Liputan6.com, Jakarta - Penting untuk mengetahui cara menghilangkan bau sampah di tempat sampah agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Bau tak sedap yang muncul dari tempat sampah merupakan masalah umum yang dapat mengurangi kenyamanan di rumah. Bau ini seringkali disebabkan oleh proses pembusukan sampah organik dan non-organik yang menumpuk.
Mengatasi bau sampah tidak hanya sekadar menghilangkan aroma yang tidak menyenangkan. Ini juga merupakan langkah penting untuk mencegah perkembangbiakan bakteri dan hama. Berbagai metode, baik menggunakan bahan alami maupun pembersih khusus, dapat diterapkan untuk menjaga tempat sampah tetap segar.
Memahami penyebab bau dan menerapkan solusi yang tepat adalah kunci untuk menjaga kebersihan tempat sampah. Artikel ini akan menguraikan secara detail berbagai cara menghilangkan bau sampah di tempat sampah yang efektif dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (5/2/2026).
Membersihkan Tempat Sampah Secara Rutin
Membersihkan tempat sampah secara rutin adalah langkah fundamental untuk mencegah dan menghilangkan bau tak sedap. Sampah yang menumpuk terlalu lama, terutama sampah organik seperti sisa makanan akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan bau busuk. Oleh karena itu, jadwal pembersihan yang teratur sangat dianjurkan.
Proses pembersihan melibatkan pengosongan sampah, kemudian mencuci bagian dalam dan luar tempat sampah dengan sabun dan air panas. Setelah dicuci, tempat sampah sebaiknya disemprot dengan disinfektan untuk membunuh bakteri yang menempel. Mengeringkan tempat sampah secara alami atau menggunakan kain bersih sebelum digunakan kembali juga penting untuk mencegah kelembaban yang bisa memicu bau.
Frekuensi pembersihan dapat bervariasi, tempat sampah dapur yang menampung banyak sampah organik sebaiknya dibersihkan lebih sering. Untuk tempat sampah yang isinya kering dan dilapisi plastik, pembersihan setiap tiga bulan sekali mungkin sudah cukup. Namun, jika bau mulai tercium, segera bersihkan.
Menggunakan Baking Soda
Baking soda atau soda kue dikenal luas sebagai bahan alami yang sangat efektif untuk menyerap bau. Sifatnya yang alkali membantu menetralkan asam dan molekul penyebab bau, bukan hanya menutupi aromanya. Ini menjadikannya solusi yang murah dan ramah lingkungan untuk mengatasi bau sampah.
Untuk menggunakannya, Anda bisa menaburkan seperempat cangkir baking soda langsung ke dalam tempat sampah pada pagi hari. Dengan begitu, bau sampah tidak akan tercium saat membuang sampah di sore hari. Alternatif lain adalah menaruh satu cangkir baking soda di dasar tempat sampah untuk menyerap kelembaban dan bau busuk saat tempat sampah akan dibersihkan lagi.
Setelah membersihkan tempat sampah, taburkan sedikit baking soda di bagian dasar sebelum menaruh kantong sampah baru. Ini membantu menyerap bau yang mungkin muncul dari sisa-sisa sampah. Baking soda juga dapat dicampur dengan bahan lain untuk membuat penyerap bau yang lebih kuat.
Memanfaatkan Cuka Putih
Cuka putih adalah bahan alami lain yang ampuh untuk menghilangkan bau tak sedap di tempat sampah, karena sifat antiseptik dan kemampuannya menetralkan bau. Cuka putih mengandung sekitar 5% asam asetat yang efektif mengangkat kotoran, noda, serta membunuh jamur dan bakteri.
Salah satu cara penggunaannya adalah dengan membersihkan tempat sampah menggunakan campuran baking soda dan cuka. Campuran ini bermanfaat membunuh bakteri penyebab bau dan membersihkan kotoran yang mengerak. Siramkan campuran tersebut ke dalam tempat sampah, diamkan sekitar lima hingga sepuluh menit, lalu bilas dengan air mengalir.
Anda juga bisa menyemprotkan larutan cuka ke bagian dalam tempat sampah untuk menetralkan bau apek dan membunuh bakteri penyebab bau. Untuk hasil yang lebih kuat, taburkan baking soda terlebih dahulu lalu semprot atau tuang cuka.
Menyerap Bau dengan Kulit Jeruk atau Lemon
Kulit jeruk atau lemon tidak hanya memberikan aroma segar yang alami, tetapi juga efektif dalam menghilangkan bau tidak sedap di tempat sampah. Aroma citrus yang kuat dapat menutupi dan menyegarkan area di sekitar tempat sampah.
Untuk memanfaatkannya, Anda bisa menghaluskan kulit jeruk atau lemon terlebih dahulu. Kemudian, tuangkan ke dalam tempat sampah dan gosok sampai bersih, lalu bilas dengan air mengalir. Cara lain yang lebih sederhana adalah dengan meletakkan beberapa potong kulit lemon di dasar tempat sampah atau di dalam kantong sampah.
Sifat asam pada lemon juga dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Selain itu, kulit lemon dapat digunakan untuk memberi aroma segar di dapur dengan merebusnya bersama air dan sedikit cuka. Ini membiarkan aromanya menyebar di seluruh ruangan yang juga membantu menghilangkan bau masakan membandel.
Menggunakan Arang Aktif
Arang aktif adalah bahan penyerap bau yang sangat efektif karena memiliki struktur berpori uas. Ini memungkinkan penyerapan molekul bau dan kelembaban. Arang aktif telah diolah secara kimia untuk meningkatkan jumlah oksigen yang dikandungnya, menjadikannya lebih berpori dan memiliki lebih banyak area permukaan untuk menyerap bau tidak sedap.
Anda cukup menempatkan bubuk arang aktif di area yang menjadi sumber bau tidak sedap, seperti di dalam tempat sampah. Arang aktif tersedia dalam berbagai bentuk seperti bubuk, butiran kecil, cakram, atau tertanam dalam filter dan pewangi gantung.
Untuk penggunaan di tempat sampah, letakkan beberapa potong arang di dalam kantong kain kecil atau wadah berlubang di dekat tempat sampah. Ganti arang setiap 1-2 bulan untuk menjaga efektivitasnya dalam menurunkan intensitas bau secara signifikan. Penggunaan arang aktif juga dianggap lebih aman dibandingkan penetral bau yang terbuat dari bahan kimia.
Memastikan Sampah Terbungkus Rapat
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah bau sampah menyebar adalah dengan memastikan sampah terbungkus rapat sebelum dibuang ke tempat sampah. Sampah yang tidak terbungkus dengan baik, terutama sampah basah atau sisa makanan akan lebih cepat membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Gunakan kantong sampah yang kuat dan tidak mudah sobek untuk menampung sampah. Untuk sampah yang sangat basah atau berbau kuat, disarankan untuk menggunakan kantong ganda (double-bag). Hal ini juga membantu menjaga kebersihan bagian dalam tempat sampah dan mengurangi frekuensi pembersihan mendalam.
Selain itu, memisahkan jenis sampah antara organik dan non-organik juga dapat membantu mengurangi bau. Sampah organik yang cenderung lebih cepat membusuk bisa dibuang lebih sering atau diolah secara terpisah. Pastikan kantong sampah diikat erat sebelum dibuang ke tempat sampah utama atau saat akan diangkut oleh petugas kebersihan.
Menempatkan Tempat Sampah di Lokasi yang Tepat
Penempatan tempat sampah sangat penting untuk mengelola bau dan menjaga kebersihan rumah. Lokasi yang salah dapat memperburuk masalah bau dan bahkan menarik hama. Oleh karena itu, pemilihan tempat yang tepat perlu diperhatikan. Di dapur, tempat sampah harus tersedia karena area ini menghasilkan sampah organik paling banyak.
Pilih tempat sampah tertutup dan letakkan di sudut yang mudah dijangkau, tetapi tidak mengganggu aktivitas memasak. Untuk tempat sampah di luar rumah, pastikan lokasinya tidak terlalu dekat dengan jendela atau pintu agar bau tidak masuk ke dalam rumah. Hindari penempatan yang langsung terpapar sinar matahari karena dapat mempercepat proses pembusukan.
Hindari meletakkan tempat sampah di ruang tamu atau kamar tidur karena bau yang tidak sedap akan mengganggu kenyamanan dan kualitas udara. Jika terpaksa menempatkan tempat sampah di kamar tidur, gunakan ukuran kecil (10-15 liter) dan pastikan memiliki penutup. Secara umum, tempat sampah sebaiknya disembunyikan dan diletakkan di tempat yang tidak mudah dilihat orang.
FAQ
- Apa penyebab utama bau sampah di tempat sampah?Bau sampah umumnya berasal dari proses dekomposisi bahan organik dan non-organik yang menumpuk.
- Seberapa sering tempat sampah harus dibersihkan?Tempat sampah dapur sebaiknya dibersihkan setiap hari atau setidaknya seminggu sekali, sementara tempat sampah kering bisa setiap tiga bulan.
- Bisakah baking soda benar-benar menghilangkan bau sampah?Ya, baking soda sangat efektif menyerap dan menetralkan molekul bau, bukan hanya menutupi aromanya.
- Apakah cuka putih aman digunakan untuk membersihkan tempat sampah?Ya, cuka putih aman dan efektif karena sifat antiseptik dan kemampuannya menetralkan bau serta membunuh bakteri.
- Bagaimana cara menggunakan kulit lemon untuk mengurangi bau sampah?Anda bisa meletakkan beberapa potong kulit lemon di dasar tempat sampah atau menghaluskannya untuk menggosok bagian dalam tempat sampah.
- Apa manfaat arang aktif dalam mengatasi bau sampah?Arang aktif memiliki struktur berpori yang luas sehingga sangat efektif menyerap molekul bau dan kelembaban.
- Di mana lokasi terbaik untuk menempatkan tempat sampah di rumah?Tempat sampah sebaiknya diletakkan di dapur (tertutup), kamar mandi (kecil dan tertutup), atau area luar rumah yang tidak dekat jendela atau terpapar matahari langsung.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495201/original/072031700_1770359840-640px-Water_Jasmine_bonsai_711__October_10__2008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495916/original/009225800_1770446726-ChatGPT_Image_Feb_7__2026__01_44_06_PM.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460934/original/036353600_1767327683-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2906811/original/049612100_1568101479-daniel-spase-BVK_AWdJG_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154151/original/003493100_1741334129-Screenshot__1205_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487255/original/029549600_1769660649-tanaman_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495547/original/062163900_1770374949-cara_membersihkan_air_cooler.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452279/original/095098900_1766393745-Membersihkan_Emas_Pakai_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494175/original/040608400_1770279916-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914750/original/064241400_1568789055-20190918-Menengok-Budidaya-Rumput-Laut-di-Pulau-Panggang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485919/original/064623400_1769569588-abstract-5214770_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402231/original/075288600_1762241282-pot_gantung_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494232/original/021854000_1770282008-Kamar_mandi_kecil_bersih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494088/original/097394200_1770277662-Trik_Menata_Rak_Piring_Biar_Cepat_Kering_dan_Tidak_Bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494332/original/096504900_1770284629-donat_kampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410730/original/088450400_1762943181-Kamar_Mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415257/original/087026200_1763366004-desain_ventilasi_rumah_anti_cicak__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160660/original/056868200_1741836800-closeup-athletic-woman-injured-her-foot-workout-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493053/original/095783900_1770192937-cara_menghilangkan_noda_crayon_di_dinding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492401/original/047840600_1770172945-Menghilangkan_Bau_Amis_di_Bak_Cuci_Piring.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985555/original/016716900_1730282856-Depositphotos_339750616_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382177/original/060933000_1760536995-lnsp_neptune_desktop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361289/original/036584900_1758782630-Gemini_Generated_Image_y8hvory8hvory8hv.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235890/original/096911600_1748439918-Ruang_Tamu_dengan_Sofa_Low_Seating_dan_Motif_Geometris.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372884/original/048979200_1759803324-Jenis_Pagar_Tanaman_yang_Aman_Cegah_Ular_Kobra_Masuk_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382658/original/073438400_1760598208-gelang_rantai_tebal_4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3915825/original/075672500_1643240750-joshua-j-cotten-QNaBO0oHeyo-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812442/original/090919700_1714021742-Screenshot_2024-04-25_120519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)