Liputan6.com, Jakarta - Budidaya belut rumahan kini semakin diminati banyak orang karena potensi keuntungannya yang menjanjikan. Dengan teknik yang tepat, Anda bisa membuat belut cepat besar dalam waktu 2-3 bulan saja, bahkan di lahan terbatas.
Memulai budidaya belut memerlukan perencanaan matang, mulai dari pemilihan bibit hingga pengelolaan lingkungan kolam. Setiap tahapan memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan pembesaran belut. Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap aspek dengan cermat agar belut dapat tumbuh sehat dan mencapai ukuran konsumsi sesuai target.
Lantas bagaimana saja cara membuat belut cepat besar dalam 2-3 bulan untuk budidaya rumahan? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Pemilihan Bibit Belut Unggul
Pemilihan bibit merupakan langkah awal yang krusial dan menentukan sekitar 50% keberhasilan budidaya belut. Bibit berkualitas akan tumbuh lebih cepat serta memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit. Disarankan memilih bibit hasil budidaya karena lebih tahan penyakit dan memiliki tingkat kelangsungan hidup (SR) yang lebih tinggi dibandingkan bibit tangkapan alam.
Ciri-ciri bibit unggul meliputi kondisi sehat, aktif, dan lincah dalam bergerak. Tubuh bibit harus mulus, tidak cacat, dan bebas dari luka atau bercak putih, dengan mata yang jernih. Ukuran bibit yang seragam juga penting untuk menghindari kanibalisme dan memastikan pertumbuhan yang merata di dalam kolam.
Untuk pembesaran, bibit belut idealnya berukuran 10-12 cm, dengan waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan. Bibit ukuran 9 cm dapat ditebar dengan kepadatan tinggi, misalnya 10 kg per m² di kolam air bening. Sebelum ditebar ke kolam pembesaran, lakukan aklimatisasi dengan mengapungkan wadah bibit di atas permukaan air kolam selama 15-30 menit untuk menyamakan suhu, lalu campurkan air kolam ke dalam wadah bibit sedikit demi sedikit sebelum dilepaskan.
2. Persiapan Kolam Budidaya yang Optimal
Kolam yang sesuai adalah fondasi penting untuk pertumbuhan belut yang optimal. Belut dapat dibudidayakan di berbagai jenis kolam, baik dengan media lumpur maupun air bening. Pemilihan jenis kolam harus disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan preferensi pembudidaya.
Beberapa jenis kolam yang umum digunakan antara lain kolam drum/tong sebagai kolam semi permanen yang terjangkau, kolam terpal yang efisien dan mudah dipindahkan, serta kolam permanen dari tembok atau semen. Kolam permanen baru perlu dikeringkan beberapa minggu, direndam air dengan tambahan daun/pelepah pisang dan sabut kelapa, lalu dicuci hingga bau semen hilang. Untuk lahan sempit, kolam bertingkat dengan air bening juga bisa menjadi solusi efektif.
Pilihlah lokasi kolam yang mudah dijangkau, memiliki sumber air bersih dan stabil, serta terlindung dari polusi dan gangguan lingkungan. Kolam sebaiknya diletakkan di tempat teduh atau diberi atap untuk menghindari sinar matahari langsung yang dapat menaikkan suhu air. Belut adalah hewan pemalu dan takut sinar, sehingga tempat persembunyian sangat diperlukan. Untuk budidaya air bening, sirkulasi air yang baik sangat penting untuk mengatur kadar pH dan menjaga stabilitas oksigen.
3. Pembuatan Media Tumbuh yang Optimal
Media tumbuh adalah kunci keberhasilan 80% dari proses budidaya belut, terutama untuk metode lumpur. Media yang "matang" akan mendukung pertumbuhan belut secara signifikan. Menyiapkan media tumbuh yang tepat juga menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya ternak belut.
Komposisi media lumpur dapat bervariasi, namun umumnya melibatkan lapisan jerami di dasar kolam setinggi 25-50 cm yang berfungsi sebagai agen aerasi dan sumber humus. Di atasnya, ditambahkan pupuk Urea dan NPK, lumpur/tanah sawah, pupuk kandang, kompos, serta cincangan batang pisang (gedebog pisang) yang berfungsi sebagai pendingin alami dan menciptakan rongga. Gedebog pisang membentuk 15% komposisi media, sementara lumpur sawah sekitar 50%.
Setelah penyusunan lapisan, siram media dengan starter mikroorganisme seperti EM4, yang berisi bakteri pengurai untuk mempercepat pembusukan bahan organik. Media perlu didiamkan selama 2-3 minggu, atau paling lama 1 bulan, agar terjadi proses fermentasi sempurna. Jika bibit ditebar saat media masih "panas" (proses pembusukan belum selesai), belut bisa mati massal akibat keracunan gas amonia. Media yang "matang" dicirikan dengan tidak adanya bau gas amonia yang menyengat dan tumbuhnya tanaman indikator di atasnya dengan subur.
4. Pemberian Pakan Berkualitas Tinggi dan Tepat
Pakan adalah faktor paling penting dalam keberhasilan budidaya belut, terutama pada fase pembesaran, karena belut membutuhkan nutrisi tinggi, khususnya protein, untuk pertumbuhan ideal. Belut memerlukan protein antara 30-45% dari total asupan harian, serta lemak 5-12% sebagai sumber energi utama. Vitamin dan mineral juga penting untuk kekebalan tubuh, sementara serat kasar harus rendah agar mudah dicerna.
Jenis pakan rekomendasi meliputi cacing tanah yang merupakan pakan terbaik dengan protein tinggi mencapai 60%, keong mas/bekicot sebagai sumber protein dan kalsium, ikan rucah, pelet pakan belut berkualitas tinggi, dan usus ayam. Untuk anakan belut, berikan pakan hidup seperti cacing, larva ikan, atau larva serangga. Belut dewasa bisa diberikan katak, ikan, yuyu, bekicot, atau keong.
Pemberian pakan yang tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan pertumbuhan lambat, nafsu makan berkurang, rentan penyakit, dan stres. Pembudidaya disarankan untuk memproduksi pakan sendiri, misalnya dengan beternak cacing, agar lebih efektif dan mengurangi biaya. Suplemen herbal dari rempah-rempah dapat ditambahkan ke pakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, dan mempercepat pertumbuhan belut.
5. Manajemen Kualitas Air (Suhu dan pH)
Kualitas air yang baik, termasuk suhu dan pH yang stabil, sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan belut. Suhu air yang ideal untuk budidaya belut adalah antara 25 hingga 30 derajat Celcius. Suhu yang tepat membantu menjaga aktivitas harian belut, membuat mereka lebih aktif mencari makan, yang berdampak positif pada pertumbuhan dan bobot.
Suhu ekstrem, baik terlalu panas atau dingin, dapat menyebabkan stres pada belut, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan produktivitas. Pemantauan suhu secara berkala sangat penting, terutama di musim yang fluktuatif. Selain suhu, pH air juga krusial; pH ideal bagi belut adalah antara 5 hingga 7.
Air harus segera diganti jika pH sudah mencapai angka 7. Sirkulasi air yang memadai diperlukan untuk mengatur kadar pH, terutama di kolam air bening, karena belut mengeluarkan lendir yang dapat memengaruhi pH. Menjaga kebersihan kolam dari kotoran dan sisa pakan secara teratur juga esensial, sebab lingkungan yang terlalu lembap atau kering dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit sangat penting untuk mencegah kematian massal dan memastikan pertumbuhan belut yang sehat. Proses fermentasi media budidaya yang belum sempurna dapat menyebabkan kematian belut di awal penebaran. Bibit hasil tangkapan dengan setrum atau penanganan yang buruk saat pengangkutan juga sering menjadi penyebab kematian.
Penyakit umum pada belut meliputi protozoa (bercak putih) yang menempel pada tubuh, insang, atau mulut belut, menyebabkan bintik-bintik yang membesar, lemas, dan penurunan nafsu makan. Jamur menyerang bagian tubuh belut yang terluka dan telur, sementara bakteri (Aeromonas dan Pseudomonas) menyerang limpa dan hati, sering muncul akibat perawatan yang tidak tepat seperti pakan berlebihan atau kepadatan belut yang terlalu tinggi.
Hama belut dapat berupa kompetitor yang bersaing mendapatkan media hidup dan pakan, atau predator seperti kepiting, berang-berang, anjing air, biawak, katak, ular, kura-kura, burung, dan itik. Pengendalian hama dapat dilakukan secara mekanis, seperti membersihkan semak atau menangkap predator. Peningkatan daya tahan tubuh belut melalui suplemen ramuan tradisional (empon-empon) pada pakan juga penting untuk melindungi belut dari berbagai penyakit.
7. Manajemen Lingkungan Kolam dan Persembunyian
Belut adalah hewan nokturnal yang cenderung pemalu dan takut sinar, sehingga lingkungan kolam harus dirancang untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Hindari sinar lampu langsung pada kolam dan pastikan kolam tidak terlalu terang. Memberikan atap atau tanaman air seperti eceng gondok di permukaan kolam dapat mengurangi intensitas cahaya matahari langsung.
Sediakan tempat-tempat persembunyian di dalam kolam agar belut merasa aman dan nyaman. Di media lumpur, lumpur itu sendiri berfungsi sebagai tempat persembunyian alami. Namun, di kolam air bening, perlu rekayasa lingkungan untuk menciptakan tempat persembunyian yang memadai.
Selain itu, hindari gangguan yang ceroboh, misalnya dengan memasukkan tangan atau benda ke dalam kolam. Belut yang merasa aman dan nyaman akan memiliki pertumbuhan yang lebih baik. Lingkungan yang tenang dan sesuai habitat aslinya akan mendukung belut untuk aktif mencari makan dan berkembang dengan optimal.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja ciri-ciri bibit belut unggul yang direkomendasikan untuk budidaya?
Jawaban: Bibit unggul harus sehat, aktif, lincah, bertubuh mulus tanpa cacat, ukuran seragam, dan bermata jernih. Bibit hasil budidaya lebih dianjurkan karena tahan penyakit.
2. Berapa suhu dan pH air yang ideal untuk budidaya belut agar pertumbuhannya optimal?
Jawaban: Suhu air ideal untuk budidaya belut adalah antara 25 hingga 30 derajat Celcius, sedangkan pH air yang cocok berkisar antara 5 hingga 7.
3. Mengapa media tumbuh lumpur harus difermentasi sebelum bibit belut ditebar?
Jawaban: Fermentasi media lumpur selama 2-3 minggu memastikan bahan organik "matang" dan tidak menghasilkan gas amonia yang beracun, mencegah kematian massal belut.
4. Pakan jenis apa yang paling efektif untuk membuat belut cepat besar?
Jawaban: Cacing tanah adalah pakan terbaik karena kandungan proteinnya tinggi (hingga 60%). Alternatif lain termasuk keong mas, bekicot, ikan rucah, dan pelet khusus belut.
5. Bagaimana cara menciptakan lingkungan kolam yang nyaman bagi belut?
Jawaban: Hindari sinar lampu langsung, sediakan tempat persembunyian seperti lumpur atau rekayasa lingkungan, dan berikan atap atau tanaman air untuk mengurangi intensitas cahaya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441748/original/011606800_1765516947-Gemini_Generated_Image_7w0gj17w0gj17w0g.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491866/original/029397100_1770108252-Ilustrasi_Tanaman_Buah_di_Ruangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447600/original/085257700_1765959495-Frozen_food_risol_mayo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491987/original/061010200_1770112949-Tips_Menghilangkan_Noda_Kuning_Kunyit_di_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491939/original/099723100_1770111353-Trik_Mengatasi_Baju_Gosong_Kena_Setrika.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491606/original/060033200_1770100819-ilustrasi_bantal__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487179/original/063194200_1769659129-Teras_Atap_Bening_untuk_Jemur_Tanaman__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1608718/original/059033100_1496118857-29052017-daun-kelor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491566/original/095699900_1770100060-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219406/original/055591400_1747214290-mukesh-sharma-erU5Nk7W7Ek-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772480/original/082625300_1710408770-front-view-brown-wooden-desk_140725-79250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491073/original/059353700_1770082857-pocket-931299_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5416051/original/003279500_1763439929-kutu2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5239783/original/014271700_1748852463-Depositphotos_816826678_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458212/original/066627600_1767074475-Kebun_Sayur_Sawi_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489692/original/060394600_1769922432-masin_cuci_2_tabung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482454/original/085959800_1769220530-Membersihkan_Kerak_di_Wastafel_Keramik_Pakai_Sitrun_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3964246/original/052423500_1647403184-pexels-steve-johnson-861414.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023914/original/017237700_1732613523-pexels-pnw-prod-9218397.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3486295/original/018133600_1623999399-close-up-violet-iron-ironing-board_23-2148246484.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1187096/original/006904800_1459331398-boar_3023393b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323534/original/076427800_1755774308-Gemini_Generated_Image_vu7jgqvu7jgqvu7j.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007046/original/062476900_1731657161-cara-mencari-sisi-miring-segitiga.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382177/original/060933000_1760536995-lnsp_neptune_desktop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361289/original/036584900_1758782630-Gemini_Generated_Image_y8hvory8hvory8hv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/745066/original/026520000_1412150924-z3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985555/original/016716900_1730282856-Depositphotos_339750616_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/899292/original/068593000_1434084869-3017331-poster-5-poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235890/original/096911600_1748439918-Ruang_Tamu_dengan_Sofa_Low_Seating_dan_Motif_Geometris.jpeg)