8 Cara Membersihkan Tandon Air dengan Sitrun agar Bebas Lumut dan Bau

21 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kebersihan tandon air merupakan langkah krusial untuk memastikan pasokan air bersih yang higienis dan aman bagi kesehatan keluarga setiap hari. Tandon air yang kotor dapat menjadi tempat ideal bagi penumpukan kerak, pertumbuhan lumut, bahkan sarang bakteri berbahaya yang dapat mengancam kualitas air. Oleh karena itu, pembersihan rutin sangat diperlukan untuk mencegah masalah ini.

Sitrun, atau asam sitrat, menawarkan solusi pembersihan tandon air yang efektif dan ramah lingkungan. Bahan alami ini dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam melarutkan mineral, menghilangkan lumut yang membandel, serta membersihkan berbagai jenis kotoran tanpa merusak material tandon. Penggunaan sitrun menjadi pilihan tepat untuk menjaga tandon air tetap bersih dan bebas dari kontaminan.

Lantas bagaimana saja cara membersihkan tandon air dengan sitrun agar bebas lumut dan bau? Melansir dari berbagai sumber, Senin (9/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Sebelum memulai proses pembersihan tandon air, persiapan alat dan bahan yang lengkap adalah kunci untuk kelancaran dan hasil yang optimal. Ketersediaan perlengkapan yang memadai akan sangat membantu dalam setiap tahapan pembersihan. Alat dan bahan yang perlu disiapkan meliputi sitrun, sikat bulu lembut atau spons, sarung tangan, ember, air bersih, serta selang atau gayung untuk membilas.

Jumlah sitrun yang dibutuhkan bervariasi, berkisar antara 200 hingga 500 gram, tergantung pada ukuran tandon air yang akan dibersihkan. Untuk menjangkau seluruh bagian dalam tandon yang sulit diakses dan efektif mengangkat kotoran serta kerak yang menempel, disarankan menggunakan sikat panjang atau sikat berbulu kasar. Selain itu, penggunaan sarung tangan karet sangat dianjurkan untuk melindungi tangan dari kontak langsung dengan bahan pembersih, meskipun sitrun relatif aman.

Pastikan semua alat dan bahan ini telah tersedia di dekat area kerja sebelum Anda memulai. Persiapan yang matang akan meminimalkan hambatan selama proses pembersihan dan memastikan tandon air Anda kembali bersih maksimal.

2. Menguras Tandon Air

Langkah pertama yang sangat penting dalam proses pembersihan tandon air adalah mengosongkan seluruh isi tandon. Memastikan tandon benar-benar kosong dari air adalah prasyarat agar pembersihan dapat dilakukan secara efektif. Jika tandon dalam kondisi penuh, Anda dapat menampung airnya dalam wadah sementara untuk digunakan nanti atau membuangnya jika tidak diperlukan.

Untuk mempercepat proses pengurasan, Anda bisa menggunakan pompa submersible atau membuka keran pembuangan yang umumnya terletak di bagian bawah tandon. Pastikan tidak ada sisa air yang menggenang di dasar tandon. Pengurasan menyeluruh ini akan memudahkan akses ke seluruh permukaan bagian dalam tandon, sehingga proses pembersihan selanjutnya menjadi lebih mudah dan efisien.

Setelah tandon benar-benar kosong, periksa kembali untuk memastikan tidak ada genangan air yang tersisa. Kondisi tandon yang kering akan memungkinkan larutan sitrun bekerja lebih optimal dalam melarutkan kotoran dan lumut yang menempel pada dinding dan dasar tandon.

3. Mempersiapkan Larutan Sitrun

Setelah tandon air berhasil dikosongkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan larutan sitrun sebagai agen pembersih utama. Konsentrasi larutan ini perlu disesuaikan dengan tingkat kekotoran dan ukuran tandon. Untuk membuat larutan sitrun, larutkan sekitar 200 hingga 500 gram sitrun ke dalam 5 hingga 10 liter air hangat.

Aduk larutan sitrun hingga sitrun benar-benar larut sempurna dalam air. Penggunaan air hangat sangat membantu dalam mempercepat proses pelarutan sitrun, terutama jika Anda menggunakan sitrun dalam jumlah yang cukup banyak. Perbandingan yang direkomendasikan adalah sekitar 100 hingga 150 gram sitrun per liter air, namun jumlah ini dapat disesuaikan tergantung pada seberapa parah kerak atau endapan mineral yang ada di dalam tandon.

Larutan yang telah siap ini akan menjadi pembersih ampuh yang akan melarutkan lumut, kerak, dan kotoran lainnya. Pastikan larutan tercampur rata untuk efektivitas maksimal saat diaplikasikan ke permukaan tandon.

4. Mengaplikasikan Larutan Sitrun ke Dinding Tandon

Setelah larutan sitrun siap, langkah berikutnya adalah mengaplikasikannya ke seluruh permukaan bagian dalam tandon air. Proses ini memerlukan ketelitian agar tidak ada area yang terlewat. Celupkan sikat atau spons ke dalam larutan sitrun yang telah dibuat.

Kemudian, gosokkan larutan tersebut secara merata ke seluruh permukaan dinding, dasar, maupun bagian atas tandon. Berikan perhatian khusus pada area yang terdapat noda membandel atau kerak yang sulit dibersihkan. Pastikan setiap sisi tandon terkena guyuran larutan sitrun secara menyeluruh agar bahan aktif sitrun dapat bekerja maksimal.

Setelah larutan diaplikasikan, biarkan sitrun bekerja selama 30 hingga 60 menit. Waktu ini cukup untuk melarutkan lumut dan kotoran yang menempel. Namun, hindari membiarkan larutan terlalu lama di dalam tandon untuk mencegah potensi dampak pada material tandon, meskipun sitrun relatif aman.

5. Menggosok Dinding dan Dasar Tandon

Setelah larutan sitrun dibiarkan bekerja melunakkan kotoran, kini saatnya untuk menggosok permukaan tandon. Tahap ini sangat penting untuk mengangkat semua kotoran, lumut, dan kerak yang sudah terlepas. Setelah didiamkan, sikat kembali bagian dinding tempat penampungan untuk mengangkat kotoran yang sudah terlepas.

Gunakan sikat berbulu halus atau spons untuk menggosok dinding dan dasar tandon secara menyeluruh. Untuk area dengan kerak yang sangat tebal atau noda membandel, mungkin diperlukan penyikatan yang lebih kuat dan berulang kali. Sifat asam dari sitrun akan sangat membantu dalam melonggarkan endapan, sehingga kerak lebih mudah dihilangkan dengan tenaga minimal.

Pastikan Anda menggosok setiap sudut dan celah tandon untuk memastikan tidak ada sisa kotoran yang tertinggal. Proses penggosokan yang teliti akan menentukan tingkat kebersihan akhir tandon air Anda.

6. Membilas Tandon dengan Air Bersih

Proses pembilasan adalah tahapan krusial untuk menghilangkan sisa-sisa larutan sitrun, kotoran, dan kerak yang telah terlepas dari permukaan tandon. Pembilasan yang tidak tuntas dapat meninggalkan residu yang mempengaruhi kualitas air. Bilas tandon hingga bersih dengan air bersih untuk memastikan tidak ada sisa sitrun yang tertinggal.

Isi tandon sekitar seperempat atau setengah bagian dengan air bersih, lalu gunakan selang air bertekanan tinggi jika tersedia untuk menyemprotkan air ke dinding dan dasar tandon secara menyeluruh. Ini akan membantu membilas kotoran yang mungkin masih menempel. Jangan lupa untuk membuang air bilasan pada tempat yang aman dan tidak mencemari lingkungan.

Ulangi proses pembilasan beberapa kali hingga air yang keluar dari tandon benar-benar jernih dan tidak ada lagi tanda-tanda residu sitrun atau kotoran. Pembilasan yang sempurna akan memastikan tandon siap diisi kembali dengan air bersih yang aman untuk digunakan.

7. Memeriksa Kebersihan dan Mengisi Ulang Tandon

Setelah proses pembilasan selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kebersihan tandon. Pastikan dengan baik semua kerak, lumut, maupun kotoran telah hilang dari seluruh permukaan tandon.

Periksa setiap sudut dan celah untuk memastikan tidak ada noda membandel atau sisa-sisa kotoran yang tertinggal. Jika masih ada noda membandel, ulangi proses pembersihan pada area tersebut hingga tandon benar-benar bersih sempurna.

Setelah tandon dipastikan bersih total, keringkan atau pastikan bebas dari sisa air bilasan sebelum mengisi kembali dengan air bersih. Penting juga untuk memastikan keran dan pipa air yang terhubung ke tandon juga bersih sebelum tandon digunakan kembali, untuk menghindari kontaminasi ulang.

Untuk menjaga tandon air tetap bersih dalam jangka waktu yang lebih lama dan mencegah pertumbuhan lumut serta bau tidak sedap, beberapa langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten. Menutup tandon dengan baik merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas air yang ada di dalamnya.

Tandon air yang terbuka atau tidak ditutup dengan benar bisa mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari kontaminasi air hingga pertumbuhan lumut dan bakteri yang berbahaya. Pastikan penutup tandon terpasang rapat dan tidak retak untuk menghalangi masuknya cahaya matahari, debu, serangga, dan kotoran yang memicu pertumbuhan lumut. Cahaya matahari adalah pemicu utama fotosintesis lumut, sehingga penutupan rapat sangat penting.

Selain itu, bersihkan tandon secara rutin setiap 3-6 bulan sekali, atau lebih sering jika kualitas air atau lingkungan sekitar kurang baik. Pertimbangkan juga penggunaan tandon dengan lapisan anti-UV atau berwarna gelap untuk menghambat pertumbuhan lumut. Pemasangan filter air juga dapat mengurangi kotoran masuk ke dalam tandon dan mencegah bau.

Pembersihan pipa dan filter secara berkala membantu menjaga aliran air tetap bersih, karena pipa dan filter yang kotor dapat menjadi tempat menumpuknya lumut dan kotoran yang kemudian terbawa kembali ke tandon. Saluran masuk dan keluar air sebaiknya dilengkapi dengan saringan atau penutup tambahan untuk mencegah masuknya kotoran, daun, dan organisme kecil yang bisa menjadi pemicu lumut.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membersihkan Tandon Air dengan Sitrun agar Bebas Lumut dan Bau

1. Mengapa penting membersihkan tandon air secara rutin?

Jawaban: Membersihkan tandon air secara rutin sangat penting untuk memastikan kualitas air tetap higienis dan aman bagi kesehatan, mencegah penumpukan kerak, lumut, dan bakteri berbahaya.

2. Berapa banyak sitrun yang dibutuhkan untuk membersihkan tandon air?

Jawaban: Jumlah sitrun yang dibutuhkan berkisar antara 200 hingga 500 gram, tergantung pada ukuran tandon air dan tingkat keparahan kotoran atau kerak yang menempel.

3. Seberapa sering tandon air harus dibersihkan?

Jawaban: Tandon air sebaiknya dibersihkan secara rutin setiap 3-6 bulan sekali, atau lebih sering jika kualitas air atau lingkungan sekitar kurang mendukung kebersihan.

4. Bagaimana cara mencegah lumut tumbuh kembali di tandon air?

Jawaban: Untuk mencegah lumut tumbuh kembali, pastikan penutup tandon terpasang rapat dan tidak retak untuk menghalangi cahaya matahari, serta lakukan pembersihan rutin dan pertimbangkan penggunaan tandon berwarna gelap atau filter air.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |