Liputan6.com, Jakarta - Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama dikenal sebagai superfood bagi manusia, namun manfaatnya juga luar biasa untuk pertumbuhan tanaman. Kaya akan vitamin, mineral, asam amino, dan fitohormon seperti sitokinin dan auksin, daun kelor menjadi sumber nutrisi alami yang ideal. Pemanfaatan ekstrak daun kelor sebagai pupuk organik cair (POC) adalah cara efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung perkembangan tanaman secara berkelanjutan.
POC dari daun kelor menawarkan alternatif ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia, membantu petani dan penghobi tanaman mencapai hasil panen yang lebih baik. Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, ekstrak ini mampu merangsang pertumbuhan akar, batang, daun, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Proses pembuatannya pun relatif mudah dan dapat dilakukan dengan berbagai metode sederhana.
Setiap metode memiliki keunggulan dan tingkat kerumitan yang bervariasi, memungkinkan Anda memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. Lantas bagaimana saja cara mengekstrak daun kelor untuk tanaman sebagai pupuk organik cair? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Metode Fermentasi Sederhana dengan Air Cucian Beras dan Gula Merah
Metode fermentasi sederhana ini memanfaatkan peran mikroorganisme alami yang terdapat dalam air cucian beras dan gula merah untuk mengurai daun kelor. Proses dekomposisi ini akan menghasilkan pupuk cair yang kaya nutrisi esensial bagi tanaman. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat POC dari daun kelor antara lain daun kelor segar, air cucian beras, gula merah atau molase, dan air bersih.
Untuk memulai, siapkan sekitar 1 kg daun kelor segar, 1 liter air cucian beras, 100 gram gula merah atau molase, serta 5-10 liter air bersih. Daun kelor harus dicuci bersih terlebih dahulu, lalu ditumbuk atau diblender hingga halus. Kemudian, masukkan daun kelor yang sudah dihaluskan ke dalam wadah fermentasi kedap udara, campurkan dengan air cucian beras, gula merah yang telah dilarutkan, dan air bersih, kemudian aduk hingga merata.
Proses fermentasi ini memerlukan waktu sekitar 10-14 hari di tempat yang teduh dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Penting untuk membuka tutup wadah setiap 2-3 hari sekali guna mengeluarkan gas yang terbentuk, lalu tutup kembali dengan rapat. Setelah masa fermentasi selesai, saring larutan untuk memisahkan ampasnya, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai kompos padat. POC yang sudah jadi dapat disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk. Aplikasikan POC yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:10 hingga 1:20 ke tanah atau semprotkan pada daun setiap 1-2 minggu sekali.
2. Metode Ekstraksi Langsung dengan Perendaman Air
Bagi Anda yang membutuhkan ekstrak nutrisi daun kelor lebih cepat tanpa melalui proses fermentasi yang panjang, metode perendaman air adalah pilihan yang tepat. Metode ini tergolong sederhana dan cepat dalam menghasilkan ekstrak yang kaya manfaat. Ekstrak daun kelor dapat dibuat dengan merendam daun kelor yang sudah dihaluskan dalam air bersih.
Siapkan sekitar 500 gram daun kelor segar dan 5 liter air bersih. Cuci bersih daun kelor, lalu tumbuk atau blender hingga halus. Masukkan daun kelor yang sudah dihaluskan ke dalam wadah, tambahkan air bersih, dan aduk rata. Biarkan campuran terendam selama 24-48 jam di tempat yang sejuk untuk proses ekstraksi.
Larutan disaring setelah perendaman menggunakan kain saring untuk memisahkan ampasnya. Ekstrak yang dihasilkan sebaiknya segera digunakan atau disimpan dalam wadah tertutup di lemari es maksimal hingga 1 minggu. Aplikasi ekstrak ini dilakukan dengan pengenceran 1:5 hingga 1:10, disiramkan ke tanah atau disemprotkan ke daun. Karena tidak difermentasi, aplikasi dapat dilakukan lebih sering, misalnya setiap 3-5 hari sekali.
3. Metode Fermentasi dengan EM4 (Effective Microorganisms 4)
Penggunaan EM4 (Effective Microorganisms 4) dalam proses fermentasi ekstrak daun kelor akan mempercepat dekomposisi dan memperkaya pupuk dengan beragam mikroorganisme baik. Mikroorganisme ini sangat bermanfaat untuk kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman. EM4 dapat digunakan sebagai starter dalam pembuatan POC dari daun kelor untuk mempercepat proses fermentasi.
Dalam metode ini, Anda memerlukan sekitar 1 kg daun kelor segar, 100 gram gula merah atau molase, 50 ml EM4, dan 5-10 liter air bersih. Langkah pertama adalah mencuci bersih daun kelor dan menghalusikannya dengan ditumbuk atau diblender. Larutkan gula merah dalam sedikit air hangat, lalu campurkan daun kelor halus, larutan gula merah, EM4, dan air bersih ke dalam wadah fermentasi. Aduk semua bahan hingga rata.
Tutup rapat wadah fermentasi dan biarkan selama 7-14 hari di tempat yang teduh. Penting untuk membuka tutup wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk, kemudian tutup kembali. Setelah fermentasi selesai, saring larutan dan simpan POC dalam wadah tertutup rapat. Aplikasikan POC yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:10 hingga 1:20, baik dengan disiramkan ke tanah maupun disemprotkan ke daun, setiap 1-2 minggu sekali.
4. Metode Ekstraksi dengan Air Panas (Infus)
Metode ekstraksi dengan air panas, atau sering disebut infus, adalah cara yang efisien untuk melarutkan nutrisi dari daun kelor secara lebih cepat. Proses ini mirip dengan membuat teh, di mana panas membantu mengeluarkan senyawa aktif dari bahan baku. Ekstraksi dengan air panas dapat membantu melarutkan senyawa aktif dari daun kelor.
Siapkan sekitar 200-300 gram daun kelor segar atau kering dan 5 liter air panas. Jika menggunakan daun segar, cuci bersih lalu potong kecil-kecil atau remas-remas. Untuk daun kering, tidak perlu dicuci. Masukkan daun kelor ke dalam wadah tahan panas, lalu tuangkan air panas mendidih ke atasnya. Biarkan campuran terendam hingga air menjadi dingin, biasanya memakan waktu sekitar 4-8 jam.
Larutan disaring setelah air dingin untuk memisahkan ampas daun. Ekstrak yang dihasilkan sebaiknya segera digunakan atau disimpan dalam wadah tertutup di lemari es selama beberapa hari. Aplikasikan ekstrak yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:5 hingga 1:10, baik dengan disiramkan ke tanah maupun disemprotkan ke daun. Metode ini dapat diaplikasikan lebih sering, yaitu setiap 3-7 hari sekali.
5. Metode Fermentasi dengan Tambahan Urine Hewan
Penambahan urine hewan, seperti urine kambing atau sapi, dalam pembuatan POC daun kelor dapat secara signifikan memperkaya kandungan nutrisi pupuk. Urine hewan kaya akan nitrogen serta mikroorganisme yang berperan penting dalam mempercepat proses fermentasi. Urine ternak seperti sapi atau kambing dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan POC karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman.
Dalam metode ini, Anda membutuhkan sekitar 1 kg daun kelor segar, 2-3 liter urine hewan (kambing/sapi), 100 gram gula merah atau molase, dan 5-7 liter air bersih. Cuci bersih daun kelor dan haluskan. Campurkan daun kelor halus, urine hewan, gula merah yang sudah dilarutkan, dan air bersih ke dalam wadah fermentasi. Aduk semua bahan hingga rata.
Tutup rapat wadah dan biarkan fermentasi berlangsung selama 14-21 hari di tempat yang teduh. Pastikan untuk membuka tutup wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk, lalu tutup kembali. Setelah fermentasi selesai, saring larutan dan simpan POC dalam wadah tertutup rapat. Karena kandungan nutrisinya yang lebih pekat, encerkan POC dengan perbandingan 1:20 hingga 1:50 sebelum disiramkan ke tanah di sekitar pangkal tanaman, setiap 2-3 minggu sekali.
6. Metode Ekstraksi dengan Blender dan Penyaringan Cepat
Apabila membutuhkan ekstrak daun kelor untuk aplikasi segera sebagai biostimulan atau pupuk foliar, metode ekstraksi dengan blender dan penyaringan cepat adalah solusi paling praktis. Metode ini merupakan cara tercepat untuk mendapatkan ekstrak nutrisi dari daun kelor. Ekstraksi daun kelor dapat dilakukan dengan cara memblender daun kelor segar dengan air, kemudian disaring untuk mendapatkan ekstraknya.
Siapkan sekitar 200-500 gram daun kelor segar dan 1-2 liter air bersih. Cuci bersih daun kelor. Masukkan daun kelor ke dalam blender bersama air bersih, lalu blender hingga sangat halus. Kemudian, saring bubur daun kelor menggunakan kain saring halus untuk mendapatkan cairan ekstrak. Pastikan untuk memeras ampasnya hingga kering agar semua nutrisi terekstrak.
Ekstrak yang dihasilkan dari metode ini sebaiknya segera digunakan karena tidak tahan lama, dan tidak disarankan disimpan lebih dari 1-2 hari di lemari es. Encerkan ekstrak dengan perbandingan 1:5 hingga 1:10 sebelum disemprotkan langsung ke daun tanaman sebagai pupuk foliar atau biostimulan. Aplikasi dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali, terutama pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman.
7. Metode Fermentasi dengan Tambahan Buah-buahan Matang (POC Buah Kelor)
Metode fermentasi ini melibatkan penambahan buah-buahan matang, seperti pisang atau pepaya, untuk memperkaya kandungan nutrisi POC daun kelor. Buah-buahan matang akan menyediakan kalium, fosfor, dan mikroorganisme alami yang membantu proses fermentasi serta memberikan nutrisi tambahan penting bagi tanaman. Buah-buahan matang dapat ditambahkan dalam pembuatan POC untuk memperkaya kandungan nutrisi, terutama kalium, dan sebagai sumber mikroorganisme alami.
