Liputan6.com, Jakarta - Kucing liar yang kerap buang kotoran sembarangan di pekarangan rumah seringkali menjadi masalah yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan. Perilaku ini tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi menyebarkan penyakit jika tidak segera ditangani.
Mengatasi masalah ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari memanfaatkan indra penciuman kucing yang sensitif hingga membuat area pekarangan menjadi tidak nyaman bagi mereka.
Liputan6 akan mengulas tuntas berbagai strategi dan tips praktis mengenai cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan. Simak ulasna lengkapnya sebagai berikut, Rabu (17/12/2025).
1. Aroma yang Tidak Disukai Kucing
Kucing memiliki indra penciuman yang sangat tajam, sehingga aroma tertentu dapat menjadi cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan tanpa menyakiti mereka. Beberapa aroma yang sangat tidak disukai kucing antara lain cuka, kulit jeruk atau lemon, serta minyak esensial peppermint atau lavender.
1. Aroma Sitrus
Aroma sitrus dari jeruk, lemon, atau jeruk nipis sangat dibenci kucing karena mengandung senyawa tirkaboksilat organik atau asam sitrat. Anda dapat menaburkan kulit jeruk atau lemon kering, atau meletakkan potongan buah sitrus di area yang sering dikunjungi kucing. Larutan perasan buah sitrus atau minyak esensial sitrus yang diencerkan juga bisa disemprotkan untuk menciptakan penghalang bau.
2. Cuka
Cuka juga merupakan pengusir alami yang efektif karena baunya yang menyengat. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, lalu semprotkan di area pekarangan yang bermasalah. Bau cuka dapat bertahan lama, namun perlu hati-hati karena penggunaan berlebihan bisa merusak beberapa jenis tanaman.
3. Bubuk Kopi
Selain itu, bubuk kopi, lada merah, bubuk cabai, serta minyak esensial seperti peppermint, lavender, atau sitronela juga bisa digunakan. Bahan-bahan seperti bawang putih, eucalyptus, tembakau, pisang, daun sirih, dan serai juga mengeluarkan bau kuat yang dihindari kucing. Sebarkan atau semprotkan bahan-bahan ini secara rutin di area yang ingin Anda lindungi dari kucing liar.
2. Tanaman Pengusir Kucing di Pekarangan
Beberapa tanaman secara alami memiliki aroma atau karakteristik yang tidak disukai kucing, menjadikannya solusi alami sebagai cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan. Menanam jenis-jenis tanaman ini di area strategis dapat membantu mengusir kucing tanpa perlu intervensi terus-menerus.
Tanaman seperti lavender, rosemary, dan mint memiliki aroma tajam yang dibenci kucing. Menanamnya di sekitar pekarangan atau pot tanaman dapat menciptakan zona tidak nyaman bagi hewan tersebut. Selain itu, tanaman Coleus Canina, yang dikenal sebagai "Scaredy Cat Plant", mengeluarkan aroma kuat saat daunnya tersentuh.
Rue (Ruta graveolens) dan lemon balm juga merupakan herba yang memiliki aroma pengusir kucing. Lemon balm bahkan memiliki manfaat ganda karena bisa digunakan sebagai bumbu masakan. Pennyroyal, anggota keluarga mint, juga sangat efektif, namun perlu diingat bahwa tanaman ini beracun jika dikonsumsi.
3. Buat Area yang Tidak Nyaman bagi Kucing
Kucing umumnya tidak suka berjalan atau menggali di permukaan yang tidak nyaman, dan ini bisa menjadi strategi jitu cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan. Mengubah tekstur permukaan tanah adalah metode fisik yang efektif untuk mencegah mereka buang air sembarangan.
- Anda bisa menyebarkan potongan cangkang telur di halaman, karena kucing tidak nyaman berjalan di atas butiran yang tajam.
- Meletakkan kawat ayam atau kasa berukuran kecil di bawah tanah atau area yang dilindungi juga membuat permukaan tidak rata dan tidak disukai kucing.
- Mulsa tebal atau kerikil juga merupakan pilihan yang baik, karena kucing tidak menyukai tekstur tersebut untuk menggali.
- Selain itu, aluminium foil atau plastik crinkle dapat membuat kucing tidak suka karena suara berisik dan tekstur aneh di bawah kaki mereka.
- Tusuk gigi kayu yang ditancapkan di area sering dikunjungi juga dapat membuat mereka tidak nyaman.
- Kucing juga tidak menyukai tanah yang basah; mereka lebih menyukai tanah gembur dan kering.
- Menyiram tanaman dan rumput secara rutin dapat mencegah kucing buang air di sana.
4. Hilangkan Daya Tarik Utama Kucing Liar
Kucing liar sering datang ke pekarangan karena mencari makanan, tempat berlindung, atau karena bau kotoran sebelumnya. Menghilangkan daya tarik ini adalah langkah fundamental dalam cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan.
- Pastikan tidak ada sisa makanan di halaman dan tutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing.
- Jangan pernah memberi makan kucing liar, karena ini hanya akan mendorong mereka untuk terus kembali.
- Selain itu, tutup semua tempat yang bisa dijadikan persembunyian aman bagi kucing, seperti lubang di kolong rumah atau tumpukan barang tidak terpakai.
- Membersihkan bau kotoran kucing secara menyeluruh sangat penting, karena kucing cenderung kembali ke tempat yang sama jika baunya masih tercium.
- Segera bersihkan kotoran yang ditemukan dan gunakan cairan pembersih khusus yang dapat menghilangkan bau.
- Siram area dengan air bersih dan jika di tanah, gali sedikit lalu ganti dengan tanah baru untuk menghilangkan sisa bau sepenuhnya.
5. Gunakan Alat Pengusir Otomatis
Teknologi modern juga menawarkan solusi sebagai cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan melalui alat pengusir otomatis. Alat-alat ini dirancang untuk menakuti kucing tanpa menyakiti mereka, bekerja secara mandiri dan efektif.
Penyemprot air otomatis yang dilengkapi sensor gerak akan menyemprotkan air secara singkat saat mendeteksi gerakan kucing. Kucing tidak suka basah, sehingga semprotan air ini akan efektif menakuti dan menjauhkan mereka dari area terlarang.
Alat pengusir ultrasonik adalah pilihan lain yang mengeluarkan suara frekuensi tinggi, tidak terdengar oleh manusia tetapi sangat mengganggu kucing. Alat ini cocok digunakan di taman atau halaman untuk menciptakan zona tidak nyaman bagi kucing liar.
6. Pasang Penghalang Fisik yang Efektif
Membuat penghalang fisik adalah salah satu cara atasi kucing liar buang kotoran di pekarangan yang paling langsung dan efektif. Penghalang ini membatasi akses kucing ke area yang ingin Anda lindungi.
Pasang pagar yang rapat atau tambahkan penghalang seperti kawat ayam atau karpet plastik kasar di titik-titik rawan. Pastikan pagar cukup tinggi dan tidak memiliki celah. Pertimbangkan juga pagar dengan roller logam di bagian atas untuk mencegah kucing memanjat.
Gunakan jaring penahan beton atau ram (chicken wire) dengan bukaan sekitar 2,5 sentimeter di jalan menuju halaman atau di atas petak kebun. Kucing tidak senang menginjak bukaan pada jaring atau ram. Memasang jaring atau lembaran plastik di atas tanah juga dapat mencegah kucing menggali dan buang air sembarangan.
People Also Ask
1. Mengapa kucing buang air sembarangan di pekarangan?
Jawaban: Kucing buang air sembarangan karena mencari makanan, tempat berlindung, bau kotoran sebelumnya, kotak pasir kotor, lokasi tidak nyaman, stres, atau masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih.
2. Aroma apa saja yang tidak disukai kucing untuk mengusirnya?
Jawaban: Kucing tidak menyukai aroma cuka, kulit jeruk/lemon, minyak esensial peppermint/lavender, bubuk kopi, lada merah, bawang putih, eucalyptus, tembakau, pisang, daun sirih, dan serai.
3. Bisakah tanaman membantu mengusir kucing dari pekarangan?
Jawaban: Ya, tanaman seperti lavender, rosemary, mint, Coleus Canina, rue, lemon balm, dan pennyroyal memiliki aroma tajam yang tidak disukai kucing dan dapat ditanam untuk mengusir mereka.
4. Bagaimana cara menghilangkan bau urine kucing agar tidak kembali ke tempat yang sama?
Jawaban: Bersihkan kotoran segera, gunakan cairan pembersih khusus penghilang bau atau pembersih enzim, siram area dengan air bersih, dan jika di tanah, gali sedikit lalu ganti dengan tanah baru.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507857/original/034935200_1771556198-Gunakan_Gelombang_Ultrasonik__Si_Suara_Pengusir_Tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)