Liputan6.com, Jakarta - Trik mengecat tembok yang kena rembesan bocor sering dicari saat dinding rumah terlihat kusam, mengelupas, atau muncul noda air yang sulit dihilangkan. Rembesan air membuat lapisan cat kehilangan daya rekat sehingga pengecatan ulang tanpa persiapan yang tepat hanya akan sia-sia.
Banyak orang langsung mengecat ulang tembok yang bermasalah tanpa mengatasi sumber kebocoran terlebih dahulu. Akibatnya, cat kembali menggelembung, retak, dan mengelupas dalam waktu singkat.
Agar hasil pengecatan maksimal dan awet, trik mengecat tembok yang kena rembesan bocor harus dilakukan secara bertahap dan teknis. Berikut Liputan6 memberikan informasi tentang langkah penting yang perlu diperhatikan sebelum dan saat mengecat. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Senin (9/2/2026).
Pastikan Sumber Rembesan Bocor Sudah Benar-Benar Teratasi
Langkah paling krusial dalam trik mengecat tembok yang kena rembesan bocor adalah menghentikan sumber airnya terlebih dahulu. Rembesan bisa berasal dari atap bocor, talang air rusak, retakan dinding luar, atau pipa air yang rembes.
- Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada area luar dinding, terutama saat hujan. Jika ditemukan retakan, tutup dengan semen instan atau waterproof sealant. Untuk atap dan talang, pastikan tidak ada celah atau sambungan yang terbuka.
- Tembok tidak boleh dicat dalam kondisi masih lembap. Idealnya, biarkan dinding mengering alami selama beberapa hari hingga benar-benar kering sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Kerok Cat Lama dan Bersihkan Permukaan Tembok
Setelah dinding kering, tahap berikutnya adalah mengerok seluruh lapisan cat lama yang mengelupas.
- Gunakan kape atau scraper hingga permukaan tembok terlihat padat dan bersih.
- Bagian tembok yang terkena rembesan biasanya rapuh dan berjamur. Bersihkan jamur dengan sikat kawat atau larutan pembersih jamur khusus agar tidak tumbuh kembali.
- Setelah dikerok, bersihkan debu menggunakan lap kering atau kuas besar. Permukaan tembok yang bersih akan membantu cat baru menempel dengan sempurna.
Aplikasikan Plamir dan Cat Dasar Anti Bocor
Dalam trik mengecat tembok yang kena rembesan bocor, penggunaan plamir dan cat dasar anti bocor sangat penting. Plamir berfungsi meratakan permukaan tembok yang tidak rata akibat pengerokan.
- Oleskan plamir tipis dan merata, lalu diamkan hingga kering. Setelah itu, amplas halus agar permukaan tembok benar-benar rata dan siap dicat.
- Gunakan cat dasar atau cat waterproof sebagai lapisan awal. Cat ini berfungsi menahan sisa kelembapan dan mencegah rembesan muncul kembali di permukaan cat akhir.
Lakukan Pengecatan Akhir dengan Teknik yang Tepat
Setelah cat dasar kering sempurna, barulah lakukan pengecatan akhir. Gunakan cat tembok berkualitas baik yang memiliki daya tutup tinggi.
- Aplikasikan cat dengan roller secara searah dan tipis terlebih dahulu. Hindari mengecat terlalu tebal dalam satu kali aplikasi karena dapat menyebabkan cat mudah mengelupas.
- Lakukan pengecatan minimal dua lapis dengan jeda pengeringan sesuai petunjuk produk. Teknik ini akan membuat hasil akhir lebih rata, kuat, dan tahan lama.
People Also Ask
1. Apakah tembok lembap boleh langsung dicat?
Jawaban: Tidak boleh, karena cat tidak akan menempel sempurna dan mudah mengelupas.
2. Berapa lama tembok harus dikeringkan sebelum dicat?
Jawaban: Minimal 2–5 hari, tergantung tingkat kelembapan dan cuaca.
3. Apakah wajib menggunakan cat anti bocor?
Jawaban: Sangat disarankan untuk mencegah rembesan muncul kembali.
4. Kenapa cat tetap mengelupas setelah dicat ulang?
Jawaban: Biasanya karena sumber bocor belum teratasi atau tembok masih lembap.
5. Apakah jamur di tembok harus dibersihkan sebelum dicat?
Jawaban: Ya, jamur harus dibersihkan agar tidak tumbuh kembali di bawah lapisan cat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
