7 Cara Membersihkan Sarung dan Mukena yang Menghitam Tanpa Merusak Kain

3 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Sarung dan mukena merupakan perlengkapan ibadah yang sering digunakan, sehingga rentan mengalami masalah seperti menghitam akibat noda atau jamur. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelembapan berlebih atau metode penyimpanan yang kurang tepat, membuat tampilan kain menjadi kusam dan kurang higienis.

Banyak orang mungkin bingung bagaimana mengatasi masalah ini tanpa merusak serat atau warna kain kesayangan mereka. Padahal, ada berbagai cara efektif dan aman yang bisa diterapkan di rumah menggunakan bahan-bahan sederhana. Lantas bagaimana cara membersihkan sarung dan mukena yang menghitam tanpa merusak kain? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (29/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Menggunakan Cuka Putih untuk Noda Membandel

Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang sangat efektif dalam mengatasi masalah sarung dan mukena yang menghitam. Kandungan asam asetat di dalamnya memiliki kemampuan ampuh untuk menghilangkan jamur serta noda membandel yang menempel pada serat kain.

Untuk mengaplikasikannya, Anda cukup mencampurkan cuka putih dengan air dalam perbandingan 1:1. Setelah larutan tercampur rata, tuangkan langsung pada bagian kain yang bernoda atau berjamur. Kemudian, sikat area tersebut secara perlahan menggunakan sikat gigi bekas agar noda terangkat tanpa merusak kain.

Metode ini tidak hanya aman untuk kain berwarna karena tidak menyebabkan pudar, tetapi juga dapat membantu menghilangkan penumpukan deterjen berlebih yang seringkali menjadi penyebab kusamnya warna kain. Anda bisa menambahkan sekitar 118 mililiter cuka putih langsung ke drum mesin cuci saat mencuci.

2. Soda Kue untuk Melawan Jamur

Soda kue, atau baking soda, merupakan agen antijamur alami yang sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur penyebab noda hitam. Sifatnya yang lembut membuatnya aman digunakan pada berbagai jenis kain tanpa khawatir merusak serat.

Untuk membersihkan sarung dan mukena yang menghitam, Anda bisa membuat pasta dari campuran soda kue dan sedikit air. Oleskan pasta ini secara merata pada area yang berjamur atau bernoda hitam. Diamkan selama 15 hingga 20 menit agar soda kue bekerja maksimal dalam melawan jamur.

Setelah didiamkan, gosok area tersebut dengan lembut untuk mengangkat noda dan jamur. Kemudian, bilas dan cuci seperti biasa. Penggunaan soda kue ini tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menghilangkan bau apek yang sering menyertai jamur.

3. Jeruk Nipis dan Asam Sitrat

Kandungan asam sitrat dalam jeruk nipis atau asam sitrat bubuk adalah solusi alami lain yang ampuh untuk membunuh jamur dan menghilangkan noda hitam pada sarung dan mukena. Bahan ini bekerja dengan melarutkan serta mengangkat jamur yang menempel kuat pada serat kain.

Cara penggunaannya cukup sederhana: peras jeruk nipis dan teteskan air perasannya langsung ke bagian yang berjamur. Atau, campurkan 1-2 sendok makan asam sitrat bubuk dengan satu liter air hangat hingga larut sempurna.

Setelah itu, sikat perlahan area noda dengan sikat gigi bekas. Untuk noda yang lebih membandel, rendam sarung atau mukena dalam larutan asam sitrat selama sekitar satu jam atau bahkan seharian penuh dengan perasan jeruk nipis. Pastikan untuk membilasnya hingga bersih dan menjemur di bawah sinar matahari langsung.

4. Pencucian Manual dengan Deterjen Lembut dan Air Dingin

Mencuci sarung dan mukena secara manual menggunakan deterjen lembut dan air dingin adalah metode terbaik untuk menjaga kualitas serat kain dan mencegah pudar warna. Cara ini sangat disarankan terutama untuk kain yang tipis atau halus, memastikan keawetan perlengkapan ibadah Anda.

Hindari penggunaan air panas saat mencuci, karena air panas dapat merusak serat-serat kain dan mempercepat pemudaran warna. Air dingin justru membantu menjaga integritas kain dan warna tetap cerah lebih lama.

Cukup rendam sarung atau mukena dalam air dingin yang telah diberi sedikit deterjen, lalu gosok perlahan menggunakan tangan. Metode ini lebih efektif dalam membersihkan tanpa merusak tekstur kain, dibandingkan dengan mencuci menggunakan mesin cuci yang bisa terlalu agresif.

5. Buah Mengkudu untuk Noda Hitam

Siapa sangka, buah mengkudu yang dikenal kaya manfaat juga dapat menjadi solusi alami untuk menghilangkan bintik hitam atau jamur pada mukena. Kandungan alami dalam buah mengkudu dipercaya efektif untuk mengatasi noda membandel ini.

Untuk menggunakannya, Anda perlu mengupas buah mengkudu dan memerasnya untuk mendapatkan sarinya. Sari mengkudu inilah yang kemudian dapat diaplikasikan pada area mukena yang terdapat bintik hitam.

Gosokkan sari mengkudu secara perlahan pada noda, biarkan beberapa saat agar kandungannya bekerja, lalu bilas hingga bersih. Metode ini menawarkan alternatif alami yang ramah kain untuk membersihkan mukena kesayangan Anda.

6. Pemutih (Khusus Kain Putih)

Untuk mukena berwarna putih yang menghitam, pemutih dapat menjadi solusi yang sangat efektif untuk menghilangkan bintik hitam. Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan dalam konsentrasi yang tepat agar tidak merusak serat kain.

Ada dua cara yang bisa dilakukan: pertama, oleskan satu tetes pemutih langsung pada bintik hitam, diamkan 30 menit, lalu kucek dengan deterjen dan bilas. Kedua, rendam mukena putih dalam campuran pemutih dan air dengan perbandingan 1 sendok teh pemutih (5ml) untuk 1 gelas air (150 ml).

Biarkan mukena terendam selama 30 menit dalam larutan tersebut, kemudian cuci kembali dengan deterjen dan kucek hingga bersih. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan pemutih dan tidak mencampurnya dengan bahan lain yang dapat menimbulkan reaksi berbahaya.

7. Pentingnya Penjemuran dan Penyimpanan yang Tepat

Pencegahan adalah langkah paling krusial agar sarung dan mukena tidak menghitam. Salah satu kunci utamanya adalah penjemuran yang benar. Usahakan untuk selalu mengeringkan perlengkapan ibadah di bawah sinar matahari langsung, karena sinar UV dan panasnya efektif membunuh sisa jamur dan lumut.

Pastikan sarung dan mukena benar-benar kering sempurna sebelum dilipat dan disimpan. Kelembapan yang tersisa sedikit saja dapat menjadi pemicu utama pertumbuhan jamur kembali.

Selain penjemuran, penyimpanan yang tepat juga sangat penting. Hindari menyimpan sarung dan mukena dalam keadaan lembap atau kotor. Simpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mencegah kelembapan dan pertumbuhan jamur.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membersihkan Sarung dan Mukena yang Menghitam Tanpa Merusak Kain

1. Apa penyebab utama sarung dan mukena menghitam?

Jawaban: Sarung dan mukena menghitam umumnya disebabkan oleh pertumbuhan jamur atau noda membandel akibat kelembapan berlebih atau penyimpanan yang kurang tepat.

2. Bisakah cuka putih digunakan untuk membersihkan mukena berwarna tanpa merusak kain?

Jawaban: Ya, cuka putih aman digunakan untuk kain berwarna karena kandungan asam asetatnya efektif menghilangkan jamur dan noda tanpa merusak warna kain.

3. Bagaimana cara menggunakan soda kue untuk menghilangkan jamur pada mukena?

Jawaban: Buat pasta dari campuran soda kue dan air, oleskan pada area berjamur, diamkan 15-20 menit, lalu gosok lembut dan bilas bersih.

4. Mengapa penting menjemur sarung dan mukena di bawah sinar matahari langsung?

Jawaban: Sinar matahari langsung (UV dan panas) sangat efektif membunuh sisa jamur dan lumut, serta memastikan sarung dan mukena benar-benar kering sebelum disimpan.

5. Apakah pemutih aman untuk semua jenis mukena?

Jawaban: Pemutih sangat efektif untuk mukena putih, namun harus digunakan dengan hati-hati dan dalam konsentrasi yang tepat. Tidak disarankan untuk mukena berwarna karena dapat merusak warna.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |