Cara Menghemat Air dengan Sistem Tandon Rumah untuk Hunian, Optimalkan Penggunaan

4 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Air bersih merupakan kebutuhan pokok setiap rumah tangga yang harus dikelola dengan bijak. Pengelolaan yang efisien sangat penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya dan menekan biaya bulanan. Salah satu solusi efektif adalah menerapkan cara menghemat air dengan sistem tandon rumah.

 Sistem ini memungkinkan penyimpanan cadangan air dan mengoptimalkan penggunaan pompa air. Dengan demikian, rumah tangga dapat lebih efisien dalam konsumsi air sehari-hari. Tidak hanya bermanfaat finansial, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan.

Penerapan cara menghemat air dengan sistem tandon rumah adalah langkah cerdas menuju hunian hemat dan ramah lingkungan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (19/02/2026).

Prinsip Kerja Tandon Air dalam Penghematan

Tandon air berfungsi sebagai wadah penyimpanan vital untuk menjamin ketersediaan air bersih yang stabil di rumah tangga. Dengan adanya tandon, rumah memiliki cadangan air yang dapat digunakan kapan saja, terutama saat pasokan utama terganggu.

Hal ini mengurangi risiko kekosongan air mendadak seperti karena perbaikan jaringan atau pemadaman listrik, sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar. Ini adalah langkah krusial dalam cara menghemat air dengan sistem tandon rumah.

Selain sebagai cadangan, tandon juga berperan penting dalam menghemat penggunaan listrik pompa air. Tanpa tandon, pompa akan sering menyala setiap kali air dibutuhkan, yang dapat menyebabkan tagihan listrik membengkak.

Dengan tandon, pompa cukup dinyalakan sekali untuk mengisi penuh sehingga pemakaian energi lebih hemat dan umur pompa lebih panjang. Efisiensi penghematan air juga ditingkatkan dengan penggunaan pelampung otomatis pada tandon.

Memilih Ukuran Tandon Air yang Tepat

Memilih ukuran tandon air yang sesuai adalah langkah krusial untuk memastikan kebutuhan air rumah tangga tercukupi tanpa pemborosan. Ukuran yang terlalu kecil akan menyebabkan air cepat habis, sementara terlalu besar bisa memakan ruang dan biaya lebih, serta berisiko air terkontaminasi.

Oleh karena itu, perhitungan kapasitas yang tepat sangat diperlukan dalam upaya cara menghemat air dengan sistem tandon rumah. Penentuan ukuran didasarkan pada jumlah penghuni rumah dan rata-rata kebutuhan air per orang per hari.

Sebagai acuan, kebutuhan air bersih rumah tangga berkisar antara 120-200 liter per orang per hari, tergantung wilayah. Misalnya, untuk tiga orang penghuni dengan kebutuhan 150 liter per orang per hari, total harian adalah 450 liter, sehingga tandon berkapasitas 500-550 liter sudah memadai.

Selain kebutuhan harian, penting juga mempertimbangkan cadangan air jika aliran air sering tidak stabil, seperti dari PDAM yang tidak 24 jam. Dalam kasus ini, disarankan memilih kapasitas yang dapat menampung cadangan air untuk 2-3 hari, misalnya 1.100-1.500 liter untuk kebutuhan 600 liter per hari.

Pemanfaatan Air Hujan dengan Sistem Tandon

Pemanfaatan air hujan dengan sistem tandon merupakan cara cerdas untuk menghemat air bersih dan mengurangi ketergantungan pada sumber air utama. Indonesia, sebagai negara dengan curah hujan melimpah, memiliki potensi besar untuk mengadopsi sistem panen air hujan ini.

Air hujan yang ditampung dapat digunakan untuk berbagai keperluan non-konsumsi, seperti menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau mengisi toilet. Ini secara signifikan mengurangi penggunaan air PDAM atau sumur, mendukung cara menghemat air dengan sistem tandon rumah.

Sistem penampungan air hujan melibatkan beberapa komponen utama, di mana air hujan dari atap diarahkan melalui talang dan pipa menuju tangki penampung. Sebelum masuk tandon utama, air biasanya disaring untuk menghilangkan kotoran seperti daun dan debu, menjaga kualitas air.

Tandon untuk menampung air hujan sebaiknya diletakkan di bawah permukaan tanah untuk melindunginya dari cahaya dan embun beku, serta memungkinkan volume penyimpanan besar. Manfaatnya tidak hanya penghematan finansial, tetapi juga kontribusi pada kelestarian lingkungan dengan mengurangi limpasan air permukaan dan eksploitasi air tanah.

Sistem Distribusi Air yang Efisien dari Tandon

Desain sistem distribusi air yang efisien dari tandon sangat penting untuk memastikan air bersih sampai ke setiap titik penggunaan di rumah dengan lancar dan tanpa pemborosan. Sistem yang baik tidak hanya memudahkan akses air, tetapi juga menghemat energi dan meminimalkan risiko kerusakan pipa.

Perencanaan yang matang sejak awal pembangunan akan menjamin aliran air tetap stabil dan optimal, mendukung cara menghemat air dengan sistem tandon rumah. Salah satu aspek penting adalah penempatan tandon.

Menempatkan tandon di atap rumah memungkinkan air mengalir ke keran dengan memanfaatkan gaya gravitasi, sehingga tidak memerlukan pompa tambahan dan menghemat listrik. Namun, jika tandon diletakkan di lokasi lebih rendah, pompa air berkualitas diperlukan untuk memastikan aliran air lancar ke seluruh rumah.

Untuk mengoptimalkan aliran air, penting menggunakan sistem perpipaan yang efisien dengan jalur pipa sependek mungkin dan menghindari banyak belokan. Penambahan valve kontrol tekanan air juga membantu menyeimbangkan aliran, dan pemeriksaan rutin sambungan pipa krusial mencegah kebocoran.

Perawatan Rutin Tandon Air untuk Efisiensi

Perawatan rutin tandon air adalah kunci untuk menjaga kualitas air tetap bersih, memperpanjang usia pakai tandon, dan memastikan sistem penghematan air berfungsi optimal. Tanpa perawatan memadai, endapan lumpur, kotoran, dan bakteri dapat menumpuk, memengaruhi kualitas air dan berpotensi menyumbat saluran pipa.

Oleh karena itu, kebersihan tandon harus menjadi prioritas dalam cara menghemat air dengan sistem tandon rumah. Langkah utama adalah membersihkan tandon secara berkala, setidaknya setiap 3-6 bulan sekali, atau lebih sering tergantung kualitas air.

Proses pembersihan melibatkan pengurasan tandon dan menyikat bagian dalamnya untuk menghilangkan lumut dan endapan. Penting juga memastikan tutup tandon selalu rapat untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, dan sinar matahari langsung yang dapat memicu pertumbuhan lumut.

Selain pembersihan internal, pemeriksaan eksternal juga diperlukan untuk mendeteksi retakan atau kebocoran yang dapat menyebabkan pemborosan air. Memberi pelindung tambahan atau mengecat tandon dengan warna gelap dapat menangkal sinar matahari dan mencegah pertumbuhan lumut.

FAQ

  1. Apa manfaat utama menggunakan tandon air di rumah? Manfaat utamanya adalah menyediakan cadangan air, menghemat listrik pompa, dan menstabilkan tekanan air.
  2. Bagaimana cara menentukan ukuran tandon air yang tepat untuk rumah tangga? Ukuran tandon ditentukan dengan mengalikan kebutuhan air per orang per hari dengan jumlah penghuni rumah.
  3. Bisakah tandon air digunakan untuk menampung air hujan? Ya, tandon air sangat efektif untuk menampung air hujan sebagai sumber air alternatif untuk keperluan non-konsumsi.
  4. Mengapa penting untuk memasang pelampung otomatis pada tandon air? Pelampung otomatis mencegah air meluap saat tandon penuh dan mengurangi frekuensi kerja pompa.
  5. Seberapa sering tandon air harus dibersihkan? Tandon air sebaiknya dibersihkan secara rutin setiap 3-6 bulan sekali untuk menjaga kualitas air.
  6. Apakah warna tandon air memengaruhi kualitas air di dalamnya? Ya, tandon berwarna gelap lebih efektif mencegah pertumbuhan lumut karena menghalangi sinar matahari.
  7. Bagaimana cara mengoptimalkan sistem distribusi air dari tandon ke seluruh rumah? Optimalkan dengan jalur pipa pendek, hindari banyak belokan, dan gunakan valve kontrol tekanan air.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |