7 Cara Menanam Terong Ungu dari Biji Agar Panen Melimpah Meski di Lahan Sempit

2 months ago 44

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam terong ungu dari biji agar panen melimpah di bawah ini bisa ditiru jika Anda ingin mencobanya di rumah. Menanam terong ungu di lahan sempit kini bukan lagi halangan untuk mendapatkan panen melimpah. Dengan teknik yang tepat, siapa pun bisa menikmati hasil kebun sendiri di rumah. 

Meskipun lahan terbatas, terong ungu dapat tumbuh subur dan produktif jika ditanam dalam pot atau polybag. Metode ini memungkinkan pengaturan lingkungan tumbuh yang lebih terkontrol, sehingga potensi panen dapat dimaksimalkan. Memahami setiap tahapan penanaman mulai dari penyemaian hingga panen adalah esensial.

Penerapan praktik budidaya yang baik akan memastikan tanaman terong ungu Anda sehat dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (22/12/2025).

1. Pemilihan Biji Unggul untuk Terong Ungu

Biji unggul dapat diperoleh dari toko pertanian terdekat atau dari buah terong yang sudah tua dan membusuk di pohon. Ciri-ciri biji berkualitas baik meliputi kondisi fisik yang bersih, mengkilap, padat berisi, serta memiliki daya tumbuh di atas 75 persen.

Setelah mendapatkan biji, lakukan perendaman dalam air hangat selama kurang lebih 15 menit. Biji yang berkualitas baik akan tenggelam, sementara biji yang hampa atau kurang berkualitas akan mengambang di permukaan air. Proses perendaman ini tidak hanya berfungsi untuk menyeleksi biji, tetapi juga membantu melembapkan biji kering agar perkecambahan lebih cepat.

Beberapa rekomendasi bibit terong ungu unggul yang dikenal produktif dan tahan penyakit antara lain Mustang F1, Antaboga, dan Yuvita F1. Bibit-bibit ini cocok untuk ditanam baik di lahan luas maupun skala rumahan menggunakan pot atau polybag. Varietas ini juga memiliki ketahanan terhadap cuaca panas dan penyakit layu.

2. Teknik Penyemaian Biji Terong yang Efektif

Penyemaian merupakan tahap penting untuk mempersiapkan bibit terong ungu sebelum ditanam di media permanen. Anda bisa menggunakan pot kecil, polybag, atau wadah persemaian khusus yang diisi dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang atau sekam. Dianjurkan menggunakan pot atau polybag berukuran besar untuk penyemaian agar dapat menampung lebih banyak benih.

Setelah media semai siap, buatlah lubang tipis dengan jarak minimal 1 cm atau tanam biji pada kedalaman sekitar 1,25 inci (sekitar 3 cm). Tutup biji dengan tanah tipis secara merata dan padatkan perlahan. Untuk menjaga kelembapan, wadah semai dapat ditutup dengan plastik bening berlubang atau karung goni dan diletakkan di tempat yang teduh.

Penyiraman harus dilakukan secara teratur, yaitu dua kali sehari setiap pagi dan sore hari, untuk menjaga kelembapan media. Setelah sekitar satu minggu, penutup dapat dibuka dan bibit dibiarkan terpapar sinar matahari yang cukup untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Bibit terong ungu biasanya siap dipindahkan setelah berumur sekitar satu bulan atau ketika sudah memiliki 4 helai daun sejati.

3. Persiapan Media Tanam Ideal untuk Terong Ungu

Media tanam  tepat adalah faktor kunci untuk pertumbuhan terong ungu yang optimal, terutama di lahan sempit seperti pot atau polybag. Media tanam harus gembur, kaya zat organik, dan memiliki drainase yang baik. Berikut langkahnya:

  • Campuran ideal terdiri dari tanah, pupuk kandang atau kompos, dan sekam padi atau arang sekam dengan perbandingan yang sesuai, misalnya 2:1:1:1 atau 3:1 untuk tanah dan pupuk kandang.
  • Untuk penanaman di pot atau polybag, pilih ukuran yang cukup besar, sekitar 40x50 cm, dan pastikan memiliki lubang drainase di bagian bawah.
  • Isi polybag dengan campuran media tanam hingga menyisakan sekitar 10 cm dari permukaan atas.
  • Setelah diisi, letakkan polybag di area yang teduh dan biarkan selama dua hari sebelum digunakan agar media stabil.

Terong ungu tumbuh baik pada tanah lempung berpasir dengan pH antara 6,3 hingga 7,3 dan suhu udara berkisar 22-30 derajat Celcius. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, sehingga penempatan pot atau polybag di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh sangat dianjurkan.

4. Proses Penanaman Bibit Terong dengan Hati-hati

Pemindahan bibit terong ungu dari persemaian ke media tanam permanen harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari stres pada tanaman. Waktu terbaik untuk menanam bibit adalah pada sore atau pagi hari, ketika cuaca tidak terlalu panas dan terik matahari tidak berlebihan.

Sebelum memindahkan, siram media semai agar tanah menjadi lembap dan bibit lebih mudah dicabut tanpa merusak akar. Buat lubang tanam di tengah media tanam permanen sedalam kurang lebih 5 cm. Angkat bibit secara perlahan, pastikan akar tidak banyak yang putus, lalu tanam bibit ke dalam lubang yang sudah dibuat.

Setelah bibit tertanam, padatkan tanah di sekeliling batang secara perlahan dan siram dengan air secukupnya. Pastikan setiap lubang hanya diisi dengan satu bibit terong. Bibit yang dipilih sebaiknya memiliki akar yang banyak, pertumbuhan normal, dan batang lurus untuk menjamin pertumbuhan optimal.

5. Perawatan Tanaman Terong Ungu secara Optimal

Perawatan yang optimal sangat penting untuk memastikan terong ungu tumbuh sehat dan menghasilkan panen melimpah. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, dua kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama saat musim kemarau. 

Pemupukan susulan perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pupuk organik sangat dianjurkan, namun pupuk NPK juga dapat digunakan. Pemupukan NPK dapat diberikan saat tanaman berumur 15, 28, dan 42 hari setelah tanam, dengan dosis sesuai anjuran, misalnya NPK mutiara 16-16-16 dengan cara kocor setiap 10 hari sekali.

6. Pemangkasan dan Penyangga untuk Terong Ungu

Pemangkasan adalah praktik penting untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman terong ungu agar lebih produktif dan sehat. Pemangkasan dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tanaman dan membentuknya menjadi lebih rapi.

Cabang-cabang yang tidak perlu, seperti tunas air atau daun tua yang menguning, sebaiknya dipangkas untuk mengoptimalkan sirkulasi udara dan penyaluran nutrisi ke buah. Selain pemangkasan, pemasangan penyangga atau ajir sangat diperlukan, terutama saat tanaman mulai berbuah lebat.

Batang terong ungu cenderung rapuh dan tidak mampu menopang beban buah yang banyak. Penyangga dari bambu atau kayu akan membantu menopang batang dan cabang, mencegahnya patah, serta menjaga buah tidak menyentuh tanah.

7. Panen Terong Ungu yang Tepat Waktu

Panen terong ungu yang tepat waktu dan cara yang benar akan memastikan kualitas buah tetap terjaga dan merangsang produksi buah selanjutnya. Terong ungu biasanya siap dipanen setelah 60-85 hari dari penanaman, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan.

Ciri-ciri terong yang siap panen adalah warnanya ungu cerah atau mengkilap, ukurannya sesuai varietas, dan teksturnya tidak lembek saat ditekan. Gunakan gunting atau pisau tajam untuk memetik buah, potong pada bagian tangkai buah sekitar tiga perempat dari panjang tangkai.

Memetik dengan hati-hati akan mencegah kerusakan pada buah dan tanaman induk, serta memperpanjang masa produktif tanaman. Tanaman terong ungu dapat dipanen secara berkala, biasanya setiap tiga hingga tujuh hari sekali, dari tanaman yang sama. 

FAQ

  1. Kapan waktu terbaik menanam terong ungu dari biji? Waktu terbaik adalah di awal musim kemarau karena terong membutuhkan sinar matahari yang cukup.
  2. Bagaimana cara memilih biji terong ungu yang berkualitas? Pilih biji yang bersih, mengkilap, padat berisi, dan tenggelam saat direndam air.
  3. Berapa lama biji terong ungu berkecambah? Biji terong ungu biasanya berkecambah dalam waktu sekitar satu bulan setelah disemai.
  4. Media tanam apa yang cocok untuk terong ungu di lahan sempit? Campuran tanah gembur, pupuk kandang/kompos, dan sekam padi dalam pot atau polybag berukuran besar.
  5. Bagaimana cara memupuk terong ungu agar panen melimpah? Lakukan pemupukan susulan secara teratur dengan pupuk organik atau NPK sesuai dosis anjuran.
  6. Kapan terong ungu siap dipanen? Terong ungu siap dipanen setelah 60-85 hari dari penanaman, ditandai dengan warna ungu cerah dan tekstur padat.
  7. Seberapa sering terong ungu bisa dipanen? Terong ungu dapat dipanen secara berkala setiap tiga hingga tujuh hari sekali dari tanaman yang sama.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |