Liputan6.com, Jakarta - Noda darah di sprei sering kali muncul tanpa disadari dan bisa membuat panik, apalagi jika sprei tidak memungkinkan untuk langsung dicuci. Kondisi ini kerap dialami saat malam hari, di rumah sakit, atau ketika tamu akan segera datang. Jika dibiarkan terlalu lama, noda darah bisa mengering dan semakin sulit dihilangkan, bahkan berisiko meninggalkan bekas permanen pada kain sprei.
Kabar baiknya, ada beberapa cara menghilangkan noda darah di sprei tanpa dicuci yang tetap aman untuk berbagai jenis bahan, mulai dari katun, microfiber, hingga linen. Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan teknik yang tepat, noda darah bisa disamarkan bahkan dihilangkan tanpa merusak tekstur maupun warna kain.
Lantas bagaimana saja cara menghilangkan noda darah di sprei tanpa dicuci yang aman untuk semua bahan? Melansir dari berbagai sumber, Minggu (8/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Menggunakan Air Dingin
Air dingin merupakan cara paling aman dan dasar untuk menghilangkan noda darah di sprei tanpa dicuci. Kandungan protein pada darah akan menggumpal jika terkena air panas, sehingga noda justru semakin mengikat serat kain. Oleh karena itu, penggunaan air dingin sangat dianjurkan, terutama saat noda masih baru dan belum mengering.
Metode ini aman digunakan untuk semua jenis bahan sprei, mulai dari katun, microfiber, hingga sprei berbahan campuran. Selain itu, air dingin tidak menyebabkan perubahan warna atau kerusakan tekstur kain, sehingga cocok sebagai langkah pertolongan pertama sebelum mencoba cara lainnya.
Langkah-langkahnya, basahi kain bersih dengan air dingin, lalu tekan perlahan pada bagian sprei yang terkena noda darah. Ulangi proses ini hingga noda mulai memudar. Pastikan tidak menggosok terlalu keras agar noda tidak menyebar ke area sekitarnya.
2. Menaburkan Garam
Garam dikenal memiliki kemampuan menyerap cairan dan membantu mengangkat noda dari serat kain. Cara ini efektif untuk noda darah yang masih agak lembap dan dapat dilakukan tanpa harus mencuci sprei secara keseluruhan. Selain mudah ditemukan, garam juga tergolong aman untuk berbagai bahan kain.
Penggunaan garam sangat cocok sebagai solusi darurat, misalnya saat malam hari atau ketika sprei masih ingin digunakan kembali dalam waktu dekat. Metode ini tidak memerlukan peralatan khusus dan bisa dilakukan dengan cepat.
Langkah-langkahnya, basahi noda darah dengan sedikit air dingin, lalu taburkan garam secukupnya hingga menutupi area noda. Diamkan selama 10–15 menit agar garam menyerap darah. Setelah itu, bersihkan dengan kain lembap sambil ditekan perlahan sampai noda berkurang.
3. Menggunakan Baking Soda
Baking soda memiliki sifat pembersih alami yang mampu mengangkat noda tanpa merusak kain. Selain itu, bahan ini juga membantu menetralisir bau yang mungkin ditimbulkan oleh noda darah. Baking soda aman digunakan pada sebagian besar bahan sprei, termasuk yang berwarna.
Cara ini cocok untuk noda darah yang sudah mulai mengering tetapi belum terlalu lama menempel. Baking soda bekerja dengan menarik kotoran keluar dari serat kain secara perlahan.
Langkah-langkahnya, campurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta. Oleskan pasta tersebut pada noda darah, lalu diamkan sekitar 15–20 menit. Setelah itu, bersihkan menggunakan kain basah hingga noda memudar dan keringkan secara alami.
4. Memanfaatkan Hidrogen Peroksida
Hidrogen peroksida 3 persen sering digunakan untuk menghilangkan noda darah, terutama pada kain berwarna putih. Cairan ini bereaksi dengan darah dan menghasilkan busa yang membantu mengangkat noda dari kain tanpa perlu dicuci.
Meski efektif, cara ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena hidrogen peroksida memiliki efek memutihkan. Oleh sebab itu, penggunaannya hanya disarankan untuk sprei putih atau sangat terang.
Langkah-langkahnya, teteskan hidrogen peroksida secukupnya langsung pada noda darah. Biarkan bereaksi hingga muncul busa, lalu tekan area tersebut dengan kain bersih sampai noda menghilang. Pastikan sprei dikeringkan dengan baik setelahnya.
5. Menggunakan Cuka Putih
Cuka putih memiliki kandungan asam ringan yang mampu melonggarkan ikatan noda darah pada serat kain. Cara ini efektif untuk noda darah yang mulai mengering dan relatif aman untuk berbagai bahan sprei jika digunakan dengan benar.
Selain menghilangkan noda, cuka putih juga membantu mengurangi bau tidak sedap. Namun, penggunaannya harus diencerkan agar tidak terlalu keras pada kain.
Langkah-langkahnya, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Celupkan kain lembut ke dalam larutan, lalu tepuk-tepuk noda darah secara perlahan. Lakukan hingga noda memudar, kemudian keringkan area sprei.
6. Mengoleskan Sabun Cair Lembut
Sabun cair lembut atau sabun bayi dapat membantu memecah noda darah tanpa merusak serat kain. Cara ini sangat cocok untuk sprei berbahan halus atau sensitif yang tidak tahan bahan kimia keras.
Metode ini bekerja dengan melonggarkan noda sehingga mudah diangkat hanya dengan tekanan ringan, tanpa perlu dibilas atau dicuci.
Langkah-langkahnya, oleskan sedikit sabun cair lembut langsung pada noda darah. Tekan perlahan menggunakan kain basah hingga noda terangkat. Setelah itu, lap kembali dengan kain bersih yang lembap untuk menghilangkan sisa sabun.
7. Mengompres dengan Es Batu
Es batu membantu mencegah noda darah menyebar dan mempermudah proses pengangkatan noda, terutama saat noda masih segar. Suhu dingin bekerja dengan memperlambat penyerapan darah ke serat kain.
Cara ini sangat aman untuk semua bahan sprei karena tidak melibatkan bahan kimia apa pun. Selain itu, metode ini bisa dikombinasikan dengan cara lain untuk hasil maksimal.
Langkah-langkahnya, bungkus es batu dengan kain bersih, lalu kompreskan pada noda darah selama beberapa menit. Setelah noda mulai memudar, keringkan area tersebut dengan lap bersih hingga sprei siap digunakan kembali.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Noda Darah di Sprei
1. Apakah noda darah bisa dihilangkan tanpa mencuci sprei?
Jawaban: Ya, noda darah bisa dihilangkan tanpa mencuci sprei, terutama jika ditangani sesegera mungkin. Dengan menggunakan air dingin, bahan alami, atau teknik yang tepat, noda darah dapat memudar bahkan hilang tanpa perlu mencuci seluruh sprei.
2. Mengapa tidak disarankan menggunakan air panas untuk noda darah?
Jawaban: Air panas dapat membuat protein dalam darah menggumpal dan mengikat serat kain. Akibatnya, noda darah justru semakin sulit dihilangkan dan berisiko meninggalkan bekas permanen pada sprei.
3. Apakah cara ini aman untuk semua jenis bahan sprei?
Jawaban: Sebagian besar cara yang dijelaskan aman untuk berbagai bahan seperti katun, microfiber, dan linen. Namun, untuk bahan sensitif atau sprei berwarna, disarankan melakukan uji coba pada bagian kecil terlebih dahulu.
4. Apakah hidrogen peroksida aman untuk sprei berwarna?
Jawaban: Tidak disarankan. Hidrogen peroksida memiliki efek memutihkan sehingga sebaiknya hanya digunakan pada sprei berwarna putih atau sangat terang agar tidak menyebabkan warna pudar.
5. Bagaimana jika noda darah sudah mengering?
Jawaban: Noda darah yang sudah mengering memang lebih sulit dihilangkan, tetapi masih bisa diatasi dengan bahan seperti baking soda, cuka putih, atau sabun cair lembut. Prosesnya mungkin perlu diulang beberapa kali hingga noda memudar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495201/original/072031700_1770359840-640px-Water_Jasmine_bonsai_711__October_10__2008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460934/original/036353600_1767327683-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2906811/original/049612100_1568101479-daniel-spase-BVK_AWdJG_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154151/original/003493100_1741334129-Screenshot__1205_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487255/original/029549600_1769660649-tanaman_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495547/original/062163900_1770374949-cara_membersihkan_air_cooler.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452279/original/095098900_1766393745-Membersihkan_Emas_Pakai_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494175/original/040608400_1770279916-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914750/original/064241400_1568789055-20190918-Menengok-Budidaya-Rumput-Laut-di-Pulau-Panggang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485919/original/064623400_1769569588-abstract-5214770_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402231/original/075288600_1762241282-pot_gantung_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494232/original/021854000_1770282008-Kamar_mandi_kecil_bersih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494088/original/097394200_1770277662-Trik_Menata_Rak_Piring_Biar_Cepat_Kering_dan_Tidak_Bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494332/original/096504900_1770284629-donat_kampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410730/original/088450400_1762943181-Kamar_Mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415257/original/087026200_1763366004-desain_ventilasi_rumah_anti_cicak__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160660/original/056868200_1741836800-closeup-athletic-woman-injured-her-foot-workout-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3262893/original/002639200_1602229372-pawel-czerwinski-RkIsyD_AVvc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493053/original/095783900_1770192937-cara_menghilangkan_noda_crayon_di_dinding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492401/original/047840600_1770172945-Menghilangkan_Bau_Amis_di_Bak_Cuci_Piring.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985555/original/016716900_1730282856-Depositphotos_339750616_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382177/original/060933000_1760536995-lnsp_neptune_desktop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361289/original/036584900_1758782630-Gemini_Generated_Image_y8hvory8hvory8hv.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235890/original/096911600_1748439918-Ruang_Tamu_dengan_Sofa_Low_Seating_dan_Motif_Geometris.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372884/original/048979200_1759803324-Jenis_Pagar_Tanaman_yang_Aman_Cegah_Ular_Kobra_Masuk_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382658/original/073438400_1760598208-gelang_rantai_tebal_4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3915825/original/075672500_1643240750-joshua-j-cotten-QNaBO0oHeyo-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812442/original/090919700_1714021742-Screenshot_2024-04-25_120519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3362626/original/067494900_1611885067-clothing-3371659_640.jpg)