Liputan6.com, Jakarta - Konsep menanam kembali sisa sayuran dari dapur atau 'regrow', menjadi solusi cerdas dan berkelanjutan untuk kebutuhan bumbu harian. Dengan menerapkan trik menanam daun bawang dari bonggol, Anda dapat menikmati hasil panen organik tanpa perlu sering berbelanja.
Aktivitas berkebun mini ini tidak hanya menghemat biaya pengeluaran rumah tangga, tetapi juga mengurangi limbah dapur secara signifikan. Metode ini sangat cocok untuk masyarakat perkotaan atau siapa saja yang memiliki lahan terbatas di rumah.
Trik menanam daun bawang dari bonggol memungkinkan Anda memiliki bumbu dapur esensial yang selalu tersedia. Daun bawang sendiri adalah salah satu sayuran yang paling mudah ditanam kembali dari sisa dapur dan dapat tumbuh dengan cepat. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (19/12/2025).
Memilih dan Mempersiapkan Bonggol Daun Bawang yang Tepat
Langkah pertama dalam menerapkan trik menanam daun bawang dari bonggol adalah memilih bonggol yang tepat dan mempersiapkannya dengan cermat. Pilihlah bagian akar atau bonggol daun bawang yang masih utuh dan segar setelah digunakan untuk memasak. Pastikan bonggol tersebut memiliki akar yang masih menempel dengan baik.
Potong bagian atas daun bawang, sisakan sekitar 2-3 cm batang di atas akar. Beberapa sumber menyarankan menyisakan sekitar 4-5 cm bagian putih dengan akar utuh untuk hasil yang lebih optimal. Semakin panjang akarnya, semakin baik potensi pertumbuhannya nanti.
Setelah dipotong, bersihkan akar dari sisa-sisa tanah jika ada. Jika Anda berencana menanamnya di media air, membersihkan akar akan mencegah air cepat keruh dan menghindari munculnya cacing kecil yang tidak diinginkan.
Trik Menanam Daun Bawang di Media Air
Menanam daun bawang di air adalah metode yang sangat mudah dan populer, terutama bagi pemula atau yang memiliki lahan terbatas, berikut langkahnya:
- Siapkan wadah bening seperti gelas atau toples sempit, lalu isi dengan air bersih.
- Pastikan air hanya menutupi bagian akar bonggol, sementara bagian atas batang tetap di atas permukaan air untuk mencegah pembusukan.
- Tempatkan wadah di lokasi yang mendapatkan sinar matahari tidak langsung atau di dekat jendela yang terang.
- Sinar matahari yang cukup penting untuk pertumbuhan, idealnya 6-8 jam sehari agar tanaman dapat berfotosintesis dengan baik.
- Gantilah air setiap 1-2 hari sekali untuk menjaga kebersihan dan mencegah pembusukan atau bau tidak sedap.
Dalam beberapa hari, tunas baru akan mulai muncul dari tengah batang dan akar akan tumbuh lebih panjang, menandakan kesiapan untuk panen atau pindah tanam.
Langkah Mudah Menanam Daun Bawang di Media Tanah
Setelah tunas baru muncul dan akar tumbuh lebih panjang di air, tanaman siap dipindahkan ke media tanam seperti pot kecil berisi campuran tanah. Media tanam yang baik adalah tanah gembur, subur, dan memiliki drainase baik, bisa berupa campuran tanah, kompos, dan sedikit sekam.
Tanam bonggol sedalam 3-4 cm, sisakan sedikit bagian atasnya muncul ke permukaan, lalu siram perlahan. Pastikan pot atau wadah memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tidak busuk, yang bisa merusak tanaman.
Tempatkan pot di area yang mendapatkan sinar matahari cukup, sekitar 4-6 jam per hari agar tanaman dapat berfotosintesis dengan baik. Siram secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah, tetapi hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan busuk akar dan kematian tanaman.
Perawatan Optimal dan Cara Panen Daun Bawang Berulang
Perawatan daun bawang membutuhkan perhatian pada kondisi tanah, air, dan pemangkasan yang rutin agar tanaman tetap sehat dan produktif. Penyiraman harus dilakukan secara teratur tetapi tidak berlebihan, cukup menjaga tanah tetap lembap. Lakukan penyiraman setiap pagi selama musim kemarau, dan kurangi frekuensi saat musim hujan.
Berikan pupuk organik atau NPK setiap 2-3 minggu sekali, terutama pupuk nitrogen tinggi, agar daun tumbuh hijau dan segar. Daun yang rusak atau menguning sebaiknya dipangkas agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan tidak menghambat tunas baru.
Daun bawang dapat dipanen mulai umur 30-40 hari setelah tanam. Panen dilakukan dengan memotong daun menggunakan pisau atau gunting tajam, meninggalkan akar agar tanaman dapat tumbuh kembali. Dengan menanam secara bertahap, Anda bisa menikmati panen daun bawang segar setiap minggu secara berkelanjutan.
FAQ
- Apa itu trik menanam daun bawang dari bonggol? Trik menanam daun bawang dari bonggol adalah metode menumbuhkan kembali daun bawang dari sisa akarnya yang biasanya dibuang setelah digunakan.
- Berapa lama daun bawang bisa tumbuh kembali dari bonggol? Daun bawang dapat mulai tumbuh tunas baru dalam beberapa hari dan siap dipanen dalam beberapa minggu.
- Apakah semua jenis daun bawang bisa ditanam dari bonggol? Ya, sebagian besar jenis daun bawang dapat ditanam kembali dari bonggolnya dengan metode ini.
- Media apa saja yang bisa digunakan untuk menanam daun bawang dari bonggol? Daun bawang dari bonggol bisa ditanam di media air atau media tanah, tergantung preferensi Anda.
- Bagaimana cara memilih bonggol daun bawang yang baik untuk ditanam? Pilih bonggol yang masih utuh, segar, dan memiliki akar yang jelas untuk hasil terbaik.
- Seberapa sering air harus diganti jika menanam di media air? Air harus diganti setiap 1-2 hari sekali untuk mencegah pembusukan dan menjaga kebersihan.
- Apakah daun bawang yang ditanam dari bonggol bisa dipanen berulang kali? Ya, daun bawang dapat dipanen berulang kali dengan memotong bagian atasnya dan menyisakan akarnya agar tumbuh kembali.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507857/original/034935200_1771556198-Gunakan_Gelombang_Ultrasonik__Si_Suara_Pengusir_Tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)