Dalam pembuatan POC Buah Kelor, siapkan sekitar 500 gram daun kelor segar, 500 gram buah-buahan matang (misalnya pisang atau pepaya), 100 gram gula merah atau molase, dan 5 liter air bersih. Cuci bersih semua bahan, potong-potong kecil daun kelor dan buah-buahan, lalu tumbuk atau blender hingga agak halus. Masukkan semua bahan yang sudah dihaluskan ke dalam wadah fermentasi, tambahkan gula merah yang sudah dilarutkan dan air bersih, lalu aduk rata.
Tutup rapat wadah dan biarkan fermentasi berjalan selama 14-21 hari di tempat teduh. Sama seperti metode fermentasi lainnya, buka tutup wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas, lalu tutup kembali. Larutan disaring setelah fermentasi selesai dan POC disimpan dalam wadah tertutup rapat. Aplikasikan POC yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:10 hingga 1:20, baik dengan disiramkan ke tanah di sekitar pangkal tanaman maupun disemprotkan ke daun, setiap 1-2 minggu sekali.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Apa manfaat utama daun kelor sebagai pupuk organik cair untuk tanaman?
Jawaban: Daun kelor kaya akan vitamin, mineral, asam amino, dan fitohormon seperti sitokinin dan auksin, yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang, daun, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi pupuk organik cair (POC) daun kelor?
Jawaban: Waktu fermentasi bervariasi tergantung metode. Metode fermentasi sederhana dengan air cucian beras dan gula merah membutuhkan 10-14 hari, sedangkan metode dengan EM4 membutuhkan 7-14 hari, dan metode dengan urine hewan atau buah-buahan matang memerlukan 14-21 hari.
3. Bisakah ekstrak daun kelor digunakan langsung pada tanaman tanpa melalui proses fermentasi?
Jawaban: Ya, ekstrak daun kelor dapat digunakan langsung tanpa fermentasi melalui metode perendaman air selama 24-48 jam atau metode blender dan penyaringan cepat. Namun, ekstrak ini tidak tahan lama dan sebaiknya segera digunakan.
4. Bagaimana cara mengaplikasikan pupuk organik cair (POC) daun kelor pada tanaman?
Jawaban: POC daun kelor harus diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan tertentu (misalnya 1:10 hingga 1:20) sebelum disiramkan ke tanah di sekitar pangkal tanaman atau disemprotkan ke daun pada pagi atau sore hari. Frekuensi aplikasi bervariasi tergantung metode dan konsentrasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441748/original/011606800_1765516947-Gemini_Generated_Image_7w0gj17w0gj17w0g.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491866/original/029397100_1770108252-Ilustrasi_Tanaman_Buah_di_Ruangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447600/original/085257700_1765959495-Frozen_food_risol_mayo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491987/original/061010200_1770112949-Tips_Menghilangkan_Noda_Kuning_Kunyit_di_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491939/original/099723100_1770111353-Trik_Mengatasi_Baju_Gosong_Kena_Setrika.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491606/original/060033200_1770100819-ilustrasi_bantal__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487179/original/063194200_1769659129-Teras_Atap_Bening_untuk_Jemur_Tanaman__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1789542/original/065334400_1512368866-belutcov.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491566/original/095699900_1770100060-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219406/original/055591400_1747214290-mukesh-sharma-erU5Nk7W7Ek-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772480/original/082625300_1710408770-front-view-brown-wooden-desk_140725-79250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491073/original/059353700_1770082857-pocket-931299_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5416051/original/003279500_1763439929-kutu2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5239783/original/014271700_1748852463-Depositphotos_816826678_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458212/original/066627600_1767074475-Kebun_Sayur_Sawi_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489692/original/060394600_1769922432-masin_cuci_2_tabung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482454/original/085959800_1769220530-Membersihkan_Kerak_di_Wastafel_Keramik_Pakai_Sitrun_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3964246/original/052423500_1647403184-pexels-steve-johnson-861414.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023914/original/017237700_1732613523-pexels-pnw-prod-9218397.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3486295/original/018133600_1623999399-close-up-violet-iron-ironing-board_23-2148246484.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1187096/original/006904800_1459331398-boar_3023393b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323534/original/076427800_1755774308-Gemini_Generated_Image_vu7jgqvu7jgqvu7j.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007046/original/062476900_1731657161-cara-mencari-sisi-miring-segitiga.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382177/original/060933000_1760536995-lnsp_neptune_desktop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361289/original/036584900_1758782630-Gemini_Generated_Image_y8hvory8hvory8hv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/745066/original/026520000_1412150924-z3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985555/original/016716900_1730282856-Depositphotos_339750616_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/899292/original/068593000_1434084869-3017331-poster-5-poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235890/original/096911600_1748439918-Ruang_Tamu_dengan_Sofa_Low_Seating_dan_Motif_Geometris.jpeg)