Kucing Sering Mengeong Malam Hari Tanpa Sebab? Ini 7 Penyebab yang Sering Diabaikan

16 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Mendengar kucing peliharaan mengeong terus-menerus di malam hari tentu bisa mengganggu ketenangan dan menimbulkan pertanyaan. Seringkali, pemilik merasa bingung karena perilaku vokal ini muncul tanpa alasan yang jelas. Padahal, di balik setiap meongan kucing, terdapat pesan atau kebutuhan yang ingin disampaikan oleh anabul kesayangan Anda.

Perilaku mengeong di malam hari bukanlah sekadar kebiasaan iseng, melainkan indikasi dari berbagai faktor yang mungkin terlewatkan oleh pemilik. Memahami akar penyebabnya adalah langkah krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis bagi kucing dan pemiliknya. Dari kebutuhan dasar hingga masalah kesehatan, ada beberapa alasan umum yang sering diabaikan.

Dengan mengetahui penyebab-penyebab ini, Anda dapat mengambil tindakan yang tepat untuk meredakan kecemasan atau ketidaknyamanan kucing Anda, serta mengembalikan suasana tenang di rumah. Lantas apa saja penyebab kucing sering mengeong malam hari tanpa sebab yang sering diabaikan? Melansir dari berbagai sumber, Senin (9/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Kebutuhan Dasar yang Belum Terpenuhi

Kucing seringkali mengeong di malam hari karena kebutuhan dasar mereka seperti lapar atau haus belum terpenuhi. Kucing akan mengeong di dekat mangkuk makanannya atau mengikuti pemilik ke dapur sebagai cara untuk meminta makanan atau air minum. Perilaku ini adalah salah satu alasan paling umum mengapa kucing mengeong terus-menerus.

Perubahan rutinitas makan, porsi makan yang kurang, atau mangkuk air yang kosong dapat memicu perilaku vokal ini. Kucing yang merasa kesepian juga dapat mengeong di malam hari, mencari perhatian dari pemiliknya. Hal ini sering terjadi pada kucing peliharaan yang ditinggal sendirian di rumah sepanjang hari.

Kucing yang tidak mendapatkan cukup aktivitas fisik dan stimulasi mental sepanjang siang hari mungkin menyalurkan kelebihan energinya dengan mengeong pada malam hari. Terkadang, mengeong di malam hari adalah dorongan untuk mendapatkan perhatian, atau bisa juga berarti mereka stres atau cemas.

2. Stres dan Kecemasan Lingkungan

Stres atau kecemasan adalah penyebab umum kucing mengeong terus-menerus, terutama di malam hari. Kucing sangat sensitif terhadap perubahan di lingkungan sekitar, seperti pindah rumah, kedatangan hewan peliharaan baru, atau perubahan rutinitas harian. Situasi tersebut bisa membuat kucing merasa tidak aman dan mengekspresikannya melalui suara.

Selain mengeong, tanda kucing mengalami stres juga bisa dilihat dari perilaku lain seperti diare, sembelit, atau rewel saat buang air besar. Kucing yang merasa tidak aman atau cemas cenderung lebih vokal di malam hari. Mereka mungkin mengeong untuk mencari perhatian, perlindungan, atau sekadar memastikan keberadaan pemiliknya.

Menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman dan nyaman dapat secara signifikan mengurangi kebisingan malam hari yang disebabkan oleh kecemasan. Kucing yang stres atau tertekan akibat perubahan suasana rumah dapat mengekspresikan kecemasannya lewat suara.

3. Periode Birahi atau Musim Kawin

Kucing yang sedang birahi atau dalam musim kawin akan mengeong dengan sangat keras dan terus-menerus, baik siang maupun malam. Suara ini merupakan cara kucing menarik perhatian lawan jenis dan menandai wilayahnya. Pada fase ini, baik kucing jantan maupun betina dapat mengeong dengan sangat nyaring.

Perilaku mengeong akibat birahi biasanya disertai perubahan perilaku lain, seperti kegelisahan, berusaha keluar rumah, atau menyemprotkan urine (spraying). Kucing betina yang sedang dalam masa heat (birahi) akan mengeong dengan suara keras dan nyaring untuk menarik perhatian kucing jantan.

Sementara itu, kucing jantan yang belum dikebiri akan merespons panggilan tersebut dan menjadi lebih vokal. Sterilisasi (kebiri) sangat direkomendasikan untuk mengurangi perilaku mengeong yang berlebihan akibat birahi dan dapat membuat kucing lebih nyaman.

4. Rasa Sakit atau Masalah Kesehatan Tersembunyi

Jika kucing tiba-tiba mengeong tanpa sebab yang jelas, waspadai kemungkinan adanya rasa sakit atau masalah kesehatan tertentu. Kucing dikenal pandai menyembunyikan rasa sakit, sehingga mengeong bisa menjadi salah satu tanda yang paling jelas bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Beberapa kondisi medis, seperti sakit gigi, luka, infeksi, sakit perut, hingga infeksi saluran kemih bisa membuat kucing mengeong lebih sering dari biasanya. Kondisi lain seperti hipertiroidisme, hipertensi, atau bahkan masalah kognitif pada kucing yang lebih tua juga dapat menyebabkan vokalisasi berlebihan di malam hari.

Penting untuk memperhatikan gejala lain yang mungkin menyertai, seperti kucing lemas, tidak mau makan, muntah, buang air kecil di luar bak pasir, atau adanya darah pada urine. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter hewan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

5. Disfungsi Kognitif pada Kucing Lanjut Usia

Kucing yang sudah berusia lanjut sering kali mengalami penurunan fungsi kognitif atau kebingungan, terutama pada malam hari. Kondisi ini mirip dengan demensia pada manusia, yang dikenal sebagai Cognitive Dysfunction Syndrome (CDS). Hal ini bisa menyebabkan kebingungan dan disorientasi.

Gejala CDS bisa bermacam-macam, salah satunya adalah mengeong tanpa alasan yang jelas, tampak gelisah, atau sulit menemukan jalan pulang ke tempat tidurnya. Kucing yang mengidap gangguan kognitif ini biasanya lebih sering mengeong pada malam hari.

Untuk membantu kucing lansia, pastikan lingkungan rumah tetap familiar dan tidak banyak berubah, serta berikan rutinitas yang konsisten. Konsultasikan dengan dokter hewan mengenai suplemen kesehatan otak atau obat anti-kecemasan jika diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup anabul senior Anda.

6. Kebosanan dan Kurangnya Stimulasi Mental/Fisik

Kucing yang terus mengeong di malam hari bisa dipicu oleh rasa bosan atau kurangnya stimulasi di siang hari. Kucing adalah hewan krepuskular, yang berarti mereka secara alami lebih aktif saat senja dan fajar. Jika mereka tidak mendapatkan cukup rangsangan di siang hari, energi yang terpendam ini dapat menyebabkan mereka mengeong di malam hari.

Kucing yang tidak mendapatkan cukup aktivitas fisik dan mental sepanjang hari mungkin menyalurkan kelebihan energinya dengan mengeong di malam hari. Pada dasarnya, anabulmu mungkin meminta perhatian dengan mengajak pemiliknya untuk bermain.

Salah satu arti kucing mengeong di malam hari bisa jadi adalah mereka berkata, "Aku bosan, ayo bermain!". Bermain sebelum tidur dapat membantu memastikan kucing lebih lelah di malam hari. Sesi bermain intensif menjelang waktu tidur dapat menjadi solusi untuk menguras energi kucing.

7. Perubahan Lingkungan atau Rutinitas Mendadak

Kucing adalah makhluk yang menyukai rutinitas dan keakraban. Perubahan lingkungan, seperti pindah rumah, memperkenalkan hewan peliharaan baru, atau menata ulang furnitur, dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada kucing, yang kemudian dapat mengakibatkan mereka mengeong di malam hari.

Kucing yang stres atau tertekan akibat perubahan suasana rumah bisa mengekspresikan kecemasannya lewat suara. Kucing yang baru diadopsi juga kerap mengeong di malam hari karena belum terbiasa dengan lingkungan baru, merasa takut, kesepian, atau cemas.

Bahkan perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat mengganggu kucing dan memicu vokalisasi berlebihan. Mempertahankan rutinitas yang konsisten untuk makan, waktu bermain, dan waktu tidur dapat memberikan kepastian bagi kucing dan mengurangi kebutuhan mereka untuk mengeong demi perhatian.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Penyebab Kucing Sering Mengeong Malam Hari

1. Mengapa kucing sering mengeong di malam hari?

Jawaban: Kucing mengeong di malam hari bisa karena kebutuhan dasar tidak terpenuhi, stres, birahi, sakit, demensia, bosan, atau perubahan lingkungan.

2. Apa yang harus dilakukan jika kucing mengeong karena lapar?

Jawaban: Pastikan porsi makan cukup dan rutinitas makan teratur, serta mangkuk air selalu terisi agar kucing tidak mengeong karena lapar.

3. Bagaimana cara mengatasi kucing mengeong karena birahi?

Jawaban: Sterilisasi (kebiri) sangat direkomendasikan untuk mengurangi perilaku mengeong berlebihan akibat birahi pada kucing jantan maupun betina.

4. Kapan harus membawa kucing ke dokter hewan karena mengeong?

Jawaban: Segera konsultasikan ke dokter hewan jika mengeong disertai gejala sakit seperti lemas, tidak mau makan, muntah, atau perubahan perilaku buang air.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |