2 Cara Membedakan Bibit Pepaya Jantan dan Betina Secara Tepat, Simak Penjelasannya

1 month ago 30

Liputan6.com, Jakarta - Pepaya merupakan salah satu tanaman buah tropis yang sangat populer di Indonesia. Tanaman ini relatif mudah dibudidayakan, cepat berbuah, dan memiliki nilai ekonomi tinggi baik untuk konsumsi rumah tangga maupun skala perkebunan. Namun, di balik kemudahannya, pepaya menyimpan satu tantangan penting bagi petani, yaitu persoalan jenis kelamin tanaman.

Tidak seperti banyak tanaman buah lain, pepaya memiliki sistem kelamin yang unik. Tanaman pepaya dapat memiliki bunga jantan, bunga betina, dan bunga sempurna (hermafrodit). Perbedaan ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas buah yang dihasilkan, sehingga pemahaman mengenai jenis kelamin pepaya menjadi hal krusial sejak awal penanaman.

Oleh karena itu, mengetahui cara membedakan bibit pepaya jantan dan betina menjadi pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh petani, pekebun rumahan, maupun pelaku agribisnis. Liputan6.com akan mengulas secara lengkap metode konvensional hingga pendekatan ilmiah dalam membedakan bibit pepaya jantan dan betina berdasarkan rujukan laman perkebunan, buku, serta jurnal ilmiah, Selasa (20/1/2026).

Mengenal Sistem Kelamin pada Tanaman Pepaya

Pepaya (Carica papaya L.) termasuk tanaman trioecious, artinya dalam satu spesies terdapat tiga tipe kelamin bunga, yaitu jantan, betina, dan hermafrodit. Kondisi ini telah banyak dibahas dalam literatur ilmiah karena sangat memengaruhi strategi budidaya dan hasil panen .

Secara genetik, pepaya jantan memiliki kromosom XY, pepaya betina XX, dan pepaya hermafrodit XYh. Tanaman jantan umumnya tidak menghasilkan buah bernilai ekonomi, sementara tanaman betina dan hermafrodit dapat menghasilkan buah, dengan hermafrodit lebih disukai pasar karena bentuk buahnya lonjong dan dagingnya tebal.

Masalahnya, pada fase bibit atau vegetatif awal, jenis kelamin pepaya tidak dapat dikenali secara kasat mata. Petani biasanya baru mengetahui jenis kelamin tanaman setelah memasuki fase berbunga, yaitu sekitar 3–6 bulan setelah tanam.

Cara Membedakan Bibit Pepaya Jantan dan Betina Secara Konvensional

1. Identifikasi Berdasarkan Bunga

Metode paling umum dan paling banyak digunakan petani adalah pengamatan bunga. Cara ini juga dijelaskan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Medan Area dalam publikasinya.

Pepaya jantanBunga jantan tumbuh pada tangkai panjang (malai), menggantung, dan jumlah bunganya banyak. Putik pada bunga jantan sangat kecil atau tidak berkembang, sehingga tidak mampu menghasilkan buah. Karena itu, tanaman pepaya jantan sering dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi.Pepaya betinaBunga betina biasanya muncul di ketiak daun, dekat batang utama, dengan tangkai pendek. Bunganya memiliki putik besar dan bakal buah yang jelas. Keberhasilan pembuahan bunga betina bergantung pada serbuk sari dari tanaman jantan atau hermafrodit. Hasil pembuahan umumnya menghasilkan buah bulat dengan daging tebal.Metode ini sederhana, tetapi memiliki kelemahan karena petani harus menunggu tanaman berbunga terlebih dahulu.

2. Mengamati Pola Pertumbuhan Tanaman (Pendekatan Empiris)

Beberapa petani berpengalaman mengklaim dapat menebak jenis kelamin pepaya dari vigor tanaman, ketebalan batang, atau sudut daun. Namun, menurut literatur agronomi, cara ini tidak dapat dijadikan acuan ilmiah karena sangat dipengaruhi lingkungan, nutrisi, dan varietas (Campostrini et al., 2018).

Dengan kata lain, pendekatan ini bersifat spekulatif dan tidak direkomendasikan sebagai metode utama dalam cara membedakan bibit pepaya jantan dan betina.

Cara Membedakan Bibit Pepaya Jantan dan Betina Secara Ilmiah

1. Analisis Genetik dan Penentuan Kromosom

Penelitian modern menunjukkan bahwa jenis kelamin pepaya ditentukan oleh kromosom seks dan wilayah penentu kelamin (sex-determining region/SDR). Kajian dalam jurnal Plant Science menjelaskan bahwa perbedaan genetik inilah yang mendasari munculnya bunga jantan, betina, atau hermafrodit pada pepaya .

Namun, analisis kromosom secara langsung membutuhkan fasilitas laboratorium sitogenetik yang kompleks dan tidak praktis untuk petani.

2. Penggunaan Penanda Molekuler (Molecular Markers)

Pendekatan paling akurat saat ini adalah penggunaan penanda molekuler berbasis DNA, seperti RAPD, AFLP, SCAR, dan SSR. Metode ini memungkinkan identifikasi jenis kelamin pepaya sejak fase bibit, bahkan sebelum ditanam di lahan.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa penanda molekuler tertentu dapat membedakan bibit jantan, betina, dan hermafrodit hanya dari sampel daun muda. Metode ini terbukti menghemat waktu, biaya tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi budidaya pepaya komersial (Deputy et al., 2002; Urasaki et al., 2012).

Meski sangat akurat, metode ini masih terbatas pada skala penelitian, pembibitan besar, atau perkebunan modern karena memerlukan peralatan PCR dan tenaga terlatih.

Buku-buku budidaya pepaya klasik menyebutkan bahwa, hingga saat ini, pengamatan bunga tetap menjadi metode paling realistis bagi petani kecil dan pekebun rumahan (Jiménez et al., 2014). Oleh karena itu, strategi umum yang dilakukan adalah menanam 2–3 bibit per lubang, lalu melakukan seleksi setelah tanaman berbunga.

Strategi Praktis Menghadapi Ketidakpastian Jenis Kelamin

Karena sulitnya menentukan jenis kelamin di fase awal, banyak petani menerapkan strategi penanaman ganda. Tanaman jantan yang terlanjur tumbuh biasanya disisakan satu saja sebagai sumber serbuk sari, sementara sisanya ditebang agar tidak menghabiskan nutrisi lahan.

Pendekatan ini sejalan dengan praktik budidaya pepaya yang direkomendasikan dalam berbagai literatur agronomi tropis.

FAQ Seputar Pepaya

1. Apakah pepaya jantan bisa berbuah?

Pada kondisi normal, pepaya jantan tidak menghasilkan buah yang bernilai ekonomi.

2. Mana yang lebih bagus, pepaya betina atau hermafrodit?

Pepaya hermafrodit lebih disukai karena bentuk buah lonjong dan dagingnya lebih tebal.

3. Kapan jenis kelamin pepaya bisa diketahui?

Umumnya saat tanaman mulai berbunga, sekitar umur 3–6 bulan.

4. Apakah lingkungan memengaruhi jenis kelamin pepaya?

Lingkungan dapat memengaruhi ekspresi bunga, tetapi jenis kelamin dasarnya ditentukan secara genetik.

5. Apakah ada bibit pepaya yang dijamin betina atau hermafrodit?

Ada, tetapi biasanya berasal dari pembibitan khusus dengan teknologi penanda molekuler.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |