Liputan6.com, Jakarta - Menanam buah naga di pekarangan rumah kini menjadi tren yang semakin populer di kalangan ibu rumah tangga (IRT). Selain menghemat pengeluaran belanja buah, budidaya buah naga di rumah juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan. Buah naga termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan di daerah tropis. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini dapat tumbuh subur dan berbuah lebat.
Kunci keberhasilan budidaya buah naga adalah pemilihan bibit yang baik serta perawatan rutin sejak awal penanaman. Penggunaan pupuk organik dan pengelolaan tanah juga berperan penting dalam menghasilkan buah yang manis dan berukuran besar. Salah satu tips menanam buah naga yang paling praktis adalah menggunakan metode stek batang. Cara ini dinilai lebih cepat dibandingkan menanam dari biji karena bibit dapat tumbuh dalam waktu relatif singkat.
Wiwin (54), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Banjarnegara, Jawa Tengah, berbagi pengalamannya merawat tanaman buah naga di pekarangan rumah dengan metode yang cukup sederhana. Dia berhasil menanam buah naga dari stek batang hingga menghasilkan buah yang sangat manis. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Selasa (2/6/2026).
1. Langkah Pertama Tips Menanam Buah Naga: Mulai dari Stek Batang
Langkah pertama dalam tips menanam buah naga yang dilakukan Wiwin adalah dengan cara stek batang. Dia mengambil potongan batang pohon buah naga dari kebun milik temannya, kemudian menyemainya di pot kecil dan menyiramnya setiap dua hari sekali. Dalam waktu kurang dari satu bulan, bibit tersebut sudah mulai tumbuh dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang sehat.
"Lebih cepet kalau pake metode stek batang biar enggak terlalu lama proses pertumbuhannya. Biasanya kurang dari 1 bulang udah siap dipindah ke tanah bibitnya," kata Wiwin.
Stek batang dipilih karena metode ini terbukti lebih cepat menghasilkan tanaman dibandingkan dengan menanam dari biji. Batang yang digunakan sebaiknya dipilih dari pohon induk yang sudah berbuah dan dalam kondisi sehat agar sifat unggulnya bisa diturunkan ke tanaman baru. Panjang stek yang ideal berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter agar memiliki cadangan nutrisi yang cukup untuk tumbuh.
Selama proses penyemaian, pot kecil yang digunakan perlu diisi dengan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan yang seimbang sangat disarankan agar akar dapat berkembang optimal. Letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari cukup namun terlindung dari hujan langsung agar kelembaban tanah tetap terjaga.
2. Persiapan Lahan dan Peran Penting Kapur Dolomit
Sekitar satu minggu sebelum memindahkan bibit dari pot ke tanah, Wiwin melakukan penyuburan tanah dengan memberikan kapur dolomit. Menurutnya, material ini sangat penting untuk menetralkan pH tanah yang asam, menetralkan zat beracun dalam tanah, serta menyuplai nutrisi kalsium dan magnesium yang penting bagi pertumbuhan tanaman buah naga. Tanpa persiapan lahan yang baik, pertumbuhan pohon bisa terhambat sejak awal.
Buah naga idealnya tumbuh di tanah dengan pH antara 6 hingga 7. Jika pH terlalu asam, tanaman akan kesulitan menyerap nutrisi meskipun sudah diberi pupuk secara rutin. Oleh karena itu, penggunaan kapur dolomit sebelum penanaman menjadi salah satu tips menanam buah naga yang tidak boleh dilewatkan. Wiwin juga menyebut, untuk hasil optimal dan berkepanjangan maka pemberian kapur dolomit tidak cukup dilakukan sekali saja.
"Terus buat menjaga kesuburan tanah secara terus menerus langkah pemberian kapur domomit bisa dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali," ungkapnya.
3. Perawatan Rutin Setelah Bibit Dipindah ke Tanah
Setelah bibit dipindahkan ke lahan pekarangan, Wiwin tetap konsisten melakukan penyiraman rutin setiap dua hari sekali baik di pagi maupun sore hari. Frekuensi penyiraman ini penting untuk menjaga kelembaban tanah tanpa membuatnya terlalu basah, yang bisa menyebabkan akar membusuk. Konsistensi dalam penyiraman menjadi salah satu kunci sukses tips menanam buah naga yang sering diabaikan pemula.
Selain penyiraman, Wiwin secara rutin memberikan pupuk organik yang ia buat sendiri dari limbah rumah tangga setiap seminggu sekali. Pemupukan mingguan ini bertujuan untuk memastikan tanaman mendapat asupan nutrisi yang cukup dan berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik juga lebih ramah lingkungan dan aman digunakan di lingkungan pekarangan rumah.
Pemantauan kondisi tanaman secara berkala juga perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya hama atau penyakit sejak dini. Jika ditemukan tanda-tanda serangan hama seperti bintik-bintik pada batang atau perubahan warna daun, segera lakukan penanganan dengan pestisida organik agar tidak menyebar. Perawatan yang teliti dan konsisten akan membuat pohon buah naga tumbuh kuat dan produktif.
4. Cara Membuat Pupuk Organik Sendiri dari Limbah Rumah Tangga
Salah satu keunggulan tips menanam buah naga ala Wiwin adalah pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik yang murah dan mudah dibuat. Ia memanfaatkan air cucian beras pertama yang disimpan selama dua minggu hingga terfermentasi. Air cucian beras mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin B, nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan.
"Biasanya saya pakai air cucian beras pertama (bilasan pertama) yang disimpan selama 2 minggu. Setelah sudah agak terfermentasi, itu ambil sedikit dan campurkan ke air perbandingannya bisa 1:2 terus siram aja ke pohon seminggu sekali," kata Wiwin.
Pupuk cair alami ini terbukti efektif mendukung pertumbuhan batang dan daun yang sehat. Selain air cucian beras, Wiwin juga memanfaatkan cangkang telur sebagai sumber kalsium tambahan bagi tanamannya. Kandungan kalsium dalam cangkang telur membantu memperkuat struktur sel tanaman dan mencegah kelayuan pada bagian ujung batang serta buah. "Selain itu, saya juga suka kumpulkan cangkang-cangkang telur terus dicuci dan saya jemur sampai kering. Habis itu diblender pakai air dan disiramkan ke pohon buah naga," jelasnya.
5. Tips Perawatan saat Tanaman Mulai Tumbuh Besar
Saat pohon buah naga mulai tumbuh besar, Wiwin mengingatkan pentingnya menyiapkan tongkat penopang. Sebab, buah naga merupakan tanaman merambat yang membutuhkan penyangga agar batangnya bisa tumbuh tegak dan tidak mudah patah. Di bagian atas tongkat, ia menggunakan ban bekas sebagai penyangga untuk menopang calon buah yang akan tumbuh sehingga tidak jatuh ke tanah.
Setelah pohon sudah cukup besar, Wiwin juga biasa menggunakan pupuk cair yang dibeli di toko pertanian untuk merangsang pertumbuhan bunga. Pupuk ini merupakan nutrisi mikrohara yang diformulasikan khusus dengan tambahan hormon giberelin untuk merangsang pembungaan, mencegah kerontokan, serta meningkatkan jumlah bunga pada tanaman. Penyemprotan dilakukan secara teratur sesuai anjuran dosis pada kemasan agar hasilnya maksimal.
"Setelah pohon sudah cukup besar saya juga biasa menyemprotkan pupuk cair Trubus untuk merangsang pertumbuhan bunga. Berdasarkan pengalaman saya, dari hasil perawatan tersebut buah naga yang dihasilkan rasanya benar-benar manis, memiliki warna merah keungunan sempurna, dan ukuran besar walaupun waktu berbuahnya itu masih belum bisa dihitung secara pasti waktunya," ungkap Wiwin.
Berkat ketekunan menerapkan semua langkah tersebut, buah naga yang dihasilkan Wiwin memiliki kualitas yang sangat memuaskan. Pengalaman Wiwin membuktikan bahwa dengan tips menanam buah naga yang tepat dan perawatan konsisten, siapa pun termasuk IRT bisa menghasilkan buah naga berkualitas dari pekarangan rumah sendiri.
Pertanyaan Seputar Tips Menanam Buah Naga
1. Apa cara paling mudah menanam buah naga di rumah? Cara paling mudah adalah menggunakan stek batang yang sehat dan sudah cukup tua.
2. Berapa kali buah naga perlu disiram? Penyiraman dapat dilakukan setiap dua hari sekali pada pagi atau sore hari.
3. Mengapa kapur dolomit penting untuk buah naga? Kapur dolomit membantu menetralkan pH tanah dan menambah unsur kalsium serta magnesium.
4. Kapan bibit buah naga dipindahkan ke tanah? Bibit dapat dipindahkan setelah akar dan tunas tumbuh kuat dari proses penyemaian.
5. Apakah air cucian beras bisa dijadikan pupuk? Ya, air cucian beras yang difermentasi dapat digunakan sebagai pupuk organik cair.
6. Mengapa tanaman buah naga membutuhkan penopang? Karena buah naga merupakan tanaman merambat yang memerlukan penyangga untuk tumbuh optimal.
7. Bagaimana cara mendapatkan buah naga yang manis dan besar? Lakukan penyiraman rutin, pemupukan teratur, serta perawatan tanaman secara konsisten.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7610643/original/087561600_1780395754-14633058885469999340.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6029363/original/060696500_1778920427-cara_ternak_udang_di_ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7598978/original/074817300_1780382459-HL_bambu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7600086/original/096516800_1780383712-Gemini_Generated_Image_2jmym02jmym02jmy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7597705/original/024070000_1780381093-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592438/original/069543200_1780375082-berlubang_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7593714/original/060274400_1780376543-Tanaman_Mini_yang_Cocok_untuk_Meja_Resepsionis_Kantor__Gemini_AI_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592389/original/010117500_1780375055-Kolam_Ikan_Kecil_di_Sudut_Teras_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7589743/original/057536900_1780372042-Batu_Alam_vs_Keramik_untuk_Teras_Rumah_yang_Sering_Terkena_Matahari.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7587567/original/047443300_1780369617-Pilar_Minimalis_yang_Cocok_untuk_Rumah_Subsidi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7586430/original/087324400_1780368192-Kolam_Ikan_Mini_untuk_Halaman_Cor_Beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466296/original/034363700_1767841625-Batu_Alam_Depan_Rumah_Minimalis_Model_Batu_Paras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3650444/original/091833300_1638419446-noah-smith-LkuH3Txi_gs-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160141/original/076699400_1741772144-medium-shot-woman-with-eco-bag_23-2149050750.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7531972/original/055945300_1780305984-Atur_Energi__Bukan_Hanya_Waktu__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7515264/original/060919400_1780287471-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7447714/original/074542100_1780222982-cara_membuat_lorong_sayur_hijau_di_samping_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390000/original/028688800_1761216879-dapur_3x3_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7438730/original/055434400_1780214866-WhatsApp_Image_2026-05-31_at_2.56.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824076/original/027391200_1715053458-sideways-woman-washing-hands-isolated-blue.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737072/original/075912900_1707287679-IMG_20240207_132746_637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914750/original/064241400_1568789055-20190918-Menengok-Budidaya-Rumput-Laut-di-Pulau-Panggang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)