Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali membawa tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan dan kesegaran pakaian. Kelembaban tinggi menjadi pemicu utama munculnya bau apek yang tidak sedap, membuat pakaian terasa kurang nyaman saat dikenakan.
Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur dan bakteri pada serat kain yang lembap, diperparah dengan kurangnya sinar matahari dan sirkulasi udara yang buruk. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi penyimpanan yang tepat agar pakaian tetap wangi dan bebas bau apek. Lantas bagaimana saja cara menyimpan pakaian agar tidak bau apek saat musim hujan? Melansir dari berbagai sumber, Senin (2/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan
Pakaian yang tidak sepenuhnya kering adalah penyebab utama bau apek dan pertumbuhan jamur. Kelembaban yang terperangkap dalam serat kain akan menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak. Pakaian yang tidak kering akan berpotensi menimbulkan bau apek karena cenderung lembab, sehingga akan menimbulkan pertumbuhan bakteri atau jamur.
Jamur dan bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembap, dan pakaian yang tidak kering sempurna adalah tempat yang sempurna bagi mereka. Bau apek yang muncul adalah hasil dari aktivitas mikroba ini.
Untuk memastikan pakaian benar-benar kering, manfaatkan sinar matahari semaksimal mungkin jika cuaca memungkinkan, karena sinar UV dapat membantu membunuh bakteri dan jamur. Jika sinar matahari terbatas, gunakan pengering pakaian (mesin cuci dengan fungsi pengering) atau jemur di area yang memiliki sirkulasi udara yang baik, bahkan di dalam ruangan dengan bantuan kipas angin atau dehumidifier.
Penting untuk tidak menumpuk pakaian saat menjemur agar udara dapat mengalir merata ke seluruh bagian kain. Setelah dirasa kering, biarkan pakaian diangin-anginkan sebentar sebelum dilipat dan disimpan untuk memastikan tidak ada sisa kelembaban yang terperangkap.
2. Gunakan Pewangi Pakaian atau Pelembut Kain yang Tepat
Penggunaan pewangi pakaian atau pelembut kain dapat membantu memberikan aroma segar pada pakaian dan mencegah bau apek. Namun, penting untuk memilih produk yang tepat dan menggunakannya sesuai petunjuk. Memilih deterjen dan pewangi pakaian yang tepat adalah salah satu cara ampuh mencegah bau apek pakaian saat musim hujan.
Beberapa pelembut kain modern diformulasikan dengan teknologi penghilang bau yang dapat menetralkan molekul penyebab bau apek, bukan hanya menutupinya dengan wewangian.
Saat mencuci, tambahkan pewangi pakaian atau pelembut kain pada bilasan terakhir. Pastikan dosis yang digunakan sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Penggunaan berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada pakaian yang bisa menarik kotoran atau bahkan menyebabkan iritasi kulit.
Selain itu, ada juga produk pewangi khusus yang bisa disemprotkan pada pakaian setelah kering dan sebelum disimpan, atau diletakkan di dalam lemari dalam bentuk sachet atau gel. Pilih aroma yang tidak terlalu menyengat dan disukai, serta pastikan produk tersebut aman untuk berbagai jenis kain.
3. Manfaatkan Silica Gel atau Penyerap Kelembaban
Silica gel atau penyerap kelembaban lainnya adalah solusi efektif untuk mengurangi kelembaban di dalam lemari pakaian, yang merupakan faktor utama penyebab bau apek. Penggunaan penyerap lembap (dehumidifier atau silica gel) sangat efektif mengontrol bau di lemari.
Silica gel tidak hanya menyerap kelembapan, tetapi juga dapat mengontrol tingkat kelembapan dalam suatu ruang tertutup. Ini membantu menjaga lingkungan tetap kering dan menghambat pertumbuhan mikroba.
Letakkan beberapa kantong silica gel atau wadah penyerap kelembaban di sudut-sudut lemari, di antara tumpukan pakaian, atau di laci. Pastikan untuk mengganti atau meregenerasi silica gel secara berkala sesuai petunjuk produk, karena kemampuannya menyerap kelembaban akan berkurang seiring waktu.
Beberapa jenis penyerap kelembaban komersial akan berubah warna atau bentuk ketika sudah jenuh dan perlu diganti. Selain silica gel, arang aktif juga bisa digunakan sebagai penyerap bau dan kelembaban alami.
4. Gunakan Kapur Barus atau Pengharum Lemari
Kapur barus telah lama digunakan sebagai pengusir ngengat dan pengharum lemari. Kapur barus dapat membantu menyerap kelembapan dan menjaga udara di dalam lemari tetap kering.
Namun, penggunaan kapur barus perlu diperhatikan karena beberapa jenis kapur barus berbahan naftalena memiliki bau yang kuat dan potensi efek kesehatan. Paparan naftalena dalam jumlah besar bisa menyebabkan kerusakan sel darah merah atau anemia hemolitik.
Jika memilih kapur barus, pastikan untuk meletakkannya di tempat yang tidak bersentuhan langsung dengan pakaian, misalnya di dalam kantong kain kecil atau wadah berpori. Gantung di dalam lemari atau letakkan di sudut laci. Sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan, Anda bisa menggunakan pengharum lemari alami seperti kantong berisi bunga lavender kering, kulit jeruk kering, atau serpihan kayu cedar.
Kayu cedar secara alami memiliki sifat anti-ngengat dan aroma yang menyenangkan. Pastikan untuk mengganti atau menyegarkan pengharum alami ini secara berkala agar aromanya tetap efektif.
5. Jaga Kebersihan dan Sirkulasi Udara Lemari Pakaian
Lemari yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk mencegah bau apek. Debu dan kotoran dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, sementara sirkulasi udara yang buruk akan memerangkap kelembaban. Membersihkan lemari secara rutin menjadi langkah pertama yang wajib dilakukan untuk mengatasi bau apek.
Sirkulasi udara yang baik membantu mengeringkan kelembaban yang mungkin masuk ke dalam lemari dan mencegah penumpukan udara lembap yang stagnan, yang merupakan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur.
Bersihkan lemari pakaian setidaknya sebulan sekali. Keluarkan semua pakaian, lap bagian dalam lemari dengan kain lembap yang sudah diberi sedikit disinfektan atau cuka putih encer, lalu keringkan sepenuhnya sebelum memasukkan kembali pakaian. Hindari menumpuk pakaian terlalu padat di dalam lemari. Beri sedikit ruang antar pakaian agar udara bisa mengalir.
Jika memungkinkan, buka pintu lemari sesekali selama beberapa jam di siang hari (saat tidak hujan) untuk membiarkan udara segar masuk dan mengurangi kelembaban. Pertimbangkan juga untuk menggunakan lemari dengan ventilasi atau celah udara.
6. Hindari Menyimpan Pakaian Kotor atau Bekas Pakai
Menyimpan pakaian kotor atau bekas pakai bersama pakaian bersih adalah kesalahan besar yang dapat menyebabkan bau apek menyebar ke seluruh isi lemari. Pakaian yang belum 100% kering dan langsung dilipat atau digantung bisa jadi sarang jamur dan bakteri, yang merupakan salah satu penyebab paling umum baju menjadi bau.
Pakaian yang sudah dipakai, bahkan jika tidak terlihat kotor, mengandung minyak tubuh, sel kulit mati, dan bakteri yang dapat menghasilkan bau tidak sedap jika disimpan dalam lingkungan tertutup. Keringat dan bakteri dari tubuh menumpuk di serat kain, dan jika didiamkan terlalu lama, apalagi di udara lembap, bau tidak sedap akan muncul.
Segera cuci pakaian yang sudah dipakai atau letakkan di keranjang pakaian kotor yang berventilasi baik. Jangan biarkan pakaian kotor menumpuk terlalu lama, terutama saat musim hujan karena kelembaban akan mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Jika ada pakaian yang hanya dipakai sebentar dan dirasa masih bersih (misalnya jaket yang hanya dipakai di dalam ruangan), gantung di luar lemari untuk diangin-anginkan sebelum memutuskan untuk menyimpannya kembali atau mencucinya. Pastikan pakaian tersebut benar-benar tidak berbau sebelum dimasukkan kembali ke lemari.
7. Gunakan Wadah Penyimpanan Kedap Udara untuk Pakaian Jarang Dipakai
Untuk pakaian yang jarang dipakai atau disimpan dalam jangka waktu lama, seperti pakaian musiman atau selimut, penggunaan wadah penyimpanan kedap udara dapat menjadi solusi efektif. Plastik vakum baju dapat melindungi pakaian dari kerusakan dan membuatnya lebih awet.
Kantong vakum bekerja dengan mengeluarkan udara dari dalam kantong, menciptakan segel kedap udara yang melindungi pakaian dari kelembaban, serangga, dan bau. Ini juga menghemat ruang penyimpanan hingga 75%.
Sebelum memasukkan pakaian ke dalam wadah kedap udara, pastikan pakaian tersebut sudah dicuci bersih dan benar-benar kering. Lipat pakaian dengan rapi dan masukkan ke dalam kantong vakum atau kotak penyimpanan plastik yang kedap udara. Jika menggunakan kantong vakum, gunakan penyedot debu untuk mengeluarkan udara hingga kantong mengempis.
Ini tidak hanya melindungi pakaian dari kelembaban dan bau apek, tetapi juga menghemat ruang penyimpanan secara signifikan. Pastikan wadah penyimpanan diletakkan di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas pakaian.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menyimpan Pakaian agar Tidak Bau Apek saat Musim Hujan
1. Mengapa pakaian sering bau apek saat musim hujan?
Jawaban: Pakaian sering bau apek saat musim hujan karena kelembaban tinggi membuat bakteri dan jamur berkembang lebih cepat pada serat kain yang lembap.
2. Apakah sinar matahari wajib untuk menghilangkan bau apek pada pakaian?
Jawaban: Tidak wajib, asalkan ada aliran udara yang baik untuk membantu proses pengeringan. Kipas angin atau ruangan berventilasi dapat menjadi alternatif.
3. Bagaimana cara cepat menghilangkan bau apek pada pakaian yang sudah terlanjur bau?
Jawaban: Untuk pakaian yang sudah terlanjur bau apek, Anda bisa mencuci ulang dengan tambahan cuka putih atau baking soda, lalu mengeringkannya dengan sirkulasi udara yang baik.
4. Apakah kapur barus aman digunakan untuk mencegah bau apek di lemari?
Jawaban: Kapur barus dapat membantu, namun jenis berbahan naftalena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika terhirup dalam jumlah besar. Alternatif alami seperti kayu cedar atau lavender lebih disarankan.
5. Apa manfaat menggunakan kantong vakum untuk menyimpan pakaian?
Jawaban: Kantong vakum melindungi pakaian dari kelembaban, debu, serangga, dan bau apek dengan mengeluarkan udara, sekaligus menghemat ruang penyimpanan secara signifikan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529684/original/066105300_1773376732-unnamed__24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529711/original/016410300_1773377261-13f14d25-ea5a-4355-b34b-70ad5b6431a8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518261/original/020343900_1772498285-Gemini_Generated_Image_6i0ptp6i0ptp6i0p.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521610/original/081767800_1772694583-unnamed_-_2026-03-05T140508.181.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485835/original/069422600_1769565209-Parkir_Mobil_yang_Salah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505871/original/049678200_1771398710-Rumah_Kampung_Tanpa_Sekat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485063/original/086893100_1769493789-cabai.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503295/original/086605100_1771129401-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516084/original/037236100_1772253971-Etika_Bertamu_Saat_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516698/original/090289200_1772341726-Ide_Pose_Foto_Keluarga_Outdoor_Saat_Lebaran_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4811348/original/073997900_1713942055-Ilustrasi_perhiasan_emas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534864/original/067502600_1773897161-membersihkan_perhiasan_emas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483970/original/082254600_1769410021-Jambu_Air_Varietas_Kerdil__Kesan_Tropis_yang_Teduh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516937/original/004144700_1772370584-Memakai_Perhiasan_Saat_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361725/original/013384800_1758791633-Gemini_Generated_Image_qrv9t3qrv9t3qrv9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533318/original/025522100_1773731853-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4136675/original/031041300_1661494892-adem-ay-Tk9m_HP4rgQ-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532895/original/075003300_1773714368-Style_lebaran_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5022774/original/056237300_1732608107-cara-masak-opor-ayam.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
