Bank Sentral Eropa Tolak Pelonggaran Aturan Stablecoin, Industri Kripto Kena Imbas

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menolak usulan pelonggaran aturan untuk stablecoin berbasis euro. Keputusan ini menunjukkan bahwa otoritas moneter Eropa masih memandang pengawasan ketat sebagai langkah penting demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dikutip dari CoinMarketCap, Senin (25/5/2026), penolakan tersebut muncul dalam pembahasan terkait kerangka regulasi aset kripto Uni Eropa melalui Markets in Crypto-Assets (MiCA). Aturan tersebut sebelumnya dirancang untuk mengatur penerbit stablecoin yang beroperasi di kawasan zona euro.

Sejumlah pelaku industri dan pembuat kebijakan sempat mengusulkan pelonggaran beberapa ketentuan dalam aturan tersebut. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan stablecoin berbasis euro agar dapat berkembang lebih cepat.

Namun ECB menolak usulan tersebut dan memilih mempertahankan standar pengawasan yang ketat.

Dorongan untuk melonggarkan aturan muncul bersamaan dengan proses konsultasi yang dilakukan Komisi Eropa terkait evaluasi regulasi MiCA. Evaluasi itu membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengajukan perubahan, termasuk usulan terkait persyaratan cadangan dana dan proses perizinan bagi penerbit stablecoin.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Risiko Stabilitas Keuangan

ECB menilai pendekatan yang lebih longgar dapat memunculkan risiko terhadap stabilitas keuangan dan kedaulatan moneter di kawasan Eropa.

Menurut pandangan bank sentral tersebut, penggunaan stablecoin euro secara luas tanpa pengawasan yang memadai dapat memicu perpindahan dana dari perbankan tradisional dan berpotensi mengganggu efektivitas kebijakan moneter.

ECB juga khawatir pelonggaran aturan dapat membuka peluang bagi stablecoin yang tidak memiliki dukungan aset memadai untuk berkembang di pasar.

Kondisi itu dinilai berpotensi meningkatkan risiko kerugian bagi investor ritel.

Melalui kebijakan pengawasan yang lebih ketat, ECB ingin memastikan aset digital berbasis euro memiliki tingkat kepercayaan yang setara dengan instrumen keuangan euro konvensional.

Keputusan ini juga muncul di tengah proses peninjauan resmi MiCA oleh Uni Eropa. Hal itu mengindikasikan bahwa kerangka regulasi aset kripto di kawasan tersebut kemungkinan tetap mempertahankan standar pengawasan yang ketat untuk penerbit stablecoin.

Perlambat Pertumbuhan Stablecoin

Bagi perusahaan kripto yang menargetkan pasar Eropa, keputusan ECB berarti biaya kepatuhan dan persyaratan perizinan kemungkinan masih tetap tinggi.

Proyek yang berencana menerbitkan token berbasis euro harus memenuhi berbagai persyaratan MiCA, mulai dari standar cadangan aset, tata kelola perusahaan, hingga keterbukaan informasi.

Kondisi tersebut dinilai dapat memperlambat pertumbuhan stablecoin berbasis euro dibandingkan stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT dan USDC yang saat ini masih mendominasi pasar global.

Bagi Uni Eropa, stablecoin euro menjadi bagian penting dari dua tujuan besar yang ingin dicapai, yakni menjaga kontrol atas kebijakan moneter dan membangun ekosistem keuangan digital yang kompetitif.

Sikap ECB menunjukkan bahwa ketika dua kepentingan itu berbenturan, menjaga kedaulatan moneter tetap menjadi prioritas utama.

Untuk saat ini, pesan yang disampaikan otoritas moneter Eropa cukup jelas: aturan stablecoin euro belum akan dilonggarkan, sehingga pelaku industri perlu menyesuaikan strategi bisnis dengan kerangka regulasi yang berlaku saat ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |