Tips Sederhana Merawat Pohon Buah Naga: Penyiraman, Pemupukan, hingga Merangsang Pembungaan

9 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Buah naga kini semakin banyak dibudidayakan oleh masyarakat, baik di lahan luas maupun di pekarangan rumah. Tumbuhan tropis kaya antioksidan ini ternyata tidak terlalu sulit untuk dirawat asal tahu beberapa trik yang benar. Ada banyak tips sederhana merawat pohon buah naga yang bisa diterapkan oleh siapa saja, mulai dari pemula hingga yang sudah berpengalaman dalam berkebun.

Salah satu kunci keberhasilan merawat pohon buah naga adalah konsistensi dalam menjaga kebutuhan dasar tanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan organik, hingga pemberian nutrisi tambahan untuk merangsang pembungaan. Tanaman ini membutuhkan perhatian yang teratur namun tidak berlebihan. Dengan pemahaman tepat, siapa pun bisa berhasil membudidayakan buah naga dan menikmati hasilnya sendiri di rumah.

Wiwin (54), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Banjarnegara, Jawa Tengah, adalah salah satu contoh nyata bahwa merawat pohon buah naga bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana dari dapur dan limbah rumah tangga, ia berhasil menghasilkan buah naga yang manis, berwarna merah keunguan sempurna, dan berukuran besar di halaman rumahnya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (3/6/2026).

1. Persiapan Bibit dan Penyiapan Lahan Tanam

Langkah pertama dalam tips sederhana merawat pohon buah naga dimulai pada tahap pemilihan dan penyemaian bibit. Wiwin meyebut jika dia menggunakan teknik stek batang untuk menanam pohon buah naga di halaman rumah. Metode stek batang memang dikenal sebagai cara paling efisien untuk memperbanyak tanaman buah naga karena lebih cepat menghasilkan tanaman baru dibandingkan menanam dari biji.

"Waktu itu saya melakukan stek batang pohon buah naga di kebun milik teman kemudian saya semai di pot kecil. Setiap dua hari sekali disiram. Kurang dari satu bulan mulai tumbuh," kata Wiwin.

Satu minggu sebelum bibit dipindahkan dari pot ke tanah, persiapan lahan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Wiwin menjelaskan bahwa ia selalu melakukan penyuburan tanah terlebih dahulu dengan memberikan kapur dolomit ke area tanah yang akan dilakukan penanaman. Material tersebut sangat penting untuk menetralkan pH tanah yang asam, menetralkan zat beracun, serta menyuplai nutrisi kalsium dan magnesium yang penting bagi pertumbuhan tanaman.

Kapur dolomit membantu menciptakan kondisi tanah yang ideal sehingga akar tanaman dapat menyerap nutrisi secara maksimal setelah penanaman. Pemberian kapur dolomit tidak hanya dilakukan sekali saat persiapan awal tanam, melainkan perlu diulangi secara berkala untuk menjaga kesuburan tanah secara terus-menerus. Dengan rutinitas ini, tanah akan selalu berada dalam kondisi optimal untuk mendukung pertumbuhan pohon buah naga.

"Terus buat menjaga kesuburan tanah secara terus menerus langkah pemberian kapur domomit bisa dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali," ungkap Wiwin.

2. Tips Penyiraman Rutin yang Tepat untuk Pohon Buah Naga

Setelah bibit berhasil dipindahkan ke lahan tanam, perawatan rutin menjadi kunci utama keberhasilan budidaya buah naga. Salah satu tips sederhana merawat pohon buah naga yang paling mendasar adalah memastikan penyiraman dilakukan secara konsisten.

"Saya tetap melakukan penyiraman rutin setiap 2 hari sekali di pagi atau sore hari. Kemudian setiap seminggu sekali biasanya meberikan pupuk organik yang saya buat sendiri dari limbah rumah tangga," ungkapnya.

Waktu penyiraman yang tepat sangat berpengaruh pada kesehatan tanaman secara keseluruhan. Penyiraman di pagi hari memberikan cukup waktu bagi tanaman untuk menyerap air sebelum panas siang hari, sementara penyiraman di sore hari memberi kesempatan tanah menyerap kelembaban sepanjang malam.

Frekuensi dua hari sekali dinilai ideal karena buah naga termasuk tanaman yang tidak menyukai kondisi tanah terlalu basah dalam jangka panjang, yang dapat memicu pembusukan akar. Selain frekuensi, volume air yang diberikan juga perlu diperhatikan. Keseimbangan ini adalah faktor penting dalam perawatan pohon buah naga agar tumbuh optimal dan produktif.

3. Cara Membuat dan Menggunakan Pupuk Organik dari Limbah Rumah Tangga

Pemupukan organik merupakan bagian tak terpisahkan dari tips sederhana merawat pohon buah naga. Wiwin memilih pendekatan yang ramah lingkungan dan hemat biaya dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk. Salah satu pupuk organik cair andalannya adalah air cucian beras bilasan pertama yang difermentasi alami.

"Biasanya saya pakai air cucian beras pertama yang disimpan selama 2 minggu. Setelah sudah agak terfermentasi, itu ambil sedikit dan campurkan ke air perbandingannya bisa 1:2 terus siram aja ke pohon seminggu sekali," kata Wiwin.

Air cucian beras yang telah difermentasi mengandung bakteri asam laktat yang bermanfaat bagi kesehatan tanah dan tanaman. Kandungan vitamin di dalamnya menjadikannya pupuk organik alami yang efektif untuk menyuburkan pohon buah naga. Proses fermentasi membantu memecah nutrisi menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh akar tanaman. Selain air cucian beras, Wiwin juga memanfaatkan cangkang telur sebagai sumber kalsium tambahan bagi tanamannya.

"Saya juga suka kumpulkan cangkang-cangkang telur terus saya jemur sampai kering. Habis itu diblender pakai air dan disiramkan ke pohon buah naga," jelasnya.

Cangkang telur kaya akan kalsium karbonat yang membantu memperkuat struktur sel tanaman, meningkatkan kualitas buah, dan turut membantu menjaga pH tanah. Kombinasi kedua pupuk organik alami ini terbukti efektif dan bisa menjadi solusi hemat bagi siapa pun yang ingin merawat pohon buah naga tanpa mengeluarkan banyak biaya.

4. Penopang Tanaman dan Cara Merangsang Pembungaan Buah Naga

Buah naga adalah tanaman kaktus merambat yang membutuhkan penopang agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah secara maksimal. Wiwin mengingatkan pentingnya menyiapkan tongkat penopang sejak awal penanaman. "Jangan lupa saat penanaman siapkan tongkat penopang karena buah naga itu kan merambat. Terus di bagian atas itu bisa pakai ban bekas untuk menopang calon buah yang akan tumbuh," ujarnya.

Ban bekas yang diletakkan di bagian atas tiang penopang berfungsi sebagai landasan bagi cabang-cabang tanaman yang nantinya akan berbuah, sehingga buah tidak mudah patah atau jatuh. Setelah pohon tumbuh cukup besar, tahap berikutnya yang krusial dalam tips sederhana merawat pohon buah naga adalah merangsang pembungaan.

Wiwin menggunakan pupuk cair Trubus yang disemprotkan langsung ke tanaman. Pupuk ini merupakan nutrisi mikro yang diformulasikan khusus dengan tambahan hormon giberelin untuk merangsang pembungaan, mencegah kerontokan, dan meningkatkan jumlah bunga pada tanaman. Hormon giberelin bekerja dengan menstimulasi proses reproduksi tanaman sehingga bunga muncul lebih cepat dan lebih banyak.

Hasil dari perawatan menyeluruh yang dilakukan Wiwin terbukti sangat memuaskan. Berdasarkan pengalamannya, buah naga yang dihasilkan dari metode perawatan sederhana ini memiliki rasa yang benar-benar manis, warna merah keunguan sempurna, dan ukuran yang besar. Ini membuktikan bahwa dengan konsistensi, kesabaran, dan pemanfaatan bahan-bahan alami yang ada di sekitar rumah, siapa pun bisa menghasilkan buah naga berkualitas tinggi.

Pertanyaan Seputar Tips Sederhana Merawat Pohon Buah Naga

1. Seberapa sering pohon buah naga perlu disiram? Pohon buah naga cukup disiram setiap dua hari sekali di pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban tanah tanpa menyebabkan genangan air.

2. Apakah pupuk kimia wajib digunakan untuk merawat pohon buah naga? Tidak, pohon buah naga bisa tumbuh subur hanya dengan pupuk organik sederhana seperti fermentasi air cucian beras dan serbuk cangkang telur.

3. Apa fungsi kapur dolomit dalam perawatan pohon buah naga? Kapur dolomit berfungsi menetralkan pH tanah yang asam, menetralkan zat beracun, serta menyuplai nutrisi kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman.

4. Berapa lama pohon buah naga dari stek batang mulai tumbuh? Bibit buah naga dari stek batang yang disemai di pot kecil dan disiram rutin setiap dua hari biasanya mulai tumbuh dalam kurang dari satu bulan.

5. Mengapa pohon buah naga perlu tongkat penopang? Pohon buah naga adalah tanaman merambat yang membutuhkan penopang agar batang dan buahnya tidak roboh serta bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

6. Bagaimana cara merangsang pembungaan pada pohon buah naga? Pembungaan pohon buah naga dapat dirangsang dengan menyemprotkan pupuk cair yang mengandung hormon giberelin setelah pohon tumbuh cukup besar.

7. Seberapa sering kapur dolomit perlu diberikan pada pohon buah naga? Kapur dolomit sebaiknya diberikan secara berkala setiap tiga bulan sekali untuk menjaga kesuburan dan kestabilan pH tanah secara terus-menerus.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |