Transaksi Kartu Kripto Tembus Rp 9,7 Triliun per Bulan, Visa Kuasai Pasar

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan kartu kripto secara global mengalami lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir. Data dari platform analisis pembayaran on-chain Paymentscan menunjukkan nilai transaksi kartu kripto kini telah melampaui USD 600 juta per bulan, atau setara Rp 10,69 triliun (asumsi kurs Rp 17.832 per dolar AS).

Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan besar pada cara aset digital digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Jika sebelumnya penggunaan kartu kripto nyaris tidak terlihat hingga akhir 2023, kini sektor tersebut berkembang menjadi saluran transaksi bernilai ratusan juta dolar setiap bulan.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (28/5/2026), laporan Paymentscan mencatat lonjakan mulai terlihat pada November 2023. Setelah itu, nilai transaksi meningkat secara bertahap, dari kisaran USD 100 juta–150 juta per bulan pada pertengahan 2024 menjadi USD 200 juta–300 juta pada awal 2025.

Angka tersebut kemudian terus meningkat hingga menembus USD 400 juta pada akhir 2025 dan mendekati USD 600 juta sepanjang 2026.

Kemampuan pengguna membayar menggunakan aset seperti Bitcoin dan mata uang kripto lain melalui terminal pembayaran yang menerima kartu menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan tersebut.

Trennya dinilai masih menunjukkan kenaikan dan belum memperlihatkan tanda-tanda melambat.

Persaingan Jaringan Pembayaran

Selain pertumbuhan transaksi yang tinggi, perubahan besar juga terjadi pada persaingan jaringan pembayaran global.

Pada awal perkembangan pasar kartu kripto, yakni antara Maret hingga Oktober 2023, pasar sepenuhnya dikuasai oleh Mastercard dengan pangsa hampir 100%.

Namun situasi berubah drastis pada November 2023 ketika Visa mulai masuk lebih agresif ke pasar kartu kripto.

Dalam beberapa bulan saja, pangsa pasar Visa melonjak dari nol menjadi sekitar 85%-90%, sementara Mastercard turun menjadi sekitar 10%-15%.

Dominasi Visa kemudian semakin menguat. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Visa disebut menguasai sekitar 95%-97% dari total transaksi kartu kripto, sedangkan Mastercard hanya memegang sekitar 3%-5%.

Laporan tersebut menyebut pergeseran besar ini kemungkinan dipicu oleh sejumlah program kartu kripto utama yang mulai menggunakan infrastruktur Visa.

Bagaimana Strategi Mastercard?

Beberapa platform seperti MetaMask, Bitget Wallet, EtherFi, SafePal, RedotPay, KAST, dan Holyheld disebut memilih jaringan Visa untuk mendukung layanan kartu mereka.

Sementara itu, perusahaan penerbit yang mendukung program tersebut seperti Wirex, Fiat24, Rain, dan Immersve juga dinilai lebih banyak mengadopsi infrastruktur Visa.

Paymentscan menilai pasar kartu kripto kini berkembang semakin matang dengan ekosistem yang lebih luas.

Saat ini, platform tersebut telah memantau lebih dari 18 produk kartu kripto di berbagai negara dan kategori penggunaan.

Jika tren pertumbuhan saat ini terus berlanjut, nilai transaksi tahunan kartu kripto diperkirakan dapat melampaui USD 5 miliar dalam waktu dekat.

Meski demikian, pasar masih menunggu apakah Mastercard dapat kembali memperkuat posisinya atau justru muncul pesaing baru yang mengganggu dominasi Visa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |