Bitcoin Diramal Sentuh Titik Terendah pada Juni 2026

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan harga Bitcoin pada Juni 2026 diperkirakan masih menghadapi tekanan. Namun, sejumlah analis melihat peluang aset kripto terbesar di dunia itu untuk segera menemukan titik terendah jangka pendek sebelum kembali memasuki fase pemulihan.

Dikutip dari Coinmarketcap, Senin (1/6/2026), analisis terbaru dari BIT, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Matrixport, menunjukkan bahwa kombinasi faktor musiman dan munculnya berbagai produk investasi kripto baru berpotensi mengubah arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Juni Selalu Menantang bagi Bitcoin

Secara historis, Juni bukanlah bulan yang ramah bagi Bitcoin. Dalam kajiannya, BIT mencatat rata-rata imbal hasil Bitcoin selama Juni dalam satu dekade terakhir hanya sekitar 0,7 persen. Aktivitas perdagangan yang cenderung lesu selama musim panas di belahan bumi utara sering kali memicu konsolidasi harga bahkan koreksi pasar.

Meski demikian, kondisi tahun ini dinilai berbeda. Analis BIT menyoroti performa Bitcoin sepanjang Mei 2026 yang justru mencatat kenaikan di bawah rata-rata historis. Padahal, Mei selama ini dikenal sebagai salah satu bulan terbaik bagi aset kripto tersebut.

Kondisi tersebut menunjukkan pola pasar saat ini tidak sepenuhnya mengikuti tren musiman yang biasa terjadi, sehingga membuka peluang munculnya skenario baru pada paruh kedua tahun ini.

Katalis Baru Mulai Bermunculan

Di tengah ketidakpastian pasar, sejumlah perkembangan regulasi dan inovasi produk investasi kripto mulai memberikan harapan baru bagi investor.

Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah persetujuan kontrak berjangka kripto perpetual oleh regulator Amerika Serikat. Produk tersebut dinilai mampu menarik lebih banyak investor institusi karena menawarkan instrumen investasi yang lebih fleksibel dan terstruktur.

Selain itu, peluncuran kontrak berjangka indeks kripto Nasdaq CME yang dijadwalkan dalam waktu dekat juga diperkirakan dapat meningkatkan likuiditas pasar. Kehadiran produk tersebut membuka akses yang lebih mudah bagi investor tradisional yang ingin mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa harus membeli kripto secara langsung.

Menurut BIT, kombinasi kejelasan regulasi dan bertambahnya instrumen investasi berpotensi menjadi penopang harga Bitcoin ketika pasar sedang mencari arah baru.

Sinyal Teknikal Mulai Menguat

Dari sisi teknikal, sejumlah indikator yang digunakan BIT menunjukkan Bitcoin mulai memasuki area jenuh jual atau oversold. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi tersebut kerap menjadi sinyal awal terbentuknya titik balik harga.

Meski demikian, perusahaan mengingatkan bahwa sinyal teknikal saja belum cukup untuk memastikan tren naik berkelanjutan. Faktor fundamental dan masuknya arus dana baru tetap menjadi penentu utama.

"Jika katalis baru ini menarik tekanan beli, pemulihan sangat mungkin terjadi," tulis BIT dalam laporannya.

Pandangan tersebut mencerminkan optimisme yang masih dibalut kehati-hatian. Pasar saat ini berada di persimpangan antara tekanan musiman yang telah lama dikenal dan peluang perubahan struktural yang berpotensi mengangkat kelas aset kripto ke level berikutnya.

Investor Diminta Mencermati Perkembangan

Meskipun arah pergerakan Bitcoin sepanjang Juni masih belum sepenuhnya jelas, analisis BIT memberikan gambaran bahwa fase pelemahan saat ini berpotensi menjadi periode konsolidasi sebelum pasar menemukan momentum baru.

Bagi investor, perhatian kini tertuju pada bagaimana respons pasar terhadap peluncuran produk-produk investasi kripto terbaru serta perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Jika kedua faktor tersebut mampu meningkatkan minat beli dan aliran dana institusional, Bitcoin berpeluang mengakhiri fase koreksinya dan kembali melanjutkan tren penguatan pada semester kedua tahun ini.   

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |