Senat Australia Dukung Regulasi Kripto

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Komite Senat Australia telah mengeluarkan laporan mengenai kerangka kerja regulasi aset digital yang diusulkan pemerintah. Laporan itu mendukung undang-undang yang akan membawa platform kripto dan layanan kustodian di bawah layanan keuangan Australia.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (16/3/2026), Komite Legislasi Ekonomi Senat atau the Senate Economics Legislation Committee mengatakan, RUU itu merupakan langkah menuju modernisasi pengawasan aset digital, industri yang menurut pembuat undang-undang berkembang pesat tetapi masih diatur secara tidak merata.

Langkah ini didasarkan pada langkah-langkah sebelumnya oleh regulator Australia, termasuk pendaftaran AUSTRAC wajib untuk bursa kripto dan konsultasi Departemen Keuangan yang bertujuan membawa platform aset digital ke dalam kerangka kerja  layanan keuangan negara itu.

RUU Amandemen Korporasi (Kerangka Kerja Aset Digital) 2025 yang diusulkan dan diterbitkan pada Minggu lalu akan mengubah undang-undang (UU) korporasi dan UU ASIC untuk menciptakan rezim perizinan dan kepatuhan bagi bisnis yang memegang atau mengelola token digital atas nama klien.

Dalam kerangka kerja tersebut, operator platform aset digital dan layanan penyimpanan aset berbasis token biasanya perlu memiliki Lisensi Layanan Keuangan Australia, mematuhi standar pengamanan aset, dan memenuhi persyaratan pengungkapan saat menerima klien ritel.

Para pembuat undang-undang mengatakan perubahan tersebut dimaksudkan untuk menutup celah regulasi yang saat ini memungkinkan bisnis untuk menyimpan sejumlah besar aset digital klien tanpa perlindungan yang diperlukan dalam keuangan tradisional.

Undang-undang tersebut mendefinisikan konsep inti seperti "token digital," "platform aset digital," dan "platform kustodian tokenisasi," yang bertujuan untuk membawa perantara yang berurusan dengan aset pelanggan di bawah hukum layanan keuangan yang ada daripada mengatur teknologi blockchain itu sendiri.

Jika diberlakukan, aturan tersebut akan mencakup masa transisi enam bulan untuk penyedia yang belum memiliki Lisensi Layanan Keuangan Australia.

Direspons Baik

Kelompok industri secara umum menyambut baik langkah menuju kejelasan regulasi. CEO OKX Australia, Kate Cooper mengatakan, kepada Decrypt, aturan yang lebih jelas dapat membantu meningkatkan keuntungan ekonomi.

“Kejelasan legislatif dapat menjadi fondasi bagi peningkatan signifikan standar produktivitas Australia,” kata Cooper, mengutip penelitian dari Digital Finance Cooperative Research Centre dan Digital Economy Council of Australia.

Riset itu juga memperkirakan inovasi keuangan digital dapat menambah hingga USD 24 miliar per tahun, atau sekitar 1% dari PDB, bagi perekonomian.

Ia menambahkan, platform aset digital mendukung perlindungan yang lebih kuat terkait bagaimana aset pelanggan disimpan sekaligus memungkinkan bisnis Australia untuk mengakses teknologi blockchain global dalam kerangka kerja yang diatur.

Rancangan undang-undang ini sekarang akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya dalam proses parlemen karena para pembuat undang-undang mempertimbangkan pengesahan akhir kerangka kerja peraturan komprehensif pertama Australia untuk platform aset digital.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Polisi Australia Berhasil Buka Dompet Kripto Rp 97 Miliar dari Kasus Kejahatan Terorganisir

Sebelumnya, Kepolisian Australia berhasil membobol dompet kripto senilai hampir 9 juta dolar Australia atau sekitar Rp 97 miliar (estimasi kurs Rp 10.883 per dolar Australia) menggunakan teknik forensik digital mutakhir.

Keberhasilan ini menjadi bukti meningkatnya kemampuan penegak hukum dalam menangani kejahatan siber dan aset digital di tengah pengawasan ketat terhadap industri kripto.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (3/11/2025), dalam laporan, terobosan ini terjadi saat Australian Federal Police (AFP) melakukan penyelidikan terhadap seorang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan terorganisir.

Saat memeriksa ponsel pelaku, petugas menemukan catatan yang dilindungi kata sandi, berisi petunjuk menuju dompet kripto yang disembunyikan.

Komisioner AFP Krissy Barrett menyebut keberhasilan timnya sebagai “kerja ajaib”, berkat bantuan seorang spesialis forensik digital yang dijuluki “crypto safe cracker”.

Pola Berhasil Ditebak

Tersangka diketahui enggan mengungkap kata kunci (seed phrase) dompet kripto miliknya, padahal di Australia, menolak memberikan akses tersebut bisa dikenai hukuman hingga 10 tahun penjara.

Namun berkat kejelian tim forensik, polisi menemukan gambar berisi deretan angka dan kata acak yang ternyata merupakan kode tersembunyi dari seed phrase. Seorang ilmuwan data AFP berhasil menebak pola bahwa pelaku berusaha menyamarkan frasa itu dengan cara mengubah urutan angka.

Setelah menganalisis lebih dari 50 kombinasi, tim akhirnya berhasil mengembalikan 24 kata kunci asli dan membuka akses ke aset digital bernilai miliaran rupiah tersebut.

Keberhasilan ini disebut sebagai salah satu momen forensik paling menakjubkan dalam sejarah kepolisian Australia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |