Acara Kripto Populer di Dubai Batal Imbas Perang Iran

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran telah menyebabkan sejumlah acara kripto besar di Dubai dibatalkan dan ditunda karena masalah keamanan.

Pertama, penyelenggara TOKEN2049 Dubai mengumumkan acara itu tidak akan berlangsung tahun ini dan ditunda hingga 21-22 April 2027. Demikian mengutip Yahoo Finance, Selasa (17/3/2026).

Acara kripto besar lainnya, TON Gateway Dubai mengumumkan pada 12 Maret kalau kondisi keamanan di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) telah memaksa penyelenggara untuk membatalkan acara yang dijadwalkan pada 1-2 Mei 2026.

Tim TON Gateway Dubai menyebutkan, jika ada yang membeli tiket atau memesan hotel, mereka akan menerima pengembalian dana dalam 14 hari ke depan.

Tim tersebut juga mengumumkan akan mengeksplorasi format berbeda untuk menyelenggarakan acara Gateway sebelum akhir tahun ini dan akan membagikan pengumuman tersebut.

Balapan Formula Satu di Bahrain dan Arab Saudi dibatalkan

Formula Satu mengumumkan pada 15 Maret 2026, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan berlangsung pada April. Presiden dan CEO Formula One, Stefano Domenicali, mengatakan, meskipun ini adalah keputusan yang sulit, sayangnya ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah.

Beberapa bursa perdagangan kripto terkemuka di dunia adalah mitra sponsor olahraga motor global. Coinbase, bursa perdagangan kripto terbesar di Amerika Serikat, adalah mitra tim Aston Martin di F1. Kedua merek ikonik ini menjalin kemitraan tahun lalu dan seluruh transaksi diselesaikan dengan stablecoin USDC milik Coinbase yang dipatok ke USD.

Bursa Perdagangan Kripto

Crypto.com, bursa perdagangan kripto populer, telah bermitra dengan Formula One sejak 2021. Pada 2024, kedua merek tersebut memperpanjang kemitraan hingga 2030.

Kraken, bursa kripto lain yang populer di AS, telah bermitra dengan tim Williams Racing F1 sejak 2023. Bursa kripto OKX telah bermitra dengan tim balap Inggris, McLaren, sejak 2022.

Kemitraan ini menunjukkan seberapa jauh industri kripto telah berkembang, karena sekarang menempati ruang yang dulunya didominasi oleh merek-merek lama seperti Standard Chartered, American Express, Barclays, BNY, Aramco, LVMH, Qatar Airways, dan Louis Vuitton.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Dubai Bakal Terima Pembayaran Kripto Melalui Kemitraan

Sebelumnya, Departemen Keuangan Dubai, Uni Emirat Arab mengumumkan kemitraan dengan platform kripto Crypto.com yang akan memungkinkan biaya layanan pemerintah dibayarkan dengan mata uang kripto berkapitalisasi besar.

Nota kesepahaman antara pejabat pemerintah Dubai dan Mohammed Al Hakim, presiden Crypto.com UEA, ditandatangani pada Senin, 12 Mei 2025 di sela-sela Dubai FinTech Summit. Demikian seperti dikutip dari CNBC, Rabu (13/5/2025).

Setelah pengaturan teknis untuk inisiatif tersebut diselesaikan, individu dan "pelanggan bisnis dari entitas pemerintah" akan dapat membayar biaya layanan melalui dompet digital di Crypto.com, demikian disampaikan Dubai Finance.

"Platform tersebut akan secara aman mengubah pembayaran ini menjadi dirham Emirat dan mentransfernya ke akun Dubai Finance, memastikan kerangka pembayaran yang efisien, aman, dan inovatif," .

Dalam sebuah pernyataan kepada CNBC, juru bicara Crypto.com menambahkan perjanjian tersebut akan memungkinkan siapa pun di Dubai untuk membayar layanan utilitas yang disediakan pemerintah, termasuk parkir, dengan aset kripto berkapitalisasi pasar besar.

Perkuat Status Dubai

Dubai Finance tidak segera menanggapi permintaan komentar dari CNBC. Pejabat pemerintah mengatakan dalam siaran pers kemitraan tersebut akan membantu mencapai "Strategi Dubai Non-Tunai," yang berupaya untuk memperkuat status Dubai sebagai kota digital terkemuka. Strategi tersebut bertujuan untuk mencapai 90% transaksi non-tunai di seluruh sektor publik dan swasta Dubai pada 2026.

Al Hakim dari Crypto.com menyebut inisiatif tersebut sebagai "program global pertama yang sesungguhnya."

Crypto.com pertama kali menerima lisensi untuk entitas Dubai-nya untuk menawarkan aktivitas layanan aset virtual yang diatur pada 2023. Bulan lalu, perusahaan tersebut mengatakan badan pengatur aset virtual Dubai juga telah mengeluarkan lisensi terbatas untuk menawarkan derivatif.

Dubai telah bertaruh pada industri kripto selama bertahun-tahun sebagai bagian dari ambisinya untuk menjadi pusat teknologi global.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |