Liputan6.com, Jakarta - Berkebun di rumah kini menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, tidak hanya untuk mempercantik pekarangan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari dengan sayuran segar. Dengan memanfaatkan area terbatas seperti teras atau balkon, siapa pun dapat menanam sayuran tanpa harus memiliki lahan luas. Aktivitas ini juga membantu memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi keluarga lebih sehat dan bebas bahan kimia berlebihan, sekaligus menjadi terapi yang menenangkan.
Memilih jenis sayuran yang tepat sangat penting agar proses berkebun tidak menyulitkan, terutama bagi pemula. Beberapa tanaman sayur dikenal sangat adaptif dan mudah tumbuh, bahkan dengan perawatan minimal. Jenis-jenis sayuran ini tidak memerlukan pengalaman berkebun yang luas, tumbuh cepat, dan dapat dipanen dalam waktu singkat. Lantas apa saja jenis sayuran teras yang bisa ditanam tanpa pengalaman berkebun dan anti gagal? Melansir dari berbagai sumber, Senin (2/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Kangkung
Kangkung, sayuran populer di Indonesia, dikenal sangat mudah ditanam bahkan oleh pemula. Tanaman ini tumbuh cepat dan tidak membutuhkan perawatan khusus, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang baru belajar berkebun. Kangkung juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, serta dapat tumbuh di tanah kering, basah, maupun lumpur. Keunggulannya adalah tidak memerlukan lahan luas, sangat cocok untuk ditanam dalam pot di teras rumah.
Untuk menanam kangkung, gunakan pot berukuran sedang dengan lubang drainase agar air tidak menggenang. Pot bisa terbuat dari berbagai bahan seperti ban bekas, plastik, atau tanah liat. Media tanam yang ideal adalah campuran tanah gembur berpasir dan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Setelah media tercampur, masukkan ke dalam pot, siram, dan diamkan selama satu minggu sebelum ditanami benih. Kangkung juga membutuhkan media tanam yang subur dan gembur, bisa diperkaya dengan pasir atau arang sekam untuk nutrisi.
Pilih benih kangkung berkualitas yang tahan hama dan penyakit, tersedia di toko pertanian. Rendam benih dalam air hangat bersuhu 50 derajat Celsius selama 15 menit, lalu anginkan hingga kering. Tanam benih kering dengan membuat lubang sedalam 1 cm di tanah, masukkan satu butir benih per pot. Alternatifnya, benih kangkung bisa langsung ditanam tanpa penyemaian. Perawatan rutin hanya memerlukan penyiraman teratur, karena kangkung tidak membutuhkan perawatan rumit.
Kangkung dapat dipanen dengan cepat, biasanya dalam waktu 25–30 hari setelah tanam. Saat sudah cukup besar, kangkung bisa dipanen dengan cara dipotong, dan tanaman akan tumbuh kembali, memberikan pasokan sayuran yang berkelanjutan.
2. Bayam
Bayam adalah sayuran daun lain yang sangat direkomendasikan untuk pemula karena sifatnya yang adaptif dan perawatannya yang mudah. Tanaman ini tidak membutuhkan lahan luas, sehingga cocok ditanam di pot atau polybag, bahkan di ruang sempit. Bayam tumbuh cepat dan jarang terserang hama, menjadikannya pilihan minim risiko kegagalan. Dengan menanam bayam di pot, Anda bisa mendapatkan pasokan tak terbatas dalam waktu singkat.
Siapkan pot berukuran sedang hingga besar, dengan diameter minimal 15 cm dan tinggi 20 cm, serta pastikan memiliki lubang drainase. Media tanam yang baik adalah campuran tanah kebun, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Penting untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air, karena tanah yang subur akan memengaruhi perkembangan tanaman bayam.
Pilih benih bayam berkualitas; varietas seperti Bloomsdale (tahan panas, daun tebal) dan Space (kompatibel untuk pot kecil, tahan hama) sangat cocok untuk pot. Tanam benih bayam sedalam 1-2 cm, bisa dengan menaburkannya langsung ke media tanam.
