Liputan6.com, Jakarta - Agar tempe tetap segar dan lezat saat akan diolah, penting untuk menerapkan tips menyimpan tempe yang sudah dipotong dengan benar. Penyimpanan yang tepat akan menghindari pembusukan dan perubahan tekstur yang tidak diinginkan.
Tempe sebagai sumber protein nabati merupakan salah satu makanan favorit banyak orang. Seringkali, tempe dibeli dalam jumlah besar untuk stok di rumah. Namun, menjaga kualitasnya setelah dipotong menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Dengan memahami cara penyimpanan yang efektif, Anda bisa menikmati tempe berkualitas prima kapan saja.
Berbagai metode dapat diterapkan untuk memperpanjang masa simpan, memastikan nutrisi dan cita rasa tempe tetap terjaga. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (3/2/2026).
Pentingnya Wadah Kedap Udara
Menyiapkan wadah kedap udara merupakan langkah krusial dalam tips menyimpan tempe yang sudah dipotong agar kesegarannya terjaga. Ini melindungi tempe dari paparan oksigen berlebih yang dapat mempercepat proses fermentasi dan pertumbuhan mikroba tidak diinginkan. Dengan meminimalkan kontak dengan udara, tempe akan terhindar dari perubahan warna, rasa, dan tekstur yang tidak diinginkan.
Penggunaan wadah kedap udara juga membantu mencegah tempe menyerap aroma dari bahan makanan lain di kulkas. Tempe memiliki kemampuan menyerap bau di sekitarnya, sehingga wadah tertutup rapat menjaga aroma khas tempe tetap murni. Ini sangat penting agar tempe tidak terkontaminasi bau yang dapat merusak cita rasa masakan Anda.
Untuk mengaplikasikannya, masukkan potongan tempe ke dalam wadah plastik atau kaca bertutup rapat atau bungkus dengan plastik wrap secara menyeluruh. Pastikan tidak ada celah udara tersisa di dalam wadah atau bungkusan. Metode ini efektif untuk menjaga tempe tetap segar di kulkas selama beberapa hari.
Peran Kertas Perkamen atau Tisu Dapur
Kertas perkamen atau tisu dapur memiliki peran penting dalam menjaga kelembaban tempe yang sudah dipotong. Lapisan ini berfungsi menyerap kelembaban berlebih yang dapat menyebabkan tempe menjadi berlendir atau berbau asam. Kelembaban tinggi adalah salah satu pemicu utama pembusukan pada tempe.
Sebelum menyimpan tempe yang sudah dipotong, bungkus setiap potongan dengan kertas perkamen atau tisu dapur bersih. Pastikan seluruh permukaan tempe tertutup rapat oleh lapisan penyerap kelembaban ini. Langkah ini akan membantu menjaga permukaan tempe tetap kering dan mencegah pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.
Setelah dibungkus, tempe dapat dimasukkan ke dalam wadah kedap udara atau dibungkus lagi dengan plastik rapat sebelum disimpan di kulkas. Kombinasi penggunaan kertas penyerap dan wadah kedap udara akan memberikan perlindungan ganda terhadap tempe. Ini akan menjaga kualitasnya lebih lama.
Suhu Optimal di Lemari Es
Suhu penyimpanan yang tepat di lemari es sangat vital untuk memperlambat proses fermentasi tempe dan menjaga kesegarannya. Suhu ideal untuk menyimpan tempe di kulkas adalah antara 0°C hingga 5°C. Atau bisa juga sekitar 8–10°C di rak bagian bawah atau laci sayur yang suhunya lebih stabil.
Suhu dingin ini akan menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan secara efektif. Tempe yang disimpan di kulkas dapat bertahan sekitar 5 hingga 7 hari jika disimpan dengan benar dalam wadah kedap udara atau dibungkus rapat. Penting untuk tidak menyimpan tempe yang masih hangat langsung ke dalam kulkas; biarkan mendingin di suhu ruangan terlebih dahulu.
Penempatan tempe di bagian chiller atau rak tengah kulkas disarankan karena memiliki suhu yang stabil dan tidak terlalu dingin seperti freezer. Suhu yang terlalu dingin dapat mengubah tekstur tempe dan membuatnya kurang enak saat dimasak. Mendinginkan tempe hangat dapat mencegah kondensasi yang memicu kelembaban.
Teknik Pembekuan untuk Jangka Panjang
Pembekuan adalah metode efektif untuk menyimpan tempe dalam jangka waktu yang lebih lama, meskipun ada beberapa pertimbangan. Tempe yang dibekukan dapat bertahan hingga 1-3 bulan tanpa kehilangan kandungan gizi utamanya. Namun, beberapa sumber menyarankan untuk tidak menyimpan tempe di freezer karena dapat mengubah warna, tekstur, dan rasanya menjadi kehitaman atau agak busuk.
Jika memilih untuk membekukan tempe yang sudah dipotong, potonglah sesuai kebutuhan agar lebih mudah saat akan digunakan. Bungkus setiap potongan tempe dengan plastik wrap atau aluminium foil. Lalu, masukkan ke dalam wadah kedap udara atau plastik ziplock.
Simpan di freezer dengan suhu -18°C untuk menjaga kualitasnya. Saat akan mengolah tempe beku, jangan langsung dimasak dari keadaan beku. Biarkan tempe mencair di suhu ruang selama 30-60 menit, atau rendam kemasannya di air biasa agar lebih cepat mencair. Setelah mencair, keringkan tempe dengan tisu dapur sebelum dimasak untuk menjaga tekstur dan bumbu meresap sempurna.
Menghindari Kelembaban dan Kontaminasi
Kelembaban adalah musuh utama tempe yang sudah dipotong, karena dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur yang tidak diinginkan. Pastikan tempe dalam keadaan kering sebelum disimpan. Kelembaban yang tinggi dapat membuat tempe cepat berlendir, yang merupakan salah satu tanda awal pembusukan.
Selain kelembaban, kontaminasi silang dari bahan makanan lain juga perlu dihindari. Simpan tempe dalam wadah tertutup rapat untuk mencegahnya menyerap bau. Ini juga mencegah kontaminasi mikroba dari makanan lain di kulkas. Wadah kedap udara sangat efektif untuk tujuan ini.
Jika tempe terkena air, sebaiknya segera buang karena akan membusuk lebih cepat. Menjaga kebersihan wadah penyimpanan dan memastikan tempe tidak bersentuhan langsung dengan air adalah praktik penting. Ini akan mempertahankan kualitasnya secara optimal.
Mengenali Tanda-tanda Tempe Rusak
Mengenali tanda-tanda tempe yang sudah rusak sangat penting untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak layak. Tempe yang busuk umumnya akan menunjukkan perubahan warna menjadi kecoklatan atau kehitaman. Warna putih khas jamur Rhizopus pada tempe segar akan mulai menghilang atau berubah.
Selain perubahan warna, tempe yang sudah membusuk juga akan mengeluarkan aroma yang menyengat atau tidak sedap. Meskipun tempe memiliki aroma khas fermentasi, bau busuk atau amonia adalah indikasi jelas bahwa tempe sudah tidak layak konsumsi. Ini adalah salah satu tips menyimpan tempe yang sudah dipotong agar tidak salah konsumsi.
Perubahan tekstur juga menjadi indikator penting. Tempe yang berkualitas baik memiliki tekstur padat dan tidak mudah hancur. Jika tempe sudah berlendir, basah, atau mudah hancur saat ditekan, itu berarti sudah ada bakteri yang berkembang dan sebaiknya tidak dikonsumsi.
FAQ
- Berapa lama tempe yang sudah dipotong bisa bertahan di kulkas? Tempe yang sudah dipotong bisa bertahan sekitar 5 hingga 7 hari di kulkas jika disimpan dengan benar.
- Apakah tempe yang sudah dipotong bisa dibekukan? Ya, tempe yang sudah dipotong bisa dibekukan dan dapat bertahan hingga 1-3 bulan.
- Mengapa tempe yang disimpan di kulkas bisa berlendir? Tempe bisa berlendir karena kelembaban berlebih atau kontaminasi bakteri.
- Apa tanda tempe sudah tidak layak dikonsumsi? Tanda tempe tidak layak dikonsumsi adalah perubahan warna menjadi kehitaman, aroma menyengat, dan tekstur berlendir atau mudah hancur.
- Perlukah membungkus tempe dengan kertas sebelum dimasukkan wadah kedap udara? Ya, membungkus tempe dengan kertas perkamen atau tisu dapur dapat membantu menyerap kelembaban berlebih.
- Bagaimana cara mencairkan tempe beku sebelum dimasak? Cairkan tempe beku di suhu ruang selama 30-60 menit atau rendam kemasannya di air biasa.
- Apakah tempe yang sudah dipotong harus dicuci sebelum disimpan? Tidak perlu dicuci, pastikan tempe dalam keadaan kering sebelum disimpan untuk menghindari kelembaban.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549233/original/030944900_1775610919-Potong_Daun_dan_Ranting_yang_Rusak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459390/original/030288100_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556734/original/059334600_1776301591-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482977/original/074055700_1769311752-Mangosteen_fruit_on_the_tree.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478912/original/070816200_1768960225-sepatuu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519330/original/072421700_1772546934-IMG-20260303-WA0014_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555604/original/093057600_1776167944-Kandang_Baterai_Bertingkat_____Hemat_Lahan__Kapasitas_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550950/original/022476300_1775712848-Alamanda__Allamanda_cathartica_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556933/original/006271400_1776312096-Contoh_Rumah_Tumbuh_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548950/original/079762800_1775557037-LG_InstaView_Door_in_Door_GC_Q247CSBV__Premium_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623965/original/002411600_1636099377-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556878/original/095480600_1776310388-desain_edible_garden_outdoor_yang_tahan_panas_dan_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556767/original/080104300_1776305403-ide_kebun_sayur_di_balai_desa_untuk_kebutuhan_warga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521683/original/098936100_1772697358-Gemini_Generated_Image_4m1ee14m1ee14m1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550405/original/049421600_1775692284-unnamed__85_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542587/original/068266800_1774947132-Gemini_Generated_Image_lqa1h8lqa1h8lqa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551101/original/011637500_1775718005-Gemini_Generated_Image_j9j7vpj9j7vpj9j7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)