Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan bukan lagi alasan untuk tidak bisa menanam sayur sekaligus memelihara ikan di rumah. Dengan sistem akuaponik, siapa pun bisa memanfaatkan area kecil seperti halaman belakang, teras, atau sudut pekarangan berukuran hanya 1 x 2 meter untuk menghasilkan dua sumber pangan sekaligus. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus yang saling menguntungkan, hemat air, serta relatif mudah dirawat.
Menariknya, akuaponik tidak hanya cocok untuk penghobi tanaman, tetapi juga untuk keluarga yang ingin mulai hidup lebih mandiri dan sehat. Dengan perencanaan yang tepat dan bahan yang mudah didapat, membuat instalasi akuaponik di lahan sempit bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa biaya besar. Selain ramah lingkungan, hasil panennya pun bisa dinikmati secara rutin jika perawatan dilakukan dengan benar. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (20/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Menentukan Lokasi yang Mendapat Sinar Matahari Cukup
Langkah pertama dalam membuat sistem akuaponik di lahan sempit adalah memilih lokasi yang tepat. Area berukuran 1 x 2 meter tetap membutuhkan sinar matahari minimal 4–6 jam per hari agar tanaman bisa melakukan fotosintesis dengan optimal. Lokasi bisa berupa teras belakang, samping rumah, atau sudut halaman yang tidak terhalang tembok tinggi atau atap permanen.
Selain cahaya, perhatikan juga sirkulasi udara dan akses air. Lokasi yang terlalu lembap dan minim aliran udara dapat memicu pertumbuhan jamur pada tanaman. Sementara itu, akses air memudahkan proses penggantian sebagian air kolam jika diperlukan. Pastikan pula lokasi dekat dengan sumber listrik untuk pompa air agar tidak perlu menarik kabel terlalu panjang.
Terakhir, pertimbangkan keamanan dan kenyamanan perawatan. Karena akuaponik membutuhkan pengecekan rutin, sebaiknya tempatkan di area yang mudah dijangkau dan tidak mengganggu aktivitas rumah tangga. Dengan lokasi yang tepat sejak awal, risiko kegagalan tanam dan stres pada ikan bisa diminimalkan.
2. Menentukan Desain Sistem Akuaponik yang Sesuai Lahan
Di lahan 1 x 2 meter, desain sistem sangat menentukan keberhasilan akuaponik. Beberapa model yang cocok antara lain sistem rak bertingkat, sistem NFT (Nutrient Film Technique) sederhana, atau sistem pasang-surut (flood and drain) menggunakan grow bed di atas kolam ikan. Pemilihan desain harus mempertimbangkan ketinggian, kemudahan perawatan, dan stabilitas rangka.
Rak bertingkat memungkinkan penanaman lebih banyak tanaman tanpa memperluas lahan, tetapi membutuhkan rangka yang kuat. Sementara itu, sistem pasang-surut relatif lebih mudah dibuat dengan bahan sederhana seperti bak plastik dan pipa PVC. Air dari kolam dipompa ke grow bed, lalu kembali lagi ke kolam setelah melewati akar tanaman.
Desain yang baik juga harus memastikan aliran air lancar dan tidak bocor. Pipa harus terpasang rapat dan posisi grow bed harus stabil agar tidak roboh saat diisi media tanam. Dengan desain yang sesuai, lahan kecil tetap bisa dimanfaatkan secara maksimal tanpa membuat sistem menjadi rumit.
3. Menyiapkan Kolam Ikan yang Proporsional dan Aman
Kolam ikan merupakan pusat dari sistem akuaponik karena menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Untuk lahan 1 x 2 meter, kolam bisa menggunakan bak fiber, terpal rangka, atau box plastik besar dengan volume minimal 200–300 liter. Volume air yang cukup penting untuk menjaga kestabilan kualitas air dan mengurangi stres pada ikan.
Jenis ikan yang cocok antara lain lele, nila, patin, atau ikan mas yang tahan terhadap fluktuasi kondisi air. Jangan mengisi kolam terlalu padat karena dapat meningkatkan kadar amonia dan menurunkan kadar oksigen. Kepadatan ideal akan membantu sistem biologis bekerja lebih stabil dan mengurangi risiko kematian ikan.
Selain itu, kolam sebaiknya diberi penutup jaring atau paranet untuk mencegah daun, serangga, atau hewan lain masuk ke dalam air. Ini juga membantu mengurangi penguapan dan menjaga kebersihan air. Kolam yang terawat dengan baik akan menghasilkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
4. Menyiapkan Grow Bed dan Media Tanam yang Tepat
Grow bed adalah tempat tanaman tumbuh dan menyaring air dari kolam. Untuk lahan sempit, grow bed bisa dibuat dari talang, bak plastik, atau pipa PVC besar yang disusun di atas kolam. Posisi grow bed harus cukup tinggi agar air bisa kembali ke kolam dengan bantuan gravitasi.
Media tanam yang umum digunakan antara lain hidroton, kerikil halus, batu apung, atau arang sekam. Media ini berfungsi menopang tanaman sekaligus menjadi tempat hidup bakteri baik yang menguraikan limbah ikan menjadi nutrisi yang bisa diserap akar. Pastikan media dicuci bersih sebelum digunakan agar tidak membawa kotoran ke dalam sistem.
Pemilihan media tanam juga memengaruhi bobot sistem. Di lahan 1 x 2 meter, sebaiknya gunakan rangka yang kuat karena grow bed berisi air dan media bisa sangat berat. Penataan yang rapi dan kokoh akan memudahkan perawatan serta mengurangi risiko kerusakan struktur.
5. Memasang Pompa Air dan Sistem Sirkulasi yang Stabil
Pompa air berfungsi mengalirkan air dari kolam ke grow bed secara terus-menerus atau berkala. Untuk sistem kecil, pompa akuarium dengan daya rendah sudah cukup asalkan mampu mengalirkan air ke ketinggian grow bed. Pemilihan pompa yang tepat akan menentukan kelancaran siklus nutrisi dalam sistem.
Sistem sirkulasi bisa dibuat dengan aliran terus-menerus atau menggunakan timer untuk sistem pasang-surut. Pada sistem pasang-surut, air akan naik membanjiri media tanam lalu surut kembali ke kolam, sehingga akar tanaman mendapat oksigen lebih baik. Namun, sistem ini sedikit lebih kompleks dibanding aliran terus-menerus.
Pastikan semua sambungan pipa kuat dan tidak bocor. Kebocoran kecil bisa menyebabkan volume air kolam berkurang dan mengganggu keseimbangan sistem. Pemeriksaan rutin pada pompa dan pipa sangat penting agar akuaponik tetap berjalan stabil setiap hari.
6. Memilih Jenis Tanaman yang Cepat Tumbuh dan Adaptif
Tidak semua tanaman cocok untuk akuaponik, terutama di lahan kecil. Pilihlah sayuran daun yang cepat tumbuh dan tidak membutuhkan nutrisi terlalu berat, seperti kangkung, selada, bayam, sawi, dan pakcoy. Tanaman jenis ini relatif mudah beradaptasi dan cepat dipanen.
Tanaman buah seperti tomat atau cabai sebenarnya bisa ditanam, tetapi membutuhkan nutrisi lebih banyak dan waktu lebih lama. Untuk pemula, sebaiknya fokus dulu pada sayuran daun agar sistem cepat stabil dan hasil panen bisa segera dirasakan. Keberhasilan awal akan meningkatkan motivasi untuk mengembangkan sistem lebih lanjut.
Bibit bisa disemai terlebih dahulu di rockwool atau media semai lain sebelum dipindahkan ke grow bed. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan saat akar sudah cukup kuat agar tidak mudah stres. Dengan pemilihan tanaman yang tepat, sistem akuaponik di lahan sempit tetap bisa produktif.
7. Merawat Kualitas Air dan Keseimbangan Sistem Secara Rutin
Perawatan rutin adalah kunci keberhasilan akuaponik, terutama dalam menjaga kualitas air. Air yang terlalu keruh, berbau, atau berbusa menandakan adanya masalah dalam sistem. Pemeriksaan rutin terhadap warna air, perilaku ikan, dan kondisi akar tanaman sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Selain itu, pakan ikan harus diberikan secukupnya. Pakan berlebih akan meningkatkan limbah dan membuat kadar amonia naik, yang berbahaya bagi ikan dan tanaman. Lebih baik memberi pakan sedikit tetapi rutin, sambil mengamati apakah pakan habis dalam beberapa menit.
Jika perlu, lakukan penggantian sebagian air sekitar 10–20 persen setiap beberapa minggu untuk menjaga keseimbangan. Jangan mengganti seluruh air karena dapat mengganggu populasi bakteri baik. Dengan perawatan yang konsisten, sistem akuaponik di lahan 1 x 2 meter bisa tetap stabil dan produktif dalam jangka panjang.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Apakah lahan 1 x 2 meter benar-benar cukup untuk membuat sistem akuaponik?
Jawaban: Cukup, asalkan desain sistem dibuat vertikal atau bertingkat agar ruang bisa dimanfaatkan secara maksimal. Dengan penataan yang tepat, kolam ikan dan grow bed tanaman bisa disusun efisien tanpa memerlukan lahan tambahan.
2. Jenis ikan apa yang paling cocok untuk akuaponik di lahan sempit?
Jawaban: Ikan yang tahan terhadap perubahan kualitas air seperti lele, nila, patin, dan ikan mas sangat cocok untuk sistem kecil. Ikan-ikan ini juga mudah dipelihara dan cepat tumbuh, sehingga cocok untuk pemula.
3. Tanaman apa yang paling mudah tumbuh dalam sistem akuaponik?
Jawaban: Sayuran daun seperti kangkung, selada, bayam, sawi, dan pakcoy adalah pilihan terbaik untuk pemula karena cepat panen dan tidak membutuhkan nutrisi terlalu tinggi. Tanaman ini juga lebih toleran terhadap fluktuasi kondisi air.
4. Apakah akuaponik harus menggunakan listrik terus-menerus?
Jawaban: Sebagian besar sistem akuaponik membutuhkan pompa air yang bekerja terus atau berkala untuk sirkulasi. Namun, konsumsi listrik pompa relatif kecil. Jika ingin lebih hemat, bisa menggunakan timer atau pompa dengan daya rendah.
5. Berapa lama sampai bisa panen sayur dari sistem akuaponik?
Jawaban: Untuk sayuran daun, panen biasanya bisa dilakukan dalam waktu 3–5 minggu setelah tanam, tergantung jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Jika perawatan optimal, panen bisa dilakukan secara bertahap.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
