- Bagaimana cara merawat tanaman buah merambat di teras?
- Apakah dinding hijau dari tanaman merambat membutuhkan media tanam khusus?
- Bisakah tanaman merambat berbuah sepanjang tahun?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun buah di rumah, terutama di daerah beriklim tropis dengan intensitas matahari tinggi, kini bukan lagi sekadar impian. Banyak pilihan tanaman buah merambat tahan panas matahari. Pilihan ini sangat ideal bagi Anda yang memiliki lahan terbatas, seperti teras atau dinding rumah, namun tetap ingin menikmati kesegaran buah hasil panen sendiri.
Artikel ini akan mengulas tujuh jenis tanaman buah merambat yang dikenal tangguh menghadapi cuaca panas, menjadikannya solusi cerdas untuk mempercantik hunian sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Dengan pemilihan varietas yang tepat dan perawatan yang konsisten, tanaman-tanaman ini dapat menjadi peneduh alami yang produktif.
Dari anggur hingga kiwi, setiap tanaman memiliki karakteristik unik yang membuatnya cocok untuk dibudidayakan di lingkungan panas. Kunci keberhasilan terletak pada pemahaman akan kebutuhan spesifik masing-masing tanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga struktur penopang yang memadai. Berikut Liputan6 memberikan daftarnya untuk Anda, Selasa (14/2026).
1. Anggur (Vitis vinifera)
Anggur adalah tanaman buah merambat yang sudah sangat dikenal dan memiliki ketahanan luar biasa terhadap cuaca panas, asalkan mendapatkan penyiraman yang teratur. Tanaman ini dapat tumbuh subur di iklim tropis, bahkan di dataran rendah dengan suhu harian antara 25 hingga 35 derajat Celcius. Beberapa varietas anggur seperti Jupiter, Ninel, dan Transfigurasi sangat direkomendasikan untuk iklim Indonesia karena daya tahannya terhadap suhu tinggi dan kemampuannya beradaptasi.
Anggur dapat ditanam di tanah terbuka, pot besar, atau dengan metode hidroponik, namun selalu membutuhkan dukungan berupa rambatan atau teralis agar buah dapat tumbuh sempurna. Pemangkasan rutin sangat penting untuk menjaga bentuk tanaman dan meningkatkan produksi buah secara signifikan.
Penelitian hortikultura menunjukkan bahwa dengan pemilihan varietas yang sesuai dan teknik pemangkasan yang benar, anggur mampu berproduksi optimal di wilayah beriklim tropis. Varietas seperti Anggur Belgia, misalnya, tahan terhadap cuaca panas saat musim kemarau dan akarnya tahan terhadap kelebihan air saat musim hujan, serta dapat berbuah dua kali dalam setahun.
2. Markisa (Passiflora edulis)
Markisa merupakan tanaman buah tropis yang sangat cocok ditanam di daerah dengan intensitas matahari tinggi dan dikenal mudah tumbuh serta tidak membutuhkan perawatan rumit. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di tanah subur yang dikombinasikan dengan pupuk organik, dan juga bisa ditanam di pot dengan media campuran tanah, pasir, serta pupuk kompos.
Buah markisa kaya akan vitamin C, antioksidan, dan serat yang sangat baik untuk pencernaan, serta sering digunakan dalam minuman segar atau sebagai bahan tambahan kue. Tanaman ini menunjukkan ketahanan sedang terhadap perubahan suhu, mampu mentolerir suhu panas hingga 43°C. Di iklim hangat, markisa dapat berbuah dua hingga tiga kali per tahun.
Markisa tumbuh subur di lingkungan dengan kelembaban tinggi dan hidrasi yang konsisten, namun cukup tahan terhadap masa kering yang singkat. Penting untuk menyediakan air secara teratur, terutama selama periode berbuah, tetapi hindari genangan air yang berlebihan.
3. Buah Naga (Hylocereus spp.)
Buah naga adalah tanaman rambat yang termasuk dalam keluarga kaktus, sehingga sangat tahan terhadap kondisi kering dan cocok ditanam di wilayah dengan intensitas panas atau cahaya matahari yang maksimal. Tanaman ini membutuhkan tiang penyangga yang kokoh, seperti besi beton, karena batangnya lunak dan tidak dapat berdiri sendiri.
Buah naga dapat tumbuh subur di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir dan berbatu, dan tidak terlalu “rewel” dengan kebutuhan tanah sebagai media tanam. Lahan terbuka sangat bagus untuk menanam buah naga agar sinar matahari tercukupi, dan budidaya akan produktif di tanah dengan ketinggian 0-350 meter di atas permukaan laut.
Jika perawatannya tepat, buah naga bisa dipanen dalam waktu 8–12 bulan setelah penanaman. Tanaman buah merambat tahan panas matahari ini juga tergolong cepat berbuah, biasanya dalam waktu sekitar 1 hingga 1,5 tahun, sehingga sangat cocok untuk pemula.
4. Melon (Cucumis melo)
Melon adalah tanaman merambat yang populer karena buahnya yang manis dan menyegarkan, serta tahan terhadap panas dan sangat produktif jika dirawat dengan baik. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis media, baik di tanah langsung maupun di pot. Jika ditanam di pot, pastikan menggunakan media tanah yang gembur dan tambahkan pupuk kandang untuk nutrisi yang optimal.
Untuk penanaman di lahan sempit, melon mini dapat ditanam dalam pot dan diarahkan secara vertikal menggunakan sistem rambat. Teknik melilitkan dan mengikat sulur agar tidak patah, serta menjaga buah tetap tergantung aman, perlu diperhatikan secara cermat. Melon juga membutuhkan pupuk dan penyiraman yang tepat agar buah manis dan banyak.
Perawatan melon mini tidak terlalu sulit, asalkan kebutuhan air dan nutrisi terpenuhi, serta membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk menghasilkan buah berkualitas tinggi. Dengan penataan yang tepat, beberapa tanaman semangka mini (yang juga termasuk dalam famili Cucurbitaceae seperti melon) dapat ditanam dalam area 1x1 meter dengan hasil panen yang memuaskan.
5. Labu Siam (Sechium edule)
Labu siam adalah tanaman sayur merambat yang tahan terhadap cuaca panas dan membutuhkan sinar matahari yang cukup serta penyangga untuk tumbuh dengan baik. Tanaman ini tahan terhadap suhu tinggi dan dapat tumbuh subur selama musim kemarau dengan sedikit penyiraman, menjadikannya pilihan yang efisien air untuk kebun. Labu siam dapat tumbuh hingga sekitar 10 meter hanya dalam satu musim jika akarnya sudah dewasa.
Tanaman ini dapat berkembang baik pada dataran rendah sampai dataran tinggi, sekitar 0 – 1500 mdpl. Untuk budidaya, pilih buah labu yang sehat dan sudah tua, lalu letakkan miring di wadah berisi tanah di tempat yang hangat (27-29 °C) hingga tunas muncul. Setelah tunas tumbuh 5-7 cm dengan 3-4 pasang daun, anakan siap dipindahkan ke luar, sebaiknya pada akhir musim hujan.
Meskipun tahan panas, labu siam tidak tahan kekeringan, sehingga pada musim kemarau sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari. Siapkan turus atau ajir untuk menyangga sulur-sulurnya agar pertumbuhan optimal. Labu siam akan mulai berbuah setelah usia sekitar 4 bulan.
6. Pare (Momordica charantia)
Pare berasal dari daerah tropis dan membutuhkan suhu hangat antara 20 hingga 38 °C untuk pertumbuhan yang optimal. Tanaman ini tumbuh merambat dan batangnya tidak memiliki kayu, sehingga membutuhkan turus atau para-para sebagai penyangga yang kokoh. Pare dapat berkembang baik pada dataran rendah sampai dataran tinggi, sekitar 0 – 1500 mdpl.
Tanaman pare tidak tahan kekeringan, sehingga pada musim kemarau sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari untuk menjaga kelembaban tanah. Intensitas cahaya matahari yang cukup sangat penting bagi pertumbuhannya, dan metode para-para dapat membantu mengurangi kelembapan di sekitar tanaman, yang penting untuk mencegah penyakit jamur.
Buah pare dapat dipanen pada umur sekitar 55 hari setelah tanam dan dapat dilakukan berkali-kali untuk merangsang pertumbuhan buah baru. Buah pare tidak tahan lama, sehingga sebaiknya segera dipasarkan setelah panen untuk menjaga kesegarannya.
7. Kiwi (Actinidia spp.)
Meskipun kiwi umumnya berasal dari daerah beriklim sedang, beberapa jenis kiwi telah berhasil diadaptasi untuk tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia. Varietas seperti Kiwi Hayward (Actinidia deliciosa) dan Kiwi Bruno (Actinidia chinensis) cocok untuk iklim tropis, dengan Hayward memiliki daya tahan terhadap iklim hangat dan Bruno cenderung lebih tahan terhadap cuaca panas.
Tanaman kiwi tumbuh merambat seperti pohon anggur dan membutuhkan penopang yang kuat agar tidak ambruk atau patah karena berat buahnya. Tanaman ini dapat mencapai usia lebih dari 25 tahun jika dirawat dengan baik. Kiwi memerlukan paparan sinar matahari yang cukup, tetapi juga perlindungan dari angin kencang dan hujan berlebih.
Kiwi membutuhkan tanah yang subur dan bebas dari genangan air, serta penyiraman yang cukup, terutama saat berbuah untuk memastikan kualitas buah. Dalam dua tahun, tanaman kiwi sudah bisa dipanen. Penting untuk diketahui bahwa pohon kiwi dapat memberikan keteduhan dari panas musim panas, dan jika ingin berbuah, diperlukan tanaman jantan dan betina untuk penyerbukan yang baik.
People Also Ask
1. Bagaimana cara merawat tanaman buah merambat di teras?
Jawaban: Perawatan meliputi penyiraman rutin, pemangkasan untuk mengatur pertumbuhan, dan pemupukan sesuai kebutuhan. Pastikan tanaman mendapat cahaya matahari cukup.
2. Apakah dinding hijau dari tanaman merambat membutuhkan media tanam khusus?
Jawaban: Ya, media tanam harus gembur dan subur agar akar merambat dapat menempel dan tumbuh optimal. Pot atau rak vertikal sering digunakan untuk mempermudah perawatan.
3. Bisakah tanaman merambat berbuah sepanjang tahun?
Jawaban: Tergantung jenis tanaman dan iklim. Beberapa tanaman tropis seperti markisa dan pepaya bisa berbuah lebih sering jika mendapat perawatan optimal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560381/original/000989800_1776666963-Kebun_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532099/original/062116900_1773641958-Pohon_kelapa_hias.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233910/original/003030700_1748328506-Depositphotos_35450175_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3153865/original/001824700_1592288896-pexels-photo-1543793.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394680/original/014572200_1761638020-halaman_belakang_rumah_kecil_dengan_kebun_buah_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559920/original/052845400_1776653257-Pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559892/original/074616100_1776651874-Rumah_Minimalis_1_Lantai_Atap_Limas_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557117/original/077336800_1776318735-Gemini_Generated_Image_ver0bnver0bnver0.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559265/original/061823200_1776560783-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211238/original/029211800_1746532483-set-milk-bottles-glasses.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548567/original/014378300_1775544413-Gemini_Generated_Image_m5huggm5huggm5hu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555338/original/098806800_1776152708-Stroberi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553983/original/095395800_1776055943-anggur_berbuah_lebat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5247809/original/037558600_1749545540-medium-shot-anxious-woman-laying-bed-with-smartphone.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558011/original/018195200_1776402178-Rumah_Batu_Bata_Ekspos_dengan_Taman_Belakang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545360/original/060406300_1775185914-desa_minimalis_tanpa_pagar_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2764999/original/097153600_1553882280-POHON_DURIAN-Ridlo.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3599167/original/015337300_1633960857-WhatsApp_Image_2021-10-11_at_2.37.20_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440748/original/014555700_1765443605-Tanaman_Kangkung.jpg)