Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha di bidang kelautan kini semakin mudah dilakukan, terutama untuk para pemula yang baru ingin terjun ke dunia perikanan. Rumput laut merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati karena tidak memerlukan perawatan yang rumit namun memiliki harga jual yang stabil. Dengan mempelajari cara budidaya rumput laut yang benar, maka peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil laut ini menjadi sangat terbuka lebar bagi masyarakat pesisir.
Langkah awal yang paling penting dalam budidaya rumput laut adalah memahami kondisi air dan teknik penanaman yang paling efektif. Artikel Liputan6.com berikut telah merangkum panduan cara budidaya rumput laut secara bertahap mulai dari persiapan bibit hingga proses panen yang benar. Simak selengkapnya di bawah ini!
1. Pemilihan Lokasi Strategis
Budidaya rumput laut harus diawali dengan pemilihan lokasi strategis. Kriteria lokasi yang digunakan untuk budidaya harus memiliki arus air cukup namun tidak terlalu deras agar nutrisi terserap optimal tanpa merusak ikatan tanaman. Faktor kejernihan air juga sangat krusial karena sinar matahari perlu menembus kedalaman tertentu untuk mendukung proses fotosintesis alami secara maksimal.
Selain itu, area penanaman rumput laut wajib terhindar dari limbah industri maupun muara sungai. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga stabilitas kadar garam agar tanaman tidak mudah membusuk atau terserang penyakit. Kedalaman air saat surut terendah pun harus diperhatikan dengan seksama agar seluruh bagian tanaman rumput laut tetap terendam dan terhindar dari risiko kekeringan akibat paparan udara panas.
2. Pemilihan dan Penyiapan Bibit
Langkah selanjutnya adalah memilih bibit yang berkualitas tinggi dan sehat. Ciri-ciri bibit rumput laut yang baik adalah memiliki cabang yang banyak, tekstur yang lentur, dan warna yang cerah sesuai jenisnya. Bibit harus segera ditanam setelah diambil dari sumbernya agar tingkat kesegarannya tetap terjaga. Dengan begitu, proses adaptasi di lokasi baru bisa berjalan lebih cepat tanpa risiko kematian yang tinggi.
Proses penyiapan dilakukan dengan memotong bibit menjadi bagian-bagian kecil seberat 50 - 100 gram. Setelah itu, potongan tersebut diikatkan pada tali bentang dengan jarak yang teratur sekitar 20 - 25 cm agar setiap rumpun mendapatkan ruang tumbuh yang cukup. Pengikatan harus dilakukan secara kuat namun tidak sampai mencekik jaringan tanaman agar pertumbuhan tunas baru tidak terhambat.
3. Teknik Penanaman dan Pemasangan
Ada berbagai metode yang digunakan untuk budidaya rumput laut, namun yang paling praktis dan efisien bagi pemula adalah metode long line. Metode ini dilakukan dengan membentangkan tali utama secara memanjang di permukaan laut menggunakan bantuan pelampung dari botol bekas atau gabus. Agar posisi instalasi tidak bergeser atau hanyut terbawa arus kuat, kedua ujung tali tersebut harus dikaitkan secara kokoh pada jangkar atau patok kayu yang tertanam jauh di dasar laut.
Langkah berikutnya adalah mengatur barisan tali secara berjajar dengan jarak antar tali sekitar satu meter. Hal ini dilakukan supaya memberikan ruang gerak yang cukup saat proses pembersihan dan pemeliharaan rutin. Selain itu, seluruh rangkaian tali ini juga dipasang sejajar dengan arah arus air agar setiap rumpun mendapatkan asupan nutrisi yang merata sekaligus mencegah kerusakan tanaman akibat gesekan saat terjadi ombak di permukaan.
4. Perawatan dan Pengawasan Rutin
Menjaga kebersihan tali dan tanaman dari gangguan organisme lain merupakan langkah penting dalam budidaya rumput laut. Kotoran berupa lumpur, lumut, atau tumbuhan liar seringkali menempel dan dapat menghambat penyerapan nutrisi serta sinar matahari. Oleh karena itu, pembersihan rutin perlu dilakukan dengan cara menggoyang-goyangkan tali atau menyikat bagian yang kotor secara perlahan agar pertumbuhan tetap lancar.
Selain kebersihan, pengawasan terhadap hama seperti ikan herbivora dan penyu juga menjadi bagian penting dari perawatan. Jika ditemukan bagian tanaman yang hilang atau rusak akibat dimakan hama, penyulaman atau penggantian bibit baru harus segera dilakukan agar kepadatan tanaman tetap terjaga. Pemeriksaan kekuatan tali dan pelampung juga wajib dilakukan secara berkala untuk mencegah kerugian akibat tali yang putus atau tenggelam.
5. Proses Panen dan Pengeringan
Budidaya rumput laut mencapai masa puncaknya saat tanaman sudah berumur sekitar 45 - 60 hari. Pada usia ini, kandungan karagenan atau zat utama di dalam rumput laut sudah maksimal dan tekstur tanaman sudah cukup kuat untuk dipanen. Proses pemanenan dilakukan dengan mengangkat seluruh tali bentang ke daratan atau langsung melepaskan ikatan rumput laut dari talinya di atas perahu.
Setelah dipanen, rumput laut harus segera dibersihkan dari kotoran yang menempel sebelum memasuki tahap penjemuran. Penjemuran dilakukan di bawah sinar matahari langsung di atas alas bersih atau rak agar tidak tercampur pasir dan tanah. Proses ini biasanya memakan waktu 2 - 3 hari hingga kadar airnya menyusut drastis, sehingga rumput laut kering siap untuk disimpan atau dijual ke pengepul.
Pertanyaan tentang Budidaya Rumput Laut
1. Apa saja syarat lokasi yang baik untuk budidaya rumput laut?
Lokasi yang ideal harus memiliki perairan yang jernih agar cahaya matahari maksimal, arus air yang cukup untuk membawa nutrisi, serta dasar perairan yang sedikit berpasir atau karang. Selain itu, lokasi harus bebas dari limbah industri dan jauh dari muara sungai untuk menjaga stabilitas kadar garam.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai rumput laut bisa dipanen?
Rumput laut biasanya dipanen saat berumur 45 - 60 hari setelah tanam untuk mendapatkan kualitas terbaik dengan kandungan karagenan yang tinggi. Apabila tujuan panen adalah untuk dijadikan bibit kembali, maka waktu petik bisa lebih awal, yaitu sekitar 25-30 hari.
3. Apakah rumput laut bisa tumbuh di air tawar?
Tidak, rumput laut komersial seperti jenis eucheuma cottonii tidak dapat tumbuh di air tawar karena membutuhkan kadar garam tertentu untuk bertahan hidup. Paparan air tawar yang berlebihan, misalnya dekat muara sungai saat musim hujan justru dapat menyebabkan tanaman membusuk dan memutih.
4. Metode apa yang paling mudah untuk pemula?
Metode long line (tali bentang) dianggap paling praktis bagi pemula karena alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana, seperti tali nilon, pelampung botol bekas, dan jangkar. Metode ini juga memudahkan proses pemeliharaan dan pembersihan tanaman dari gulma laut.
5. Mengapa rumput laut harus dijemur setelah dipanen?
Penjemuran bertujuan untuk menurunkan kadar air hingga mencapai sekitar 12-15% agar rumput laut tidak cepat rusak atau berjamur saat disimpan dalam waktu lama. Proses pengeringan yang sempurna juga menjadi standar utama agar produk memenuhi kriteria kualitas industri dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549233/original/030944900_1775610919-Potong_Daun_dan_Ranting_yang_Rusak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459390/original/030288100_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556734/original/059334600_1776301591-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482977/original/074055700_1769311752-Mangosteen_fruit_on_the_tree.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478912/original/070816200_1768960225-sepatuu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519330/original/072421700_1772546934-IMG-20260303-WA0014_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555604/original/093057600_1776167944-Kandang_Baterai_Bertingkat_____Hemat_Lahan__Kapasitas_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550950/original/022476300_1775712848-Alamanda__Allamanda_cathartica_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556933/original/006271400_1776312096-Contoh_Rumah_Tumbuh_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548950/original/079762800_1775557037-LG_InstaView_Door_in_Door_GC_Q247CSBV__Premium_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623965/original/002411600_1636099377-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556878/original/095480600_1776310388-desain_edible_garden_outdoor_yang_tahan_panas_dan_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556767/original/080104300_1776305403-ide_kebun_sayur_di_balai_desa_untuk_kebutuhan_warga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521683/original/098936100_1772697358-Gemini_Generated_Image_4m1ee14m1ee14m1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550405/original/049421600_1775692284-unnamed__85_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542587/original/068266800_1774947132-Gemini_Generated_Image_lqa1h8lqa1h8lqa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551101/original/011637500_1775718005-Gemini_Generated_Image_j9j7vpj9j7vpj9j7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)