5 Perbedaan Tanda Kehadiran Ular dan Tikus yang Bisa Dilihat dari Pagi Hari

2 months ago 46

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran hewan liar di dalam atau sekitar rumah, seperti ular dan tikus, dapat menimbulkan kekhawatiran serta potensi bahaya. Mengenali tanda-tanda keberadaan mereka sejak dini adalah langkah krusial untuk menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan hunian. Seringkali, petunjuk awal aktivitas hewan-hewan ini dapat ditemukan pada pagi hari setelah mereka beraktivitas di malam sebelumnya.

Membedakan antara jejak yang ditinggalkan ular dan tikus memerlukan pengamatan yang cermat terhadap berbagai indikator fisik. Mulai dari kotoran, jejak pergerakan, hingga kerusakan yang ditimbulkan, setiap detail memberikan petunjuk spesifik tentang jenis hewan yang mungkin bersembunyi. Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (20/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Kotoran (Feses) sebagai Indikator Utama

Kotoran merupakan salah satu petunjuk paling jelas untuk mengidentifikasi keberadaan ular dan tikus di pagi hari. Kotoran ular umumnya memiliki bentuk silinder atau menyerupai pelet, seringkali dengan ujung yang tumpul atau sedikit meruncing. Warnanya bervariasi dari hitam hingga cokelat gelap, dan kerap mengandung sisa-sisa mangsa yang tidak tercerna seperti tulang, bulu, atau sisik. Ukuran kotoran ular sangat beragam, bergantung pada ukuran dan jenis ular itu sendiri, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

Berbeda dengan ular, kotoran tikus biasanya berukuran kecil dan berbentuk seperti butiran beras atau pelet kecil. Sebagai contoh, kotoran tikus rumah (Mus musculus) berukuran sekitar 3-6 mm, sementara kotoran tikus atap (Rattus rattus) dan tikus got (Rattus norvegicus) lebih besar, sekitar 12-18 mm, dan seringkali berbentuk kapsul dengan ujung tumpul. Saat baru, kotoran tikus berwarna hitam gelap dan mengkilap, namun akan menjadi kusam dan abu-abu seiring berjalannya waktu.

Saat Anda memeriksa kotoran di pagi hari, perhatikan lokasi penemuannya. Kotoran ular seringkali ditemukan di dekat tempat persembunyiannya atau di jalur yang dilaluinya, dan jumlahnya mungkin tidak sebanyak kotoran tikus. Sebaliknya, kotoran tikus cenderung ditemukan dalam jumlah banyak di area aktivitas mereka, seperti dekat sumber makanan, di sepanjang dinding, atau di dalam lemari.

Kehadiran sisa-sisa mangsa dalam kotoran ular adalah ciri khas yang tidak akan ditemukan pada kotoran tikus. Selain itu, bau anyir atau amis yang khas dan cukup menyengat dapat menjadi indikasi keberadaan ular, terutama jika bau tersebut berbeda dari bau lingkungan rumah pada umumnya.

2. Jejak dan Jalur Pergerakan yang Berbeda

Jejak yang ditinggalkan oleh ular dan tikus di permukaan berdebu atau berlumpur dapat memberikan petunjuk penting mengenai aktivitas mereka. Ular bergerak dengan cara melata, meninggalkan jejak berliku-liku atau pola "S" di tanah yang lunak atau berdebu. Jejak ini tidak memiliki bekas kaki, melainkan pola sisik perut yang menyeret, dan lebarnya akan bervariasi tergantung pada ukuran ular.

Sementara itu, tikus meninggalkan jejak kaki kecil dengan empat jari di kaki depan dan lima jari di kaki belakang. Selain jejak kaki, tikus juga sering meninggalkan jejak ekor yang menyeret di antara jejak kaki mereka, terutama di permukaan yang berdebu. Jejak ini sering terlihat di sepanjang dinding, di bawah perabot, atau di area yang jarang dijamah.

Di pagi hari, periksa area yang jarang dilewati atau permukaan yang mungkin mengumpulkan debu, seperti di gudang, garasi, atau di bawah rumah. Jejak ular akan terlihat sebagai garis bergelombang tanpa jejak kaki, menunjukkan gerakan melata. Sebaliknya, jejak tikus akan menunjukkan pola jejak kaki kecil yang berulang, seringkali disertai dengan garis tipis dari ekor yang menyeret. Kehadiran jejak ini di pagi hari menunjukkan aktivitas hewan tersebut selama malam sebelumnya.

3. Kerusakan dan Tanda Gigitan yang Khas

Jenis kerusakan yang ditinggalkan oleh ular dan tikus sangat berbeda dan dapat menjadi indikator yang jelas. Ular tidak memiliki gigi depan yang digunakan untuk menggerogoti. Kerusakan yang disebabkan oleh ular biasanya tidak berupa gigitan pada benda mati, melainkan ular mungkin menjatuhkan atau memindahkan benda-benda kecil saat bergerak, atau meninggalkan bekas sisik pada permukaan yang kasar.

Tikus adalah hewan pengerat yang harus terus-menerus menggerogoti untuk menjaga gigi serinya tetap pendek. Tanda gigitan tikus dapat ditemukan pada berbagai material, termasuk kayu, plastik, kabel listrik, pipa, dan kemasan makanan. Tanda gigitan ini biasanya berupa dua alur paralel kecil yang berjarak sekitar 1-4 mm, tergantung pada ukuran tikus.

Di pagi hari, periksa area dapur, gudang, atau tempat penyimpanan makanan. Jika Anda menemukan kemasan makanan yang robek dengan bekas gigitan kecil, kabel listrik yang terkelupas, atau struktur kayu yang tergerogoti, ini adalah tanda kuat keberadaan tikus. Ular tidak akan menyebabkan kerusakan semacam ini. Sebaliknya, jika ada benda-benda kecil yang bergeser tanpa alasan jelas atau ada bekas goresan samar pada permukaan yang mungkin disebabkan oleh sisik, itu bisa menjadi indikasi ular.

4. Kulit Ular yang Mengelupas

Penemuan kulit ular yang mengelupas adalah tanda definitif keberadaan ular dan tidak akan pernah ditemukan jika hanya ada tikus. Ular secara berkala melepaskan lapisan luar kulitnya dalam proses yang disebut ekdisis atau molting. Kulit yang mengelupas ini biasanya ditemukan utuh, seperti kaus kaki yang terbalik, dan mempertahankan pola sisik ular. Panjang kulit yang ditemukan dapat memberikan perkiraan ukuran ular yang melepaskannya.

Kulit ular yang mengelupas sering ditemukan di area tersembunyi atau terlindung, seperti di bawah bebatuan, di balik semak-semak, di bawah tumpukan kayu, atau di sudut-sudut bangunan. Penemuan kulit ini di pagi hari menunjukkan bahwa ular telah berada di area tersebut dalam waktu dekat. Selain itu, jika populasi tikus di dalam atau sekitar rumah tiba-tiba berkurang drastis, ini bisa menjadi pertanda adanya ular di plafon, karena ular adalah predator alami tikus.

Jika Anda menemukan kulit ular yang utuh atau sebagian di pagi hari, ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa ada ular di sekitar. Tikus tidak melepaskan kulit dengan cara ini. Periksa area yang hangat, lembap, dan tersembunyi, karena ular cenderung mencari tempat seperti itu untuk proses molting. Kulit yang baru saja dilepaskan akan terlihat lebih segar dan mungkin masih sedikit lembap, sedangkan yang sudah lama akan kering dan rapuh.

5. Sarang dan Tempat Persembunyian Serta Indikator Lain

Meskipun keduanya mencari tempat berlindung, jenis sarang atau tempat persembunyian yang mereka gunakan sangat berbeda. Tikus membangun sarang dari bahan-bahan lunak yang mereka kumpulkan, seperti kertas robek, kain, serat tanaman, atau isolasi. Sarang tikus sering ditemukan di tempat-tempat tersembunyi dan hangat, seperti di dalam dinding, di loteng, di bawah lantai, di belakang peralatan rumah tangga, atau di dalam tumpukan barang-barang yang jarang dipindahkan.

Ular tidak membangun sarang dalam arti yang sama dengan tikus. Mereka cenderung menggunakan tempat persembunyian yang sudah ada, seperti lubang di tanah, celah di bebatuan, di bawah tumpukan kayu atau puing-puing, di antara akar pohon, atau di dalam rongga di bawah bangunan. Ular mencari tempat yang gelap, tenang, dan terlindung dari predator serta elemen cuaca. Selain itu, reaksi hewan peliharaan juga dapat menjadi indikator penting untuk membedakan keberadaan tikus dan ular, di mana anjing atau kucing seringkali menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap kedua hewan ini.

Di pagi hari, periksa area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian. Jika Anda menemukan tumpukan material lunak yang diatur rapi menjadi sarang, itu adalah tanda tikus. Sarang ini seringkali memiliki bau pesing yang khas dari urine mereka yang menyengat. Ular, di sisi lain, tidak akan membuat sarang seperti itu.

Sebaliknya, jika Anda menemukan lubang yang tidak biasa di tanah, celah yang mencurigakan di fondasi, atau tumpukan barang yang terlihat seperti tempat persembunyian alami, itu bisa menjadi indikasi keberadaan ular. Ular mungkin juga meninggalkan bau musky yang khas di tempat persembunyiannya.

Suara gerakan di malam hari juga bisa menjadi petunjuk penting. Suara tikus umumnya lincah dan ringan, seringkali terdengar seperti gesekan atau derap langkah cepat di plafon atau dinding. Sebaliknya, suara ular cenderung lebih berat dan berirama, seringkali berupa gesekan tubuh yang lambat atau desisan lembut dari area tersembunyi seperti plafon atau tumpukan kayu. Memahami perbedaan karakteristik suara ini sangat krusial untuk menentukan jenis hewan yang beraktivitas di sekitar Anda.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa tanda fisik lain yang membedakan keberadaan ular dan tikus?

Jawaban: Ular meninggalkan kulit terkelupas, sementara tikus meninggalkan bekas gigitan pada berbagai benda di rumah.

2. Bagaimana cara membedakan jejak ular dan tikus di permukaan berdebu?

Jawaban: Jejak ular berupa garis bergelombang atau pola liukan, sedangkan jejak tikus memiliki pola empat jari di kaki depan dan lima jari di kaki belakang.

3. Apa perbedaan suara gerakan ular dan tikus di malam hari?

Jawaban: Ular bergerak lambat dengan suara desisan atau gesekan lembut, sementara tikus bergerak cepat dengan suara menggaruk, mencakar, atau berlarian.

4. Bagaimana bentuk kotoran ular dan tikus yang dapat dibedakan?

Jawaban: Kotoran ular berbentuk silinder dengan ujung putih dan mungkin berisi sisa mangsa, sedangkan kotoran tikus kecil, lonjong, gelap, dan mirip butiran beras.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |