5 Cara Memanfaatkan Ampas Kopi untuk Tanaman agar Subur & Sehat

1 month ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Tidak banyak yang tahu bahwa ampas kopi bisa menjadi sahabat terbaik bagi para pecinta tanaman. Sisa bubuk hitam yang biasanya berakhir di tempat sampah ini sebenarnya mengandung nutrisi penting. Jika dimanfaatkan dengan tepat, ampas kopi mampu membantu tanaman tumbuh lebih subur.

Selain bernilai ekologis, penggunaan ampas kopi juga menekan biaya perawatan tanaman. Kita tidak perlu membeli pupuk mahal saat dapur sudah menyediakan bahan yang bisa dimanfaatkan. Hasilnya mungkin tidak instan, tetapi efek jangka panjangnya sangat terasa pada kesuburan media tanam.

Karena sifatnya yang organik dan mudah didapat, ampas kopi cocok untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman hias maupun tanaman buah. Namun ada teknik pemanfaatan yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan jamur atau busuk akar. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Rabu (14/1/2026).

1. Pupuk Organik

Ampas kopi merupakan sumber nitrogen alami yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan daun. Nutrisi ini membantu tanaman tampak lebih hijau dan segar.

  • Cukup campurkan ampas kopi yang sudah kering ke media tanam dengan perbandingan tipis.
  • Penggunaannya berkala setiap 2–3 minggu sekali agar tidak berlebihan.
  • Metode ini cocok untuk tanaman cabai, tomat, sayuran daun, hingga tanaman hias tropis seperti monstera dan philodendron.

2. Campuran Kompos

Ampas kopi membantu proses pengomposan menjadi lebih cepat dan berkualitas. Mikroorganisme penyusun kompos sangat menyukai kandungan nitrogen dari ampas kopi.

  • Cukup tambahkan ampas kopi basah atau kering ke tumpukan kompos bersama daun kering, sisa sayur, dan rumput.
  • Aduk sesekali agar kompos tidak anaerob dan tidak berbau.
  • Setelah matang, kompos akan bertekstur lembut, berwarna gelap, dan siap dipakai untuk menyuburkan tanaman di pot atau di kebun.

3. Media Pengusir Hama Alami

Siput, bekicot, dan beberapa serangga tanah tidak menyukai sifat asam dan tekstur granul dari ampas kopi. Ia bekerja sebagai penghalang alami tanpa bahan kimia.

  • Taburkan ampas kopi kering mengelilingi pangkal batang tanaman yang sering diserang hama tersebut.
  • Cara ini aman dan tidak merusak tanah.
  • Meski efektif, pastikan tidak menumpuk terlalu tebal agar tidak menyerap kelembapan berlebih yang bisa memicu jamur.

4. Penyubur Tanaman Asam

Beberapa tanaman menyukai tanah yang sedikit asam seperti blueberry, mawar, azalea, dan tomat. Ampas kopi bisa membantu menurunkan pH tanah secara alami.

  • Cukup campurkan ampas yang sudah dikeringkan ke media tanam dalam jumlah kecil.
  • Lakukan secara berkala sambil melihat respon tanaman.
  • Jika daun tampak segar dan pertumbuhan stabil, berarti asupan nutrisi dan pH sudah sesuai kebutuhan tanaman tersebut.

5. Meningkatkan Struktur Tanah

Ampas kopi yang telah terdegradasi akan memperbaiki tekstur tanah, terutama untuk tanah liat yang padat atau terlalu gembur. Ia berperan meningkatkan aerasi dan retensi air.

  • Untuk hasil optimal, campurkan ampas kopi ke tanah sebelum penanaman biji atau bibit. Tanah menjadi lebih mudah ditembus akar dan tidak cepat kering.
  • Metode ini juga membantu mikroba tanah berkembang dan menciptakan ekosistem media tanam yang sehat dan produktif.

People Also Ask

1. Apakah ampas kopi harus dikeringkan dulu?

Jawaban: Tidak wajib, tetapi lebih aman dikeringkan agar tidak cepat berjamur di media tanam.

2. Semua tanaman cocok diberi ampas kopi?

Jawaban: Tidak, hanya tanaman yang toleran atau menyukai tanah sedikit asam yang cocok.

3. Bolehkah ampas kopi langsung ditaburkan di atas tanah?

Jawaban: Boleh, tetapi tipis saja agar tidak menghambat sirkulasi udara dan menyerap air berlebih.

4. Berapa kali penggunaan ampas kopi untuk tanaman?

Jawaban: Sebaiknya setiap 2–4 minggu sekali secara tipis dan terukur.

5. Apakah ampas kopi bisa dicampur dengan pupuk lain?

Jawaban: Bisa, terutama dengan kompos atau pupuk kandang karena keduanya saling melengkapi nutrisi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |