Tips Cari Kos dan Kontrakan Lewat Media Sosial, Antisipasi Agar Terhindar dari Penipuan

1 week ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Tips cari kos dan kontrakan dengan aman menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh para perantau. Mencari kos dan kontrakan melalui media sosial (medsos) kini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, terutama mahasiswa dan pekerja yang baru pindah kota. Namun, di balik kemudahannya, banyak kasus penipuan mengintai para calon penyewa.

Maka dari itu, dibutuhkan kewaspadaan ekstra ketika mencari kos dan kontrakan melalui medsos. Berbagai platform seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok memang menawarkan banyak pilihan iklan kos dan kontrakan dengan harga menarik. Sayangnya, tidak semua penawaran tersebut asli dan dapat dipercaya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips cari kos dan kontrakan yang aman agar terhindar dari kerugian. Seorang penyedia jasa pencarian kos dan kontarakan di Yogyakarta, yakni Rendi, memberikan beberapa tips dan trik mencari hunian sewa lewat medsos dengan aman tanpa khawatir tertipu. Berikut ulasannya, Sabtu (14/2/2026).

Tips Cari Kos dan Kontrakan Lewat Medsos

Kepada Liputan6, Rendi menyebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan calon penyewa ketika menemukan sebuah iklan hunian kos atau kontarakan di media sosial. Dia menegaskan kepada para calon penyewa agar tidak gampang tergiur dengan penawaran harga murah dan tidak terburu-buru bertransaksi.

"Jangan gampang tergiur sama harga (iklan) yang terlalu murah. Ada beberapa hal yang harus dipastikan dulu pas liat postingan akun yang ngiklanin info sewa kos atau kontarakan, jadi jangan buru-buru. Intinya lebih baik pelan tapi aman daripada cepet tapi nyesel," kata Rendi.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencari kos atau kontrakan melalui media sosial, di antaranya:

1. Cek Akun

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memverifikasi identitas pengiklan. Periksa profil media sosial mereka secara menyeluruh, termasuk berapa lama akun tersebut aktif, jumlah followers, dan interaksi dengan pengguna lain.

Akun yang baru dibuat atau memiliki aktivitas mencurigakan patut diwaspadai. Selain itu, cari tahu reputasi pemilik melalui testimoni penyewa sebelumnya atau grup komunitas pencari kos di media sosial.

Jika menemukan banyak keluhan atau review negatif, lebih baik urungkan niat dan cari opsi lain yang lebih terpercaya. Jangan terburu-buru hanya karena harga murah atau tampilan foto yang menarik.

"Cek akun kira-kira postingannya konsisten atau enggak, terus ada highlight dan testimoni atau enggak itu penting. Jangan mau transfer apapun sebelum semuanya jelas," ungkap Rendi.

2. Tanyakan Detail Informasi

Kedua, pastikan juga untuk menanyakan informasi soal hunian yang diiklankan dengan jelas dan detail. Mintalah alamat lengkap, patokan sekitar, serta akses menuju lokasi seperti jarak dari jalan utama, fasilitas umum, atau tempat kerja dan kampus.

Jika memungkinkan, gunakan fitur peta digital untuk mencocokkan lokasi yang diberikan dengan kondisi lingkungan sekitar agar terhindar dari penipuan atau informasi yang tidak sesuai. Penting untuk meminta video kondisi kos atau kontrakan secara menyeluruh, bukan hanya foto yang mungkin menampilkan sudut terbaik saja. Video membantu calon penyewa melihat kondisi bangunan, kebersihan, fasilitas, serta suasana lingkungan sekitar secara lebih nyata.

Jangan lupa menanyakan aturan kos atau kontrakan, seperti jam malam, aturan tamu, kebijakan pembayaran, dan penggunaan fasilitas bersama. Dengan menanyakan detail tersebut sejak awal, calon penyewa dapat mempertimbangkan kenyamanan serta kesesuaian tempat tinggal dengan kebutuhan dan gaya hidupnya.

3. Survey Lokasi

Tidak ada yang bisa menggantikan pentingnya survei langsung ke lokasi kos atau kontrakan yang ditawarkan. Meskipun foto dan video terlihat bagus di media sosial, kondisi sebenarnya bisa jauh berbeda dari yang ditampilkan.

"Setelah berkomunikasi lewat chat dengan pengiklan, kalau bisa langsung survey aja ke lokasi atau bisa pakai jasa yang emang mau nemenin dan ngecek ke lapangan," kata Rendi.

Saat melakukan survei, perhatikan detail kondisi kamar, fasilitas yang dijanjikan, keamanan lingkungan, dan akses transportasi. Dokumentasikan kondisi real properti dengan foto atau video sendiri untuk dibandingkan dengan iklan di media sosial. Jika pemilik menolak atau terus menunda permintaan survei langsung dengan berbagai alasan, ini adalah red flag besar.

Penipu biasanya akan menghindari pertemuan langsung dan memaksa calon penyewa untuk transfer uang terlebih dahulu dengan dalih properti cepat penuh. Jangan pernah tergiur dengan tekanan seperti ini dan tetap teguh pada prinsip untuk melihat langsung sebelum membayar.

Jasa Iklan Kos dan Kontrakan di Yogyakarta

Diketahui, Rendi merupakan pemilik akun Instagram @infokostkontrakanmurahjogja, salah satu penyedia jasa info kos dan kontrakan di Yogyakarta. Di tengah banyaknya aksi penipuan di media sosial, dia memiliki komitmen besar untuk menjadi perantara bagi orang-orang yang membutuhkan hunian nyaman di perantauan.

"Mulai 2018, Awalnya tuh dari sering bantuin temen nyari kos/kontrakan karena mereka ribet sendiri scroll medsos tapi zonk. Dari situ kepikiran, 'kenapa nggak sekalian dijadiin jasa aja ya?'," kata Rendi.

"Akhirnya mulai serius jalanin, pelan-pelan bangun kepercayaan, belajar lapangan, dan sampai sekarang fokus bantuin orang dapet tempat tinggal yang beneran sesuai kebutuhan, bukan cuma murah doang tapi aman juga," tambahnya.

Mencari kos dan kontrakan melalui media sosial memang memberikan kemudahan dan banyak pilihan, tetapi tetap membutuhkan kehati-hatian. Dengan menerapkan beberapa tips mencari kos atau kontrakan di atas, calon penyewa dapat meminimalkan risiko penipuan sekaligus mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

FAQ

1. Apakah aman mencari kos melalui media sosial? Aman asalkan Anda menerapkan langkah verifikasi yang ketat dan melakukan survei langsung sebelum membayar.

2. Berapa besar uang muka yang wajar untuk sewa kos? Umumnya uang muka sekitar satu bulan sewa ditambah deposit yang bisa dikembalikan, namun pastikan ada bukti pembayaran resmi.

3. Apa yang harus dilakukan jika dicurigai penipuan? Hentikan komunikasi, jangan transfer uang, dan laporkan akun tersebut ke platform media sosial serta pihak berwajib.

4. Bagaimana cara membedakan iklan kos asli dan palsu? Iklan asli biasanya memiliki foto konsisten, informasi detail lengkap, profil akun aktif, dan bersedia untuk survei langsung.

5. Apakah perlu meminta KTP pemilik kos? Sangat perlu untuk verifikasi identitas dan sebagai bukti jika terjadi masalah hukum di kemudian hari.

6. Bolehkah membayar sewa tanpa melihat langsung propertinya? Sangat tidak disarankan karena kondisi real bisa berbeda dari foto dan meningkatkan risiko penipuan.

7. Platform media sosial mana yang paling aman untuk cari kos? Semua platform memiliki risiko yang sama, yang penting adalah kehati-hatian Anda dalam memverifikasi setiap penawaran.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |