Cara Mengurangi Suara Tetangga Masuk Rumah dari Celah Jendela, Tanpa Renovasi Besar

2 days ago 6
  • Apa material termurah untuk menutup celah jendela?
  • Mengapa suara tetap masuk padahal jendela sudah ditutup?
  • Apa itu dempul akustik?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki rumah yang tenang adalah dambaan setiap orang, namun sering kali kebisingan dari lingkungan sekitar merusak kenyamanan tersebut. Salah satu cara mengurangi suara tetangga masuk rumah dari celah jendela adalah dengan mengidentifikasi titik kebocoran udara yang menjadi jalur perambatan gelombang suara. Jendela sering kali menjadi titik terlemah dalam isolasi akustik bangunan karena material kaca yang tipis serta adanya celah-celah kecil pada kusen yang memungkinkan suara eksternal menyelinap masuk tanpa hambatan.

Suara merambat melalui udara dan getaran benda padat. Jendela konvensional biasanya memiliki dua kelemahan utama: celah udara dan kurangnya massa. Celah sekecil lubang jarum pada kusen jendela dapat mengurangi efektivitas peredaman suara secara signifikan. Selain itu, kaca standar yang tipis tidak memiliki massa yang cukup untuk memantulkan atau menyerap gelombang suara frekuensi rendah seperti dentuman musik atau suara mesin.

Masalah kebisingan ini tidak hanya mengganggu waktu istirahat, tetapi juga bisa menurunkan kualitas fokus saat bekerja dari rumah. Suara percakapan, deru kendaraan, hingga aktivitas tetangga dapat diredam dengan teknik yang tepat tanpa harus melakukan renovasi besar yang memakan biaya tinggi. Berikut Liputan6.com mengulas cara mengurangi suara tetangga masuk rumah dari celah jendela, Rabu (25/2/2026).

Langkah awal yang paling ramah di kantong adalah memasang weatherstripping. Material ini berupa gulungan pita perekat yang salah satu sisinya memiliki bantalan karet atau busa empuk untuk menutup ruang kosong antara daun jendela dan kusen.

  1. Bersihkan area permukaan kusen jendela dari debu dan minyak agar perekat menempel sempurna.
  2. Ukur panjang setiap sisi jendela yang bersentuhan langsung dengan bingkai saat ditutup.
  3. Potong weatherstripping sesuai ukuran, disarankan menggunakan material karet EPDM untuk daya tahan cuaca maksimal.
  4. Tempelkan perekat pada bagian dalam bingkai sehingga saat jendela dikunci, karet akan tertekan dan menutup jalur udara.

2. Aplikasi Acoustic Caulking (Dempul Khusus Kedap Suara)

Sering kali kebisingan tidak masuk lewat kaca, melainkan lewat retakan rambut atau celah antara bingkai jendela dengan dinding semen yang membutuhkan penanganan permanen namun fleksibel.

  1. Identifikasi celah atau retakan di sekeliling sambungan antara kusen jendela dan dinding luar maupun dalam.
  2. Gunakan pistol sealant untuk mengaplikasikan acoustic caulking secara merata pada lubang tersebut.
  3. Ratakan dempul menggunakan alat perata atau jari untuk memastikan tidak ada rongga udara yang tersisa.
  4. Biarkan dempul mengering secara alami; sifatnya yang tetap elastis akan terus meredam getaran suara meski terjadi pemuaian dinding.

3. Memasang Tirai Kedap Suara (Soundproof Curtains)

Tirai peredam suara bukan sekadar gorden dekoratif biasa, melainkan kain berkerapatan massa tinggi yang mampu memerangkap energi gelombang suara agar tidak memantul ke seluruh ruangan.

  1. Pasang tiang gorden (rod) yang lebih panjang dari lebar jendela, idealnya melebihkan 15–30 cm di setiap sisi.
  2. Pilih tirai dengan spesifikasi blackout atau soundproof yang memiliki lapisan beludru atau poliester tebal.
  3. Gantungkan tirai hingga menyentuh lantai agar tidak ada celah suara yang "bocor" dari bawah.
  4. Pastikan tirai dipasang dengan model lipatan yang rapat (heavy pleats) untuk meningkatkan volume penyerapan suara.

4. Menambahkan Window Inserts (Lapisan Kaca atau Akrilik Tambahan)

Jika tidak ingin membongkar jendela lama, memasang lapisan tambahan di sisi dalam ruangan adalah cara mengurangi suara tetangga masuk rumah dari celah jendela yang sangat efektif.

  1. Pesan lembaran akrilik atau kaca tambahan dengan ketebalan minimal 6 mm sesuai ukuran bingkai jendela bagian dalam.
  2. Siapkan magnetic strip atau bingkai aluminium kecil sebagai dudukan lapisan tambahan tersebut.
  3. Pasang lapisan akrilik dengan menyisakan jarak udara (air gap) sekitar 5–10 cm dari kaca jendela utama.
  4. Pastikan segel di sekeliling akrilik kedap udara agar kantong udara di tengahnya bekerja maksimal memutus transmisi getaran.

5. Mengganti dengan Kaca yang Lebih Tebal atau Laminasi

Solusi paling permanen adalah menambah massa pada media getar utama dengan mengganti kaca standar yang tipis menjadi material yang lebih masif dan padat.

  1. Copot kaca jendela lama yang biasanya hanya memiliki ketebalan 3–5 mm.
  2. Ganti dengan kaca tunggal setebal 10–12 mm atau kaca laminasi (dua lapis kaca dengan lapisan film PVB di tengahnya).
  3. Pastikan teknisi memasang karet sealant baru yang lebih tebal untuk menyangga kaca berat tersebut di dalam kusen.
  4. Lakukan pengujian dengan menutup jendela rapat-rapat untuk merasakan perbedaan redaman suara yang bisa mencapai 40 dB.

6. Pemanfaatan Vegetasi sebagai Barikade Alami (Pagar Tanaman)

Menanam tanaman dengan struktur daun yang lebat dan rapat di area luar jendela merupakan strategi cerdas untuk memecah gelombang suara sebelum menyentuh dinding rumah.

  1. Pilih jenis tanaman yang tumbuh rapat dan memiliki daun bertekstur kasar, seperti bambu hias, cemara, atau tanaman pucuk merah.
  2. Tanam vegetasi tersebut sedekat mungkin dengan batas pagar atau di depan jendela luar secara berbaris.
  3. Lakukan pemangkasan rutin agar kepadatan daun tetap terjaga sehingga efektif melakukan difraksi (pembelokan) suara.
  4. Tambahkan lapisan tanah yang gembur di sekitar tanaman untuk membantu menyerap suara frekuensi rendah dari tanah.

7. Optimalisasi Massa Dinding dengan Furnitur (Rak Buku)

Salah satu prinsip utama akustik adalah menambah massa pada penghalang suara, dalam hal ini menggunakan perabotan di dalam ruangan sebagai isolasi tambahan.

  1. Pilih rak buku berbahan kayu solid yang memiliki ukuran menutup sebagian besar area dinding di sekitar jendela.
  2. Tempatkan rak tersebut menempel rapat pada dinding yang searah dengan sumber kebisingan tetangga.
  3. Susun buku-buku secara penuh tanpa meninggalkan ruang kosong di rak guna menciptakan barisan massa yang padat.
  4. Tambahkan panel busa dekoratif di belakang rak buku jika ingin meningkatkan performa penyerapan getaran lebih lanjut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Weatherstripping berbahan busa atau karet berperekat adalah pilihan paling ekonomis dan mudah dipasang.

Apakah gorden biasa bisa meredam suara?

Gorden biasa hanya sedikit meredam, gunakan tirai akustik berbahan tebal untuk hasil yang lebih signifikan.

Mengapa suara tetap masuk padahal jendela sudah ditutup?

Suara masuk melalui celah udara mikroskopis di kusen atau karena kaca terlalu tipis untuk menahan getaran.

Apa itu dempul akustik?

Sealant khusus yang tetap elastis untuk menutup celah bangunan dan efektif memblokir rambatan suara.

Apakah tanaman efektif meredam bising?

Tanaman lebat berfungsi sebagai penghalang alami yang memecah dan menyerap sebagian gelombang suara dari luar.

Mengapa dempul biasa tidak disarankan untuk jendela?

Dempul biasa akan mengeras dan retak saat bangunan memuai, sedangkan dempul akustik tetap elastis untuk terus memblokir suara.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |