Rumor: Ripple Akuisisi Circle Senilai USD 61 Miliar

9 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto tengah diramaikan kabar yang menghebohkan komunitas XRP. Ripple dikabarkan mengakuisisi Circle, perusahaan penerbit stablecoin USDC yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 61 miliar atau kurang lebih Rp 1.085 triliun (estimasi kurs Rp 17.791 per dolar AS).

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (26/5/2026), kabar tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah dibagikan komentator kripto John Squire melalui media sosial X. Menurut rumor yang beredar, pengumuman resmi disebut-sebut akan disampaikan dalam waktu dekat.

Jika kabar tersebut terbukti benar, langkah itu diperkirakan menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri aset digital.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Ripple maupun Circle terkait rumor tersebut.

Meski demikian, isu tersebut langsung menyita perhatian pasar. Pasalnya, langkah tersebut dinilai bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan.

Sebelumnya, Ripple memang sudah dikabarkan pernah berupaya mengakuisisi Circle pada 2025. Saat itu Bloomberg melaporkan Ripple mengajukan penawaran senilai USD 4 miliar hingga USD 5 miliar.

Namun, tawaran tersebut ditolak Circle karena dinilai terlalu rendah.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Circle Berencana IPO

Saat itu Circle diketahui memiliki fokus lain, yakni mempersiapkan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) untuk pencatatan saham Kelas A di Bursa Efek New York (NYSE).

Meski sempat ditolak, minat Ripple terhadap Circle disebut tidak berhenti di situ. Sejumlah laporan menyebutkan perusahaan masih membuka peluang untuk mengajukan penawaran baru.

Bahkan, angka penawaran yang sempat beredar disebut mencapai USD 20 miliar.

Bagi pemegang XRP, kabar ini dinilai menjadi perkembangan yang penting. XRP selama ini dikembangkan Ripple sebagai sarana pembayaran lintas negara dengan tujuan membuat proses transfer dana lebih cepat dibandingkan sistem tradisional seperti SWIFT.

Apabila Ripple benar menguasai Circle, skala bisnis perusahaan diperkirakan akan berubah secara signifikan.

USDC saat ini digunakan oleh berbagai institusi keuangan, platform pembayaran, hingga protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) di berbagai negara.

Kendalikan Dua Stablecoin

Rumor akuisisi tersebut juga memunculkan perhatian terhadap stablecoin milik Ripple sendiri, RLUSD.

Ripple meluncurkan RLUSD pada akhir 2024. Saat laporan akuisisi pertama kali muncul, RLUSD memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 300 juta, jauh di bawah USDC yang telah melampaui USD 60 miliar.

Jika akuisisi benar terjadi, Ripple berpotensi mengendalikan dua stablecoin besar sekaligus, yang dapat memperkuat posisinya di pasar aset digital global.

Namun sejumlah pertanyaan juga muncul, seperti apakah Ripple akan tetap menjalankan kedua token secara bersamaan, menggabungkannya, atau mengubah posisi RLUSD di pasar.

Meski rumor terus berkembang, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi transaksi tersebut.

Perlu dicatat, informasi yang beredar masih berupa spekulasi pasar. Investor juga disarankan melakukan riset secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi terkait aset kripto.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |