Menyalakan AC 24 Jam Benarkah Malah Hemat Listrik? Pahami Jenis AC dan Tipsnya

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan mengenai apakah menyalakan AC 24 jam justru lebih hemat listrik dibandingkan dengan sering mematikan dan menyalakannya kembali, telah menjadi perdebatan umum di masyarakat. Klaim ini seringkali menimbulkan kebingungan, terutama bagi mereka yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi di rumah.

Secara umum, menyalakan AC secara terus-menerus selama 24 jam akan mengonsumsi lebih banyak listrik dibandingkan jika AC hanya dinyalakan saat dibutuhkan. Namun, ada nuansa kebenaran di balik mitos ini yang sangat bergantung pada jenis AC yang digunakan di rumah atau kantor Anda.

Untuk memahami lebih lanjut, penting untuk membedakan cara kerja antara AC jenis inverter dan non-inverter. Perbedaan mendasar pada teknologi kompresor kedua jenis AC ini menjadi kunci dalam menentukan strategi penghematan listrik yang paling efektif. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Minggu (20/4/2026).

Mitos atau Fakta: Efisiensi AC 24 Jam

Klaim bahwa menyalakan AC 24 jam justru lebih hemat listrik dibandingkan sering mematikan dan menyalakannya kembali adalah sebuah mitos yang memiliki nuansa kebenaran. Kebenaran tersebut sangat bergantung pada jenis AC yang digunakan. Penggunaan AC secara terus-menerus selama 24 jam akan mengonsumsi lebih banyak listrik dibandingkan jika AC hanya dinyalakan saat dibutuhkan.

Namun, untuk AC jenis inverter, menyalakannya secara stabil pada suhu optimal, misalnya 26°C, bisa lebih efisien daripada sering mematikan dan menyalakannya. Kompresor AC inverter dirancang untuk menghindari lonjakan daya tinggi saat memulai kerja.

Sebaliknya, AC non-inverter akan selalu lebih boros jika dinyalakan 24 jam karena kompresornya bekerja dengan sistem on/off yang membutuhkan daya tinggi setiap kali menyala. Penggunaan AC secara nonstop selama 24 jam memang lebih irit dibandingkan dengan AC yang dinyalakan dan dimatikan berulang kali dalam periode waktu yang sama, jika durasi total penggunaannya sama.

AC Inverter vs. Non-Inverter: Perbedaan Konsumsi Daya

Perbedaan mendasar antara AC inverter dan non-inverter terletak pada cara kerja kompresornya, yang secara signifikan memengaruhi konsumsi listrik.

AC Inverter

AC inverter menggunakan kompresor dengan kecepatan variabel, yang dapat menyesuaikan daya pendinginan sesuai kebutuhan ruangan. Ketika suhu ruangan mendekati suhu yang diatur, kompresor akan bekerja pada daya rendah untuk menjaga suhu tetap stabil, bukan mati total.

Teknologi ini menghindari lonjakan arus listrik yang besar saat kompresor menyala, sehingga lebih hemat energi, terutama untuk penggunaan jangka panjang (lebih dari 4 jam per hari). AC inverter dapat menghemat listrik hingga 30-50% dibandingkan model non-inverter. Suhu ruangan lebih stabil dan operasi AC lebih senyap. Meskipun harga awal pembelian lebih mahal, biaya operasional jangka panjangnya lebih rendah.

AC Non-Inverter

AC non-inverter menggunakan kompresor dengan kecepatan tetap (sistem on/off). Kompresor akan bekerja pada kecepatan penuh hingga suhu yang diinginkan tercapai, kemudian mati. Ketika suhu naik lagi, kompresor akan menyala kembali pada kecepatan penuh. Setiap kali kompresor menyala, terjadi lonjakan arus listrik (inrush current) yang tinggi, menyebabkan konsumsi daya yang lebih besar.

Jenis AC ini lebih boros listrik untuk penggunaan yang lama atau sering mati-hidup. Harga awal AC non-inverter lebih terjangkau, namun biaya operasional jangka panjangnya lebih tinggi.

Mengapa Sering Mematikan dan Menyalakan AC Justru Boros?

Fenomena ini terutama berlaku untuk AC non-inverter. Setiap kali AC dinyalakan setelah dimatikan, kompresor membutuhkan daya listrik yang sangat besar untuk memulai proses pendinginan dari nol. Lonjakan arus awal (inrush current) ini jauh lebih tinggi dibandingkan daya yang dibutuhkan saat AC bekerja dalam kondisi stabil untuk menjaga suhu.

Jika kebiasaan mematikan dan menyalakan AC ini dilakukan berulang kali dalam waktu singkat, total konsumsi listrik akan meningkat secara signifikan. Hal ini terjadi karena kompresor harus terus-menerus menarik arus besar untuk memulai kerjanya. Dosen Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip), Abdul Syakur, menjelaskan bahwa jika durasi total penggunaan AC sama, menyalakan AC secara nonstop selama 24 jam bisa lebih hemat dibandingkan dengan AC yang dinyalakan dan dimatikan berulang kali dalam periode waktu yang sama.

Dampak Negatif Penggunaan AC 24 Jam Nonstop

Meskipun ada argumen efisiensi untuk AC inverter dalam penggunaan stabil, menyalakan AC 24 jam nonstop tetap memiliki beberapa dampak negatif yang perlu dipertimbangkan. Dampak paling jelas adalah boros listrik dan biaya membengkak. AC adalah salah satu perangkat elektronik dengan konsumsi daya tinggi, dan menyalakannya terus-menerus akan melambungkan tagihan listrik.

  • Penggunaan nonstop juga dapat mempercepat kerusakan AC. Komponen internal AC seperti kompresor, kipas, dan filter akan bekerja tanpa henti, menyebabkan keausan lebih cepat dan memperpendek usia pakai perangkat. Hal ini akan meningkatkan frekuensi perawatan dan potensi kerusakan.
  • Tidak hanya itu, menyalakan AC 24 jam dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Paparan udara dingin dan kering secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kulit kering dan iritasi, masalah pernapasan (memperparah alergi, asma, dan bronkitis), serta sakit kepala dan kelelahan.
  • AC bekerja dengan menyerap kelembapan dari ruangan, sehingga penggunaan nonstop dapat menyebabkan kelembapan ruangan turun drastis. Kondisi ini tidak hanya mengiritasi saluran pernapasan tetapi juga dapat merusak furnitur kayu dan bahan organik lainnya.
  • AC juga menghasilkan emisi gas rumah kaca. Penggunaan AC yang berlebihan secara terus-menerus akan memperparah masalah pemanasan global. Selain itu, terdapat risiko keamanan. Mesin motor AC yang terus-menerus dialiri arus listrik dapat menjadi panas berlebihan, berpotensi menimbulkan korsleting listrik atau bahkan kebakaran.

Strategi Menghemat Listrik AC untuk Penggunaan Optimal

Untuk menikmati kenyamanan AC tanpa khawatir tagihan listrik membengkak, berikut adalah beberapa tips penggunaan yang optimal:

  • Pilih AC Inverter: Jika Anda berencana menggunakan AC dalam jangka waktu lama atau sering, AC inverter adalah pilihan yang lebih hemat energi dalam jangka panjang.
  • Atur Suhu Ideal: Setel suhu AC pada kisaran 24-26°C. Suhu ini sudah cukup nyaman dan tidak membuat kompresor bekerja terlalu keras, sehingga menghemat energi.
  • Gunakan Fitur Timer: Manfaatkan fitur timer untuk mengatur kapan AC menyala atau mati secara otomatis, misalnya satu jam sebelum bangun tidur atau saat meninggalkan ruangan.
  • Pastikan Ruangan Tertutup Rapat: Selalu tutup pintu dan jendela saat AC menyala untuk mencegah udara panas masuk dan udara dingin keluar. Ini membantu AC bekerja lebih efisien.
  • Bersihkan Filter Secara Rutin: Filter AC yang kotor akan menghambat aliran udara dan membuat AC bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan konsumsi listrik. Bersihkan filter setidaknya setiap dua minggu atau sebulan sekali.
  • Lakukan Servis Berkala: Servis AC minimal setiap 6 bulan untuk memastikan semua komponen berfungsi optimal dan efisien.
  • Gunakan Mode Hemat Energi/ECO Mode: Jika AC Anda memiliki fitur ini, aktifkan untuk mengurangi konsumsi daya.
  • Sesuaikan PK AC dengan Luas Ruangan: Pastikan kapasitas (PK) AC sesuai dengan luas ruangan. AC dengan PK terlalu kecil akan bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruangan besar, sementara PK terlalu besar akan membuang energi.
  • Perhatikan Isolasi dan Ventilasi Ruangan: Isolasi yang baik pada dinding dan atap dapat mencegah panas masuk atau keluar, sementara ventilasi yang tepat membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi beban kerja AC.
  • Beri Jeda Saat Menyalakan Kembali: Jika AC baru saja dimatikan, beri jeda beberapa menit sebelum menyalakannya kembali untuk menjaga kesehatan kompresor.
  • Matikan AC Jika Pergi Lama: Jika Anda akan meninggalkan ruangan selama lebih dari 30 menit, lebih baik matikan AC.

People Also Ask

1. Berapa suhu AC yang ideal untuk menghemat listrik?

Jawaban: Suhu AC yang ideal untuk menghemat listrik adalah antara 24 hingga 26 derajat Celcius. Setiap kenaikan 1 derajat Celcius pada pengaturan suhu AC dapat menghemat konsumsi listrik sekitar 3-5%.

2. Apa perbedaan utama AC inverter dan non-inverter dalam konsumsi daya?

Jawaban: AC inverter menggunakan kompresor kecepatan variabel yang lebih efisien untuk menjaga suhu stabil, sementara AC non-inverter menggunakan kompresor fixed speed yang on/off, menyebabkan lonjakan arus tinggi dan boros listrik.

3. Mengapa sering mematikan dan menyalakan AC non-inverter justru lebih boros?

Jawaban: Setiap kali AC non-inverter dinyalakan, kompresor membutuhkan daya listrik yang sangat besar (inrush current) untuk memulai pendinginan dari nol, sehingga sering mematikan dan menyalakan akan meningkatkan konsumsi listrik.

4. Apa saja dampak negatif menyalakan AC 24 jam nonstop?

Jawaban: Dampak negatifnya meliputi tagihan listrik membengkak, mempercepat kerusakan AC, gangguan kesehatan (kulit kering, masalah pernapasan), menyebabkan kelembapan rendah, berkontribusi pada pemanasan global, dan risiko keamanan seperti korsleting.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |