- Mengapa makanan tidak boleh langsung masuk kulkas setelah dimasak?
- Berapa lama makanan matang aman disimpan di kulkas?
- Apa risiko memanaskan makanan berulang kali?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan pencernaan selama bulan Ramadan menjadi krusial, terutama saat sahur. Seringkali, makanan sisa berbuka menjadi pilihan praktis untuk sahur, namun proses memanaskan ulang yang tidak tepat dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara memanaskan makanan sahur yang benar agar nutrisi tetap terjaga dan terhindar dari gangguan pencernaan.
Memanaskan makanan secara sembarangan bisa berakibat fatal, mulai dari hilangnya kandungan gizi hingga risiko keracunan makanan akibat pertumbuhan bakteri. Dengan mengikuti pedoman yang tepat, Anda dapat menikmati hidangan sahur yang lezat, bergizi, dan aman bagi tubuh. Tujuannya adalah untuk memastikan Anda dan keluarga tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa, tanpa khawatir akan masalah pencernaan.
Lantas bagaimana panduan memanaskan makanan sahur yang benar agar tidak picu gangguan pencernaan? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (18/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Dinginkan dan Simpan Makanan dengan Cepat dan Benar
Setelah selesai berbuka puasa, sisa makanan yang akan disimpan untuk sahur harus segera didinginkan dan disimpan dengan metode yang tepat. Makanan matang sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam, sesuai pedoman keamanan pangan global. Penundaan pendinginan dapat memberikan kesempatan bagi bakteri berbahaya untuk berkembang biak, meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
Proses pendinginan makanan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dengan langsung memasukkannya ke dalam kulkas saat masih panas. Makanan perlu didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan, dan proses ini harus selesai dalam waktu dua jam setelah makanan dimasak untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Suhu pendinginan yang ideal adalah 4 derajat Celcius atau lebih rendah.
Setelah makanan mencapai suhu yang aman, simpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya dan mencegah kontaminasi silang. Wadah tertutup rapat sangat penting untuk menjaga makanan tetap segar dan aman. Untuk bahan makanan hewani seperti daging ayam, sapi, atau unggas, disarankan untuk menyimpannya di freezer jika ingin bertahan lebih lama, guna mencegah risiko bakteri berkembang biak.
2. Perhatikan Batas Waktu Penyimpanan Makanan
Meskipun disimpan dengan benar di kulkas, makanan matang memiliki batas waktu aman untuk dikonsumsi. Makanan yang didinginkan di kulkas sebaiknya dikonsumsi paling lama hingga empat hari ke depan. Melebihi batas waktu ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan penurunan kualitas makanan.
Berbeda dengan penyimpanan di kulkas, makanan yang dibekukan memiliki daya tahan yang jauh lebih lama. Makanan beku dapat bertahan hingga tiga sampai lima bulan lamanya, menjadikannya pilihan yang baik untuk persiapan sahur jangka panjang. Namun, penting untuk memperhatikan kualitas makanan saat akan dicairkan dan dipanaskan kembali.
Untuk memudahkan pemantauan masa simpan, sangat penting untuk memberi label tanggal penyimpanan pada setiap wadah makanan. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui kapan makanan tersebut harus dihabiskan atau dibuang, menghindari konsumsi makanan yang sudah tidak layak. Praktik ini merupakan bagian penting dari keamanan pangan di rumah tangga.
3. Hindari Memanaskan Makanan Berulang Kali
Salah satu aturan emas dalam memanaskan makanan adalah membatasi frekuensi pemanasan ulang. Makanan matang sebaiknya hanya dipanaskan ulang satu kali untuk menghindari risiko keracunan makanan. Setiap siklus pendinginan dan pemanasan ulang membuka celah bagi bakteri untuk berkembang biak, meskipun sudah dimasak sebelumnya.
Memanaskan makanan lebih dari sekali dapat menyebabkan hilangnya nutrisi penting dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri berbahaya. Bakteri seperti Bacillus cereus, yang sering ditemukan pada nasi dan pasta, dapat menghasilkan spora toksik yang tahan panas jika makanan dipanaskan berulang kali. Ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan serius.
Beberapa jenis makanan, terutama yang tinggi protein, juga dapat menghasilkan zat karsinogenik jika dipanaskan berulang kali. Ahli nutrisi menyarankan untuk berhati-hati dengan makanan berprotein tinggi saat akan dipanaskan ulang. Oleh karena itu, perencanaan porsi yang tepat saat memasak atau menyimpan makanan sangat dianjurkan untuk meminimalkan kebutuhan pemanasan ulang.
4. Panaskan Hingga Suhu yang Tepat dan Merata
Untuk memastikan keamanan makanan dan membunuh bakteri yang mungkin berkembang biak selama penyimpanan, makanan harus dipanaskan hingga suhu internal yang aman. Makanan harus mencapai suhu minimal 75°C agar bakteri yang ada dapat mati secara efektif. Suhu internal yang direkomendasikan adalah sekitar 74°C (165°F) selama minimal 15 detik.
Penting untuk memastikan bahwa panas tersebar merata ke seluruh bagian makanan, bukan hanya permukaannya. Untuk makanan cair atau berkuah, pastikan Anda memanaskannya hingga mendidih untuk menjamin semua bagian telah mencapai suhu aman. Pemanasan yang tidak merata dapat meninggalkan 'kantong' dingin tempat bakteri masih bisa bertahan hidup.
Saat memanaskan makanan, terutama di atas kompor atau microwave, aduk makanan secara perlahan dan teratur. Proses pengadukan ini membantu menyebarkan panas secara merata dan memastikan semua bagian makanan mencapai suhu yang diperlukan untuk membunuh patogen. Menggunakan termometer makanan adalah cara terbaik untuk memverifikasi suhu internal.
5. Gunakan Metode Pemanasan yang Sesuai
Pemilihan alat pemanas yang tepat sangat memengaruhi hasil dan keamanan makanan yang dipanaskan. Microwave, kompor, dan oven memiliki karakteristik berbeda yang cocok untuk jenis makanan tertentu. Memahami cara kerja masing-masing alat akan membantu menjaga kualitas dan keamanan hidangan sahur Anda.
Microwave sangat efisien untuk memanaskan ulang makanan yang tidak memiliki kulit kering dan renyah, seperti pasta, mi, sup, rebusan, atau kari. Pastikan menggunakan wadah yang aman untuk microwave dan hindari benda logam. Selama proses pemanasan, aduk atau balik makanan di tengah-tengah untuk memastikan panas merata, terutama untuk makanan padat seperti daging atau nasi.
Memanaskan makanan di atas kompor seringkali dinilai terbaik untuk mengembalikan tekstur dan rasa masakan ke kondisi aslinya. Gunakan api sedang dan aduk makanan sesering mungkin selama proses pemanasan untuk memastikan panas tersebar merata. Metode ini cocok untuk berbagai jenis masakan yang membutuhkan kontrol suhu yang lebih presisi.
Oven mampu mengagihkan panas secara merata ke seluruh area makanan, menjadikannya pilihan ideal untuk memanaskan makanan yang dipanggang. Gunakan suhu rendah sekitar 175°C dan lapisi makanan dengan aluminium foil untuk mencegahnya menjadi kering setelah dipanaskan. Prinsip dasar pemanasan adalah memanaskan makanan sesuai cara aslinya dimasak.
6. Waspadai Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Ulang
Beberapa jenis makanan sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena dapat menyebabkan masalah kesehatan serius atau kehilangan nutrisi. Memahami jenis-jenis makanan ini adalah kunci untuk menghindari risiko keracunan makanan dan menjaga kesehatan selama sahur.
Sayuran berdaun hijau dan sayuran dengan kandungan nitrat tinggi seperti bayam, kale, wortel, lobak, dan seledri, mengandung nitrat yang dapat berubah menjadi nitrit dan nitrosamin karsinogenik saat dipanaskan ulang. Nitrosamin ini berpotensi menyebabkan kanker dan memengaruhi kemampuan tubuh membawa oksigen. Ayam yang dipanaskan ulang juga dapat merusak struktur proteinnya, membuatnya sulit dicerna dan berpotensi terkontaminasi bakteri seperti Salmonella jika tidak dipanaskan dengan benar. Nasi yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama sebelum dipanaskan ulang berisiko terkontaminasi bakteri Bacillus cereus yang menghasilkan spora toksik tahan panas.
Kentang yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama dapat menyebabkan botulisme karena pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum, terutama jika dibungkus rapat. Jamur sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama setelah dimasak karena strukturnya dapat berubah dan berpotensi membahayakan tubuh jika dipanaskan ulang, meningkatkan risiko masalah pencernaan dan jantung. Daging olahan seperti sosis, nugget, atau kornet mengandung pengawet yang bisa menghasilkan zat karsinogenik bila terus-menerus dipanaskan.
7. Perhatikan Tanda-Tanda Makanan Rusak
Sebelum memutuskan untuk memanaskan makanan sisa, selalu lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kerusakan. Langkah ini sangat penting untuk mencegah keracunan makanan yang tidak diinginkan. Jangan pernah mengabaikan indra penciuman dan penglihatan Anda saat menilai kondisi makanan.
Makanan yang sudah basi seringkali mengeluarkan bau asam, busuk, atau tidak sedap lainnya. Perubahan tekstur juga merupakan indikasi penting; makanan yang menjadi berlendir, lembek, atau mengeras secara tidak wajar bisa menandakan sudah tidak layak konsumsi. Selain itu, perubahan warna yang tidak biasa, seperti munculnya bintik-bintik jamur atau warna yang memudar, juga merupakan tanda peringatan yang jelas.
Jika Anda ragu dengan kondisi makanan, lebih baik membuangnya daripada mengambil risiko keracunan makanan yang parah. Bakteri seperti Staphylococcus aureus dapat menghasilkan racun yang tahan terhadap panas. Artinya, meskipun bakteri itu sendiri mati saat dipanaskan, racunnya tetap ada dan masih dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah. Oleh karena itu, kehati-hatian adalah kunci utama dalam menjaga keamanan pangan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa makanan tidak boleh langsung masuk kulkas setelah dimasak?
Jawaban: Makanan yang masih panas tidak boleh langsung masuk kulkas karena dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas, berpotensi merusak makanan lain, dan memperlambat proses pendinginan makanan itu sendiri, memberi kesempatan bakteri berkembang biak. Makanan perlu didinginkan terlebih dahulu hingga suhu yang aman sebelum disimpan dalam kulkas.
2. Berapa lama makanan matang aman disimpan di kulkas?
Jawaban: Makanan matang yang disimpan di kulkas pada suhu yang tepat (di bawah 4°C) umumnya aman untuk dikonsumsi hingga 3-4 hari ke depan. Penting untuk memberi label tanggal penyimpanan untuk memantau batas waktu ini.
3. Apa risiko memanaskan makanan berulang kali?
Jawaban: Memanaskan makanan berulang kali dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri berbahaya, hilangnya nutrisi, dan bahkan pembentukan zat karsinogenik pada beberapa jenis makanan, terutama yang tinggi protein.
4. Makanan apa saja yang tidak boleh dipanaskan ulang?
Jawaban: Beberapa makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang antara lain sayuran berdaun hijau dan sayuran nitrat tinggi (bayam, wortel), ayam, nasi, kentang, jamur, dan daging olahan, karena dapat menyebabkan masalah kesehatan atau kehilangan nutrisi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
