Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi minyak jelantah keruh dan bau sangat penting agar minyak bekas tetap aman digunakan atau bisa didaur ulang. Dengan penanganan yang tepat, aroma tak sedap dan warna keruh dapat diminimalkan.
Selain menjaga kualitas masakan, cara mengatasi minyak jelantah keruh dan bau juga baik untuk kesehatan keluarga, karena minyak yang bersih lebih aman digunakan dan tidak menghasilkan zat berbahaya.
Penerapan cara mengatasi minyak jelantah keruh dan bau juga membantu mengurangi limbah rumah tangga. Minyak bekas yang ditangani dengan benar dapat diolah menjadi sabun atau produk ramah lingkungan lainnya.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengatasi minyak jelantah keruh dan bau, Rabu (4/2/2026).
1. Penyaringan Minyak Jelantah
Mengutip buku berjudul Review: Manfaat Tanaman Kelapa Bagi Kesehatan dan Lingkungan Serta Sebagai Alternatif Sumber Energi Terbarukan (2022) oleh Ir. Diah Novianti, M.A, minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan untuk menggoreng, berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar.
Minyak jelantah (waste cooking oil) merupakan limbah dari penggunaan minyak goreng dimana minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan.
Penyaringan merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengatasi minyak jelantah keruh dan bau. Tujuannya adalah memisahkan kotoran dan sisa makanan dari minyak sekaligus mengurangi aroma tengik. Pastikan minyak sudah dalam keadaan dingin sebelum disaring untuk keamanan.
Gunakan saringan jaring halus, kertas kopi, atau tisu dapur yang bersih. Tuangkan minyak perlahan ke wadah bersih sambil disaring agar partikel kecil seperti remah gorengan dan bumbu dapat terpisah. Langkah ini membuat minyak lebih bersih dan siap untuk proses penjernihan selanjutnya.
2. Menjernihkan Minyak dengan Tepung Maizena atau Terigu
Tepung seperti maizena atau terigu efektif untuk mengikat kotoran dan partikel penyebab minyak keruh. Campurkan 2–3 sendok makan tepung ke dalam minyak jelantah yang sudah didinginkan, lalu panaskan dengan api kecil sambil diaduk perlahan.
Setelah tepung menggumpal dan kotoran menempel, matikan api, dinginkan, lalu saring minyak menggunakan saringan halus atau kain katun. Hasilnya adalah minyak yang lebih jernih dan siap untuk pemanfaatan non-konsumsi.
3. Nasi Matang untuk Mengurangi Bau
Nasi matang dapat digunakan untuk mengurangi bau amis pada minyak jelantah, terutama minyak bekas menggoreng ikan. Panaskan minyak dengan api sedang, lalu masukkan segenggam nasi putih matang.
Aduk beberapa menit hingga nasi berubah warna menjadi cokelat. Nasi akan menyerap kotoran dan aroma tidak sedap. Setelah itu, buang nasi dan saring minyak agar bersih dari sisa nasi.
4. Potongan Kentang untuk Menjernihkan Minyak
Kentang mentah memiliki kemampuan menyerap kotoran dan menjernihkan minyak. Kupas satu kentang ukuran sedang, potong dadu atau iris tipis, lalu masukkan ke dalam minyak panas.
Biarkan kentang terendam hingga layu. Kentang akan menarik partikel yang membuat minyak keruh. Setelah kentang layu, angkat dan saring minyak. Kentang bekas tidak boleh dikonsumsi.
5. Mengurangi Bau dengan Serai
Serai memiliki aroma segar yang efektif mengurangi bau tidak sedap. Panaskan minyak, masukkan beberapa batang serai yang telah dimemarkan, dan biarkan hingga layu.
Aroma serai akan menggantikan bau tengik, sehingga minyak lebih harum. Setelah itu, angkat serai dan saring minyak jika diperlukan sebelum digunakan untuk pemanfaatan non-konsumsi.
6. Arang Aktif untuk Pemurnian Minyak
Arang aktif adalah adsorben kuat yang dapat memurnikan minyak jelantah keruh dan bau. Haluskan arang kayu menjadi serbuk, lalu campurkan sekitar dua genggam serbuk ke dalam satu liter minyak.
Aduk rata dan biarkan beberapa saat hingga minyak tampak lebih terang. Saring campuran dengan saringan halus untuk memisahkan arang. Minyak hasil pemurnian ini lebih aman digunakan untuk keperluan non-konsumsi.
Q & A Seputar Topik
Mengapa minyak jelantah perlu dibersihkan sebelum digunakan kembali?
Minyak jelantah perlu dibersihkan untuk menghilangkan kotoran, sisa makanan, mengurangi bau tengik, dan meminimalkan risiko kesehatan akibat senyawa berbahaya.
Bahan alami apa saja yang bisa digunakan untuk menjernihkan minyak jelantah?
Bahan alami yang efektif meliputi tepung (terigu, maizena, tapioka), nasi matang, potongan kentang, serai, dan arang aktif.
Apakah minyak jelantah yang sudah dijernihkan aman untuk dikonsumsi kembali?
Minyak jelantah yang sudah dijernihkan tidak disarankan untuk dikonsumsi kembali karena akumulasi zat berbahaya, melainkan dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti lilin atau sabun.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
