Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali membawa tantangan tersendiri, salah satunya adalah sepatu yang basah kuyup akibat kehujanan. Kondisi sepatu basah tidak hanya tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan merusak material sepatu jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, mengetahui cara mengeringkan sepatu basah dengan cepat dan efektif menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas serta kebersihan alas kaki Anda.
Mengeringkan sepatu secara sembarangan, misalnya menjemurnya langsung di bawah terik matahari terlalu lama, justru bisa menyebabkan kerusakan seperti lem yang lepas, warna pudar, atau material menjadi kaku. Penting untuk menerapkan metode pengeringan yang tepat agar sepatu tetap awet dan bebas dari bau apek yang mengganggu.
Lantas bagaimana saja cara bikin sepatu basah kehujanan jadi cepat kering tanpa bau? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (4/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Persiapan Awal untuk Pengeringan Optimal
Sebelum memulai proses pengeringan, langkah krusial yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan sepatu dengan baik. Melepas tali dan insole (sol dalam) sepatu sangat dianjurkan karena tindakan ini membantu sirkulasi udara lebih baik ke seluruh bagian sepatu, sehingga mempercepat proses pengeringan. Sirkulasi udara yang lancar adalah kunci untuk menghindari kelembapan yang terperangkap di dalam sepatu.
Selain itu, jika sepatu terkena kotoran atau lumpur akibat hujan atau banjir, bilas terlebih dahulu dengan air bersih dan sikat lembut untuk menghilangkan kotoran sebelum dikeringkan. Membersihkan sepatu dari noda dan kotoran sebelum dikeringkan sangat penting untuk mencegah bau tak sedap dan kerusakan material. Setelah pembilasan, tepuk-tepuk sepatu dengan handuk bersih untuk menyerap kelebihan air.
2. Koran Bekas atau Handuk Kering
Metode klasik menggunakan koran bekas atau handuk kering adalah salah satu cara paling efektif untuk menyerap kelembapan dari dalam sepatu. Kertas koran terbuat dari pulp kayu yang memiliki daya serap tinggi terhadap air dan kelembapan.
Handuk kecil atau beberapa lembar kertas koran bekas dapat diremas menjadi bulatan kecil, lalu masukkan ke dalam sepatu hingga penuh. Pastikan gulungan koran mencapai ujung sepatu, namun tidak terlalu padat agar sirkulasi udara tetap terjaga.
Ganti koran atau handuk secara berkala setiap beberapa jam jika sudah terasa lembap atau basah, hingga sepatu benar-benar kering. Penting untuk menghindari penggunaan koran berwarna pada sepatu berwarna terang karena tintanya bisa luntur dan menodai sepatu.
3. Kipas Angin
Kipas angin merupakan cara yang aman dan efektif untuk mengeringkan sepatu, terutama untuk bahan yang sensitif terhadap panas seperti suede atau kulit. Aliran udara dari kipas membantu menguapkan kelembapan secara perlahan tanpa merusak material sepatu.
Letakkan sepatu di depan kipas angin, pastikan aliran udara langsung mengenai sepatu. Untuk hasil yang lebih cepat, Anda bisa menggantungkan sepatu di sela-sela jeruji kipas angin dengan alat bantu yang bisa ditemukan di rumah.
Cara mengeringkan sepatu dengan kipas angin ini akan lebih efektif jika ukuran kipas yang digunakan sedikit lebih besar dan angin yang dihasilkan lebih kencang. Metode ini juga membantu mencegah bau apek karena sirkulasi udara yang baik.
4. Hair Dryer (Suhu Rendah)
Dalam kondisi darurat, hair dryer dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan sepatu, terutama bagian dalam yang sulit dijangkau. Namun, sangat penting untuk mengatur hair dryer pada suhu rendah atau mode dingin.
Panas berlebih adalah musuh utama sepatu, terutama yang berbahan kulit atau sintetis, karena dapat merusak lem, membuat kulit retak, kaku, atau mengubah bentuk sepatu.
Jaga jarak hair dryer minimal 10-15 cm dari sepatu untuk menghindari paparan langsung yang berpotensi merusak. Lakukan secara bergantian di bagian dalam dan luar sepatu, dan setelah kelembapan berkurang drastis, letakkan sepatu di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
5. Silica Gel
Silica gel adalah silikon dioksida sintetis yang sangat efektif dalam menyerap kelembapan. Menyelipkan kantong silica gel ke dalam sepatu basah dapat membantu mengurangi kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur serta bau tidak sedap.
Silica gel bekerja dengan menyerap udara lembap di sekitarnya, sehingga menjaga lingkungan di dalam sepatu tetap kering. Penggunaan silica gel memberikan berbagai manfaat signifikan dalam menjaga kualitas dan daya tahan sepatu, terutama dalam mencegah pertumbuhan jamur yang subur dalam kondisi lembap.
Pastikan sepatu sudah tidak terlalu basah sebelum menggunakan silica gel agar gel tidak cepat jenuh. Untuk hasil maksimal, letakkan sepatu di tempat dengan sirkulasi udara yang baik setelah memasukkan silica gel.
6. Mengeringkan Sepatu di Belakang Kulkas
Meskipun terdengar tidak biasa, meletakkan sepatu di belakang kulkas dapat menjadi cara yang cukup ampuh untuk mengeringkannya. Kulkas yang beroperasi menghasilkan sedikit panas di bagian belakangnya, yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pengeringan.
Manfaatkan suhu panas tersebut untuk mengeringkan sepatu. Cara ini cukup efektif karena memanfaatkan hawa panas yang stabil dan tidak terlalu ekstrem, sehingga aman untuk berbagai jenis bahan sepatu. Pastikan bagian dalam sepatu yang basah menghadap ke arah mesin kulkas. Sepatu bisa didiamkan semalaman agar kering sempurna.
7. Pengering Sepatu Elektrik
Pengering sepatu elektrik adalah alat yang dirancang khusus untuk mengeringkan sepatu dengan cepat dan aman. Alat ini umumnya menghasilkan udara hangat secara terkontrol yang secara efisien mengeringkan sepatu dari dalam.
Cara kerja pengering sepatu ini adalah menghasilkan udara hangat yang bisa mengeringkan sepatu. Penggunaan pengering sepatu elektrik dapat mengurangi risiko pertumbuhan jamur atau bau tidak sedap yang disebabkan oleh kelembapan.
Ini adalah solusi yang praktis dan efektif, terutama bagi mereka yang sering mengalami sepatu basah dan ingin menjaga kualitas sepatu dalam jangka panjang.
Tips Tambahan untuk Mengatasi Bau Apek pada Sepatu
Bau apek pada sepatu seringkali menjadi masalah umum, terutama bagi individu dengan aktivitas tinggi atau yang sering menggunakan sepatu tertutup. Aroma tidak sedap ini umumnya muncul akibat produksi keringat berlebih pada kaki yang kemudian bercampur dan berinteraksi dengan bakteri di bagian dalam sepatu. Terdapat berbagai cara menghilangkan bau sepatu tanpa semprot kimia yang bersifat alami dan dapat dilakukan secara praktis di rumah.
Salah satu metode yang sangat populer adalah menggunakan baking soda, yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap kelembapan dan menetralisir bau tidak sedap. Cukup taburkan baking soda secara merata ke seluruh bagian dalam sepatu dan diamkan semalaman, lalu buang sisa baking soda sebelum digunakan kembali. Selain itu, arang kayu atau arang aktif juga efektif karena pori-pori alaminya mampu menyerap bau dan kelembapan.
Untuk aroma yang lebih segar, Anda bisa memanfaatkan kulit jeruk kering atau daun pandan kering. Kulit jeruk kering mengandung aroma alami yang segar dan membantu menyerap kelembapan ringan, sementara daun pandan kering memberikan wangi khas yang menenangkan. Keringkan bahan-bahan ini lalu masukkan ke dalam sepatu. Sinar matahari pagi juga bermanfaat untuk mengurangi bakteri dan kelembapan, namun jangan menjemur terlalu lama. Terakhir, cuka apel atau cuka putih dapat menetralkan bau membandel dengan sifat asam alaminya; campurkan dengan air, celupkan kain, lalu lap bagian dalam sepatu. Garam dapur juga bisa ditaburkan tipis di dalam sepatu semalaman untuk menyerap kelembapan dan bau.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa penting melepas tali dan insole saat mengeringkan sepatu?
Jawaban: Melepas tali dan insole membantu meningkatkan sirkulasi udara ke seluruh bagian sepatu, sehingga mempercepat proses pengeringan dan mencegah kelembapan terperangkap yang bisa menyebabkan bau apek atau jamur.
2. Bagaimana cara mengeringkan sepatu dengan koran bekas agar efektif?
Jawaban: Remas koran bekas menjadi bola-bola dan masukkan ke dalam sepatu hingga penuh namun tidak terlalu padat, pastikan mencapai ujung sepatu. Ganti koran secara berkala (setiap beberapa jam) jika sudah lembap hingga sepatu benar-benar kering. Hindari koran berwarna pada sepatu terang untuk mencegah noda tinta.
3. Apakah aman menggunakan hair dryer untuk mengeringkan sepatu?
Jawaban: Aman, asalkan menggunakan suhu rendah atau mode dingin dan menjaga jarak minimal 10-15 cm dari sepatu. Panas berlebih dapat merusak lem dan material sepatu seperti kulit atau sintetis, menyebabkan retak atau perubahan bentuk.
4. Selain mengeringkan, bagaimana cara menghilangkan bau apek pada sepatu?
Jawaban: Beberapa cara alami untuk menghilangkan bau apek adalah menaburkan baking soda atau arang aktif di dalam sepatu semalaman, menggunakan kulit jeruk atau daun pandan kering untuk aroma segar, atau mengelap bagian dalam sepatu dengan larutan cuka encer. Garam dapur juga bisa menyerap bau dan kelembapan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
