10 Jenis Pohon yang Bunganya Bisa Dikonsumsi, Bahan Pangan Sehat dari Halaman

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Jenis pohon yang bunganya bisa dikonsumsi kini semakin diminati, tidak hanya karena keindahan visualnya tetapi juga karena kandungan nutrisi dan cita rasa unik yang ditawarkannya dalam dunia kuliner. Mengonsumsi bunga dari pepohonan merupakan tradisi lama yang kembali populer sebagai tren edible flowers untuk gaya hidup sehat. Artikel ini akan meriset berbagai jenis pohon yang memiliki bunga aman konsumsi serta cara tepat mengolahnya agar manfaatnya optimal.

Tren menanam tanaman yang bisa dimakan di halaman rumah memberikan keuntungan ganda: mempercantik hunian sekaligus menyediakan bahan pangan organik yang segar. Dengan memahami teknik budidaya dan pengolahan yang benar, Anda dapat menyulap bunga-bunga cantik menjadi hidangan lezat, mulai dari tumisan tradisional hingga hiasan hidangan modern. Mari kita telusuri lebih dalam berbagai pilihan vegetasi yang bisa memperkaya menu harian Anda.

1. Pohon Turi (Sesbania grandiflora)

Jenis pohon yang bunganya bisa dikonsumsi ini adalah pohon berkayu lunak yang tumbuh tegak lurus dengan tajuk yang tidak terlalu lebar. Turi sangat populer di kawasan pedesaan sebagai pohon pembatas sawah yang menghasilkan bunga cantik berbentuk kupu-kupu dalam jumlah banyak.

Pengolahan: Bunga turi putih maupun merah sering diolah menjadi pecel atau tumisan; kuncupnya memiliki tekstur renyah setelah direbus singkat.

Menanam di Rumah: Tanam di area terbuka yang terkena sinar matahari penuh; pohon ini sangat cepat tumbuh dari biji dan akan mulai berbunga dalam waktu kurang dari satu tahun.

2. Pohon Kelor (Moringa oleifera)

Kelor adalah pohon berkayu dengan batang tunggal yang kulit kayunya berwarna abu-abu dan teksturnya cukup rapuh. Bunga kelor muncul dalam malai kecil berwarna putih krem yang menebarkan aroma harum lembut, terutama pada sore hari.

Pengolahan: Bunganya bisa dimasak bersama sayur bening atau dikeringkan untuk dijadikan teh herbal yang kaya akan asam amino dan antioksidan.

Menanam di Rumah: Sangat mudah dibudidayakan melalui stek batang besar; kelor adalah pohon yang sangat tahan kekeringan dan tidak membutuhkan banyak pemupukan kimia.

3. Pohon Pepaya (Carica papaya)

Meskipun batangnya berongga, pepaya dikategorikan sebagai jenis pohon yang bunganya bisa dikonsumsi dengan struktur batang tunggal yang tinggi. Bunga pepaya jantan yang tumbuh menggantung adalah komoditas kuliner yang bernilai tinggi di pasar tradisional.

Pengolahan: Bunga pepaya jantan memiliki rasa pahit yang khas; biasanya direbus dengan daun jambu biji untuk menetralkan rasa pahit sebelum ditumis pedas.

Menanam di Rumah: Memerlukan tanah gembur dengan sistem drainase yang baik agar akar tidak membusuk; pohon ini sangat produktif mengeluarkan bunga jika terpapar cahaya matahari sepanjang hari.

4. Pohon Kamboja (Plumeria)

Kamboja adalah pohon berkayu yang memiliki getah putih dan batang yang sangat kuat terhadap cuaca ekstrem. Bunganya yang tebal dan harum tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga dapat dikonsumsi sebagai camilan tradisional di beberapa daerah.

Pengolahan: Di Bali, kelopak bunga kamboja yang sudah bersih sering dilapisi adonan tepung dan digoreng menjadi keripik bunga yang renyah dan aromatik.

Menanam di Rumah: Pohon ini sangat minim perawatan; cukup tanam batang hasil stek di lahan terbuka, dan pohon akan berbunga lebat meski jarang disiram.

5. Pohon Flamboyan (Delonix regia)

Dikenal sebagai salah satu jenis pohon yang bunganya bisa dikonsumsi, flamboyan memiliki batang kayu keras yang lebar dan tajuk menyerupai payung. Bunganya yang merah menyala memiliki rasa yang sedikit asam dan segar, mirip dengan rasa jeruk tipis.

Pengolahan: Kelopak bunganya yang lebar sering digunakan sebagai campuran salad segar atau hiasan hidangan (edible garnish) yang menambah estetika piring saji.

Menanam di Rumah: Membutuhkan lahan yang sangat luas karena sistem perakarannya yang kuat dan tajuknya yang masif; pohon ini biasanya ditanam sebagai peneduh utama di taman.

6. Pohon Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)

Sebagai jenis pohon yang bunganya bisa dikonsumsi, belimbing wuluh menghasilkan bunga kecil berwarna merah keunguan yang tumbuh langsung dari batang utamanya. Bunga ini memiliki rasa asam yang sangat kuat namun menyegarkan.

Pengolahan: Bunga belimbing wuluh sangat populer digunakan sebagai campuran sambal atau diolah menjadi sirup obat batuk alami karena kandungan zat aktifnya.

Menanam di Rumah: Pohon ini tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas dan bisa tumbuh subur di tempat yang agak teduh, menjadikannya ideal untuk pekarangan rumah minimalis.

7. Pohon Kenanga (Cananga odorata)

Kenanga adalah pohon berkayu besar yang tumbuh menjulang tinggi dengan bunga berwarna hijau kekuningan yang aromanya sangat kuat. Pohon ini merupakan tanaman asli Indonesia yang bunganya sudah lama digunakan dalam industri pangan.

Pengolahan: Bunga kenanga kering sering diseduh bersama teh untuk memberikan efek relaksasi yang luar biasa dan aroma wangi yang tahan lama di tenggorokan.

Menanam di Rumah: Karena pohonnya bisa sangat tinggi, sangat disarankan melakukan teknik pemangkasan pucuk agar pohon tumbuh melebar dan bunga lebih mudah dijangkau.

8. Pohon Cengkeh (Syzygium aromaticum)

Cengkeh adalah pohon kayu keras yang bagian "rempahnya" sebenarnya adalah kuncup bunga yang belum mekar. Pohon ini memiliki umur yang sangat panjang dan menjadi salah satu komoditas pohon berbunga paling berharga di dunia.

Pengolahan: Kuncup bunga dikeringkan hingga berwarna cokelat gelap untuk bumbu masakan, bahan minuman hangat, atau diolah menjadi minyak atsiri yang kaya manfaat kesehatan.

Menanam di Rumah: Membutuhkan lingkungan dengan kelembapan tinggi dan tanah yang subur; pohon ini tumbuh lambat pada tahun-tahun awal namun sangat produktif setelah dewasa.

9. Pohon Kayu Manis (Cinnamomum verum)

Meskipun kulit kayunya yang lebih terkenal, pohon kayu manis juga menghasilkan bunga kecil yang aman dikonsumsi. Bunga-bunga ini membawa aroma rempah yang halus dan memberikan rasa manis yang unik.

Pengolahan: Bunga segar atau kering dari pohon kayu manis dapat digunakan sebagai penambah aroma dalam masakan daging atau diseduh menjadi teh rempah yang menghangatkan tubuh.

Menanam di Rumah: Tumbuh baik di dataran tinggi; pohon ini memerlukan perawatan intensif pada sistem drainase tanah agar akar kayu kerasnya tidak membusuk.

10. Pohon Asam Jawa (Tamarindus indica)

Pohon asam memiliki kayu yang sangat keras dan umur yang sangat panjang. Bunga asam yang kecil berwarna kuning dengan garis merah memiliki rasa asam segar yang sangat khas, mirip dengan rasa buahnya namun lebih lembut.

Pengolahan: Bunga asam jawa sering digunakan dalam masakan tradisional untuk memberikan rasa asam alami pada sup ikan atau dicampurkan ke dalam sambal mentah.

Menanam di Rumah: Pohon ini sangat tangguh dan bisa menjadi pohon peneduh yang sangat baik untuk jangka panjang, namun memerlukan lahan yang cukup luas karena ukurannya yang besar.

FAQ (Pertanyaan dan Jawaban)

Apakah semua bunga dari pohon aman dimakan?

Tidak, pastikan Anda hanya memilih bunga yang sudah teridentifikasi sebagai edible flower atau jenis pohon yang bunganya bisa dikonsumsi untuk menghindari keracunan.

Bagaimana cara mencuci bunga sebelum dimakan?

Rendam bunga dalam air dingin yang dicampur sedikit garam untuk mengeluarkan serangga kecil, lalu tiriskan perlahan agar kelopak tidak rusak.

Apakah penderita asma boleh makan bunga?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter, karena serbuk sari pada beberapa jenis bunga dapat memicu reaksi alergi atau sesak napas.

Bagian bunga mana yang paling enak dikonsumsi?

Umumnya bagian kelopak (petal) adalah yang paling enak; hindari bagian dasar bunga yang keras atau benang sari yang terkadang terasa pahit.

Bunga apa yang paling bagus untuk pewarna makanan alami?

Bunga telang untuk warna biru/ungu dan bunga rosella untuk warna merah cerah adalah pilihan terbaik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |