7 Cara Menanam Kangkung dari Sisa Batang, Tumbuh Lagi dan Bisa Dipanen

1 month ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Menanam kangkung dari sisa batang merupakan metode budidaya yang sangat praktis, hemat, dan ramah lingkungan. Teknik ini ideal bagi pemula yang ingin mencoba berkebun atau mereka yang memiliki lahan terbatas di rumah. Kangkung, sayuran hijau yang kaya gizi, dikenal memiliki kemampuan tumbuh yang cepat dan dapat dipanen berulang kali.

Metode ini memungkinkan Anda memanfaatkan kembali sisa batang kangkung yang biasanya dibuang setelah memasak, mengubahnya menjadi sumber sayuran segar yang berkelanjutan. Dengan sedikit usaha dan perawatan yang tepat, Anda bisa menikmati kangkung segar langsung dari kebun mini Anda. Prosesnya tidak rumit dan sangat memuaskan, memberikan hasil panen yang melimpah.

Lantas bagaimana cara menanam kangkung dari sisa batang agar dapat tumbuh kembali dan dipanen berkali-kali? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (13/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pemilihan Batang Kangkung yang Tepat

Langkah awal yang krusial dalam menanam kangkung dari sisa batang adalah memilih bahan tanam yang berkualitas. Pilihlah batang kangkung yang masih segar, kuat, dan belum menunjukkan tanda-tanda berbunga. Batang yang ideal memiliki panjang minimal 15 cm untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan.

Pastikan batang yang Anda pilih tidak terlalu kering atau busuk, karena kondisi ini akan menghambat proses perakaran. Ambil sisa batang kangkung bagian bawah yang tidak dimasak dan masih menyisakan beberapa helai daun. Potong batang tepat di bawah ruas daun menggunakan gunting yang bersih dan tajam untuk menghindari kerusakan jaringan.

Kualitas batang akan sangat menentukan seberapa cepat dan subur kangkung Anda tumbuh kembali. Batang yang sehat memiliki potensi tunas dan akar yang lebih baik, menjamin keberhasilan budidaya. Oleh karena itu, seleksi batang menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

2. Perangsangan Akar (Pembibitan)

Setelah batang kangkung dipilih, tahapan selanjutnya adalah merangsang pertumbuhan akar sebelum dipindahkan ke media tanam permanen. Proses ini dikenal sebagai pembibitan dan sangat penting untuk memastikan batang dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Rendam batang kangkung dalam wadah berisi air bersih. Pastikan hanya bagian bawah batang yang terendam air, sementara bagian atasnya tetap kering. Anda bisa menempatkan wadah di tempat yang terang namun tidak terkena sinar matahari langsung, serta memiliki suhu hangat untuk mendorong munculnya akar.

Akar biasanya akan mulai muncul dalam waktu 2-3 hari setelah perendaman. Selama proses ini, ganti air secara rutin setiap hari untuk menjaga kebersihan dan mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur. Jika diinginkan, Anda juga bisa menambahkan sedikit zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk mempercepat proses perakaran.

3. Pemilihan Media Tanam

Kangkung dikenal sebagai tanaman yang adaptif dan dapat tumbuh di berbagai jenis media tanam, baik di tanah maupun secara hidroponik. Pemilihan media yang tepat akan sangat mendukung pertumbuhan optimal tanaman. Untuk penanaman di tanah, gunakan media tanam yang subur dan kaya unsur hara.

Campuran tanah dengan pupuk organik, seperti pupuk kandang atau kompos, sangat direkomendasikan dengan perbandingan 2:1. Penambahan arang sekam juga dapat meningkatkan porositas dan drainase media tanam. Media tanam yang baik akan menyediakan nutrisi esensial dan menjaga kelembaban yang dibutuhkan kangkung.

Jika Anda memilih metode hidroponik atau semi-hidroponik, media seperti arang sekam, cocopeat, atau kerikil kecil dapat menjadi pilihan. Media ini berfungsi sebagai penopang fisik bagi tanaman dan memastikan akar mendapatkan aerasi yang cukup. Pastikan media yang digunakan bersih dan bebas dari patogen.

4. Proses Penanaman

Setelah batang kangkung memiliki akar yang cukup dan media tanam telah disiapkan, saatnya melakukan penanaman. Jika Anda menanam di tanah atau polybag, buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm. Masukkan batang kangkung yang sudah berakar ke dalam lubang tersebut.

Kemudian, timbun lubang tanam dengan media yang sudah disiapkan dan padatkan sedikit di sekitar pangkal batang. Segera siram media tanam hingga lembap setelah penanaman untuk membantu adaptasi akar. Pastikan tidak ada genangan air yang berlebihan.

Untuk penanaman di air, seperti menggunakan botol bekas yang dipotong dua, cukup letakkan batang kangkung di wadah berisi air tersebut. Pastikan akar terendam air sepenuhnya dan batang tetap tegak. Penanaman yang benar akan memberikan awal yang baik bagi pertumbuhan kangkung Anda.

5. Perawatan Tanaman Rutin

Perawatan yang konsisten adalah kunci untuk memastikan kangkung tumbuh subur dan dapat dipanen berulang kali. Kangkung termasuk tanaman yang tidak memerlukan perawatan rumit, namun penyiraman adalah hal yang esensial. Siram tanaman setidaknya satu kali sehari, terutama saat cuaca panas, atau sesuaikan dengan kelembaban media tanam.

Selain penyiraman, berikan pupuk susulan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pupuk organik cair atau pupuk kandang yang kaya nitrogen sangat dianjurkan untuk mendukung pertumbuhan daun yang lebat. Pemberian pupuk dapat dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

Kangkung umumnya tahan terhadap hama dan penyakit. Namun, jika muncul masalah hama, gunakan pestisida nabati sebagai solusi yang aman dan ramah lingkungan. Perawatan rutin ini akan menjaga kesehatan tanaman dan memaksimalkan hasil panen Anda.

6. Panen Pertama

Salah satu keunggulan menanam kangkung adalah waktu panennya yang relatif cepat. Kangkung biasanya siap dipanen dalam waktu 21 hingga 30 hari setelah tanam, tergantung pada kualitas nutrisi yang diberikan dan kondisi lingkungan.

Untuk panen pertama, potong batang kangkung sekitar 2-3 cm di atas permukaan media tanam. Cara panen ini tidak hanya mengambil hasil, tetapi juga berfungsi sebagai stimulasi bagi tanaman untuk menumbuhkan tunas-tunas baru. Pastikan menggunakan alat potong yang bersih dan tajam.

Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran dan kerenyahan daun kangkung. Hindari memanen di tengah siang yang terik karena daun akan lebih mudah layu. Dengan memotong bagian atasnya dan menyisakan pangkal batang, Anda membuka jalan untuk panen berulang.

7. Panen Berulang dan Perawatan Lanjutan

Keistimewaan menanam kangkung dari sisa batang terletak pada kemampuannya untuk dipanen berkali-kali dari satu kali penanaman. Setelah panen pertama, tunas-tunas baru akan mulai tumbuh dari sisa batang yang Anda sisakan.

Kangkung dapat dipanen kembali dalam waktu sekitar 10-14 hari setelah panen pertama. Panen berulang dengan memotong batang akan merangsang pertumbuhan tunas lateral dan menghambat pembungaan, sehingga kangkung terus menghasilkan daun segar yang lebat.

Untuk menjaga produktivitas, teruskan perawatan rutin seperti penyiraman dan pemupukan. Meskipun kangkung dapat dipanen berulang, kualitas dan produktivitasnya mungkin akan sedikit menurun setelah panen ketiga. Pada titik ini, disarankan untuk memulai penanaman baru untuk menjaga kualitas hasil panen. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menikmati pasokan kangkung segar yang berkelanjutan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Berapa lama kangkung bisa dipanen setelah ditanam dari batang?

Jawaban: Kangkung biasanya sudah bisa dipanen antara usia 21 hingga 30 hari setelah tanam (HST) tergantung kualitas nutrisi yang diberikan.

2. Apakah kangkung bisa ditanam sepanjang tahun di Indonesia?

Jawaban: Ya, kangkung dapat ditanam sepanjang tahun di Indonesia karena merupakan tanaman tropis yang adaptif terhadap berbagai kondisi iklim. Namun, pertumbuhan optimal terjadi pada musim hujan atau dengan penyiraman yang cukup. Pada musim kemarau, pastikan penyiraman dilakukan lebih sering untuk menjaga kelembaban media tanam agar tanaman tidak layu atau pertumbuhannya terhambat.

3. Media tanam apa yang paling baik untuk kangkung?

Jawaban: Media tanam terbaik untuk kangkung adalah campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 yang menghasilkan struktur gembur dan drainase baik. Untuk hidroponik, gunakan larutan nutrisi AB mix dengan pH 5,5-6,5 dan media penopang seperti rockwool atau hidroton. Pastikan media tanam memiliki kandungan bahan organik yang cukup dan tidak terlalu padat agar akar dapat berkembang dengan baik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |