur dalam larutan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1 selama 30 menit hingga 1 jam sebelum dicuci. Cuka putih memiliki sifat asam yang membantu meluruhkan noda dan mengunci warna.
4. Apa fungsi garam dapur dalam mencegah kelunturan pakaian?
Jawaban: Garam dapur berfungsi sebagai penstabil warna dan dapat membantu mengangkat noda luntur. Sifat garam yang menyerap air membantu menjaga warna asli pakaian agar tidak cepat pudar. Anda bisa menaburkan garam pada noda atau merendam pakaian baru dalam air garam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549233/original/030944900_1775610919-Potong_Daun_dan_Ranting_yang_Rusak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459390/original/030288100_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556734/original/059334600_1776301591-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482977/original/074055700_1769311752-Mangosteen_fruit_on_the_tree.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478912/original/070816200_1768960225-sepatuu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519330/original/072421700_1772546934-IMG-20260303-WA0014_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555604/original/093057600_1776167944-Kandang_Baterai_Bertingkat_____Hemat_Lahan__Kapasitas_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550950/original/022476300_1775712848-Alamanda__Allamanda_cathartica_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556933/original/006271400_1776312096-Contoh_Rumah_Tumbuh_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548950/original/079762800_1775557037-LG_InstaView_Door_in_Door_GC_Q247CSBV__Premium_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623965/original/002411600_1636099377-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556878/original/095480600_1776310388-desain_edible_garden_outdoor_yang_tahan_panas_dan_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556767/original/080104300_1776305403-ide_kebun_sayur_di_balai_desa_untuk_kebutuhan_warga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521683/original/098936100_1772697358-Gemini_Generated_Image_4m1ee14m1ee14m1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550405/original/049421600_1775692284-unnamed__85_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542587/original/068266800_1774947132-Gemini_Generated_Image_lqa1h8lqa1h8lqa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551101/original/011637500_1775718005-Gemini_Generated_Image_j9j7vpj9j7vpj9j7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)