Penyiraman dua kali sehari sudah cukup untuk merangsang pertumbuhan bayam, namun hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan busuk akar. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari penuh atau setidaknya sebagian, sekitar 4-6 jam sehari. Bayam bisa dipanen dalam waktu sekitar 30–35 hari setelah tanam, dengan beberapa varietas dapat dipanen dalam 30-45 hari.
3. Sawi
Sawi merupakan sayuran daun yang cepat tumbuh dan tidak memerlukan perawatan rumit, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk berkebun di teras. Tanaman ini mudah tumbuh dan cocok ditanam dalam pot atau wadah lainnya. Menanam sawi sendiri juga memastikan Anda mendapatkan sayuran berkualitas yang bebas dari bahan kimia berbahaya.
Gunakan pot dengan diameter 20-30 cm dan kedalaman minimal 20 cm, serta pastikan memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air dan pembusukan akar. Siapkan media tanam yang gembur dan subur, terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi atau pasir dengan perbandingan 2:1:1.
Pilih benih sawi berkualitas yang tampak segar dan sehat. Varietas sawi yang umum ditanam meliputi sawi hijau, sawi putih, dan sawi pahit. Lakukan penyemaian benih terlebih dahulu di tray atau wadah kecil berisi media tanam, taburkan benih, tutup dengan lapisan tipis media tanam, dan siram secukupnya. Proses penyemaian ini memakan waktu sekitar 12 hingga 15 hari.
Setelah penyemaian, siram tanaman dengan air secukupnya secara rutin. Pemupukan dan pengendalian hama juga diperlukan untuk perawatan sawi yang optimal. Sawi dapat dipanen sekitar 3 minggu atau 21-25 hari setelah pindah tanam, menawarkan hasil yang cepat dan memuaskan.
4. Selada
Selada adalah sayuran yang mudah ditanam dan memiliki tampilan menarik, sering digunakan sebagai pelengkap berbagai masakan. Metode penanaman di pot atau polybag memungkinkan siapa saja untuk menanamnya di rumah, bahkan tanpa pengalaman berkebun.
Pilih pot berukuran minimal 20 cm dan isi dengan media tanam yang gembur, seperti campuran pasir, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:2. Selada menyukai tanah yang lembap, sehingga penting untuk menjaga kelembapan media tanam.
Biji selada tidak menyukai media semai yang panas, jadi simpan tempat penyemaian di bawah atap atau tutupi dengan jaring-jaring. Semaikan benih di wadah terpisah, bukan pot pembesaran, dengan menaburkan benih lalu menutupinya dengan media tanam setebal 0,5 cm. Setelah selada memiliki dua daun, pindahkan dengan hati-hati ke dalam pot atau polybag yang lebih besar.
Siram tanaman dengan hati-hati, gunakan sprayer bila perlu. Simpan di tempat teduh selama 3-5 hari setelah pindah tanam sebelum diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Siram secara berkala agar media tanam tetap lembap, dan untuk menjaga kelembapan, Anda bisa menyelimuti media tanam bagian atas dengan jerami. Meskipun waktu panen spesifik tidak disebutkan, selada umumnya merupakan tanaman yang cepat panen.
5. Bawang Daun
Bawang daun adalah sayuran yang sering dijadikan bumbu masakan dan sangat mudah dibudidayakan di pekarangan rumah menggunakan pot atau polybag. Tanaman ini tidak membutuhkan lahan luas, memiliki aroma dan rasa khas, serta menjadi bahan masak esensial. Bawang daun dapat diperbanyak secara generatif (biji) maupun vegetatif (anakan), memberikan fleksibilitas bagi pemula.
Media tanam untuk bawang daun harus subur, gembur, poros, dan mengandung banyak unsur organik dengan pH sekitar 6,5 hingga 7,5. Campuran media tanam yang baik adalah tanah, arang sekam padi, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1:1, atau campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Masukkan media tanam ke dalam polybag berukuran 0,08 x 30 atau 15 x 30, atau pot seukuran kaleng cat 5 kg. Pilih pot dengan diameter sekitar 20-30 cm dan kedalaman minimal 25 cm agar tajuk dan perakarannya tumbuh optimal.
Penanaman bisa dari biji atau anakan. Untuk biji, semaikan di bedengan atau polybag sedalam 1 cm dengan jarak antar alur sekitar 10 cm, lalu tutup tempat persemaian dengan daun pisang atau karung goni basah. Cara paling mudah dan cepat adalah menggunakan anakan dari rumpun bawang daun dewasa. Pisahkan daun bawang dari rumpunnya, potong sebagian akar (sisakan 2-3 cm), dan potong sepertiga bagian daun atas untuk mengurangi penguapan dan merangsang tunas baru.
Lakukan penyiraman secara rutin dua hingga tiga kali sehari, tergantung kondisi media tanam dan cuaca, namun jangan terlalu basah untuk menghindari busuk akar. Lakukan pemupukan organik pada minggu keempat dan kedelapan setelah tanam, ditaburkan di sekitar pangkal batang. Tanaman bawang daun juga membutuhkan banyak cahaya matahari. Jika ditanam dari sisa akar, bawang daun bisa dipanen sekitar 2-3 minggu dengan memotong daunnya saja agar tunas baru bisa tumbuh kembali.
6. Kemangi
Kemangi adalah tanaman herbal yang mudah tumbuh dan memiliki aroma segar, sangat cocok untuk ditanam di teras rumah sebagai lalapan atau bumbu masakan. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah tropis, termasuk tanaman berbatang lunak yang mudah dibudidayakan. Kemangi dapat ditanam di lahan terbatas seperti pekarangan rumah, dan menanamnya sendiri lebih praktis untuk kebutuhan dapur.
Pilih pot dengan diameter minimal 30 cm dan memiliki lubang drainase di bagian bawah. Lubang drainase ini penting agar air dapat mengalir sempurna dan media tanam tidak tergenang, yang bisa mengurangi nutrisi. Semua jenis pot bisa digunakan, dan tanaman kemangi menyukai ruang agar udara dapat bersirkulasi di sekitarnya. Perhatikan pemilihan tanah yang baik untuk media tanam.
Kemangi dapat ditanam dari biji atau melalui stek. Setelah menyiapkan bibit kemangi, Anda bisa langsung menanamnya di pot yang sudah disiapkan. Proses penanaman kemangi cukup sederhana dan tidak memerlukan teknik khusus.
Lakukan perawatan yang baik untuk tanaman kemangi, termasuk penyiraman yang cukup dan memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang memadai. Meskipun waktu panen spesifik tidak tersedia, daun kemangi dapat dipetik secara berkala sesuai kebutuhan, memberikan pasokan herbal segar secara terus-menerus.
7. Cabai Rawit
Cabai rawit adalah tanaman yang sangat cocok ditanam di pot dan tidak memerlukan lahan luas, menjadikannya pilihan yang baik untuk berkebun di teras. Tanaman cabai sangat mudah ditanam sendiri di rumah, bahkan bisa memanfaatkan wadah bekas. Cabai rawit relatif tangguh dan dapat berbuah lebat jika dirawat dengan benar, cocok bagi pemula yang ingin mencoba menanam tanaman berbuah.
Pilih pot yang memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air dan pembusukan akar; diameter pot minimal 20 cm dengan empat hingga delapan lubang drainase berdiameter sekitar 1 cm, atau pot berdiameter 30 cm. Isi pot dengan media tanam yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Campuran media tanam yang direkomendasikan adalah tanah, kompos, sekam mentah, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1:1. Sisakan 5-10 cm dari bibir pot setelah diisi media tanam.
Benih cabai bisa dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri dari biji cabai matang berwarna merah. Untuk membuat bibit sendiri, rendam biji cabai dalam campuran air hangat dengan bawang merah yang dihaluskan semalam, lalu ambil biji yang tenggelam dan keringkan. Sebarkan bibit cabai dengan jarak 5-10 cm, lalu tutup dengan media tanam. Siram bibit cabai dengan air bersih menggunakan semprotan tanaman, dua kali sehari pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan. Pada tahap awal pertumbuhan, letakkan pot di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung karena kelembapan lebih penting. Setelah daun mulai tumbuh, pindahkan tanaman ke pot permanen (satu tanaman per pot untuk asupan optimal).
Pastikan cabai mendapatkan penyiraman rutin tetapi tidak berlebihan. Pupuk organik seperti kompos sangat dianjurkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Lakukan pembersihan gulma di pot dan pengendalian hama dengan pestisida (misalnya Regent) serta fungisida (misalnya Torbinol) seminggu sekali. Cabai rawit sudah mulai berbuah dan siap dipanen dalam waktu dua hingga tiga bulan, atau setelah 75-80 hari setelah tanam.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Jenis Sayuran Teras yang Bisa Ditanam Tanpa Pengalaman Berkebun
1. Sayuran apa saja yang mudah ditanam di teras untuk pemula?
Jawaban: Beberapa sayuran yang sangat mudah ditanam di teras untuk pemula antara lain kangkung, bayam, sawi, selada, bawang daun, kemangi, dan cabai rawit. Semua jenis ini dikenal anti gagal dan tidak memerlukan pengalaman berkebun yang luas.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen sayuran teras ini?
Jawaban: Kangkung dapat dipanen dalam 25–30 hari, bayam sekitar 30–35 hari, dan sawi sekitar 21-25 hari setelah pindah tanam. Cabai rawit membutuhkan waktu sedikit lebih lama, yaitu 2-3 bulan atau 75-80 hari setelah tanam.
3. Bagaimana cara menyiapkan media tanam yang ideal untuk sayuran pot?
Jawaban: Media tanam ideal umumnya adalah campuran tanah gembur berpasir dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan 1:1 atau 2:1:1 (tanah, kompos, pasir/sekam). Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air.
4. Apakah sayuran ini membutuhkan sinar matahari penuh?
Jawaban: Sebagian besar sayuran ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, setidaknya 4-6 jam sehari. Namun, pada tahap awal pertumbuhan bibit (misalnya cabai rawit), tempatkan di area yang terhindar dari sinar matahari langsung untuk menjaga kelembapan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529684/original/066105300_1773376732-unnamed__24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529711/original/016410300_1773377261-13f14d25-ea5a-4355-b34b-70ad5b6431a8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518261/original/020343900_1772498285-Gemini_Generated_Image_6i0ptp6i0ptp6i0p.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521610/original/081767800_1772694583-unnamed_-_2026-03-05T140508.181.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485835/original/069422600_1769565209-Parkir_Mobil_yang_Salah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505871/original/049678200_1771398710-Rumah_Kampung_Tanpa_Sekat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485063/original/086893100_1769493789-cabai.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503295/original/086605100_1771129401-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516084/original/037236100_1772253971-Etika_Bertamu_Saat_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516698/original/090289200_1772341726-Ide_Pose_Foto_Keluarga_Outdoor_Saat_Lebaran_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4811348/original/073997900_1713942055-Ilustrasi_perhiasan_emas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534864/original/067502600_1773897161-membersihkan_perhiasan_emas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483970/original/082254600_1769410021-Jambu_Air_Varietas_Kerdil__Kesan_Tropis_yang_Teduh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516937/original/004144700_1772370584-Memakai_Perhiasan_Saat_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361725/original/013384800_1758791633-Gemini_Generated_Image_qrv9t3qrv9t3qrv9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533318/original/025522100_1773731853-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4136675/original/031041300_1661494892-adem-ay-Tk9m_HP4rgQ-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532895/original/075003300_1773714368-Style_lebaran_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5022774/original/056237300_1732608107-cara-masak-opor-ayam.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
